
Dera pulang sebentar keapartemen sebelum akan menuju rumah sakit lagi.
Malam tadi Bryan sedikit rewel menanyakan mommynya.
"tidak biasanya dia rewel"kata mama
"mungkin dia rindu karena beberapa hari ini kami terpisah ma"ucap Dera sambil memeluk Bryan dipangkuannya.
"Bryan sabar ya,nanti kalau daddy sembuh kita pergi jalan-jalan ya"ucap Dera pada anaknya itu
Bryan mengangguk senang..
Setelah menenangkan Bryan dia izin berangkat..
Dera mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempat David dirawat..
Tiba di area parkir rumah sakit Dera memarkir mobil,suasana masih sepi hanya ada mobil-mobil yang terparkir.
Dera membawa beberapa keperluan..
"nyonya David Baden!!!"ujar seseorang di sudut ruang..
Dera mencari siapa yang memanggilnya..
"hahaha,,bagaimana kabar suamimu?"
suara semakin mendekat dan Dera mengenali wajah itu..
"nona Nadya ada apalagi kali ini?"ujar Dera..
"kau tahu nyonya,,kau wanita yang kejam!!"ucapan Nadya mulai kacau...
"nona Nadya sepertinya urusan kita sudah selesaikan?"ucap Dera
"Aku tak pernah menganggap ini selesai"ujar Nadya..
"jika Hendri harus kembali jadi David,lebih baik kaupun tak memilikinya"Nadya terlihat mengeluarkan sesuatu dari belakang punggungnya..
Dera melihat tangan Nadya yang dari tadi disembunyikannya,,dia membawa senjata tajam....
"nona nadya kau jangan melakukan hal yang bodoh"Dera mulai berjalan mundur..
Tatapan Nadya berubah penuh kebencian..
"kau tak tahu,,aku sangat mencintainya!!aku tak bisa tanpa dia.."
"kau wanita tak tahu diri,,mengapa kau tak mati saja "Nadya mengejar Dera..
Nadya yang seperti kesetanan mengayunkan senjata tajam kearah Dera,,Dera menahan tangan Nadya mendorong wanita itu..
Namun Nadya tak terjatuh dia mengayun-ayunkan senjata itu membabi buta..
__ADS_1
"mati kau!!"teriak Nadya.
"aagghhh Nadya,,sadarlah!!"Dera menghindar sambil coba menyadarkan Nadya..
craatt tangan kiri Dera terkena ujung senjata dan mengeluarkan darah..
"hahaha wanita ******,,kau pantas mati hari ini"Hadya tak berbelas kasih..
Dengan menahan sakit,Dera terus coba menghindar..hingga saat tubuhnya mulai terpojok,tangannya mendorong tubuh Nadya dengan sisa tenaganya..
"Aahhhhh"Nadya jatuh tersungkur..
Dera memperhatikan tubuh Nadya yang tergeletak tak bergerak..Dera mendekati..
"Nadya,,nadya,,nona Nadya" dia memanggil..
kemudian Dera duduk memegang tubuh Nadya mengguncangnya perlahan..
"aahh tidak,,tidak,,kenapa jadi begini..
,Nadya bangun,,,bangun.."
Dera terkejut ternyata kepala Nadya terbentur besi tajam dilantai dan mengeluarkan darah...
"tolong!!!tolong!!!"Dera berteriak sambil memeluk tubuh Nadya...
Orang-orang mulai berdatangan,,hingga tak lama kemudian tangan Dera terborgol dan dibawa kekantor polisi..
"perawat apakah istriku sudah datang?"David bertanya pada perawat yang tengah memeriksanya..
"maaf tuan sepertinya saya belum melihatnya"kata perawat tersebut ramah..
Diapartemen mama dikejutkan dengan telepon dari kepolisian yang mengabarkan tentang Dera,,mama mencoba berpikir tenang disela kegugupannya dan keterkejutannya..
"astaga dera,,huuuu anakku"mama menangis sambil memencet nomor kak Dita..
Dera telah dimasukkan kesel tahanan,,dia masih trauma dan bingung dengan kejadian ini..
"apa yang sudah kulakukan?apakah nadya mati"pikiran Dera berkecamuk..
Tak lama Kak Dita,Albert,dan Mala datang ke kantor polisi..
Mereka boleh masuk menjenguknya,tapi diberi waktu sebentar karena Dera harus diperiksa terlebih dahulu...
Albert telah membawa seorang pengacara,atas saran polisi yang menelepon mama Dera tadi..
yang dimana pengacara melakukan komunikasi dengan polisi..
Dera harus ditahan disana selama pemeriksaan berlangsung,karena korban meninggal dunia..Kak Dita,mala dan Albert tak bisa berbuat apapun
"sabar saja,,itu memang standar prosedur.saya akan mengurus semuanya nanti.."pengacara menenangkan mereka bertiga..
__ADS_1
David yang memang dijadwalkan pulang bingung mengapa bukan Dera yang menjemput,,saat dia bertanya hanya dijawab seadanya oleh Albert..
Setibanya di apartemen barulah mama dan Albert menceritakan semuanya..
David terkejut bukan main,,
"bagaimana bisa...Dera..aku harus kesana ,,bawa aku"David ingin melihat Dera..
Bagaimana bisa Dera telah disel beberapa malam dan dia tidak tahu..
Dia marah pada dirinya sendiri kenapa begitu lemah,,dia bahkan tak bisa melindungi istrinya sendiri..
Albert yang akan menyetir disuruh David memberikan kunci mobil..
"biar aku yang bawa Al,,aku bisa"David tampak begitu gusar,lalu Albert terpaksa menyerahkan kunci.
Setengah mengebut David yang mulai ingat cara mengemudi sekarang telah lancar...
ciiiiiiittttttt
Ada mobil yang muncul tiba-tiba dari samping ,membuat david mengerem mobilnya secara mendadak..
Saat itu bayangan masa lalunya muncul satu persatu....
Dari saat Dera kecil,,Dera remaja,,Saat kembali bertemu Dera hingga pernikahan semua gambar semakin jelas terangkum di otaknya...
Albert yang masih terkejut karena kejadian hampir tabrakan tadi memandang David..
"David kau harus tenang,,saat ini Dera membutuhkan kita semua"ujar albert..
David melihat kearah Albert..
"Al,,kau sengaja mengirimkan bunga ke apartemen berkali-kali saat kami berdua malam pertama"
David tersenyum
"dan kau dulu menyukai istriku kan?"
senyum David semakin lebar..
Albert terkejut..
"David,,apakah ingatanmu sudah kembali"tanya Al tak percaya..
"hmmmm,,aku juga pernah bilang akan mengirimmu ke antartika"tambah David...
Albert memeluk David,dia sadar ingatan David telah kembali,,kemudian menepuk bahu sahabatnya itu...
tiinn tinnn
suara klakson menyadarkan keduanya untuk kembali melaju...
__ADS_1
"Dera sayang...tunggu aku!! aku telah kembali"David berkata dihatinya...