Bocah Neraka

Bocah Neraka
taruhan


__ADS_3

lamiel terus mengikuti Lenka yang terus berjalan sedikit terburu buru,ia bisa dengan jelas melihat kegelisahan dari Lenka,karena Lenka memiliki bakat yang baik ia tidak ingin menjadi anjing kekaisaran.


setelah berjalan cukup lama mereka berdua sampai di tembok ibu kota Grizzy,tembok itu terlihat kokoh dengan tinggi lebih dari 30 meter tembok itu menjadi tembok paling kokoh di benua barat.


setelah sampai disana Lenka langsung melompat dari bawah meluncur keatas,lompatan Lenka tidak cukup kuat jadi ia pun menapaki tembok beberapa kali sebelum sampai di atas tembok.


setelah sampai di atas tembok Lenka melihat kebawah untuk melihat lamiel,tapi setelah ia melihat kebawah ia tidak menemukan lamiel di bawahnya.


ia berfikir bahwa lamiel takut dan pergi ke gerbang untuk lewat dari dinding tinggi ini,ia tersenyum karena ia sudah yakin bisa membunuh lamiel,tapi semua fantasy nya hancur saat mendengar sebuah suara.


"apa yang kau pikirkan sampai tersenyum begitu."kata lamiel yang ternyata sudah di belakangnya.


"kau ke-kenapa bisa sampai disini."tanya Lenka dengan ekspresi kaget.


"Hem,reaksi yang bagus aku sudah berada disini sebelum dirimu,kau hanya terlalu lambat."kata lamiel dengan ekspresi datar.


"tch."


Lenka pun terjun turun dari tembok raksasa itu,menggunakan tembok sebagai alas Lenka terjun seperti sedang bermain prosotan dengan tembok ibu kota sebagai alasnya,saat ia sedang ditengah tembok ia merasakan sesuatu meluncur cepat di dekatnya.


Lenka pun merasa aneh,setelah sampai di bawah ia melihat lamiel sedang berdiri sambil memandang hutan lebat di depannya.


"Yo,sudah sampai."kata lamiel tanpa menengok ke arah Lenka.


"kau kenapa kau bisa secepat itu."tanya Lenka.


"tidak ada,aku hanya terbang."kata lamiel dengan nada datar.


"terbang,memangnya kau bisa melakukannya."kata Lenka dengan ekspresi aneh.


"tentu bisa,buktinya aku sampai disini lebih dahulu."kata lamiel membuat Lenka harus menerima kenyataannya.


"hah."Lenka menghela nafas lalu pergi duduk di samping lamiel.


lamiel yang sedari tadi berdiri pun akhirnya duduk mengikuti lenka badannya sangat kecil bahkan lebih setara anak umur 4 tahun di banding 5 tahun.


saat keduanya hening lamiel pun mulai berkata.


"pemandangan yang indah."kata lamiel melihat hutan lebat dan beberapa bukit di depannya.


"ya."sambung Lenka.


"ini pertama kalinya bagiku melihat pemandangan yang begitu indah."kata lamiel.

__ADS_1


"eh,sungguh."kata Lenka dengan nada agak penasaran.


"ya,biasanya aku hanya berada di istana atau berada di hutan belakang istana,hanya kedua tempat itu yang biasa ku kunjungi.kata lamiel.


"heeh,padahal kau seorang bangsawan."


"aku bukan seorang bangsawan."


"lalu?"


"aku adalah lamiel,lamiel nobilis pangeran ke tiga kekaisaran stardust "kata lamiel dengan ekspresi tenang.


Lenka pun terkejut mendengar bahwa orang di dekatnya tersebut merupakan pangeran dari kekaisaran yang telah ia tinggali.


"apakah kau perlu terkejut sampai seperti itu."kata lamiel merasa tidak nyaman.


"bagaimana tidak terkejut,semua orang tahu bahwa pangeran lamiel memiliki bakat yang rendah karena ia memiliki mana berwarna biru."kata Lenka.


"mana warna biru."kata lamiel berusaha mengingat sesuatu.


