Bocah Neraka

Bocah Neraka
lain kali akan lebih lambat


__ADS_3

"aku adalah manusia biasa."kata lamiel dengan wajah datar.


"pembohong,mana ada manusia sepertimu."kata lenka.


"jika kau saja sudah manusia biasa,lalu bagaimana dengan ku apakah aku itu sampah di jalanan begitu,atau rumput yang kita injak begitu."kata Lenka dengan nada kesal.


"kau tahu manusia itu sangat unik,saat mereka masih bayi mereka bagaikan Yin dan yang,sangat seimbang tapi keseimbangan itu akan hancur dan akan menjadi 1 kepribadian."


"di dampingi kepribadian keahlian juga muncul untuk menyeimbangkan diri,dari semua kepribadian atau mungkin bisa di sebut sifat,pasti ia memiliki keahlian nya masing masing."


"mekipun keahlian dan kepribadian mereka berbeda,tapi kedua hal tersebut pasti ada di jiwa seseorang,dan kedua hal tersebut membuat orang itu menjadi hebat."


"sedangkan diriku aku juga memiliki sifat yang aneh,serta aku juga tidak mengetahui keahlian ku,sebagian besar orang biasa disebabkan oleh ketidak Tahuan akan 2 hal penting tersebut,dan hal itulah yang membuatku menjadi manusia biasa."kata lamiel menjelaskan panjang lebar.


"ooh,ternyata kau bisa berbicara panjang juga ya,aku terlalu terkejut sampai tidak mendengarkan mu,bisa di ulangi."kata Lenka dengan wajah linglung.


urat muncul di kepala lamiel.


"Lenka,apa kau mau pingsan lagi."kata lamiel lalu berdiri sambil mengeluarkan aura membunuhnya.


Lenka yang menyadari aura membunuh itu pun menelan Saliva nya.


"ah,a-a-a-a-aku minta maaf."kata Lenka dengan cepat berlari menuju jurang di bawahnya dan meluncur dari jurang itu.


tak kalah dari Lenka lamiel malah melompat dari atas jurang,membuat ia sampai di dasar lebih dulu.


saat Lenka sedang meluncur ia melihat siluet bayangan yang tidak asing,setelah sampai bawah ternyata ia memang mengenal siluet itu.


sampai di bawah Lenka melihat lamiel di depannya dengan tinjunya yang mengepal seperti meremas sesuatu.


"tu-tu-tu-tunggu lamiel,a-a-a-a-aku hanya bercanda aku-ku-ku-ku tadi mendengar semua ocehan mu."kata Lenka yang malah membuat lamiel marah.


"ooo,jadi kau anggap perkataanmu tadi ocehan ya."kata lamiel yang semakin marah.


sedangkan Lenka yang merasa perkataan nya tadi malah menjadi bumerang membuat ia semakin putus asa.


"ti-ti-ti-tidak aku tidak menganggap semua perkataanmu itu ocehan,ja-ja-jadi bisa kau lepaskan aku,ku mohon."kata Lenka sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


"terlambat."kata lamiel lalu memukul kepala Lenka berkali kali.


hal itu membuat Lenka semakin takut terhada lamiel dan ia pun malah bersumpah di hatinya bahwa ia tidak akan membuat lamiel marah lagi.


bam bam bam bam.


setelah puas memukul Lenka lamiel pun menyembuhkan tubuh lenka,meskipun dengan tubuhnya di pukul oleh lamiel maka tubuhnya akan semakin kuat,tapi pukulan lamiel sangat sakit membuat dirinya menangis.


tubuh Lenka di penuhi lebam bahkan kepanya memiliki benjolan besar di atas benjolan.


melihat penampilan dari Lenka membuat lamiel merasa bersalah dan ia pun menyembuhkan luka dari Lenka.


"lamiel,kau terlalu berlebihan,aku hanya tidak mendengarkanmu sedikit tapi kau malah memukuli ku seperti memukuli pencuri yang sedang kabur."kata Lenka dengan ekspresi kosong.


