
David bergegas membawa mereka berdua,tampak banyak pria berseragam yang sepertinya polisi setempat.
David menutup mata Bryan karena saat keluar kamar terdapat beberapa orang yang terkapar tertembak.
"Angkat tangan tuan Sanjaya letakkan senjata anda"sepertinya ada polisi Indonesia juga berada disana yang bahasanya dimengerti Dera.
Pria itu berdiri di tangga memegang senjata,dan menggunakan mantel tidur,David berhenti lalu menoleh ke pria itu..
Yang membuat Dera otomatis ikut melihatnya...itu papanya Nadya!
"Serahkan diri anda,letakkan senjata itu"Ujar polisi itu lagi..
Pria itu menatap Dera,,tampak seulas senyum di ujung bibirnya saat melihat wanita yang diculikya itu.Lalu dia mengarahkan senjatanya kearah Dera,seolah akan menembaknya...
Dor dor..Suara senjata terdengar..
Tubuh pria itu roboh,,dia merasakan sakit ..Namun pria itu tak tahu mana yang lebih sakit,,peluru yang bersarang di tubuhnya atau mata Dera yang menatap sedih padanya...
Pria itu tewas dengan tiga peluru bersarang ditubuhnya,Dera tahu pria itu tak mengeluarkan tembakan sama sekali.
David menarik tubuh Dera menuju jalan keluar ,terlihat Dera yang masih memandang tubuh pria itu,mereka langsung disambut tim medis kepolisian saat diluar...
Kejadian yang menghebohkan itu tersebar dan masuk berita.Rangga Sanjaya pengusaha sukses namun telah lama dicurigai terlibat di banyak kegiatan ilegal.Berkat laporan dari David dan kerjasama dengan kepolisian Indonesia mereka mendapat bukti dan melakukan pengintaian sebelum akhirnya masuk menyerbu kesana.
Sebelum boleh kembali keIndonesia mereka harus memberi pernyataan yang memerlukan waktu.
__ADS_1
Keluarga dan sahabat mereka sudah dihubungi bahwa mereka baik-baik saja sekarang.
David lega akhirnya berkumpul kembali dengan istri dan anaknya,Dera juga tak henti memeluk tubuh suaminya itu..
Dera sedikit merasa bersalah kepada Nadya dan Papanya,karena harus berakhir seperti ini.Namun semuanya telah terjadi.
Berbeda dengan Dera,David merasa marah dengan penculikan yang terjadi dan merasa bahwa tuan Sanjaya memang pantas mati menerima pembalasan atas kejahatannya selama ini.
Setelah beberapa hari kemudian Mereka sudah bisa kembali ke Indonesia lagi.
Sambutan keluarga sungguh penuh keharuan,mereka tampak telah berkumpul di apartemen milik David dan Dera.
Mama yang sangat heboh dengan kepulangan Dera dan Bryan.Tak sudah dia memeluk dan menciumi mereka berdua.
Saat malam semua telah pulang ,mereka mempersilahkan tuan rumah untuk segera beristirahat.Mama dikamar dengan Bryan,David dan Dera dikamar mereka berpelukan sambil menceritakan segala yang telah mereka alami.
"Yah,,aku juga tak mengerti "ujar Dera.
"Tapi apakah dia berlaku buruk padamu?"tanya David penasaran..
"Pada awalnya iya,namun hari -hari terakhir dia agak berubah"jawab Dera..
"Apa kau tertarik padanya?"David sepertinya cemburu...
Dera yang mengetahui kecemburuan suaminya malah bertambah iseng..
__ADS_1
"hmmmm pria itu tidak buruk juga.Dia lumayan manis,tubuhnya juga bagus,,uang dia juga tak kekurangan,,hmmm"Dera tersenyum...
""Hey mommynya Bryan,,kau itu memuji pria asing di depan suamimu ya?"David kesal..
"Hahahahahha,,walaupun dia memiliki itu semua..Suamiku tetap yang terkeren!!"ucap Dera sambil memasang jempolnya...
David bertingkah cemburu seperti anak kecil,membuat Dera jadi merayunya....
Setelah masa-masa itu berlalu,semua kembali seperti semula.David mengurus cabang perusahaannya didalam kota,sedang Dera mengurus butiknya.
Persidangan yang sempat tertunda,sekarang telah diputuskan pengadilan.Dera bebas dari segala tuntutan.
Lega hati Dera mendengarnya,sekarang dia bisa bernafas dengan lapang dada.
Dera dan Mala siang ini tengah ada di butik,bersama dua karyawan butik yaitu Nila dan Rahayu..Mereka memesan makanan dan malah asik mendengar cerita Dera.
"Wah kak,sudah seperti sinetron loh cerita kakak"kata Rahayu..
"Iya Dera,,bagaimana pria itu bisa tak jadi menyakitimu,padahal kudengar dia bos mafia"Mala sok seru juga bertanya.
"Yahh kalian tahulah,bagaimana sih aura aku ini"Dera memasang tampang sombong..
"Alah Dera,,kau semakin miripnya sama si Upik abu"kata Mala tertawa..
"Enak saja,,makanan ini kau yang bayar Mal!"Dera mengamuk..
__ADS_1
"Janganlah kak Mala,,,kakakku ini wanita paling baik,cantik dan keren sebutik ini"kata Nila yang diiringi tawa mereka semua...
Walau tak ada pelanggan hari ini,mereka masih bisa tertawa.Setidaknya mereka bahagia karena bisa berkumpul kembali...