
"haaaaaaaa."teriak mereka berdua melihat bagian dalam villa itu.
"ini villa atau rumah hantu nampak begitu kotor,bahkan aku tidak yakin ada tikus yang tinggal disini."kata Lenka dengan ekspresi heran.
"si sialan itu,dia membuat kita datang lebih awal untuk membersihkan tempat ini."kata lamiel dengan geram.
"lupakan hal itu,lebih baik kita membersihkan tempat ini terlebih dahulu."kata lenka lalu masuk kedalam.
lamiel juga ikut masuk kedalam.
"tapi tempat ini memang begitu buruk,sudah berapa lama tempat ini tidak di bersihkan."kata Lenka.
"dasar bodoh tempat ini memang di buat kotor oleh seseorang,lihat saja debu itu yang bahkan di atasnya ada jejak kaki manusia."kata lamiel sambil menunjuk lantai yang terdapat jejak.
"kau benar,hebat juga kau bisa menyadari hal seperti itu ya lamiel."kata Lenka.
"tentu saja aku sangat sensitif bila menghadapi hal seperti ini."kata lamiel.
setelah itu lamiel membuat bola mana,ia mencoba membuat hal yang bisa menghilangkan kotoran,ia menaruh semua imajinasinya di bila itu.
bola mana tersebut menjadi berwarna hijau,Lenka kagum dengan perbuatan lamiel,lalu bola mana itu menghisap kotoran kotoran di dalam villa.
banyak debu dan kotoran melayang dan menuju kearah lamiel,melihat itu lamiel pun mengambangkan bola mana keatas.
hal itu membuat pemandangan yang indah namun agak menjijikan,karena yang berputar bukan salju tapi kotoran.
"woek,rasanya aku ingin muntah."kata Lenka.
"tahan hanya karena itu kau ingin muntah,lemah."kata lamiel dengan ekspresi datar.
"ya ya."kata Lenka pasrah.
setelah beberapa menit semua kotoran pun hilang,menyisakan villa yang sangat bersih.
"au,silau."kata Lenka sambil menutup matanya.
"memang sangat bersih ya,bola mana memang yang terbaik."kata lamiel lalu berjalan menuju tangga.
"hei lamiel tunggu."kata Lenka lalu berlari menyusul lamiel.
setelah itu mereka berdua berkeliling villa mereka,setelah berkeliling Lenka dan lamiel pun sudah memilih kamar mereka.
kedua kamar itu adalah kamar terbaik dan sangat mewah.
semua kamar di villa sangat berbeda ada yang biasa aja ada yang sangat mewah,bahkan ada yang memiliki ruang lingkup yang sangat kecil bahkan kamar mandi lebih besar dari kamar itu.
setelah mengatur barang barang mereka,lenka dan lamiel pun memutuskan untuk berjalan jalan di akademi.
"oi lamiel kau terlambat."kata Lenka dengan semangat seperti anak SD yang sedang piknik.
__ADS_1
berbeda dengan lamiel ia merasa agak malu dan malas,entah kenapa bila menjelajah tempat batu ia merasa malas dan sangat ingin berada di rumah seharian,tapi karena paksaan Lenka ia pun ikut.
"iya iya,bisakah kau menjadi Lenka yang pertama kali kita bertemu."kata lamiel tapi tidak didengar Lenka.
"cih tidak di dengar."kata lamiel lalu mengikuti Lenka berkeliling.
mereka berjalan jalan dengan santai,lamiel selalu menguap karena merasa bosan,berbeda dengan Lenka yang semangat mereka sangat berbeda.
"Lenka bisakah kau berhenti bersemangat,entah kenapa aku merasa malu."kata lamiel merasa malu.
"heh,mana mungkin aku bisa lesu seperti mu karena ini sifat ku di dunia lamaku."kata Lenka sambil berjalan mundur.
bruk!!
karena Lenka menghadap belakang ia pun menabrak seseorang.
"aduh."kata orang yang menabrak Lenka.
melihat ada suara Lenka pun menghadap kebelakang,ia melihat seseorang dengan badan 2 kali lebih besar dari dirinya.
