
Pintu kamar terbuka,,papa Nadya masuk kedalam.
Dilihatnya Dera masih belum mau makan,dengan keadaan sama seperti kemarin.
"Bukankah kau setuju dengan perkataanku kemarin?"tanyanpria itu santai.
"Aku belum menyetujui apapun"kata Dera..
"Anakku...aku mau bertemu dia?"tambah Dera.
Pria itu melihat ke arah Dera,,kemudian mendekat dan membuka ponselnya..
Terlihat di video ada Bryan disebuah ruangan dalam keadaan baik-baik saja.
Bryan tertidur,sekilas Dera memperhatikan ruangan Bryan,tampaknya cukup bersih dan ada beberapa mainan tergeletak di sampingnya..
"Bryan,,Bryan,,mommy sayang"Dera menangis..
Pria itu mematikan ponselnya.
"Aku mau bertemu dia"ujar Dera..
"Jangan harap!!aku telah banyak bersikap lunak nona,,jadi kau buatlah keputusan.."kata pria itu
"Jika kau telah membuat keputusan,kabari anak buahku"pria itu hendak keluar.
"Tunggu!!suamiku pasti akan menemukan kami,,kau lihat saja"kata Dera..
__ADS_1
"Oh iya,suamimu yang hebat itukan???aku yakin dia akan kemari,,dan aku sudah menunggunya!"pria itupun pergi.
Dera sungguh bingung,,apa yang harus dilakukannya..dia tak tahu dimana Bryan,,jikapun dia berhasil lari keluar bagaimana anaknya itu,,namun dia juga tak mau jika harus melahirkan anak pria itu..
David tiba di Thailand,,dia masih ingat rumah Nadya dulu,dia akan segera menuju kesana untuk mendapat sedikit informasi.
Malam ini Dera telah memakai gaun merah itu,dia telah membersihkan dirinya,dia punya sebuah ide yang akan dia lakukan malam ini.
Dera menatap dirinya di cermin,,
"sungguh memalukan"ujarnya..
Kemudian Dera mengikuti pria yang telah menunggunya.
Papanya Dera ada di meja makan,berdiri menyambut Dera.Dia tampak memperhatikan penampilan Dera,membuat Dera risih.Dia menarik kursi mempersilahkan Dera duduk.
Dera menuruti semuanya terlebih dahulu.
Papa Nadya mengajak Dera kesebuah kamar yang sangat besar.Sepertinya itu adalah kamar utama karena lebih mewah dari kamar Dera tadi.
Dia memberikan minuman,yang Dera tahu itu adalah sampanye.Dera pernah sesekali meminumnya berdua bersama suaminya.
"Minumlah,,jangan terlalu banyak berpikir"pria itu berkata.
Kemudian Dera meminumnya sedikit,Pria itu berjalan kebelakang Dera memijit pundak Dera,Dera tersedak karena terkejut.
Gaun yang dipakai Dera itu memiliki belahan yang lumayan panjang di dadanya,,memakainya saja Dera sudah tak nyaman ditambah sentuhan pria itu..
__ADS_1
Pria itu menatap Dera,memegang lehernya dan mencium bibir Dera,,walau Dera diam memejam matanya,tapi tangannya perlahan mengambil pisau yang ada dibalik gaunnya itu..
"Hhhiiaaaa "sekuat tenaga Dera mengayunkan pisau itu..
Taakkk
Tangan Dera ditangkap pria itu,mata mereka berdua beradu,,
dengan sekali hempasan tangan pria itu,pisau tadi sudah jatuh kelantai..
"Sudah kuduga,,wanita singa ini mana akan mudah berlaku seperti kucing"kata pria itu,lalu menarik tubuh Dera kekasur dan akan menciumi Dera lagi..
Dera berontak sekuat tenaga ,berteriak,menendang..
"Bajingan,,,awas,,pergi kau!!" ujar Dera..
Sambil menangis dan berontak..
Pria itu perlahan melepas tubuh Dera,,dia berdiri diujung kasur mengatur nafasnya...
Kemudian dia perlahan keluar..
"Aku ini pria bajingan nona,tapi aku juga manusia"pria itu berkata kemudian keluar menutup pintu...
Dera terduduk diatas kasur,,dia mengusap air matanya dan dia memeluk kedua pahanya..
"David,,,mama,,,huuuuu"Dera menangis lagi..
__ADS_1
Di salah satu ruangan,,pria itu duduk di depan meja,terlihat dia melihat beberapa foto.Itu adalah foto-foto Dera,dari sedang berdiri dan melayani pelanggan butik,di mall dengan Bryan, di pengadilan dan banyak foto lainnya.
Pria itu yang menyuruh anak buahnya mengikuti semua kegiatan Dera.Entah sejak kapan rasa dendam yang semula ada dihatinya itu perlahan menjadi seperti obsesi.Dia menyukai setiap gerak tubuh Dera,walau pria itu menyangkal tapi hatinya melembut seperti bukan dia yang sebenarnya,,,atau mungkin inilah dia yang sebenarnya....