"oh,saat aku ke balai kota itu tahun lalu."kata lamiel setelah mengingat hal yang dikatakan oleh Lenka.


"lalu tidak salah bakat di bagi menjadi lima warna,warna...entahlah aku lupa."kata lamiel dengan ekspresi konyol.


"ugh,begitu saja kau lupa,aku mulai meragukan mu apakah kau memang seorang pangeran."kata Lenka dengan nada tak percaya.


"heh,aku baru tahu."


"sumpah,aku sangat ingin mengintip apa yang selalu kau pikirkan."kata Lenka sambil menatap lamiel yang masih melihat pemandangan di depannya.


"Hem,jangan melihatnya,kau pasti akan menyesal."kata lamiel.


"tunggu sebenarnya apa alasan kita bisa akur seperti ini."tanya Lenka.


"ntah,mungkin kebetulan."kata lamiel lalu berdiri.


"jadi,apakah kita bisa bertarung."kata lamiel.


"oh,aku hampir lupa."kata Lenka lalu ikut berdiri.


"apanya yang hampir,kau bahkan sudah lupa kenapa kita bisa kesini."kata lamiel lalu menjauh.


setelah jarak lamiel dan jarak Lenka sudah jauh mereka memasang kuda kuda nya.

__ADS_1


Lenka bertarung menggunakan sihir utama api,tapi ia juga memiliki fisik yang kuat berkata salah satu skil pasif miliknya,bernama body counter,dimana saat dirinya di pukul atau di sakiti maka kekuatan fisiknya akan bertambah,tetapi bila terkena serang sihir maka body counter tidak akan bekerja,karena bukan serangan fisik.


setelah beberapa saat yang hening Lenka pun mengeluarkan sebuah api besar di depannya dan meluncurkan api tersebut ke lamiel.


lamiel yang melihat itu pun langsung membuat bola mana dan membuat perisai dari bola itu.


bomm!


sebuah ledakan terjadi banyak debu bertebaran di dekat lamiel.


Lenka tentu tidak bodoh dan mengira semua akan selesai dalam satu serangan.


sebuah siluet muncul,seorang anak kecil dengan sebuah perisai yang terbuat dari energi aneh muncul ia memiliki wajah yang tampan meskipun masih kecil.


beberapa saat kemudian setelah semua debu hilang anak kecil itu berkata.


"Lenka agar lebih menarik bagaimana kalau kita bertaruh."kata anak kecil itu yang sebenarnya adalah lamiel.


"oh,mau bertaruh apa lamiel."kata Lenka.


"bagaimana kalau begini,siapa yang kalah harus menuruti satu permintaan dari sang pemenang."kata lamiel.


"tawaran yang bagus."kata Lenka.


"dari suaramu kau pasti setuju."


"ya,aku setuju."kata Lenka lalu membuat puluhan bola api yang lebih besar dengan warna merah agak kehitaman.


setelah melihat Lenka mengeluarkan banyak bola bola api lamier pun tidak kalah,ia menciptakan banyak bola mana di belakangnya.


lalu lamier pun mengambil sebuah kerikil di dekatnya.


"Lenka,saat kerikil ini jatuh ketanah maka pertarungan akan dimulai."kata lamiel sambil memegang kerikil kecil.


"jangan menggunakan kerikil,aku tidak melihatnya jatuh."kata lenka.


"tenang saja,meskipun yang jatuh kerikil tapi saat sampai di bawah kau akan bisa mendengarnya."kata lamiel lalu melempar tinggi kerikil kecil itu.


kerikil itu terbang sangat jauh dan bahkan Lenka pun bisa mendengar kan suara kerikil itu saat masih di udara.


melihat bahwa kerikil itu terbang sangat jauh itu membuat Lenka sadar bahwa kerikil itu pasti akan menciptakan tanah retak,dan suaranya saat jatuh akan sangat keras.


Lenka pun menyiapkan telinganya dengan jeli agar ia bisa langsung menyerang lamiel dengan semua bola apinya.

__ADS_1


wuuush!


bom!!


__ADS_2