
David sore ini menjemput istrinya dibutik,sebelum beberapa hari kedepan akan keluar negeri.
David duduk dimobilnya menjawab telepon dari rekan bisnisnya sebelum berniat masuk kedalam butik.
Mata David tak sengaja menangkap ada sosok yang mencurigakan dari kaca spion mobilnya.
Dia merasa curiga melihat gerak-gerik yang ternyata seorang pria,dia sedikit tak asing dengan pria itu hanya saja David lupa dimana dia pernah bertemu dengannya.
Pria itu tampak memperhatikan butik Dera,dan tak melihat David.
David yang semakin curiga kemudian turun dan akan menghampiri pria tersebut.
Namun saat David keluar,pria itu langsung menyadari dan melihat David,dia mundur dan pergi dengan mobilnya..David berusaha mengejar pria itu..
"Sayang,,ada apa?"Dera segera keluar dari butik menghampiri suaminya..
"Apa ada yang salah?"tanyanya lagi..
"Ah tidak,sepertinya aku melihat orang yang kukenal"David tak ingin membuat cemas istrinya.
Sepanjang malam David berusaha mengingat siapa pria tadi.
"Kau kenapa sayang dari tadi seperti memikirkan sesuatu"Dera menanyakan pada suaminya.
David menghela nafasnya,dan menceritakan kejadian tadi.
"Mungkin dia salah seorang pelangganku saja"kata Dera.
"Aku merasa bukan,,gerak-geriknya itu ada yang salah"ujar David.
__ADS_1
"Dera sayang,dengarkan aku kau harus selalu hati-hati ya,apalagi saat tak ada aku.Besok aku akan mencari senjata perlindungan untuk menjagamu"ujar David.
"Aku akan membeli semprotan merica saja David,aku tak mau jadi pembunuh untuk kedua kalinya"Dera masih belum sepenuhnya melepas trauma tentang Nadya,bahkan dalam tidur dia masih sering terbangun ketakutan.
"Iya baiklah,,itu juga tak apa"kata David mengecup rambut istrinya.
"Jadwal sidang belum dalam minggu inikan?"tanya David.
"Iya minggu depan aku akan sidang ke empat"kata Dera.
"Sepertinya kau belum keramas selama seminggu ya,,aroma nya agak lain"kata David sambil mencium rambut istrinya itu berulang kali.
"Aku keramas kok,,hanya saja samponya telah kuganti,,dengan sampo aroma mengkudu"jawab Dera kesal dengan kejahilan suaminya.
Entah kenapa mendengar cerita David semalam,Dera memang merasa harus melindungi diri.
Saat akan masuk ke dalam mobilnya,sepintas dia melihat bayangan orang di belakangnya,namun bayangan itu segera berlalu ketika Dera menoleh.
Firasat David sepertinya benar pikir Dera.
Dia segera bergegas pergi ke butik.Dia memberi tahu pada Nila dan Rahayu untuk melapor padanya apabila ada orang yang tampak mencurigakan.
Dera seperti biasa berada di butik dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore,Nila dan Rahayu datang lebih awal dan pulang lebih akhir.
Namun hari ini dia pulang agak sedikit malam,karena ada pesanan barang yang baru tiba,sehingga Dera harus menyortirnya terlebih dahulu.
Diluar telah mulai gelap,namun masih ramai kendaraan berlalu lalang.Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Dera sudah mau pulang,sedang Nila dan Rahayu sedang menutup butik.
__ADS_1
Dia berjalan ke mobilnya tiba -tiba ada seorang pria tengah mendekatinya,Dera mulai tak nyaman,pria itu jalan semakin cepat mengejarnya ,,Dera setengah berlari ketika pria itu mulai akan meraih tubuhnya,dengan cepat tangan Dera yang dari tadi merogoh tasnya mengambil semprotan merica dan menyemprotnya..
"Aaggh"teriak pria itu kesakitan..Dera lalu berteriak sekuat tenaga sambil berlari kearah butik lagi..
"Nila...Rahayu..tolong.."teriak Dera.
Mereka berdua yang hampir keluar untuk pulang berlari mendekati Dera..
"Nila tutup pintunya,,ayo masuk cepat.sekalian telepon petugas keamanan ."Dera Rahayu,dan Nila masuk lagi kedalam butik.
Tak berselang lama petugas security telah datang kesana,Dera menjelaskan yang terjadi tadi.Nila dan Rahayu juga baru tahu kejadian yang sebenarnya.
Security memeriksa dan mencari pria tadi namun dia sudah tak ada disana.
"Astaga kak,untung saja kakak tidak apa- apa"kata Rahayu..
"Kakak telepon saja suami kakak,biar dia jemput"kata Nila.
"Suamiku masih ada diluar negeri,aku akan minta temanku menjemput"kata Dera.
Mala dan Albert segera datang kesana setelah dapat kabar.Albert melihat cctv butik,tapi sepertinya gambar pria tadi tak jelas terlihat.
"Kejadian ini jangan dulu diketahui David,aku tak mau nanti dia tak konsentrasi ,tunggu dia pulang saja setelah menyelesaikan keperluannya disana."ujar Dera.
Mala menyuruh melapor kepolisi,namun Dera merasa tak perlu.Lagian Dera masih dalam masa bebas bersyarat,jadi dia merasa tak baik untuk persidangan nanti.
Untuk sementara butik akan Dera tutup,namun Dera akan membayar gaji Nila dan Rahayu seperti biasa ,dia tahu mereka membutuhkan gaji itu.
Mereka semua pulang,meninggalkan tanya siapakah pria itu??.
__ADS_1