
keesokan hari.
lamiel saat ini sedang melakukan meditasi di kasurnya,ia merasa ada yang aneh pada dirinya setelah kejadian kemarin yang hampir membuat jiwanya lenyap.
"itu,apa ya,kekuatan yang menggerogoti jiwa,bahkan jiwa ku masih sedikit terluka setelah aku menggunakan semua malam ku untuk menyerap mana dan menggunakannya untuk menyembuhkan luka jiwa."kata lamiel.
"yah setidaknya aku harus lebih hati hati,aku sekarang memiliki sebuah tujuan,yaitu,tidak mencolok saat di akademi agar aku bisa hidup dengan tenang tanpa ada rasa bertanggung jawab,ini adalah kesempatan bagus untuk pergi dari kekaisaran ketat ini."kata lamiel dalam hati.
setelah itu lamiel pun kembali bermeditasi.
beberapa saat kemudian sebuah ketukan terdengar di pintu kamarnya.
tok!tok!tok!
"pangeran lamiel sudah waktunya sarapan."sebuah suara akrab terdengar di telinga lamiel.
"yaa."kata lamiel dengan nada malas.
setelah itu lamiel pun berdiri dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya.
"selamat pagi pangeran lamiel."kata seorang pelayan sambil membungkuk membuat tinggi mereka sama.
"selamat pagi."kata lamiel lalu pergi meninggalkan pelayan itu.
setelah itu pelayan pun kembali berdiri.
"akhirnya,setelah sekian lama pangeran lamiel menyapa ku."kata pelayan itu.
lalu pelayan itu pergi dengan bangga.
lamiel pun pergi ke kamar mandi,ia mandi dan mengganti baju disana,lamiel menggunakan baju yang biasanya ia pakai,baju ala bangsawan yang entah kenapa membuat dirinya merasa tidak nyaman.
"sepertinya aku harus membeli baju baru saat ke kota."kata lamiel.
lalu lamiel pun langsung menuju ke meja makan untuk sarapan dengan ibunya,sedangkan Luna ia pergi ke akademi saat berumur 7 tahun ia dipaksa bersekolah di akademi red hawk.
disana meja masih kosong,hanya ada banyak makanan di atas meja makan,lamiel merasa aneh karena biasanya ibu nya akan ada disana terlebih dahulu.
karena penasaran lamiel pun bertanya pada salah satu pelayan yang menyiapkan makanan.
"hei,apa kamu melihat ibunda."tanya lamiel pada salah satu maid.
"yang mulia ratu sedang ada urusan penting,jadi ia meminta pangeran lamiel untuk makan duluan."kata maid yang ditanya oleh lamiel.
"oo,terima kasih,kembali bekerja."kata lamiel lalu duduk dan makan di meja makan sendirian.
__ADS_1
lamiel pun makan dengan perlahan,ia ingin menikmatinya.
setelah semua makanan habis lamiel pun menuju kamarnya untuk mengambil uang yang lamiel simpan,lamiel berniat menghabiskan semua uangnya untuk memenuhi apa yang ia mau.
lamiel selalu mengambil uang yang tergelatak di meja atau yang terjatuh,ia mengumpulkan semua uang itu dari umur 2 tahun.
lamiel merogoh bawah kasurnya,dan mengambil sebuah kotak dengan banyak koin disana.
"mari kita hitung."
lamiel pun menghitung semua koin itu yang di dominasi oleh koin bronze.
setelah semua koin dihitung totalnya ada,87 koin bronze,dan 19 koin silver.
"tidak buruk,saatnya kekota."kata lamiel tapi langkahnya terhenti.