"iya,iya,sebagai permintaan maaf kau mau kuberi apa,aku mau berjalan jalan di kota,dengan kau sebagai pemandu aku ingin membeli banyak makanan lagi pula ini sudah siang,aku belum makan siang."kata lamiel.


"oke kumaafkan"kaat lenka dengan nada bersemangat namun masih dengan wajah yang datar tetapi matanya mengeluarkan bintang bintang kecil.


"anak ini."batin lamiel.


"tapi kau mau membayarnya dengan apa."kata Lenka.


"dengan jarimu!"


"dasar bodoh tentu saja denga-."kata kata lamiel berhenti lalu melihat cincin di jarinya hilang.


lamiel pun shock,ia mengira bahwa ia meninggalkan cincin itu di istana,tapi ia baru ingat bahwa ia membuang cincin itu saat bertarung dengan Lenka.


setelah itu lamiel pun pergi ketempat ia dan Lenka bertarung,lamiel berlari sambil menyebarkan mana nya dan membuat lamiel merasakan sensasi geli dan agak menjijikan itu lagi.


"brr,jika tidak mencari hal penting aku tidak akan menggunakan skil ini lagi."batin lamiel.


beberapa saat kemudian lamiel berhenti,karena yang terima dari gelombang itu hanya dari cincin yang ia cari.


lamiel pun berjongkok sambil menutupi kepalanya mengutuk kebodohannya.


"sial kenapa aku tidak terpikirkan,aku sangat bodoh."kata lamiel mengutuk dirinya sendiri.

__ADS_1


karena kerja mana pencari itu hanya mencari sebuah objek,bahkan bila diingat saat ia mencoba skil itu pertama kali ia hanya menerima gelombang dari makhluk hidup.


setelah lamiel puas mengutuk dirinya ia pun kembali berdiri dan berjalan ke arah kurang di dekatnya.


di pinggir jurang itu terdapat sebuah cincin yang sangat bagus,dengan warna ungu serta terbuat dari material aneh yang tidak ditemukan di dunia ini.


lamiel pun mengambil cincin itu dan memasangkan nya kembali di jarinya.


setelah itu lamiel pun mencoba cincin itu apakah masih dapat di pakai.


saat mencobanya sebuah koin perak muncul di telapak tangan lamiel membuat ia tersenyum puas,dan ia pun kembali ketempat Lenka.


setelah berjalan beberapa saat lamiel sampai di tempat Lenka.


"woi Lenka kemari."kata lamiel.


Lenka pun menuruti lamiel pun menuju kearahnya.


"ada apa,apa kau mau menarik kata kata mu tadi."Tanya Lenka.


"tidak,kita akan terbang kesana, berpeganglah."kata lamiel lalu menciptakan pijakan angin di kaki mereka berdua dan melesat keatas tembok dengan cepat.


lamiel terbang dengan cepat hingga 3 detik kemudian mereka sampai di atas tembok.


"lamiel,kau telal-aaaa."belum sempat Lenka menyelesaikan kata katanya ia sudah di terbangkan kebawah bersama lamiel.


lamiel mendarat di tempat yang sepi,Lenka pun juga mendarat tapi ia mendarat dengan wajah pucat.


"hoeek,hueeek."Lenka muntah muntah membuat lamiel kaget.


melihat temannya itu masih muntah muntah ia pun menghampiri Lenka dan memijat leher temannya,ia tidak tahu kenapa tapi ia merasa bahwa saat ada yang muntah maka memijat leher akan meredakannya.


beberapa saat kemudian Lenka sudah tidak muntah muntah lagi,ia merasa mendingan dari pada tadi.


"maaf ya Lenka aku tidak tahu bahwa kau itu mabuk saat di ketinggian."kata lamiel.


"aku tidak mabuk ketinggian,tapi kau saja yang terlalu cepat saat terbang membuat aku mua-,hoeek."kata Lenka smabim muntah.

__ADS_1


setelah itu lamiel pun menemani lenka yang muntah lebih dari setengah jam, beberapa kali lamiel memberi minum tapi Lenka masih muntah.


"oke lain kali aku akan lebih lambat."


__ADS_2