
"laaamieeell."teriak Lenka dengan sangat keras.
mendengar teriakan Lenka lamiel pun menciptakan sebuah pijakan angin tepat di bawah Lenka dan lamiel.
Lenka yang tidak waspada badannya pun menatap pijakan itu,sedangkan lamiel ia mendarat dengan kakinya.
"lamiel b*ngsat kau."teriak Lenka.
"kenapa kau tiba tiba berkata kasar begitu."tanya lamiel.
"setelah apa yang kau lakukan pada ku kau masih bertanya kenapa!"
"lamiel kau memang nomor satu,dalam membuat aku marah kau memang nomor satu."kata Lenka mencekik lamiel.
"iya iya aku tahu jadi lepaskanlah cekikan mu."kata lamiel dengan muka biru.
lalu Lenka pun melepaskan cekikannya.
lalu Lenka pun kembali duduk di pijakan angin itu.
"lamiel bisakah kau menceritakan hal yang terjadi."kata Lenka.
"kau tidak ingat apa yang terjadi."tanya lamiel.
"tidak."kata Lenka sambil menggeleng kan kepalanya.
"kalau begitu aku ingin bertanya,sebelum kau sadar apa yang kau lihat."tanya lamiel.
"aku tidak begitu mengingatnya tapi aku melihat dua buah pedang aneh sedang mendobrak pintu yang memiliki gambaran aneh."kata Lenka.
"pedang?pintu?"
"jika jiwa Lenka berada di sana,maka siapa yang bertarung menggunakan tubuhnya,hasrat atau kebencian?"batin lamiel.
"baiklah aku akan menceritakannya."kata lamiel lalu menceritakan semua hal yang terjadi dari awal.
mulai dari Lenka melawan serigala angin dan mengamuk menghancurkan seperempat hutan.
"oooo."kata Lenka mendengar cerita lamiel.
"jadi Lenka,apa yang sebenarnya kau lakukan tadi,serigala tadi mempunyai kekuatan Liquid mana akhir kenapa kau begitu nekat."tanya lamiel.
"tidak ada apa apa."kata Lenka sambil memalingkan wajahnya.
"aku hanya ingin bertambah kuat."kata Lenka sambil memandang langit biru dengan banyak awan.
"aku merasakan banyak bahaya,bersamaan dengan itu aku masih lemah,lamiel kau sendiri sanggup menghancurkan kepala monster tadi dengan sekali serang,jika aku mungkin akan bertarung dengan sengit dan lama."kata Lenka.
"aku tidak akan kalah dari mu lagi lamiel."kata lenka.
"heeh,jadi kau iri ya denganku."kata lamiel.
"um,sepertinya."kata Lenka.
"ngomong ngomong ini sihir apa."tanya Lenka.
"sihir ini,ini hanya sihir tingkat rendah,wind mount."
"eh,sungguhan,ini sihir tingkat terendah itu."kata Lenka.
"ya,wind mount hanya bisa mengangkat barang,biasanya di gunakan oleh pedagang atau malah sihir ini wajib dimiliki oleh pedagang sebab wind mount hanya sihir sederhana tanpa afinitas angin."kata lamiel.
"lalu bagaiman kau bisa membuatnya menjadi sebuah sihir yang sangat hebat seperti ini."kata Lenka bersemangat.
"mudah saja,kau hanya perlu menambah jumlah mana yang kau keluarkan saat membuat sihir ini,dengan begitu kau bisa memahami kekurangan dan kelebihan sebuah sihir."kata lamiel"itu pun bila kau pintar."bisik lamiel tanpa di dengar oleh Lenka.
"oh,tetapi aku baru pertama kali mendengarnya,tak kusangka sihir akan serumit itu."kata lenka.
karena terlalu banyak berbincang mereka sudah sampai di tempat anak anak lain memanggang barbeque.
__ADS_1
lamiel dan Lenka turun di hutan tak jauh dari sana untuk mencegah keributan yang akan membuat suasana canggung.
lamiel dan Lenka datang diam diam dari arah hutan,tapi saat melihat kelima belas anak anak itu bermain bercanda dan makan bersama membuat lamiel Dan Lenka mengurungkan niatnya.
"mereka nampak bahagia."kata Lenka.
"ya,saat aku pertama kali melihat mereka aku merasakan sebuah tekanan yang di berikan kepada mereka,seperti di tuntut oleh sesuatu membuat mereka tertekan."
"tapi melihat mereka begitu bahagia entah kenapa aku merasa ingin itu terus berlanjut."kata lamiel.
"kau benar ya."kata Lenka lalu duduk di rumput dan bersandar pada pohon.
lali lamiel pun ikut duduk di dekat lenka.
mereka terus berpesta sampai sore,melihat sudah sore Laxus menyuruh mereka pulang,Leona tidak ingin pulang tapi karena grilize menyuruhnya pulang Leona pun hanya bisa menuruti perkataan tuannya itu.
"ngomong ngomong apa kalian melihat kak lamiel dan kak Lenka."tanya grif.
"iya ya,sepertinya tadi ia tidak ada disini."kata Laxus.
"ooooi,aku disini."kata lamiel sambil melambaikan tangannya.
mendengar ia di bicarakan lamiel pun meneriaki mereka.
"oh dia disana,ayo kesana."kata glone.
