
"apa dia pedofil."batin Lenka melihat lamiel sedang memeluk milsia,bahkan lamiel menghiraukan orang orang di sekitarnya.
"padahal aku baru saja bangun tidur langsung melihat pemandangan ini,entah aku harus tertawa atau menangis."batin Lenka.
"oh, Anna kenapa kau dulu kau membunuhku."batin Lenka lalu ia keluar vila untuk melihat bintang serta mengingat kenangan suram nya.
lamiel dan milsia masih berpelukan. sampai lamiel melepaskannya.
"tenang saja milsia,besok aku akan mengajarkan banyak hal kepadamu."kata lamiel.
"baik,"kata milsia sambil tersipu malu.
"kalian semua juga,mulai besok aku akan melatih kalian hingga darah kalian habis mendidih,sekarang tidurlah mulai besok bangun harus pukul tiga pagi."kata lamiel.
"tapi kak lamiel ini baru jam 7 malam Lo."kata grif.
"terserah kalian tidur pukul berapa,besok harus bangun pukul 3 pagi,yang terlambat akan mendapatkan hukuman,mengerti."kata lamiel dengan nada keras.
"baik mengerti."kata mereka bersamaan,
"baiklah sekarang bubar."kata lamiel lalu pergi dari sana diikuti oleh anak anak lain.
setelah lamiel pergi dari sana mereka pun kembali ke ruang makan termasuk milsia.
"ya ampun sebenarnya lamiel itu apa sih,kadang ramah kadang baik kadang aneh kadang menggoda milsia."kata vaws sambil melihat milsia yang wajahnya merah.
"sudah sudah yang lalu biarlah berlalu sekarang nikmati yang terjadi."kata Anastasia sambil memeluk lonely yang berpura pura menangis.
"anastasia lonely."teriak milsia dengan wajah merah.
"sudah sudah berhenti menggoda milsia."kata Vione.
"baik."kata mereka berdua.
"tetapi tak kusangka lamiel bisa seperti itu,bila itu terjadi saat kalian berumur 12 tahun kalian akan kukira sudah bertunangan."kata grilize di barengi anggukan Leona.
"kalian semua."teriak milsia semakin memerah.
"lihat kan bahkan milsia sampai seperti itu."kata vaws.
"dia begitu karena di goda oleh wanita wanita itu."kata Maxus.
"ya benar itu."lanjut Waxus.
"jika lamiel tidak memeluk milsia mereka tidak akan menggoda milsia."kata vaws.
"kau benar."kata mereka semua.
lalu mereka pun mengobrol sampai malam,mereka membahas hal hal yang menurut mereka seru untuk di buat bercanda,sesekali milsia di goda oleh Anastasia dan lonely tapi mereka malah di marahi oleh vione.
"menurutmu kita memanggil lamiel dengan sebutan apa."tanya Vegas.
"apa maksudmu,bukankah kita memanggilnya lamiel saja."kata Rigel.
"maksudku seperti grif yang memanggil lamiel dengan sebutan kakak karena menghormati lamiel mungkin kita juga harus menggunakannya."kata Vegas.
"menggunakan?seperti memanggilnya kakak."kata Rigel.
"ya seperti itu tapi buat sebutan yang lain,meniru adat orang tidak baik."kata Vegas.
"aku tidak keberatan Lo."kata grif.
"meskipun kau tidak keberatan tapi aku keberatan."kata vigas.
"kakakku hanya Vegas."kata Vegas.
"kami juga tidak mau."kata Maxus dan Waxus.
"kalian berdua."kata Laxus.
"yah sebenarnya aku ingin memanggil lamiel dengan sebutan kakak tapi sepertinya vigas keberatan jadi aku ingin kita membuat sebutan untuk lamiel."kata Vegas menjelaskan.
__ADS_1
"oooo."
"jadi ada ide bagus."
mereka semua hening.
"biarkan kami berpikir sebentar Vegas."kata vaws.
mereka semua berpikir keras untuk mencari sebutan yang pas.
"bagaimana kalau Abang,Abang lamiel."saran glone.
"abang?mungkin cukup bagus ada yang lain."kata Vegas.
"--"
"sepertinya tidak ada apa kalian setuju memanggil lamiel dengan bang lamiel."kata Vegas.
mendengar perkataan Vegas yang lainnya menjadi ragu.
"baiklah yang lain saja bang lamiel berkata seperti itu terasa aneh."kata Laxus.
"bagaimana dengan senior."kata vaws.
"jangan itu buruk lamiel lebih muda dari kita,mana mungkin kita memanggilnya senior apa lagi kita sekelas."kata Rigel.
"kau benar."
lalu mereka berpikir sampai 10 menit berlalu.
"ah percuma."kata Vegas lalu berbaring di lantai.
"oi Vegas jangan dilantai lebih baik kita di ruang santai bersama para wanita."kata vigas.
