Bidadari Yang Tersembunyi

Bidadari Yang Tersembunyi
Melamar ala Interogasi...


__ADS_3

David telah kembali mengurus perusahaannya yang ada di Jerman,banyak hal yang harus dibenahi semenjak tiga tahun kepergiannya.


Masalah jabatan Direktur di hotel yang telah dialihkan pada orang lain tak ingin digugatnya.Saat ini dia akan fokus ke keluarga dan perusahaan miliknya sendiri.


Namun Dera masih sangat trauma jika David harus keluar negeri dengan menggunakan pesawat lagi,dia takut David mengalami hal seperti itu lagi.


"Tenanglah sayang,tak apa -apa.Tuhan yang menentukan dimana kita akan berpulang"ujar David berusaha menenangkan istrinya itu.


"Aku akan ikut!!aku mau pergi kemanapun bersamamu"kata Dera..Walau Dera tahu saat ini dia belum diperbolehkan keluar negeri oleh pihak kepolisian,dia hanya asal berucap saja.


"Kau boleh ikut tapi bagaimana butik?sudah lama tak teruruskan?"ucap David lagi..


Dera memang telah lama tidak terlalu fokus ke butik,hanya mengandalkan Nila dan Rahayu .Dan penjualan juga menurun selama beberapa waktu ini.


"Kita bisa kelaparan jika sampai butikmu bangkrut kan?"David memasang wajah ketakutan.


"Suamiku,,semenjak kau sadar dari amnesia sepertinya kesombonganmu telah kembali ya!!"Dera mendekat kesuaminya dan menggelitik tubuhnya..


"Hahahaha itu bukan sombong tapi kewajaran"ujar David meraih tangan istrinya itu dan memeluknya..


"Aku akan mengurus perusahaan dulu ,hingga membuka cabang disini,jadi nanti aku tak perlu terlalu sering terbang kesana"ujar David menjelaskannya.


"Hmmmm,aku senang mendengarnya"Dera memeluk erat suaminya.


"Dera,sepertinya Bryan ingin mempunyai adik,bagaimana?"ucapnya ..


"Aku mau kembar!!"balas Dera menggoda.

__ADS_1


David tercengang !!


"Selama aku tak ada,ternyata kau bertambah nakal ya"ujar David langsung mengangkat istrinya kekasur ukuran bigsize mereka...


Disebuah restoran terlihat Mala dan Albert sedang menikmati hidangan yang tersaji...


Kraaakkk!!


"Aaaa,,apa ini!"mulut Mala menggigit sesuatu,saat ditariknya dari mulut ternyata sebuah cincin..


Albert tersenyum,,yakin Mala akan melompat kesenangan.


"Yaa tuan Albert,apa tak bisa melamar dengan cara yang lebih santunkah"ujar Mala.


"Aku bisa mati tau tak"Mala berkata sambil mata melotot.


Albert tak menyangka rencana romantisnya malah akan kacau..


"Jadi kau melamarku ya?"tanya Mala ala interogasi.


"Itu...iya aku melamarmu"kata Al gugup.


"Apa kau mencintaiku?"nada interogasi yang sama dari Mala.


"Aku mencintaimu"kata Al pelan.


"Bagaimana aku percaya kau mencintaiku,,ucapanmu tak ku dengar!!"kata Mala..

__ADS_1


"Aku mencintaimu Mala"ujar Al kuat.


"Aku sangat mencintaimu!!cerewetmu!sifat cuekmu!!lesung pipimu!! aku mencintai semua yang ada padamu!! nona Malahayati!!"


"Maukah kau menikah denganku?"


Al berteriak membuat tamu restoran melihat kearah mereka..


Mala terharu mendengarnya,pria yang selama ini ditunggunya menyatakan perasaan akhirnya terwujud!!


"Kau tak usah teriak,aku mendengar"kata Mala..


"Aku sangat bersedia,,aku bersedia menjadi istrimu"kata Mala dengan nada tinggi..


Tepuk tangan dari tamu restoran terdengar mereka semua tersenyum pada mereka berdua,Albert dan Mala yang tersadar akhinya malu dan baru sadar,mereka berdua menunduk...


Setelah keluar dari restoran mereka memilih berjalan-jalan terlebih dahulu,sambil menghayal dan merencanakan masa depan.


"Kau pikir aku ternak,,masa mau anak enam!"Mala protes..


"Jadi berapa?"kata Albert sambil berjalan bergenggaman tangan.


"Kita ikut program pemerintah saja"ucap Mala..


"Ya,baiklah"ucap Albert.


Sepanjang jalan semua yang direncanakan Albert diiringi sikap protes oleh Mala,dan Albert merevisi rencananya lagi...Kemudian mereka berdua tertawa.

__ADS_1


Dari masalah jumlah anak,tanggal pernikahan,baju pengantin,dimana melangsungkannya semua penuh argumen..


Namun itu hanya dimulut mereka,,di dalam hati mereka,apapun nanti yang mereka akan lakukan pasti itu adalah hal yang terbaik bagi mereka..


__ADS_2