
Waktu persentase akhirnya tiba,,dihadapannya hadir para petinggi-petinggi hotel,yang terdiri atas dewan direksi,direktur,dan komisaris..
sebenarnya Dera sangatlah gugup .Apalagi saat tak sengaja bertemu tatap dengan David,namun Albert meyakinkan Dera dan memberi semangat padanya..
setelah pagi tadi di gembleng habis oleh Albert..
Tak lama Dera berhasil mengatasi kegugupannya,dan dengan lancar hingga akhir..
Diiringi tepuk tangan dan senyum para dewan direksi,komisaris dan David selaku Direktur..
"wah luar biasa !! itu sekelas dengan persentase kawakan!!" ujar Albert yang tadi juga ada di dalam ruangan memuji..
"jantungku mau lepas pak" kata Dera langsung menarik kursi untuk duduk..
"kedepan,,aku lepas tangan ya kuserahkan padamu" ujar Albert...
Karena semua telah beres,,Dera dan Albert langsung akan pulang malam ini dan sudah memesan tiket..
ponsel Dera berbunyi dari nomor tak dikenal..
"ya hallo siapa ini?"tanya Dera
"kamu sudah mau pulang ya?"Dera kenal suara itu,David
"kamu dapat nomorku dari mana" Dera balik bertanya..
"Dera aku ini bosmu,,masak nomor managerku sendiri tidak tahu"balas David
__ADS_1
"iya ,,aku mau pulang,,besok harus sudah masuk lagi bos"kata Dera
"kau bisa istirahat dulu besok"kata David
"Ah nanti gajiku dipotong" Dera bercanda
"hahahaha kupotong karena semalam kau makan makanan ku" David tertawa
Dera tersenyum mengingat kejadian semalam..
"Dera ayo,,mobil sudah menunggu kita" suara albert memanggil..
"apa perlu kupecat saja Albert,,mengganggu saja!!" suara David
"hhaha kau ini,,sudah ya aku mau berangkat dulu"ucap Dera
Entah mengapa akhir-akhir ini Dera jadi lebih sering tersenyum..apalagi saat membayangkan tingkah David padanya..
Dan seperti biasa Dera menjalankan rutinitasnya lagi.Sesekali Mala menelepon dan mereka pergi hang out berdua..
Pemugaran hotel hampir selesai ,beberapa ruangan dan kamar baru ,mulai di fungsikan..
hotel memang jadi jauh lebih berkesan mewah dan elegan dari sebelumnya..
Albert dan Dera juga semakin dekat,mereka sering mengurus beberapa hal berdua..
walau belum selesai sepenuhnya namun hotel tetap menerima tamu jika hanya untuk menginap..
__ADS_1
"Dera kemarilah"Albert berkata di telepon.
Dera segera datang ke ruanga Albert..
disana sudah ada beberapa orang pegawai hotel ,,koki restoran ,dan perwakilan dari departemen lain..
"perkenalkan semuanya,,ini adalah kepala Chef baru kita nona Bella Smith"ujarnya
Semua saling menatap satu dengan yang lain,,wanita itu tidak asing lagi Bella tunangan Direktur yang pernah membuat heboh hotel..
"Selamat bergabung nona Bella" ujar Dera menahan keterkejutannya,mengulurkan tangan..
Namun Bella tak menggubris uluran tangan Dera yang membuat para karyawan lain takut menyambutnya..dia langsung berkata pada Albert
"Albert,,aku ingin ruanganku sesuai yang ku mau"
"Dan lagi aku hanya akan turun tangan jika ada tamu kalangan kelas atas saja"ujar Bella
Albert mengiyakan ucapan Bella tadi..
Bella adalah salah satu Chef terkenal di Jerman,,dia mempunyai restoran sendiri disana,,dia mau menjadi chef disini hanya karena ingin dekat dengan David Baden tunangannya,,sebenarnya David tak setuju namun rengekan Bella sampai membuat ibunya David ikut campur..
Albert yang menceritakan semua pada dera..
Dera tak menyangka wanita itu ternyata Chef terkenal,,wajar saja David bertunangan dengannya..
ketika menyebut ibu David,,Dera teringat pada wanita itu,,dia asli berdarah Indonesia,,sedang tuan Biden suaminya berdarah Jerman,,setahu Dera dulu saat setelah melahirkan David,rahimnya diangkat hingga dia tak dapat mempunyai anak lagi..Dera tahu David sangat menyayangi ibunya...
__ADS_1