
Setelah kepergian mama,Dera telah mulai kembali menjalani hari-harinya.Walau belum hilang rasa kehilangannya akan ketiadaan mama.
Pandemi juga masih belum berlalu ,banyak rencana yang menjadi tertunda.
Terlihat Rahayu dan Nila sedang ada di butik memilih dan memfoto sejumlah pakaian untuk di promosikan.
"Ayo kamu pakai yang ini yu,sekalian sepatunya "kata Nila mengatur gaya untuk Rahayu yang sebagai model pakaian.
Memang jika masalah postur tubuh Rahayu memiliki postur yang lebih tinggi dan langsing dibandingkan Nila.
Semangat kedua gadis itu untuk tetap berusaha di masa sulit sungguh sangat patut di acungi jempol,dengan ide kreatif yang mereka miliki lumayan cukup menghasilkan pemasukan tambahan untuk butik.
"Nila kamu tahu gak aku kemaren ketemu sama Aris,dia minta nomor ponsel aku"kata Rahayu
"Aris asisten suami kak Dera itu?"tanya Nila
"Iya,ganteng kan?"ujar Rahayu menggoda temannya itu..
"Ah biasa aja tuh,kamu emangnya naksir ya?awas di marahin kak Dera loh"kata Nila
"Loh emangnya kenapa ya Nil? kok di marahin sih"tanya Rahayu
"Iya ,,sesama asisten dilarang jatuh cinta!!"jawab Nila sambil tertawa ..
"Ih,,kamu ngerjain aku ya?"Rahayu mencubit pinggang Nila..
"Yu,kalau kamu mau pacaran sekalian cariin aku ngapa,,aku ni lagi nyari juga"ujar Nila
"Loh kukira kamu gak doyan sama cowok"Rahayu tertawa
"Issss jangan asal deh,gini-gini seleranya sama cowok macho dong"ucap Nila .
"Lagian kamu Nil, Aris saja baru minta nomor ponsel sudah cinta-cintaan "kata Rahayu
"Iya-iya,,sekarang kita kemas barang yang di pesan kemarin ya"ujar Nila kembali ketopik semula..
Di apartemen tempat tinggal David dan Dera tampak David sedang bermain dengan kedua bayi kembarnya yang lucu-lucu dan mengemaskan,sedang Bryan sedang belajar secara daring.
Ting tong...
Terdengar suara bunyi dari pintu,Dera yang mendengarnya bertanya pada David..
"Sayang apa kamu menunggu seseorang?"tanya Dera
"Hmm tidak,,coba aku buka pintunya"ujar David lalu berjalan membuka pintu..
Tampak di depan pintu seorang wanita bersama anak kecil berusia sekitar lima tahun,wanita asing itu tampak seperti David yang berdarah campuran.
"Selamat siang,,apa kamu yang bernama David?"tanya wanita itu
__ADS_1
David yang tak mengenal wanita itu sedikit bingung ..
"Iya saya David,,anda siapa?"tanyanya...
"Bolehkah saya masuk?ada yang mau saya bicarakan"ujar wanita itu
Belum sempat David bicara Dera datang ke arah mereka..
"Siapa sayang?"tanya Dera
"Ada tamu,dia mencariku"ujar David
"Oh mari nyonya silahkan masuk"kata Dera melihat seorang wanita dan anak lelakinya berdiri di pintu...
Setelah mereka duduk Dera mempersilahkan wanita itu dan anaknya meminum minuman yang telah disediakan asisten rumah tangga Dera.
"Maaf saya mengganggu kalian,,sebenarnya saya telah lama ingin berkunjung kesini,namun saya malu"ujarnya.
"Nama saya Heyla Baden,saya anak tuan Baden dari seorang wanita yang dulu bekerja di perusahaan yang sama dengan papy"ujar wanita itu lagi.
David tak percaya dengan apa yang di dengarnya itu..
"Apa kau bilang?kau bilang kau anak daddy ku?"tanya David
"Dengar nyonya kalau kau ingin mengarang cerita,karanglah cerita yang lebih bagus lagi"kata David
"Sabar sayang,kita dengarkan dulu apa yang dia katakan"ujar Dera menenangkan suaminya itu..
"Saat aku di kandung kau masih berusia lima tahun,,papi ingin sekali punya anak lagi tapi dia tak mau menyakiti momymu"katanya bercerita..