"ya."
lalu mereka semua pun beramai ramai datang kesana.
setelah sampai di sana mereka melihat Lenka tertidur sambil duduk dengan baju sobek sobek dan beberapa bekas luka yang masih tampak jelas di tubuh lenka.
"kak lamiel dia kenapa."tanya grif.
"di habis melawan beberapa serigala angin."kata lamiel."sambil menghancurkan seperempat hutan."batin lamiel.
"eeeh,Lenka melawan serigala angin."kata Laxus terkejut di ikuti oleh anak anak lain.
"ya memangnya kenapa."tanya lamiel.
"apa kau tidak tahu,serigala angin itu jenis monster pendendam,bila kau membunuh satu dari mereka maka mereka semua akan membalasnya."kata Laxus.
"apa itu benar."kata lamiel sambil memandang Anastasia."
"um."kata Anastasia sambil mengangguk.
"hah,pantas saja."kata lamiel.
"mereka semua memang hebat,bahkan manusia akan kalah dalam hal pembalasan dendam."batin lamiel.
"kalau begitu ayo pulang sebelum mereka kemari."kata lamiel lalu membopong Lenka.
"biar ku bantu kak."kata grif.
"ya."kata lamiel lalu mereka semua malah ikut membantu.
"biar aku saja."kata vegas.
"tidak biar aku saja."kata vaws.
"tidak tidak biar aku saja aku memiliki tubuh paling besar disini."kata Rigel.
"ya ampun,mereka berebut Lenka seperti berebut permen."batin lamiel.
"biar lah namanya masih kecil."kata lamiel lalu ia pun memutuskan untuk membawa Lenka sendiri.
"ya."kata mereka yang berebut membawa Lenka.
"bagus cepat."kata lamiel lalu memimpin mereka semua ke vila tempat mereka tinggal.
__ADS_1
setelah sampai di vila,mereka mandi sendiri sendiri karena setiap kamar memiliki kamar mandi sendiri,memang pelayanan yang sangat mewah untuk anak anak di bawah 10 tahun itu.
setelah semuanya mandi mereka masih makan malam di ruang makan,Lenka masih tidur dan lamiel ikut saat makan malam itu.
"woi apa kalian masih lapar setelah memakan semua daging itu."kata lamiel.
"yang memakannya bukan kami tapi Leona."kata vaws.
"vaaws."teriak Leona dengan muka merah.
ya memang sebagian besar makanan di makan oleh Leona,sebab kecenderungannya makan banyak dan hal tersebutlah yang membuat Leona ingin menjadi bawahan grilize karena selalu di sediakan makanan yang banyak dan enak.
"hahahahahahaha."tawa mereka bersama.
"Leona tak kusangka kau bisa malu seperti itu."kata grilize.
"tuaan."kata Leona sambil menangis.
melihat Leona menangis grilize panik.
"te-tenang Leona jangan menangis,nanti akan ku belikan makanan lagi."kata grilize.
"benar."kata Leona.
"ya."
"Yeay."kata Leona sambil melompat.
tapi melihat tingkah Leona dan grilize membuat semuanya menahan tawa karena tingkah Leona yang tidak tau malu.
"sudah sudah kali ini kita akan makan apa."tanya lamiel sambil melihat meja bundar seperti di kekaisarannya tapi lebih kecil itu tidak ada makanan sama sekali,hanya ada piring sendok dan garpu.
"entah."kata mereka bersamaan.
"kalian ini ya,milsia coba masak makanan."kata lamiel.
"eh kenapa aku."kata milsia.
"sepertinya kau pintar memasak."kata lamiel.
milsia yang tidak ingin mengecewakan lamiel pun menjawab.
"iya,tapi bahan bahannya."kata milsia.
"tenang kalian akan memasak di sini,untuk barang barang dan bahan serahkan padaku,kalian tinggal gambar bahan bahan."kata lamiel.
"eh,memangnya kau bisa melakukan itu lamiel."tanya milsia.
"tentu bisa,kau kira alat memanggang tadi buatan siapa."kata lamiel.
"hebat."kata milsia.
"sudah sudah cepat gambar apa yang di perlukan."kata lamiel.
"iya."lalu milsia pun mulai menggambar.
saat lamiel melihat gambaran dari milsia,wajahnya tampak gelap.
"milsia apa kau tidak bisa menggambar."tanya lamiel.
"y-ya,saya selalu hidup di gang gang sempit,jadi saya tidka pernah menggambar."kata milsia sambil menundukkan kepalanya.
melihat tingkah milsia yang tampak lucu itu lamiel pun mengelus rambut milsia,meskipun tinggi mereka sama tapi lamiel tampak lebih dewasa di banding milsia,(padahal saat pertama kali mereka bertemu milsia ingin membunuh lamiel).
"sudah sudah,yang telah berlalu biar berlalu sekarang nikmati hal yang terjadi,ya meskipun aku tidak pantas bilang begitu."kata lamiel lalu memukul tubuh milsia.
milsia pun ikut memeluk tubuh lamiel karena terbawa suasana,saat mereka sedang berpelukan bagai dunia sedang berhenti,ada 14 anak kecil memperhatikan mereka dengan wajah tidak percaya dan ada seorang bocah kecil bersandar pada pintu melihat lamiel dengan ekspresi aneh.
__ADS_1
"lamiel,apa dia pedofil."
bersambung……??????