
David telah beberapa hari ini di Jerman,dia ingin segera menyelesaikan urusan disini,agar cepat kembali ke Indonesia.
Perusahaan masih berjalan baik walau tak ada dia ,memang David adalah bos yang baik,sehingga para karyawan sangat loyal pada perusahaan.David memberi bonus dan memberi kewenangan pada orang kepercayaannya untuk mengelola perusahaan yang disini, sedang David akan mengelola cabang di Indonesia,tapi akan tetap dipantau olehnya.
Selama di Jerman tentu dia tinggal bersama ibunya,rumah yang besar bergaya Eropa modern..
"mom disini sepi ,ayo ikut saja pulang,momi bisa tinggal bersama kami"kata David sedih melihat ibunya sendiri saja hanya bersama seorang asisten.
"Mom lebih nyaman disini David,disini seakan papi selalu datang "kata ibunya tersenyum.
"mom nanti akan berkunjung saja kesana lebih sering"kata ibu lagi.
"Jangan-jangan mom disini punya kekasih ya?"canda David pada ibunya..
"Hahahahah siapa mau sama wanita tua ini David,,ada-ada saja" ibunya tertawa.
David sebenarnya sangat mengkhawatirkan ibunya,tapi ibunya ini walau perempuan asli Indonesia masalah selera,dia bahkan lebih bule dari papinya dulu...
Dia tak bisa memaksa keinginannya pada ibunya.
Semua tugas sementara telah selesai,David tengah dibandara menunggu pesawatnya.Ada hikmah baginya tentang kejadian terdahulu,David sekarang lebih sering berdoa,apalagi saat akan naik pesawat...Hikmah dalam sebuah bencana.
Dera setelah malam itu tak mau keluar rumah,sudah seminggu dia hanya berdiam di apartemen saja.Dia takut akan bertemu lagi dengan pria jahat itu.
Masih bertanya-tanya siapa sesungguhnya pria itu dan apa tujuannya.
__ADS_1
Namun waktu sidang tak bisa diundur demi dia,jadi mau tak mau Dera harus keluar juga..
Dengan bekal semua alat ditasnya Dera akan keluar hari ini.David juga akan tiba siang ini di Indonesia.Jadi tak bisa Dera menjemput suaminya.
Diruang pengadilan telah hadir seperti sidang terdahulu para jaksa,pengacara dan hakim.
Namun mata Dera melihat pria yang baru duduk dibangku.Matanya menatap tajam kearah Dera.
Saat sidang berlangsung Dera mendengarkan keterangan saksi,semua tak memberatkan Dera.
Mereka melihat saat itu Dera memeluk tubuh Nadya ,mencoba menghentikan pendarahan hingga baju Dera penuh darah,dan meminta pertolongan.
Sidang keputusan akan diadakan minggu depan,nanti Dera akan tahu apa vonis untuknya dari hakim.
Dera melangkah keluar sidang dengan pengacaranya,mereka membicarakan sesuatu.Pria yang ada diruang sidang mendekatinya
"Kau telah membunuh seseorang,,kau akan dihukum atas itu,,setidaknya oleh aku!"pria itu berkata.
"Maaf tuan kau tak boleh berkata hal yang belum diputus pengadilan"pengacara Dera memperingatkan pria itu.
"Oh baiklah,,tapi kau ingatlah wajahku ini,,aku papa Nadya,dan akan membuat perhitungan denganmu nanti!"katanya lalu pergi.
Dera tak bisa berkata apa-apa dia hanya diam menatap pria itu.Dia menyadari kesedihan pria itu hingga tak satupun kalimat dari pria itu dijawabnya.
Dera hendak masuk kemobil saat panggilan yang dikenalnya mengejutkannya.
__ADS_1
"istriku maaf ya aku terlambat"ternyata David langsung kesini setelah mendarat di bandara.
"David kau sudah tiba ya"kata Dera bahagia.
"Hmmm aku tadi meneleponmu tapi ponselmu tak aktif"ujar David
"Oh iya tadi kumatikan"Dera baru ingat saat masuk pengadilan dia mematikan ponselnya.
Mereka berdua akhirnya pulang,saat malam Dera menceritakan kejadian didalam persidangan,,dan juga pertemuannya dengan papa Nadya.
"Aku tahu dengan papanya Nadya,kami dulu sering bertemu aku juga tahu dia itu bukan pria biasa"kata David.
"Tapi jika dia berani melakukan sesuatu pada istriku,jangan harap aku akan diam saja"David terlihat emosi.
"Mungkin dia hanya sedang marah,mungkin nanti akan berbeda"Dera berkata.
Telah lama tak membuka butik akhirnya Dera membuka kembali butiknya,David yang telah diceritakan kejadian waktu itu berkali-kali melihat rekaman cctv,dia yakin pria itu yang dilihatnya saat didepan butik dulu.
"Aku yakin pernah melihat pria ini,,tapi dimana?"David berpikir dengan keras.
"Aahh sialan,,dia anak buah papa Nadya,aku dulu sesekali melihatnya" David baru teringat dengan pria itu.
Dengan marah David berencana hendak terbang ke Thailang guna mencari pria itu,tapi Dera menghentikannya..
"'Jangan sayang aku tak mau kau pergi..tetaplah disini,aku lebih merasa aman"Dera memohon pada suaminya.
__ADS_1
Kali ini David mendengarkan istrinya itu
tapi dalam hati David akan melakukan sesuatu jika sampai nanti ancaman papa Nadya terjadi.