Bocah Neraka

Bocah Neraka
keseharian


__ADS_3

5 hari kemudian.


di halaman vila terdapat beberapa anak sedang berkumpul,dengan pakaian akademi berwarna biru dengan corak awan berwarna putih,terlihat cocok dengan mereka.


tak lama kemudian 2 orang datang dari dalam vila.


"Yo telah menunggu lama."kata anak kecil dengan rambut hitam dan mata hitam berkata sambil melambaikan tangannya.


"oh lamiel,kenapa baru datang."tanya Laxus.


"maaf maaf,tadi Lenka dapat sedikit masalah."kata lamiel sambil menunjuk Lenka di sebelahnya.


"bukanya kau yang membuat masalah."teriak lenka,karena tadi Lenka membantu lamiel mencari bajunya,lamiel sendiri bisa mencari bajunya dengan mana pencari,tapi ia memutuskan untuk tidak terlalu mengandalkan skil itu.


""jika kalian ngobrol terus ku tinggal Lo."kata Vegas yang pergi duluan bersama dengan vigas.


"oi Vegas tunggu."kata Rigel sambil menyusul Vegas.


"ya ampun,mereka sangat bersemangat."kata glone ikut menyusul.


"kita juga harus berangkat,ayo."kata milsia yang nampak bersemangat.


lalu satu per satu mereka berangkat ke akademi.


"lamiel ternyata kharisma mu juga bisa menghilang."kata Lenka yang melihat lamiel di acuhkan oleh teman temannya.


"ya,entah kenapa dadaku sakit melihat ini."kata lamiel dengan muka putih seputih kertas.


"puf,hahahahahah."


"hahahaha."


mereka berdua tertawa karena tingkah lamiel yang kekanakan,tak lama mereka berdua juga ikut menyusul yang lainnya.


mereka semua menjadi sangat dekat sejak beberapa hari yang lalu,mereka semua bermain sampai malam setiap hari,bahkan sudah tidak ada rasa canggung lagi di antara mereka.


*


setelah berjalan beberapa menit mereka telah sampai di gerbang akademi,gerbang itu setinggi 10 meter dengan warna putih bersih dan corak khusus.


melihat gerbang itu lamiel merasa ada yang aneh lalu ia bertanya."tunggu satu Minggu yang lalu memang ada gerbang ini."tanya lamiel ke Lenka.


"ntah,mungkin ada tapi kita terlalu cepat ke dalam jadi tidak bisa melihat gerbang besar ini."kata Lenka menjawab lamiel.


karena ngobrol mereka berdua di tinggal oleh teman temannya yang sudah masuk ke akademi.


"kalian berdua nanti di tinggal Lo."kata Laxus yang sudah berada di depan.


melihat yang lainnya meninggalkan mereka lagi lamiel dan Lenka hanya bisa pasrah,ingin berlari berat,ingin berjalan lambat di tinggal,bahkan setelah bermain selama 5 hari mereka berdua masih belum terbiasa dengan beban berat dari gravitasi.


tak lama mereka berdua pun menyusul.


"hoi kalian semua bisa tidak berjalan agak lambat."kata lamiel sambil berteriak agar di dengar oleh teman nya.


"maaf,ini salahmu sendiri lamiel san,ayo coba tangkap aku."kata vaws memprovokasi lamiel.


"orang ini."


"hah."melihat vaws yang mengejeknya lamiel hanya bisa menghela nafas.


karena telah bersama mereka dalam beberapa hari lamiel sudah mengetahui sifat teman temanya,dari vaws Maxus Leona anastasia dan Vegas yang lebih berani atau sembrono,vigas dan lonely pendiam,grif glone dan Waxus pengecut yang suka takut,tapi mereka lebih pintar dari yang lain


Vione dan Laxus seperti seorang pemimpin,grilize emosian,Rigel seorang otak otot,milsia seseorang yang ceria,berbeda dengan milsia yang menyerang lamiel di hari pertama nya ke asrama.


setelah beberapa menit mereka semua sudah sampai di kelas,di sana terlihat agak ramai anak kecil seumuran mereka,terlihat masih sedih,tapi ada beberapa juga yang nampak bahagia.


melihat anak anak itu lamiel pun bertanya pada glone karena ia pintar menganalisa."hei glone,menurutmu kenapa mereka bersedih."tanya lamiel yang menyusul glone.


