Bocah Neraka

Bocah Neraka
prince of hell


__ADS_3

buk!!


sebuah pukulan tepat mengenai wajah teas.


bang!bang!bang!


karena pukulan itu teas terbang dan menghancurkan dinding dinding dibelakang nya.


pemuda yang masih marah tersebut berjalan mendekati teas.


teas yang sadar akan perbuatannya pun berdiri.


bukannya minta maaf teas malah lari sekencang kencangnya.


teas berlari karena ia juga tahu kekuatan dari pemuda yang menyerangnya.


setelah berlari cukup lama teas pun hampir sampai di gerbang lantai 9,ia merasa senang karena ia berhasil lolos dari maut yang mengejarnya.


tapi saat teas melihat gerbang ia melihat sebuah sosok siluet yang membuatnya merasakan perasaan buruk,tapi ia mengabaikannya dan masih berlari sekencang kencangnya.


"hah,hah,hah,untung masih selamat kukira aku akan mati di neraka,sebuah pukulannya saja bisa membuat hidungku mimisan apalagi 10 pukulan."kata teas yang telah sampai gerbang sambil membungkuk karena lelah.


"jadi begitu,berarti kau ingin meminta 10 pukulan bukan hanya 1 ya teas."sebuah suara yang tak asing ditelinga teas terdengar yang membuat teas mengetahui apa yang di balik perasaan buruknya.


teas pun dengan ragu ragu memandang keatas.


"y-yo,apa kabar tear."kata teas sambil terbata bata.

__ADS_1


"Yo,sepertinya kau sudah siap menerima beberapa pukulan dariku."kata pemuda yang di panggil tear tadi,membuat teas semakin berkeringat dingin.


"ku-kumohon bisa kau ampuni diriku."kata teas sambil terbata bata serta ketakutan.


"tentu bisa setelah kau menerima beberapa pukulan dariku."kata pemuda itu lalu memegang kerah dari teas dan menyeret nya.


sungguh pandangan yang sangat aneh,seorang pemuda tak berpakaian menyeret seseorang yang mempunyai baku yang sangat bagus,memang pemandangan yang sangat aneh.


mereka berdua jalan agak buru buru,pemuda bugil itu nampak bersemangat sedangkan teas nampak seperti ikan mati yang pasrah di bawa oleh kucing.


setelah sampai di sel yang berlubang pemuda itu melempar teas.


"tu-tunggu aku telah menemukan nama yang cocok untukmu,deas,tera,tifa,atau mungkin teka."kata teas dengan panik.


sedangkan pemuda itu makin mendekat dengan aura pembantaian nya.


"ayah ibu sepertinya ini akhir bagi putramu yang tidak berguna,semoga aku bisa bermanfaat bagi mereka berdua di kehidupan ku selanjutnya."batin teas.


setelah itu teas sudah siap menerima pukulan dari pemuda itu.


BUK!BUK!BUK BUK!BUK! BUK!BUK!BUK!BUK!BUK!


teas pun dihajar habis habisan oleh pemuda itu,ia bahkan tidak sanggup melawan pemuda itu karena fisiknya yang luar biasa sedangkan teas ia adalah seorang penyihir jadi ia tak memilki fisik yang sangat kuat.


"Anda terlalu berlebihan."suara kecil terdengar dari sebuah wajah yang babak belur serta berwarna kebiruan.


"maaf."kata pemuda itu sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"apakah kau menertawakan ku ha."suara kecil yang tampak lucu tersebut kembali terdengar membuat pemuda itu hampir tak sanggup menawan tawanya.


"oi."


mendengar suara lagi pemuda itu memandang kearah teas,teas memiliki pipi yang tampak penyok lebam,dan beberapa benjolan agak besar terlihat di wajahnya membuat pemuda itu tak tahan akan tawanya.


"o-oi."


"hahahahahahahahah."


tawa lepas dari pemuda itu membuat teas menjadi semakin kesal,tak hanya dipukul ia bahkan ditertawakan oleh seorang pemuda bugil.


"tenang tenang teas kau harus tenang kau harus menyelesaikan misi mu."batin teas menyemangati.


tapi melihat pemuda didepannya tak kunjung berhenti tertawa teas berencana menyihir pemuda yang mentertawakan nya itu memiliki nama tear setelah bereinkarnasi.


setelah puas tertawa,pemuda itu pun tersenyum.


"terima kasih ya teas,baru kali ini dalam 100 juta tahun aku tertawa,sekali lagi terima kasih."kata pemuda itu dengan senyum yang tulus.


melihat hal tersebut hati teas melunak."ya sudahlah biarkan ia tertawa,pasti sakit tidak tertawa selama jutaan tahun."batin teas.


"tapi sebelum itu aku harus memanggilmu apa."kata teas dengan suara yang sudah berubah,karena pipinya sudah kembali seperti semula.


"kau bisa memanggilku."


"PRINCE OF HELL.

__ADS_1


bersambung……


__ADS_2