Saat mommy David di vonis tak dapat melahirkan lagi,,daddynya menjalin hubungan dengan salah satu pegawai di kantornya.
Daddy David memang sangat menginginkan anak lagi,tapi dia sangat mencintai istrinya yaitu mommy David.
Ketika di utus kembali ke Jerman negara asalnya,daddynya lebih memilih kembali ke istrinya dan meninggalkan Heyla dan ibunya.
Perpisahan antara daddy dan ibunya Heyla dilakukan secara baik-baik,,daddy memberi mereka tempat tinggal yang sangat layak dan sejumlah uang untuk bertahan.
Selama disana daddy juga mengirimkan secara rutin bantuan untuk biaya Heyla.Namun itu semua tidak diketahui oleh mommy David.
"Ini buktinya akte lahirku,dan ini foto-foto papy dan ibuku"ujar Heyla..
Heyla memperlihatkan beberapa foto dan juga berkas kepada mereka berdua.
"Tidak mungkin,,daddy tidak mungkin melakukan itu"David berusaha tak mempercayai itu semua,wajahnya memerah dan mulai emosi.
Anak Heyla menangis melihat ketegangan yang terjadi,Dera merasa iba melihat anak itu..
"Hey,,siapa namamu sayang?ayo kemari aunty punya banyak mainan"kata Dera pada anak itu.
__ADS_1
"Sungguh David aku ini saudarimu,,aku adikmu,,aku sedang sekarat David "Heyla menangis tersedu..
David dan Dera yang mendengarnya terdiam sejenak..
"Sayang tenanglah dulu,,jangan emosi"
"Heyla,,kau juga tenangkan dirimu agar anakmu tidak takut"Dera mencoba kembali menenangkan..
Semua diam dengan pikiran mereka masing-masing.Dera melihat ke arah Heyla,wanita blasteran itu masih muda dan cantik namun terlihat pucat dan kurus..Wajahnya memang mirip dengan David,entah kenapa Dera percaya dengan cerita wanita itu.
David mulai membuka suaranya dengan tenang kembali..
"Jadi berapa usiamu saat ini"tanyanya
"Aku berusia 30 pada tahun ini,aku menikah saat usia 25 tahun"ujarnya
"Dimana suamimu?"tanya David kembali
"Suamiku seorang bajingan,dia pecandu narkoba dan saat ini aku sedang berlari darinya"
Kemudian dia bercerita...
Ibunya telah meninggal tiga tahun yang lalu,ibunya melarang Heyla untuk mencari keluarga papynya,karena takut mengganggu.
Namun Heyla tak tahu mau kemana lagi,semua hartanya telah habis oleh suami Heyla.
"Aku terkena kanker serviks,,mungkin usiaku tak akan lama lagi"ujar Heyla ..
David dan Dera sungguh tak menyangka cerita sedih dari adik tirinya ini.
Dera lalu mengajak suaminya itu untuk berbicara berdua..
"Sayang aku yakin dia tidak berbohong,kita nanti bisa buktikan dari hasil DNA .Saat ini tolonglah dia biarkan dia disini bersama kita"Dera menggenggam tangan suaminya memberinya kekuatan.
Bagaimanapun David sungguh terkejut dengan semua kabar yang mengejutkan ini,namun jika benar Heyla adalah adiknya tak mungkin dia tega menelantarkannya.
"Baiklah ,,kuizinkan dia tinggal disini"ujar David..
Dera menyuruh asistennya untuk merapikan kamar tamu,dan mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan..
Berulang kali Heyla mengucapkan terima kasih pada mereka berdua..
"Sudahlah Heyla tak perlu seperti itu,siapa nama anakmu ini?"tanya Dera sambil mengusap rambutnya
"Namanya Maikel "jawab Heyla..
"Maikel seumuran dengan Bryan anak sulung kami"kata Dera
Kemudian Heyla dan Maikel istirahat di kamar yang telah disiapkan Dera.
__ADS_1
Sementara David masih melihat foto-foto lama daddynya dan juga berkas yang diberikan Heyla tadi.....
David merasa sangat kecewa pada daddynya,namun semua telah terjadi.Untung saja mommynya tak akan lagi mengetahui hal ini,,alangkah sedih mommynya jika mengetahui ini semua.