"bukankah itu sudah jelas lamiel san."kata glone menatap lamiel dengan heran.


"eh,apa maksud mu."


"ck,ck,ck,mereka semua sedih karena di tinggal oleh keluarga mereka."

__ADS_1


"tapi kan sudah seminggu yang lalu kenapa mereka masih sedih."


"bukankah mereka masih kecil."


"ya."


"mereka sedih karena itu."


?


"apa maksudmu?"


"hah,terserah pikirkan sendiri lamiel san."kata glone lalu masuk ke dalam kelas.


mendengar itu lamiel pun berhenti dan terlihat merenung,tapi tak lama ia sudah tidak peduli lagi."ya sudah lah itu urusan mereka".kata lamiel lalu masuk kedalam kelas.


lamiel pun duduk di tempat duduk nya yang berada di atas,dengan Lenka milsia dan Vione,tak lama guru Dean datang dengan banyak buku di belakangnya sedang mengambang.


"selamat pagi anak anak,hari ini adalah hari pertama kalian bersekolah,sebagai guru kalian saya mengucapkan selamat bergabung di akademi white sky,sebagai murid baru kalian akan di beri buku tentang peraturan peraturan,serta buku pelajaran."


"kalian juga di beri jadwal di dalam asrama kalian,semoga betah tinggal di akademi ini,karena kalian adalah masa depan."kata guru Dean sambil tersenyum dengan wajah malasnya.


"baiklah sekarang maju satu persatu dan ambil buku di belakang ku."kata guru dean sambil menunjuk banyak buku yang sudah tertata rapi di belakangnya.


"ingat ambil satu per kotak."kata guru Dean lalu duduk di kursi.


"baik."kata mereka semua lalu berjejer rapi untuk mengambil buku.


setelah semua mendapatkan buku dan telah kembali ke tempatnya masing masing,guru Dean memberi mereka sebuah tas dan alat tulis.


meskipun penampilan Dean nampak seperti gelandangan atau seorang profesor yang jahat,tapi sebenarnya Dean vender adalah seseorang yang baik,tapi hanya penampilannya saja yang meragukan.


"karena kalian sudah menerima buku pelajaran,maka aku akan memulai pelajaran nya."kata guru Dean lalu memulai pelajaran.


"baik."


*


cring!cring!


"kita akhiri pelajaran hari ini,sekarang kalian boleh pulang."kata guru Dean setelah mendengar bunyi lonceng yang sangat berisik itu.


"eh,apa sudah selesai pelajarannya."tanya vaws yang kaget,yang lainnya pun juga kaget,karena ini baru istirahat pertama.


"ya,untuk kelas 1 memang pulang pada jam pertama,anak kecil butuh lebih banyak waktu bermain dari pada anak remaja yang bisa bermain di mana saja."kata guru dean.


"sudah lah cepatlah pulang."kata guru Dean.


"ba-baik."


lalu mereka pun pulang,saat mereka keluar kelas banyak anak anak yang juga sedang pulang,meskipun mereka pulang sendiri sendiri tidak seperti kelas 1 b yang pulang bersama sama,kelas lainnya seperti terpecah,dan belum begitu akrab.


tapi mereka mengabaikan hal itu dan berniat segera pulang dan bermain ke sungai seperti yang di janjikan oleh lamiel.


setelah agak lama akhirnya mereka sampai di gerbang akademi,di sana terlihat beberapa remaja dengan pakaian yang sama dengan mereka,tapi bedanya mereka membawa pedang dan tongkat sihir.


tapi mereka mengabaikan nya dan memilih untuk langsung pulang,setelah berjalan cukup lama mereka akhirnya sampai di vila.


setelah sampai di vila mereka mengganti bajunya dan membawa baju renang yang telah lamiel siapkan kemarin.


"mereka lama ya."kata vegas yang menunggu di depan rumah bersama dengan para laki laki menunggu para gadis.


"mungkin mereka sedang berdandan."kata Laxus.


"kita mau bermain air mana mungkin mereka akan berdandan,bukankah itu akan luntur."kata Vegas menjawab Laxus.


"tapi kemungkinan besar mereka berdandan seperti beberapa hari yang lalu."


"tidak mereka tidak berdandan,jika mereka berdandan berarti mereka tidak punya otak."kata Vegas dengan nada tinggi.


