Bidadari Yang Tersembunyi

Bidadari Yang Tersembunyi
Bryan Baden jr..


__ADS_3

Perut Dera tampak semakin membesar,kehamilannya sudah memasuki usia sembilan bulan.


Dia sekarang sudah resmi membuka butik miliknya yang sempat tertunda dulu.


terlihat Dera sedang melayani pelanggan,dia memiliki dua orang karyawan untuk membantunya di butik.


Dengan perut yang besar seperti itu,Dera sudah mulai kewalahan mengurus pesanan pelanggan,untung kedua karyawan yang bernama Nila dan Rahayu selalu membantu.


Jabatan direktur David dihotel ,saat ini telah diganti oleh yang lain.


Sedang perusahaan David diurus oleh rekan David yang berada diluar negeri.


Laporan perusahaan akan dilaporkan ke Dera dalam sebulan sekali.


Rasa sakit sudah mulai dirasakan Dera,perutnya mulai bertambah sering mengalami kontraksi.


Dokter telah mewanti-wanti tanggal perkiraan kelahiran si bayi.Dera telah mempersiapkan semuanya,bahkan ada yang sebagian telah ada di mobil Dera..


"Sabar ya sayang,,sebentar lagi kita akan bertemu.."Dera mengelus perutnya menenangkan bayinya yang menendang-nendang perutnya...


Sampai hari ini belum juga ada kabar tentang suaminya David,tapi Dera tetap mempunyai keyakinan bahwa suaminya itu masih hidup.


Kurang lebih dua bulan lalu pihak direksi dan dewan komisaris hotel mendatangi Dera,,karena kekosongan di jabatan direktur mau tidak mau harus diisi segera,dan Dera memakluminya.


Albert sesekali datang berkunjung,dia banyak membantu Dera dan memberi semangat untuknya.


"Kau harus kuat Dera,anakmu kelak butuh ibu yang tangguh" ujarnya..


Mala yang sedang sibuk dengan pekerjaannya juga sering menyempatkan datang membawakan makanan.


"Dera ini aku bawakan bubur dan rujak,,aku beli di tempat langganan aku" ujar Mala.


Dera merasa sangat beruntung,disaat kondisinya saat ini,ada mama,kak Dita,dan teman-teman yang selalu perduli padanya...

__ADS_1


Dera sore ini berada di apartemennya bersama mama,baru saja membersihkan diri dia merasa perutnya semakin sakit..


"Ma,sepertinya aku harus kerumah sakit"ucap Dera pada mama.


"apa rasa sakitnya sudah semakin sering nak" tanya mama.


"iya,ma.sepertinya aku akan segera melahirkan"


Mama langsung segera membawa Dera kerumah sakit bersalin,,dokter dan perawat disana telah bersiap,setelah dikabari oleh mama.


Dera dimasukkan keruang perawatan untuk segera ditangani..


Beberapa jam kemudian terlihat dokter keluar dari ruangan..


mama,ibu David,kak Dita,Mala ada disana


"selamat bu,anaknya telah lahir dengan sehat,berjenis kelamin laki-laki"ujar dokter


"ibunya juga sehat,hanya perlu istirahat saja"kata dokter menambahkan ..


Selama beberapa bulan ini,Dera memang menguatkan dirinya,,dia yakin suaminya masih hidup,,dan dia harus kuat demi bayinya,,jadi dia sangat menjaga kesehatan dirinya dan bayinya.walau tanpa dilihat orang, dera sering menangis dikamarnya merindukan suaminya...


"Waaahhh tampan sekali cucu oma"mama memeluk cucunya itu.


"besan lihatlah cucu kita sangat tampan dan sehat"ujarnya pada ibunda David..


Semua bahagia menyambut kelahiran bayi Dera.


"der,sudah siapkan nama belum?"tanya Mala..


"Aku belum tahu,,kau kasihlah nama yang bagus Mal"kata Dera..


Mala mulai mencari nama untuk sibayi..

__ADS_1


"Bryan,,Bryan Baden **,,bagus tak?"kata Mala..


Semua setuju nama itu,,jadilah nama bayi milik Dera dan David bernama Bryan Baden **.


Tak memerlukan waktu yang lama untuk Dera dan Bryan boleh pulang ,karena kondisi keduanya yang sehat.


Hanya dua hari mereka dirawat disana.


Dera telah sampai di apartemennya,,banyak hadiah yang datang dari sahabat ,kerabat ,dan rekan dari Dera dan David..


"Maaf ya,aku baru bisa mengunjungi kalian,aku baru tiba dari luar kota"Albert datang membawa hadiah untuk bayi..


"Tidak apa Albert,aku tahu kamu sedang sibuk"ujar Dera.


Albert mendekati bayi yang sedang digendong mama,,


"sungguh tampan sekali Dera,,mirip sekali dengan David" kata Albert..


Dera tersenyum mendengarnya..


"kau kapan akan menikah?biar cepat nyusul"ucap Dera..


"nanti Dera,aku masih mempersiapkan diri"Albert tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal..


Albert dan Mala belum juga ada perkembangan dalam hubungan mereka,terkadang mereka pergi makan berdua,,menonton konser,,jalan-jalan namun tak lebih dari itu.


Mala sering curhat pada Dera sebenarnya dia menunggu Albert menyatakan cinta,tapi sampai sekarang belum pernah terucap.


Dera juga tak bisa berkata apapun,,karena itu diluar kapasitasnya.


Dia hanya bisa memberi semangat pada sahabatnya ini..


Dera yang sudah mulai pulih belajar cara mengurus bayinya pada mama,walau ada pembantu Dera ingin mengurus bayinya sendiri.

__ADS_1


Sebulan,dua bulan,waktu terus berlalu.Dan Bryan mulai bertumbuh dari waktu ke waktu.


__ADS_2