
"Ma lihat nih,,artis A meninggal tertular virus loh"
"Dia kan artis idola mama"kata Dera..
Dera sedang membaca berita di laptop miliknya baru saja selesai mengurusi kedua anak kembarnya dan Bryan...
Lama tak ada sahutan dari mama,yang tadi dilihatnya mama ada di sofa tv.Karena tak ada respon dari mama,Dera kemudian berdiri mendekati? mama..
Alangkah terkejut Dera melihat mama yang duduk tak sadarkan diri,hanya bernafas berat...
"Mama,mama,,mama kenapa?" Dera memegang tubuh mama..
Tubuh mama lemah dan dingin,
Dera lalu berteriak memanggil asisten rumah tangganya untuk menolongnya..
Dera menelepon dokter yang biasa merawat mereka ke rumah,sebab saat ini jika ke rumah sakit akan banyak prosedur yang harus dijalani.
"Maaf nyonya mama anda terkena serangan jantung,,dia mengalami serangan mendadak"ujar dokter itu.
Dera tentu saja terkejut,karena selama ini mama tidak pernah mengeluh akan jantungnya...
"Walaupun mama anda sadar,tapi tak akan seperti semula lagi"ujar dokter..
Dan benar saja hanya beberapa menit kemudian mama menghembuskan nafas terakhirnya.
Dera sungguh tak mempercayai ini semua,dia berteriak memanggil mamanya,,wanita yang melahirkannya,,yang selalu ada untuknya,,yang selalu memberinya kasih sayang..
"Mama,,mama"seperti anak kecil Dera memanggil mamanya.
__ADS_1
Bryan ikut menangis melihat tubuh omanya yang terlihat diam tak bergerak.
David,kak Dita semua keluarga besar Dera telah di beri kabar akan berpulangnya mama.
Hanya saja saat seperti ini,mereka tak di perbolehkan untuk hadir beramai-ramai.
Hanya beberapa kerabat dekat yang tampak hadir disana.
Tangis Dera masih mengalir,kak Dita tampak lebih tegar di banding dengan adiknya itu.
David memeluk istrinya itu,walau David hanyalah menantu tapi dia merasa sangat kehilangan ibu mertuanya itu.
"Sabar sayang,,mama sudah tenang disana"ujarnya pada Dera..
"Mama bahkan tidak mengucapkan pesan apapun,,huuuu aku sayang sama mama"Dera sesenggukan menangis
Acara pemakaman secara keluarga yang dilakukan siang tadi telah selesai berlangsung .
David dan Dera saat ini sedang di kamar biasanya mama tidur,Dera menciumi pakaian mama sambil menangis kembali.
Melihat barang-barang mama yang biasanya di pakai hari-hari olehnya.
Sungguh Dera merasa hatinya seperti ada yang hilang..Dera lalu menggenggam tangan suaminya,dan menatapnya
"Sayang,,jika saat kita tua nanti..
Bisakah aku yang terlebih dulu meninggal"Dera berkata dengan sungguh..
"Dera,jangan berkata seperti itu.Kau saat ini sedang sedih sayang,,kuatlah."ujar David..
__ADS_1
"Aku bersungguh-sungguh,,jika nanti kau pergi terlebih dahulu dari aku,aku yakin tak akan mampu bertahan lagi David"Dera menangis
"Sudah terlalu banyak yang meninggalkan aku,,aku tak mau lagi"
"Berjanjilah,,kau tidak boleh mati sebelum aku!!berjanjilah!!"Dera berkata pilu..
David menghela nafas panjang,dia mengiyakan ucapan istrinya itu,,padahal dalam hatinya dia berkata bagaimana aku akan bisa bertahan hidup tanpa kekasih hatiku ini...
"Aku berjanji,,aku tak akan pernah meninggalkan istriku terlebih dahulu"kata David..
"Tak akan pernah!!"
Didekapnya istrinya lebih erat,,karena sungguh dia tak mau kehilangan Dera.
Suasana pilu melanda penghuni seisi rumah ini,banyak ucapan berbela sungkawa dari kerabat dan rekan,sekaligus permintaan maaf atas ketidak hadiran mereka .
Oleh karena pandemi ini,pembacaan doa untuk mama juga hanya dilakukan dengan terbatas.
Airmata anak-anak mama masih tetap menetes walau sekuat apapun mereka menahannya...
"Ayo istirahat sayang,lihat si kembar gelisah karena kamu belum memeluk mereka"ujar David
Mata Dera yang sembab melihat ke arah anak-anaknya,dia teringat betapa sayang papa dan mama terhadap dirinya.
Dalam hatinya,Dera berjanji akan menjaga dan membesarkan ketiga anak-anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang,sama seperti kedua orang tuanya terdahulu.
Di dekap dan di peluknya Bryan yang tertidur pulas,dan melihat mata bayi-bayi mungil yang menatap pada Dera seakan berkata
"kuatlah mommy,,ada kami disini".....
__ADS_1