"ya lebih baik kita kesana sekalian meminta saran kepada mereka."kata Laxus.
"ya."kata mereka samua lalu pergi ke ruang santai.
setelah sampai di ruang santai disana nampak sangat berantakan banyak bantal yang di buang bahkan sprai nya sudah hilang.
"oh Laxus apa yang membuat kalian kemari."tanya Vione yang berada agak jauh dari sana.
"kami ingin membahas hal penting kalian juga boleh ikut."kata Laxus lalu mengambil sprai di lantai dan membuka nya untuk di jadikan tempat duduk.
setelah itu semua orang pun duduk di sana,meskipun tidak muat tapi Vione dan Laxus duduk di kursi yang di ambil nya.
"jadi masalah penting apa yang di bahas."tanya grilize.
"masalahnya adalah menentukan julukan kepada lamiel."kata Vegas sambil berbaring dengan kepala menyentuh lantai.
"hah,kukira akan ada hal penting apa ternyata hanya hal konyol."kata Vione.
"ini bukanlah hal konyol,di daerah masing masing pasti ada seseorang kuat yang di beri julukan dan hidup dengan orang itu dan pasti orang itu kuat,orang kuat harus memiliki julukan atau setidaknya kita harus memanggilnya dengan kata kakak atau apa."kata Vegas.
"lalu kenapa tidak kakak saja."tanya Leona.
"jika kita memanggilnya kakak vigas Maxus dan Waxus tidak setuju."kata Vegas.
"lalu?kita harus menyebutnya apa."
"karena itu memikirkan namanya."kata Vegas lalu mereka pun kembali berpikir.
mereka berpikir lama Vione Anastasia dan grilize beberapa kali memberi saran tapi semua di tolak oleh mereka karena kurang pas.
"haah,percuma,lebih baik kita memanggilnya lamiela saja."kata Anastasia.
"kau kira lamiel itu perempuan kau panggil lamiela."kata Vegas.
"hup."Anastasia menggelembungkan pipinya.
"apakah dari kalian tahu lamiel dari mana."tanya Vione.
"dia dari kekaisaran Stardust."kata Lenka yang masuk ke dalam ruangan.
"Lenka."
__ADS_1
"lebih tepatnya pangeran dari kekaisaran Stardust."kata Lenka lalu duduk di kursi yang di ambilnya.
"kalian mencari panggilan yang bagus untuk lamiel kan,aku memiliki panggilan yang bagus."kata Lenka.
"apa itu."
"bagaimana kalau lamiel san."kata Lenka.
"lamiel san?"
"ya,itu cukup bagus bukan."kata lenka.
"boleh ku tahu arti dari kata san itu."tanya Vione.
"entah dulu ayahku sering berbicara begitu saat bertemu temannya."kata lenka.
"tunggu ayah?aku ingin bertanya apa kau dan lamiel itu bersaudara."tanya Vegas.
"tidak."kata Lenka.
"ya memang sih bila aku menganggap mereka bersaudara sifat rambut kekuatan dan kedekatannya seperti sebuah saudara kandung."batin Vegas.
"jadi bagaiman."tanya Lenka.
"sepertinya cukup bagus kita akan coba besok,bila lamiel tidak suka besok malam kita akan melakukan pertemuan lagi,ada pertanyaan."kata Laxus.
"aku mau tanya."kata Lenka sambil mengangkat tangannya.
"apa itu."
"apa ada julukan juga untuk ku."kata Lenka.
"setan."
"iblis."
"tak punya hati."
"mesum."
"monster."
mereka menjawab dengan kata kata yang memiliki inti keburukan.
mendengar jawaban dari teman temanya itu.
"ka-kalian,ugh."kata Lenka dengan muka gelap dan sambil memegang jantungnya
Lenka terus dihina sampai mereka puas.
"apa kalian sudah puas."kata Lenka sambil berlutut.
"tentu sudah puas."kata mereka semua dengan muka yang lebih lega.
"kalian semua jahat."kata Lenka.
"aku akan tidur dulu."kata Lenka lalu pergi ke kamarnya.
"lebih baik kita juga pergi tidur."kata Laxus lalu diikuti oleh Maxus dan Waxus.
"kita juga."kata Vegas.
"ya."kata vigas.
lalu mereka berdua bangun dari tidurannya lalu pergi ke kamarnya.
tak lama ruang santai pun menjadi sepi,mereka pergi kekamar ke tempat masing masing tanpa mengucapkan salam selamat malam.
karena mulai besok akan ada pelatihan neraka yang akan menyiksa mereka.
bersambung…
untuk yang sudah membaca novel ini terima kasih,semoga novel ini tidak akan membuat anda bosan dan berhenti membacanya,terima kasih.
menurut kalian novel ini menurun apa meningkat komen ya
__ADS_1