Bidadari Yang Tersembunyi

Bidadari Yang Tersembunyi
Sekretaris David


__ADS_3

David memandang wajah istrinya yang masih tertidur pulas lalu menciumnya.


Pagi ini dia harus pergi kekantor lebih awal karena ada meeting, tapi David tak ingin membangunkan istrinya itu.


Dengan perlahan dia menyiapkan semua keperluannya.Diluar mama sudah bangun dan sedang menyiram tanaman yang ada dibalkon.


"Loh ,mana Dera kok masih sepi?"mama bertanya melihat David membuat kopi.


"Dia masih tidur ma,,tidak apa -apa sepertinya dia kecapekan"David menjawab..


"Dasar,,nanti gimana kalau Bryan sudah mulai sekolah, bangun kok siang!"


"Kamu jangan terlalu memanjakan Dera,"mama menambahi.


David tersenyum mendengar omelan mama mertuanya itu.


"Perempuan jaman sekarang itu gak bisa apa-apa,beda sekali sama jaman mama dulu"oceh mama.


"Gak apa-apa ma,saya mencintai Dera apa adanya."David menghirup kopinya


"Tuh kan,kamu selalu belain.Dari kecil dia itu selalu semaunya"mama masih kesal.


David menghampiri mama mertuanya itu,dia tahu maksud baik mertuanya.Namun bagi David,Dera adalah wanitanya.Dia tak mau menuntut hal yang tak perlu.


"Biarlah ma,aku akan membalas ketidak beradaanku saat dia mengandung Bryan"David memeluk mertuanya.


"Terima kasih mama telah menjaga Dera hingga saat ini" ucapnya.


"Mana ada seorang ibu yang menjelek-jelekkan anaknya sendiri'Dera keluar dari kamar dengan penampilan masih baru bangun.


"Hahaaha bangun dia ma"kata David


"Gimana gak bangun,,mama ngoceh kedengaran sampai Kutub utara"Kata Dera.


"Aku berangkat dulu ya sayang,aku ada meeting pagi"David lalu berangkat .


"Suami itu diurusin Dera,nanti kalau kecantol wanita lain baru tahu kamu"ujar mama.


"Ma,aku ngurusin kok.Lagian David aja gak komplain "Dera menghirup kopi bekas suaminya tadi.


"Kalau dibilangin suka ngeyel,,suamimu itu ganteng,kaya ,masih muda.Dia itu pasti banyak bertemu wanita-wanita cantik.Awas kalo nanti ada apa-apa ya,jangan salahin mama"kata mama.


"Ih mama,,doanya jelek ahh"Dera lalu masuk kamar hendak mandi.


Ucapan mama sedikit banyak membuat Dera kepikiran juga.Jadi dia berencana akan mampir ke perusahaan siang nanti.


"Aku mau ajak makan siang ah"kata Dera.


Dera menelepon Nila dan bilang hari ini dia tidak datang ke butik.Siangnya Dera telah dikantor suaminya,semua karyawan telah mengenalnya.Mereka menyambut Dera dengan baik.


"Bapak pergi sendirian ya?"tanya Dera.


"Sama Sinta bu,seketaris bapak"jawab karyawan itu.


"Oh baiklah,kamu boleh melanjutkan kerjamu,saya akan menunggu disini"kata Dera.


Dera jarang berinteraksi dengan karyawan-karyawan David,karena dia tak mau terlalu ikut campur urusan perusahaan,apalagi perusahaan ini adalah cabang yang baru beberapa lama ini di bangun David.


Sekretaris yang bernama Sinta itu belum pernah Dera bertemu dengannya.


Dera menunggu suaminya itu kembali,dia memang sengaja tidak menelepon David .


Lumayan lama Dera menunggu dikantor.

__ADS_1


Kemudian pintu dibuka dan David telah kembali..


"Hai sayang,tumben datang kesini?,kenapa tidak mengabari dulu tadi"David menghampiri istrinya


"Enggak,,tadi sekalian mau ngajak makan siang"ujar Dera.


"Kamu belum makan ya,,ayo kita keluar,nanti kamu lapar"ucap David.


"Gak usah sayang,aku belum lapar juga kok"kata Dera.


"Permisi pak,ini berkas-berkas yang tadi.Bapak belum tanda tangan"ujar seorang wanita muda yang cantik menyerahkan berkas ke David.


Dera melihat kegadis itu,,Dera merasa sedikit sikap aneh dengan sikap gadis itu saat melihat Dera.


"Sayang ini Sinta,dia sekretarisku"kata David memperkenalkan.


Gadis itu memberi salam pada Dera


"Saya Sinta bu"ujarnya.


Dera mengangguk ramah,kemudian gadis sekretaris itu keluar ruangan.


"Ayo kita keluar,kita jalan-jalan sebentar"ajak David.


"Loh kerjaannya sudah selesai ya"tanya Dera.


"Untuk hari ini sudah,,jadi aku mau serrvis tamu kehormatan dulu"kata David merangkul pinggang istrinya.


Mereka berdua keluar,David membisikkan sesuatu yang nakal membuat tertawa Dera.


Saat mereka berlalu dari pandangan,tatapan tak suka sepertinya tersirat diwajah seseorang,,dan itu Sinta sekretaris David.


