
Dera membuka matanya ,,saat ini dia ada disebuah ruangan,sebuah kamar tepatnya.
Dera belum sadar sepenuhnya dia masih dalam keadaan bingung,sambil mengingat -ngingat apa yang terjadi.
Kemudian dia teringat dan langsung mencari Bryan..
"Bryan,,Bryan anakku...dimana dia" Dera mencari Bryan di sekeliling kamar.
Tapi tak menemukan Bryan..
""Tolong!!!!tolong!!??!"
"Bryan, Bryan ini mommy ,,jawab jika kau mendengar"Dera berteriak di depan pintu sambil mengedor-gedornya.
"Hey ******,,bisa diam tidak!!"ujar suara dari luar kamar..
"Apa perlu kusumpal mulutmu nanti!" ujarnya lagi..
"Mana anakku,,mana Bryanku.."Dera bertanya masih menggedor..
Semalam Dera meminta izin mau keluar dengan Bryan,David sebenarnya menyuruh Dera menunggu hingga dia pulang,tapi rengekan Bryan membuatnya tak menggubris ucapan David dan tetap pergi berdua.
Saat memarkirkan mobil di lantai bawah Mall,ada empat orang pria bertubuh tegap dan besar langsung turun dari sebuah mobil .
Mereka langsung menangkap Dera dan Bryan,Dera sempat berontak sekuat tenaga tapi apalah kekuatannya dibanding pria-pria itu.Tasnya yang berisi alat setrum dan air merica terjatuh kelantai.
Dera masih bisa mendengar tangis Bryan memanggilnya sebelum akhirnya Dera tak sadarkan diri akibat dibius.
"Mommy..mommy.."Bryan menangis...
Kembali ke saat ini
"Hey,,,mana anakku,,kalian apakan dia,,siapa kalian hah?"Dera terus berteriak.
Namun tak ada jawaban lagi,semua hening,Dera mencari sesuatu atau apapun yang bisa digunakan untuk membuka pintu..
"Siapa mereka? apa yang mereka mau?"tanya Dera..
Kamar itu tak memiliki jendela,hanya ruangan dengan kasur dan meja.
__ADS_1
Jam berapa saja Dera bahkan tak tahu..
Dia mencoba berpikir tenang,,mencari solusi..
Tiba-tiba langkah kaki perlahan mendekat.
Cekraakkk!!!pintu terbuka..
Dera melihat wujud kaki yang masuk ke kamar..
"Apa kabar nona Dera,,apakah tidurmu nyeyak?"kata seorang pria yang dikenal Dera.
"Kau??apa maumu"Dera bertanya
"Baguslah ternyata kau masih ingat padaku!"kata pria itu.
"Mana anakku?apa yang kaulakukan padanya?"Dera mulai tak sabar..
Pria itu dengan santai menarik kursi dekat meja dan duduk disana.
"Tenang nona,anakmu masih aman.Dia saat ini sedang istirahat,sebelum kujual kepasar bebas hahaha"ujar pria itu.
"Sepertinya kau perlu dijinakkan sedikit nona"kata pria itu
Kemudian dua pria bertubuh besar yang menculiknya semalam,memegang tubuh Dera dan menyuntikkan sesuatu,,
"Sialan kau,,kalian bajingan...kembalikan anakku,,kembalikan anakku!!"tubuh Dera kemudian lemas kembali dan tak sadarkan diri.
Entah sudah berapa lama dia tak sadar,saat membuka matanya dia masih dikamar itu, ada makanan dan minuman terdapat dimeja.
Dera kembali ke pintu,menggedor-gedornya lagi dan lagi..
"Hey kau wanita!!!kata bos kami sebaiknya kau makanlah yang banyak agar kau bertenaga,,jika ada apa-apa padamu maka anakmu yang akan menanggungnya"kata suara pria yang ada diluar.
Dera lalu diam dia menangis membayangkan tubuh mungil Bryan
"Dia pasti ketakutan sekali malam ini"kata Dera sambil menangis..
"Bryan maafkan mommy,,maafkan Mommy"ujar Dera pilu..
__ADS_1
Tak lama kemudian Dera yang tertidur setelah lelah menangis meringkuk dilantai mendengar kembali langkah kaki.
Cekraakkk pintu terbuka!!
Pria tadi yang ternya papanya Nadya kembali ada dikamar ini.Pria itu berusia sekitar 47 tahunan,berarti dia dulu mempunyai Nadya saat masih berusia muda.Nadya berusia sekitar 25 tahun saat bertemu Dera terakhir kali.
Pria ini orang Indonesia asli,tubuhnya tinggi ,berkulit coklat,tubuhnya lumayan atletis.
Hanya saja pandangan matanya yang tajam, seperti akan membunuh semua yang ada dihadapannya.
"Kau tak mau makan ya!?"pria itu menatap piring dimeja.
Anak buahnya menyingkirkan piring itu kemudian keluar.
Dera mengenali salah satu pria itu ,yang mendekatinya saat Dera dibutik tempo itu.
"Aku tak suka gelar nyonya,jadi aku memanggilmu nona saja"ujar pria itu.
"Aku tak perduli dengan gelar apa yang kau suka,mana Bryan?"ujar Dera..
"Kau wanita yang lucu nona,disaat terjepit kau masih bisa angkuh padaku"ujar pria itu.
"Bagaimana jika kita berunding?"tanya nya lagi..
"Apa pria sepertimu tahu arti dari berunding"Ucap Dera.
Pria itu mendekat ke Dera,,menarik leher bajunya,,hingga membuat kaki Dera menjinjit,tubuh Dera hanya sebatas bahu pria itu hingga harus mendongakkan wajahnya.
Mata yang menyeramkan memandang ke Dera..
"Aku bukan pria yang sabar nona,jadi jangan memancingku emosi.Kau saat ini berada di kekuasaan ku!"pria itu kemudian mendorong tubuh Dera hingga terjatuh.
Dera yang terjatuh menahan sakit..
"Apa yang ingin kau rundingkan,bukankah saat ini kau yang berkuasa,apa perlu berunding denganku"tanya Dera ketus.
Lama pria itu terdiam..
"Kau harus melahirkan anak dariku,,itu bentuk hukuman dariku untukmu"kata pria itu...
__ADS_1