"kenapa kau."kata Lenka sambil menatap orang itu.
"hey kalau jalan itu lihat lihat."bukanya menjawab pertanyaan Lenka ia malah berteriak keras membuat beberapa orang memandang mereka.
melihat orang dengan badan besar itu menuduhnya Lenka pun menjawab.
mendengar jawaban Lenka orang itu pun berdiri dan langsung memukul Lenka.
buk
sebuah pukulan menghantam kepala Lenka,tapi Lenka tidak bergeming,matanya terlihat suram,hampir bersamaan dengan itu,tiba tiba sebuah pukulan kuat menghantam orang itu.
bang!
Lenka meninju orang kekar di depannya.
bom!
orang itu pun menabrak tembok dinding yang agak jauh dari tempat mereka berdiri.
"lamiel ayo pergi,melihat orang itu aku merasa sangat kesal."kata Lenka lalu pergi berniat kembali ke villa mereka.
"baik baik."kata lamiel mengikuti lenka.
setelah itu beberapa orang pun mengerumuni orang yang di pukul Lenka,terlihat semua giginya rontok,bahkan tulang dagunya retak serta mulutnya hancur.
"mengerikan."kata salah satu murid disana.
"apa kau tau siapa anak tadi."tanya salah satu murid di sana.
__ADS_1
"ntah,tapi sepertinya ia di bawa oleh kepala guru."jawab salah satu murid lagi.
"lebih baik kita tidak menyinggung mereka berdua."kata salah satu di antara mereka memperingati.
"ya,apakah tadi ada yang mengambil foto mereka berdua."tanya seorang murid lagi.
tapi tidak ada yang menjawab.
"sepertinya tidak ada,ayo kita bawa ia ke ruang medis."kata murid itu.
"ya."jawab beberapa orang.
lalu mereka membawa tigel ke ruang medis.
sedangkan lamiel dan Lenka sekarang sudah berada di villa mereka,lamiel dan Lenka duduk berhadapan di ruang tamu.
"Lenka,kenapa kau tadi hampir membunuh orang itu."tanya lamiel.
"aku tidak bermaksud membunuhnya,aku berniat memukulnya ringan tapi aku lupa kekuatan fisik ku bertambah setelah kau mengalahkan ku lusa kemarin."kata Lenka.
"aku berniat memukulnya pingsan tanpa mengeluarkan banyak kerusakan,tapi sepertinya aku terlalu berlebihan."kata Lenka menyesal tapi pandangnya masih menghadap samping ia tidak berani menatap lamiel.
"jadi karena kau tidak ingin bertanggung jawab kau kabur kesini begitu."kata lamiel dengan nada mengejek.
"bu-bukanya aku mau kabur,hanya aku tidak enak saja."
"alasan."
mendengar itu Lenka hanya diam saja,jujur ia merasa bersalah tapi ia tidak mau mengakuinya membuat ia seperti anak kecil.
"Lenka jangan bersikap seperti anak kecil."kata lamiel lalu pergi menuju pintu villa.
"bukankah kita memang masih kecil."ketus Lenka.
"jika tubuh memang iya,tapi jiwa mu bukan anak kecil lagi."kata lamiel lalu menyandarkan tubuhnya di pintu villa yang terbuka.
"bukankah kau sudah tau lamiel aku tidak memiliki masa kecil yang indah."kata Lenka.
"kalau begitu,kali ini ayo buat masa kecil kita indah."kata lamiel sambil menatap Lenka.
"sebenarnya apa sih mau lamiel,kau jelas tadi mengatakan hal yang berlawanan dari perkataan mu yang sebelumnya."kata Lenka sambil berteriak kepada lamiel.
"aku hanya ingin bilang,ayo jalan jalan lagi."kata lamiel.
mendengar perkataan lamiel membuat Lenka merasa frustasi,ia merasa berbicara dengan orang tua remaja dan anak kecil secara bersamaan.
"lamiel apa kau memiliki gangguan jiwa."
bersambung...
__ADS_1