
Disebuah pusat perbelanjaan,Dera dan Bryan sedang berbelanja untuk kebutuhan mereka.Saat ini Bryan telah berusia 3 tahun.
Seperti anak seusianya Bryan pasti menginginkan sejumlah mainan,Dera membelikan Bryan beberapa mainan dan memasukkannya kekeranjang .
Bryan tumbuh menjadi anak yang tampan, sehat dan cerdas.Dia sering bermain dengan ketiga anak-anak kak Dita,apalagi jika Dera tengah sibuk mengurus butiknya.
Selesai membeli keperluan ,mereka berdua menuju keparkiran mobil.
Mata Dera menangkap bayangan yang berlalu di hadapannya,seorang pria dan wanita.
Dia merasa mengenal bayangan itu,
"David?"gumamnya..
namun hal seperti itu sudah sering Dera alami,merasa seolah melihat David dan kali ini diapun mengacuhkan..
"Mommy ayo masuk"Bryan menarik tangan Dera ..menyadarkannya...
"iya sayang,,kau lapar ya?"Dera menatap lembut Bryan.
"hmmm iya,"kata Bryan..
kemudian Dera mengajak Bryan untuk makan di salah satu restoran cepat saji favorit Bryan.
"Kenapa tak bilang kalian belanja tadi,aku kan bisa menemani"ujar Mala di ujung ponselnya..
"Ah tak apa Mal,aku tahu kau pasti sibuk.kami tak mau mengganggu" Dera tadi berbelanja di swalayan tempat Mala bekerja.
Setelah mengantar Bryan pulang Dera pergi ke butiknya,,pegawainya berkata akan ada orang yang hendak memesan busana pengantin pada mereka..
sesampai di butik dera berjalan masuk,
nila terlihat tengah berbincang dengan seorang wanita..
"Nah ini nona pemilik butik kami,"ujar Nila
"kak ini pelanggan yang akan memesan gaun pengantin tadi"sambung Nila..
Mereka kemudian berkenalan,,
__ADS_1
"nama saya Nadya,beberapa waktu lagi saya akan melangsungkan pernikahan"ujar wanita muda yang cantik itu ramah..
"oh ya ,,selamat ya nona, kita bisa mulai melihat desain yang anda inginkan/sebelum kita mengukur tubuh nona" kata dera
"dimana pasangan prianya,agar sekalian kita ukur"tambah Dera.
"nah itu dia" kata wanita itu melihat kebelakang Dera.
Alangkah terkejut Dera melihat sosok pria itu,
"Daviddd!!"Dera hendak mendekat
Tapi pandangan pria itu membuat langkahnya terhenti..pria itu menatapnya dingin,,
"David itu kaukan?"tanya Dera berkaca-kaca..
"Maaf nyonya,itu calon suami saya namanya Hendri."ucap Nadya sambil memeluk pinggang pria itu.
"Tapi itu..dia seperti..' Dera tak sanggup berkata-kata.
"maaf nyonya saya tak mengerti maksud anda,,sebaiknya anda menenangkan diri anda dulu"kata Nadya..
"Besok kami akan datang lagi nyonya,,semoga besok nyonya lebih baikan"ujar Nadya.
Dera hanya bisa memandang kepergian mereka berdua..
"kak Dera ada apa?kakak kenal sama mereka?"Nila dan Rahayu mendekati Dera yang masih tak percaya.
namun dia tak menjelaskan apapun..
Di apartemen Dera terlihat gelisah,dia masih terbayang dengan sosok pria tadi..
"aku merasa dia memang David,tapi mengapa dia seperti tak mengenalku"batin Dera dalam hati..
Dia berniat akan berbicara besok di butik dengan Nadya ,,Dera ingin bertanya asal usul pria itu..
Mata Dera bahkan tak terpejam sepanjang malam,,segala pertanyaan bersemayam dikepalanya..
Dia belum bercerita pada mama,takut nanti jika dia ternyata salah..
__ADS_1
Malam berganti pagi,,dengan cepat dia mengurus keperluan Bryan,mengurus rumah dan menuju ke butik,,mama heran dengan tingkah Dera yang tak biasanya itu...
Dera bahkan tiba dibutik terlebih dahulu daripada Nila dan Rahayu..
Dera selalu melirik jam dan melirik keluar menanti kedatangan Nadya dan pria itu..
Dera bahkan lupa kemarin menanyakan nomor telepon wanita itu..
Jam demi jam berlalu,tak terlihat akan kedatangan Nadya.
pelanggan berdatangan satu persatu namun tak ada bayangan Nadya..
Hingga malam dan jam tutup butik telah berlalu,,Nila dan Rahayu belum juga pulang,mereka tak mau pulang sebelum Dera juga pulang.
"kak sepertinya hari ini tak mungkin mereka datang,,mungkin besok"ujar Rahayu..
Dera mengangguk dan pulang keapartemennya..Dera menjadi curiga mengapa Nadya dan pria itu tak datang
"apakah karena mereka merasa aku aneh ya"gumamnya.
"akan kutunggu besok,,siapa tahu mereka akan datang besok"..
Mama yang bingung bertanya pada Dera ,,namun dera tak menceritakan kejadiannya pada mama.
Namun harapan tinggal harapan,telah tiga hari Dera menunggu,namun tak ada kedatangan Nadya dan pria itu..Dera mulai merasa ada yang salah dengan Nadya..
Ingin rasanya melapor ke polisi ,namun Dera takut bila dia ternyata salah..
Di dalam kebingungannya dia teringat akan Albert.Setidaknya mungkin Albert bisa memberi solusi..
"Hallo Albert"Dera menelepon Albert.
"ya Dera ada apa?" tanya Albert.
"apakah kau ada waktu ,,aku ingin bicara hal yang sangat penting"ucap Dera
"hmmm ini sudah malam,,besok pagi aku akan ke butikmu ya" kata Albert..
"iya terima kasih Albert"Dera menutup ponselnya..
__ADS_1