"siapa yang kau panggil tak punya otak."suara grilize terdengar dari arah pintu masuk vila.


mendengar suara itu anak anak lain pun melihat kearah pintu,dan melihat grilize Leona dan anastasia,melihat ketiga gadis kecil itu mereka semua membatu.

__ADS_1


karena mereka bertiga berdandan dengan bedak dan lipstik yang agak tebal.


"mereka benar benar tidak punya otak."teriak Vegas melihat ketiga gadis itu.


mendengar itu Leona menjadi emosi lalu membalut tangannya dengan api dan melesat kearah Vegas yang terkejut,Vegas yang merasakan bahaya pun tanpa sadar melompat kebelakang.


setelah melompat kebelakang Vegas melihat tempat ia berdiri tadi dan menemukan Leona sedang melakukan pose memukul.


"sedikit lagi,andai aku tak memakai gelang ini aku sudah memukul dia."batin Leona karena gerakannya melambat.


melihat itu Vegas pun berniat memprovokasi Leona."hoi Leona kenapa kau meninju angin."kata Vegas yang membuat Leona geram.


mendengar provokasi Vegas Leona pun kembali melesat ke Vegas berniat memukul nya,tapi sekali lagi Vegas berhasil menghindar,hal itu terus berlanjut sampai terjadi kejar kejaran.


"mereka berdua memang cocok ya."kata lamiel yang di didengar oleh semua orang.


"cocok dari mana."teriak Leona dan Vegas secara bersamaan.


"lihat,bahkan kata kata mereka sama,bukankah itu terlihat cocok."kata lamiel sambil melihat teman temannya.


"um,um."kata mereka semua sambil mengangguk.


"ap-"


lalu mereka berdua berhenti kejar kejaran,badan mereka menunduk kebawah,terlihat telinga mereka memerah,melihat itu Lenka menjadi merasa aneh.


"hei,ini bukanlah sifat anak kecil berumur tujuh tahun,bukankah mereka terlalu dewasa."batin Lenka dengan muka suram.


Vegas dan Leona terus berdiri di sana sampai mereka di tarik oleh vigas dan grilize untuk pergi ke sungai.


"ya ampun kau tadi kenapa kak."tanya vigas yang menarik Vegas.


"ma-maaf."


"ya ampun kau tadi kenapa Leona."tanya grilize.


"ma-maaf nona."


"apa pun itu maaf."batin mereka berdua yang ditarik bersebelahan.


*


tak lama kemudian mereka semua telah sampai di sungai di sebelah barat vila mereka,lamiel menemukan sungai itu saat sedang bermain petak umpet,lalu ia mengajak mereka semua untuk bermain ke sungai.


"uwaa, sungai nya terlihat indah."kata vaws melihat sungai yang jernih dengan sebuah air terjun tak jauh dari sana.


"oh tentu saja,hahaha."


"oh lamiel san gak kusangka kau menemukan air terjun."kata Laxus yang melihat air terjun.


"eh."mendengar kata air terjun tubuh lamiel menjadi kaku,karena sungai yang ia temui sebelumnya tidak memiliki air terjun,hanya sebuah air sungai yang mengalir.


"dimana."kata lamiel sambil melihat ke ujung sungai.


"lamiel san kebalik."kata Laxus dengan muka aneh.


"eh."kata lamiel lalu melihat kearah sebaliknya.


"oh Laxus kau benar ada air terjun."kata lamiel sambil melihat air terjun di atas sungai.


lalu lamiel pun berlari kearah teman temannya dan melentangkan tangannya.


"kalian semua,sebagai hadiah karena telah bersekolah dan belajar di akademi white sky untuk pertama kalinya,kita akan berpesta di sini."kata lamiel sambil melompat ke sungai.


"yaa."


teriak mereka semua lalu ikut melompat ke sungai.


byurr!!


dan mereka pun bermain,berenang,dan berpesta dengan semua teman teman,semua terus berlanjut sampai matahari terbenam,mereka semua yang berada di sana ingin selalu seperti ini,walau waktu terus berlanjut.


sebuahkeseharian,tidur,bangun,makan,sekolah,bermain bersenang,dan latihan,mereka semua ingin itu terus berlanjut sampai kapanpun,entah itu saat tua atau saat remaja,saat perasaan cinta,iri,dendam,egois,dan hal lain akan datang menghancurkannya mereka masih ingin bermain,karena mereka.

__ADS_1


masih kecil.


bersambung……


__ADS_2