
"mengapa aku tadi menyarahkan diri."batin lamiel yang melihat senyum manis Lica.
lamiel tidak takut bila di hajar atau di pukul ibunya,yang ia takutkan adalah kekejaman dari ibunya,jika lamiel melakukan kesalahan dan tertangkap basah saat melakukannya maka ibu lamiel akan mengunci dirinya di ruangan aneh.
lamiel pernah sekali melakukan kesalahan ia membuat salah satu prajurit hampir terbunuh karena ulah lamiel,dan untuk menghukum lamiel lica pun mengurungnya di kamar milik ratu lica.
di dalam kamar ratu lica terdapat banyak ulat ulat dan beberapa serangga,awalnya lamiel nampak biasa saja saat sampai disana,sampai saat malam hari dirinya tidur.
semua serangga dan ulat itu mengelilinginya,menempel padanya membuat anak kecil itu trauma,ke jadian yang ia alami itu seperti mimpi buruk,bahkan ia masih bisa merasakan sensasi menjijikan itu.
lamiel di kurung di sana selama tiga hari,ibu nya membuat peraturan bahwa jika ia membunuh 1 serangga maka waktu hukuman nya akan bertambah 3 hari.
hal itu membuat lamiel frustasi dan tidak berani kepada lica,
"kemari kan kedua anak itu."kata lica dengan senyum lembut seperti seorang yang baik dan tulus.
"ibu,apa apaan senyum lembut itu,apakah itu senyum dari seorang ibu yang tega mengunci anaknya di kamar penuh serangga selama 3 hari."batin lamiel berteriak.
"ba-baik."kata gust yang terpesona dengan senyuman lica.
setelah itu gust pun menyerahkan lamiel dan Lenka,lalu ia pun pergi,sedangkan Lenka ia hanya mengikuti lamiel.
"lamiel ayo kita masuk,dan jelaskan semuanya."kata lica.
"ba-baik."
mereka bertiga pun masuk kedalam istana.
di dalam perjalanan lamiel memikirkan jawaban jawaban dari pertanyaan ibunya.
setelah itu mereka menuju ke ruang keluarga,Lenka di suruh untuk menunggu lamiel di depan pintu,tapi ia berkata bahwa ia lapar dan ia pun disuruh ke dapur untuk meminta makanan pada pelayan.
di dalam ruang keluarga.
"lamiel ibu mau bertanya,dari mana saja kamu,jawab jujur."kata lica.
"aku pergi ke pasar."kata lamiel.
"lalu kenapa bajumu bisa sampai sobek."
"karena aku terja-."
"jawab jujur."kata lica dengan suara dingin.
"aku keluar kota."
"oh,jadi begitu."kata lica sambil memandang keatas.
"lamiel kau besok akan berangkat ke akademi."kata lica tiba tiba.
"eh,tunggu ibunda bukankah itu masih 5 hari lagi."kata lamiel dengan panik.
"tidak,jadwal pendaftaran akan di percepat jadi kau akan berangkat besok cepat ke kamar dan siapkan barang barang mu."kata lica.
lamiel yang mendengar itu pun merasa ada yang aneh,ia merasa seperti di usir oleh ibunya.
__ADS_1
"baiklah,tapi ada satu syarat."kata lamiel.
"syarat apa."
"aku ingin anak tadi juga ikut ke akademi."kata lamiel.
"oke,itu mudah,cepatlah bersiap."kata lica.
"baik."kata lamiel dengan nada lesu.
lamiel kemudian pergi mencari Lenka.
setelah beberapa saat ia melihat Lenka sedang makan di dapur,ia yang melihat Lenka makan dengan lahap pun juga meminta satu kepada pelayan lalu lamiel duduk di kursi dekat Lenka.
"apakah enak lenka."tanya lamiel dengan wajah yang lesu.
"tentu enak,ini pertama kalinya aku makan seenak ini,bisa tambah lagi."kata Lenka dengan ekspresi semangat.
"iya boleh."kata lamiel lalu meminta salah satu pelayan membawa 3 porsi lagi.
"Lenka ada yang ingin kukatakan."kata lamiel.
"apa."
"kita akan ke akademi besok,bukan 5 hari lagi."kata lamiel.
"ooo,ok."kata lenka dengan tenang.
"tunggu kenapa kau tidak terkejut."kata lamiel sambil menaikkan
"kenapa harus kaget."kata Lenka.
"tentu....entah."kata lamiel dengan ekspresi konyol.
"pffft."
"hahahaha."
"kau itu memang lucu ya lamiel,hanya karena itu mental benar benar terpukul."kata Lenka sambil menepuk punggung lamiel.