"tapi bagaimana cara membawa semua ini."kata lamiel.
lamiel pun berpikir cukup lama,sampai ia menemukan sebuah ide.
lamiel pun menciptakan sebuah bola mana dan lamiel pun membayangkan bola mana tersebut terdapat sebuah ruangan yang sangat luas untuk menyimpan barang dan bisa mengeluarkan barang sesuka hati
"sepertinya berhasil." kata lamiel lalu mencoba bola mana itu.
lamiel mengambil sebuah kertas dan memasukan nya kedalam bola mana itu,dan bola mana itu menyerap kertas itu sampai hilang,setelah kertas itu hilang lamiel pun mengeluarkannya kembali.
setelah itu lamiel pun memasukan semua koin itu ke dalam cincin penyimpanan miliknya.
setelah itu lamiel pun pergi diam diam meninggalkan istana,dan ini juga salah satu alasan kenapa ia di sekolahkan di akademi,agar ia tidak nakal.
seperti biasa lamiel bisa menghindari para penjaga yang sedang berjaga membuat mereka mendapatkan hukuman lagi.
lamiel pun pergi dari istana dan menuju ke kota sendirian.
lamiel ingin bar jalan jalan dengan tenang menikmati hari seperti biasa,tapi karena bajunya yang bagus itu pasti akan membuat orang menatapnya terus.
karena tidak ingin mencolok lamiel pun mencari anak anak yang seusianya agar ia bisa bertukar baju dengannya.
lamiel melihat kanan kiri ia melihat seorang anak kecil duduk sendirian di depan rumahnya yang agak peyot,lamiel melihat itu dan pergi kesana,tak jauh dari sana terdapat banyak anak kecil bermain di depannya.
anak kecil itu memiliki umur setara dengan lamiel dengan muka tampak kebosanan dan agak malas itu.
lamiel ingin mencoba mengecek kemampuan anak kecil itu dengan skil yang sudah lama tidak lamiel gunakan.
the eye hell,skil mata yang bisa melihat skil dan level sebuah makhluk hidup,yang didapatkan lamiel karena terlalu lama di neraka membuat mata lamiel dapat melihat kejujuran dan kebohongan,serta ia juga dapat melihat penyakit skil level dan jiwa asli milik seseorang.
__ADS_1
lamiel kaget karena anak kecil itu ternyata kuat,skil skil sihirnya berada di tingkat menengah,hal itu membuat lamiel tertarik padanya,ia ingin membuat hubungan dengan anak itu,kalau bisa ia ingin membawanya ke akademi agar lamiel tidak kesepian,setidaknya ia punya teman agar tidak kesepian.
setelah lamiel mengecek bagian dalam tubuh serta organ-organ nya lamiel merasa aneh,karena lamiel melihat jiwa anak kecil itu bukan seperti jiwa anak kecil,lebih tepatnya itu adalah jiwa seorang remaja.
karena penasaran lamiel pun menghampirinya.
setelah sampai di sana lamiel pun menyapanya.
"hai,apa yang kau lakukan disini."tanya lamiel dengan ramah.
"duduk."jawab anak itu dengan ketus.
"apa kamu tidak ingin bermain bersama mereka."tanya lamiel menunjuk
"untuk apa bermain bersama anak kecil."kata anak itu.
"hei,bukankah kau masih anak kecil."kata lamiel.
"hah terserah,memangnya kau mau apa kesini."kata anak itu.
"mau apa,aku hanya ingin menyapamu."kata lamiel.
"Mana mungkin ada seorang bangsawan datang ke daerah ini dan menyapa seseorang dengan rumah peyot ini."kata anak kecil itu.
"tidak aku hanya ingin berkenalan dengan mu."
"namaku lamiel."kata lamiel.
"aku lenka."kata anak itu.
"hei,aku tahu kau sangat kuat,mau bertarung dengan ku."kata lamiel.
"apa kau buta,aku dengan tubuh kurus dan mana ku yang sedikit kau anggap kuat,karena terlalu lama menjadi kaya kau menjadi buta ya."kata Lenka dengan ekspresi datar.
"apa kau mau ku sebutkan satu satu."kata lamiel.
"coba sebutkan."kata Lenka.
"baiklah Lenka atau ichizaya ganato."kata lamiel sambil menyeringai.
mendengar itu wajah Lenka menjadi suram,ia tiba tiba berkata.
"kau sepertinya sangat menarik,baiklah ayo bertarung."kata Lenka lalu bangkit dari tempat duduknya.
"ikuti aku."kata Lenka dengan suara dingin.
__ADS_1
"baiklah."kata lamiel lalu pergi mengikuti Lenka yang menuju ke gerbang luar kota.
"sepertinya menarik."