David memandang wajah istrinya yang masih tertidur pulas lalu menciumnya.


Pagi ini dia harus pergi kekantor lebih awal karena ada meeting, tapi David tak ingin membangunkan istrinya itu.


Dengan perlahan dia menyiapkan semua keperluannya.Diluar mama sudah bangun dan sedang menyiram tanaman yang ada dibalkon.


"Loh ,mana Dera kok masih sepi?"mama bertanya melihat David membuat kopi.


"Dia masih tidur ma,,tidak apa -apa sepertinya dia kecapekan"David menjawab..


"Dasar,,nanti gimana kalau Bryan sudah mulai sekolah, bangun kok siang!"


"Kamu jangan terlalu memanjakan Dera,"mama menambahi.


David tersenyum mendengar omelan mama mertuanya itu.


"Perempuan jaman sekarang itu gak bisa apa-apa,beda sekali sama jaman mama dulu"oceh mama.


"Gak apa-apa ma,saya mencintai Dera apa adanya."David menghirup kopinya


"Tuh kan,kamu selalu belain.Dari kecil dia itu selalu semaunya"mama masih kesal.


David menghampiri mama mertuanya itu,dia tahu maksud baik mertuanya.Namun bagi David,Dera adalah wanitanya.Dia tak mau menuntut hal yang tak perlu.


"Biarlah ma,aku akan membalas ketidak beradaanku saat dia mengandung Bryan"David memeluk mertuanya.


"Terima kasih mama telah menjaga Dera hingga saat ini" ucapnya.


"Mana ada seorang ibu yang menjelek-jelekkan anaknya sendiri'Dera keluar dari kamar dengan penampilan masih baru bangun.


"Hahaaha bangun dia ma"kata David

__ADS_1


"Gimana gak bangun,,mama ngoceh kedengaran sampai Kutub utara"Kata Dera.


"Aku berangkat dulu ya sayang,aku ada meeting pagi"David lalu berangkat .


"Suami itu diurusin Dera,nanti kalau kecantol wanita lain baru tahu kamu"ujar mama.


"Ma,aku ngurusin kok.Lagian David aja gak komplain "Dera menghirup kopi bekas suaminya tadi.


"Kalau dibilangin suka ngeyel,,suamimu itu ganteng,kaya ,masih muda.Dia itu pasti banyak bertemu wanita-wanita cantik.Awas kalo nanti ada apa-apa ya,jangan salahin mama"kata mama.


"Ih mama,,doanya jelek ahh"Dera lalu masuk kamar hendak mandi.


Ucapan mama sedikit banyak membuat Dera kepikiran juga.Jadi dia berencana akan mampir ke perusahaan siang nanti.


"Aku mau ajak makan siang ah"kata Dera.


Dera menelepon Nila dan bilang hari ini dia tidak datang ke butik.Siangnya Dera telah dikantor suaminya,semua karyawan telah mengenalnya.Mereka menyambut Dera dengan baik.


"Bapak pergi sendirian ya?"tanya Dera.


"Sama Sinta bu,seketaris bapak"jawab karyawan itu.


"Oh baiklah,kamu boleh melanjutkan kerjamu,saya akan menunggu disini"kata Dera.


Dera jarang berinteraksi dengan karyawan-karyawan David,karena dia tak mau terlalu ikut campur urusan perusahaan,apalagi perusahaan ini adalah cabang yang baru beberapa lama ini di bangun David.


Sekretaris yang bernama Sinta itu belum pernah Dera bertemu dengannya.


Dera menunggu suaminya itu kembali,dia memang sengaja tidak menelepon David .


Lumayan lama Dera menunggu dikantor.


Kemudian pintu dibuka dan David telah kembali..


"Hai sayang,tumben datang kesini?,kenapa tidak mengabari dulu tadi"David menghampiri istrinya


"Enggak,,tadi sekalian mau ngajak makan siang"ujar Dera.


"Kamu belum makan ya,,ayo kita keluar,nanti kamu lapar"ucap David.


"Gak usah sayang,aku belum lapar juga kok"kata Dera.


"Permisi pak,ini berkas-berkas yang tadi.Bapak belum tanda tangan"ujar seorang wanita muda yang cantik menyerahkan berkas ke David.


Dera melihat kegadis itu,,Dera merasa sedikit sikap aneh dengan sikap gadis itu saat melihat Dera.


"Sayang ini Sinta,dia sekretarisku"kata David memperkenalkan.


Gadis itu memberi salam pada Dera


"Saya Sinta bu"ujarnya.


Dera mengangguk ramah,kemudian gadis sekretaris itu keluar ruangan.


"Ayo kita keluar,kita jalan-jalan sebentar"ajak David.


"Loh kerjaannya sudah selesai ya"tanya Dera.


"Untuk hari ini sudah,,jadi aku mau serrvis tamu kehormatan dulu"kata David merangkul pinggang istrinya.


Mereka berdua keluar,David membisikkan sesuatu yang nakal membuat tertawa Dera.


Saat mereka berlalu dari pandangan,tatapan tak suka sepertinya tersirat diwajah seseorang,,dan itu Sinta sekretaris David.

__ADS_1


__ADS_2