"kau benar juga ya."kata lamiel nampak lega.
setelah itu makanan pun datang lamiel dan Lenka pun makan dengan lahap,mereka makan begitu cepat dan selalu menambah membuat para pelayan kerepotan.
entah sejak kapan kedua anak itu menjadi lomba makan,dan hal yang lebih mengejutkan lagi tubuh mereka masih kurus bahkan mereka masih terus menambah.
kedua anak itu terus makan hingga seorang pelayan berkata.
"maaf pangeran makanannya sudah habis."kata pelayan tersebut sambil membungkuk.
sedangkan lamiel dan Lenka terus berdebat antara siapa yang menang.
"aku yang lebih banyak,aku sudah memakan 150 piring dan kau baru 149 piring."
"bukan akulah yang menghabiskan 150 kau hanya 149 aku lah yang menang.
__ADS_1
mereka berdebat terus hingga ratu lica datang dan memukul kepala mereka.
"berisik,tidak peduli siapa yang menang,apa kalian tahu kalian sudah menghabiskan semua makanan untuk para penjaga."kata lica dengan marah.
"maaf."kata mereka berdua yang sedang berjongkok dan memegangi kepala mereka yang benjol besar.
setelah itu lica pun memarahi mereka hingga malam,dan para penjaga dan maid pun di beri uang sebagai kompensasi tidak makan siang.
di dalam kamar lamiel dan Lenka tidur di kamar yang sama,sungguh aneh mereka baru bertemu tadi pagi dan sekarang sudah seperti sahabat sejati,mungkin karena kesendirian membuat mereka mudah menerima satu sama lain.
"Lenka,bisakah kau menceritakan kenapa kau bisa bereinkarnasi di dunia ini."kata lamiel.
"aku tidak ingin membicarakannya."kata lenka dengan nada sedih
"oh,jadi begitu,tenang aku mau kok membicarakannya."kata lamiel.
"itu kamu aku tidak mau."kata Lenka.
"ayolah,lenka, kau harus membicarakannya,nanti aku juga akan memberitahumu aku itu makhluk apa."kata lamiel membujuk Lenka.
mendengar itu Lenka pun berpikir,"beserta aku juga akan memberitahumu alasan aku menjadi kuat."lanjut lamiel.
"baiklah."kata Lenka.
"namaku adalah ichizaya ganato,seorang remaja yang mati karena seorang wanita."kata Lenka.
"aku di jebak oleh pelac*r itu,karena aku adalah seorang penerus perusahaan besar."
"banyak yang mencoba menculik ku dan menyuruh orang tua ku menebus nya,karena terlalu banyak yang ingin menculik ku aku pun tidak pernah keluar rumah,membuat aku tidak pernah punya teman."
"saat aku berusia 15 tahun ayahku menjodohkan ku dengan seorang wanita,awalnya aku senang tapi ternyata wanita itu adalah mata mata yang menyusup di rumah ku."
"aku yang mengetahui itu pun langsung melaporkannya pada ayahku,tapi ayahku tidak percaya membuat aku selalu disiksa oleh wanita itu."kata Lenka dengan urat urat muncul di kepalanya.
"sepertinya itu terlalu berat untuk dirinya."kata lamiel dalam hati.
"aku disiksa dan tidak pernah di beri makan membuat tubuhku menjadi sangat kurus."
"memangnya kau gemuk."tanya lamiel.
"iya,aku dulu sangat gemuk."kata Lenka dengan ekspresi datar.
"memangnya ayah mu ada dimana."
"aku di belikan rumah baru,dan di suruh tinggal disana dengan orang itu."kata Lenka lalu melanjutkan ceritanya.
"aku disiksa selama 2 Minggu,dan selama 2 Minggu itu aku selalu mengancam wanita itu tapi ia tidak menghiraukan nya,dan setelah itu ia datang dan membawa sebuah koran.
"aku di lepaskan dan di suruh membaca koran itu,aku pun menurutinya dan yang aku lihat di koran itu adalah."
"keluarga ku bangkrut,mereka di tipu dan mengalami kerugian besar,para karyawan memberontak dan menghancurkan perusahaan ayahku."
"aku yang melihat itu pun tiba tiba aku melihat sebuah badan kurus tanpa kepala,tanpa tau apa apa aku mati."kata lenka dengan ekspresi agak lega.
"baiklah lamiel karena aku sudah mengungkapkan masa lalu ku sekarang gilira-."kata kata Lenka terhenti saat melihat lamiel tidur di sebelahnya,bahkan ingusnya sudah menggelembung,membuat wajah Lenka suram.
__ADS_1
"tunggu saja lamiel aku akan menghajar mu."kata Lenka lalu ikut tidur.