Bocah Neraka

Bocah Neraka
keindahan


__ADS_3

"dia sebenarnya mahkluk apa."batin Lenka sambil melihat lamiel.


"ada apa Lenka."tanya lamiel.


"tidak apa apa."kata Lenka lalu melihat gelang gravitasi lagi.


"oh iya sekarang kau tidak memanggilku Leka lagi."tanya Lenka.


"entah,mungkin lebih baik aku memanggilmu Lenka saja,saat aku memanggilmu dengan nama itu aku merasa aneh."kata lamiel lalu berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkan Lenka.


"kau mau kemana lamiel."tanya Lenka melihat lamiel pergi.


"tidur,aku lelah."kata lamiel sambil melambaikan tangannya.


"ini baru pertama kalinya aku melihat dirinya kelelahan, memang nya berapa banyak bobot dari lamiel."kata Lenka sambil tersenyum.


"baiklah saatnya latihan lagi."


 


malam hari.


kondisi vila 1 b sangat sepi,bahkan tidak ada lentera yang menyinari vila besar itu,seperti tidak ada penghuni nya sama sekali,hanya ada suara jangkrik yang terdengar di vila sana.


 


"hoaam,tidur ku sangat nyenyak."kata lami yang bangun dari tidurnya.


"ini pukul berapa,kata lamiel sambil melihat jendela yang terlihat gelap.


"ini tengah malam atau fajar."kata lamiel dengan tatapan kosong.


"sepertinya aku terlalu kelelahan."kata lamiel sambil berjalan ke arah pintu kamarnya


"dan sepertinya aku juga terllau berlebihan."kata lamiel sambil melihat kondisi vila yang sangat gelap tanpa ada satu lentera pun menandakan bahwa anak anak lain belum bangun dari pingsannya.


"lebih baik aku menyalakan lentera dulu."kata lamiel lalu menghampiri lentera lentera yang berada di koridor vila.


lamiel menciptakan api dan menyalakan lentera itu satu persatu,ia juga melihat kondisi teman temannya yang berada di kamar serta menyembuhkan otot otot yang kejang.


"huaaah,mereka seperti mayat hidup."kata lamiel setelah mengecek jasad hidup teman temannya.


lalu ia melanjutkannya sampai di ruang tamu,saat di ruang tamu lamiel melihat sebuah tubuh anak kecil sedang berbaring,terlihat 4 gelang berwarna biru tua di kedua tangannya.


"itu,lenka!"teriak lamiel melihat Lenka berbaring di lantai ruang tamu.


lalu lamiel menghampiri Lenka dan mengecek tubuhnya.

__ADS_1


"dia pingsan."kata lamiel.


"kenapa hari ini banyak yang pingsan,apa ada racun di makanan mereka?tidak mereka tidak sarapan dan tidak makan siang,apa darah mereka aman?"batin lamiel melihat kondisi teman temannya.


jika saja teman temannya mendengar batin lamiel maka mereka akan muntah darah dan berkata "itu semua salahmu tahu".


lalu lamiel pun melihat 4 gelang di masing masing tangan Lenka,lalu ia mengecek kaki Lenka,dan di sana terdapat 2 gelang di kedua kaki Lenka.


"dia menggunakan 10 gelang gravitasi,pantas saja ia pingsan, bahkan aku yang menggunakan 4 tambah 9,13 gelang gravitasi saja kuwalahan apa lagi Lenka yang menggunakan 10 gelang."kata lamiel.


"lebih baik kau tidur di kamar saja."kata lamiel lalu menciptakan wind mount dan mengarahkannya ke kamar milik Lenka.


"ngomong ngomong ini pukul berapa."kata lamiel sambil melihat jam di dinding.


"oh,sekarang pukul 1 malam,apa yang kulakukan di jam ini ya selain tidur."kata lamiel.


"lebih baik aku keluar dulu melihat pemandangan malam di luar vila."kata lamiel lalu keluar dari vila.


setelah keluar dari vila lamiel kaget melihat halaman vila nya itu,suasana yang agak gelap,cahaya bulan purnama yang menyinari serta Kuang kunang yang terbang di dimana mana,serta pohon pohon indah di depannya itu membuat mata lamiel merasa puas melihat pemandangan itu.


"cantik."kata lamiel melihat itu.


lalu tanpa sadar lamiel pun terbang keatas tanpa membuat wind mount,lamiel terbang tanpa sadar dan melihat pemandangan dari akademi white sky.


pohon pohon indah dan besar kunang kunang yang amat banyak,bangunan bangunan dengan lentera di setiap blok bagaikan sedang dunia fantasi itu terlihat sangat indah.


lalu lamiel pun terbang lebih tinggi lagi,bahkan tanpa sadar ia sudah mencapai awan.


dan ia melihat hal menakjubkan lainya,gunung gunung di penjuru benua,hutan hutan lebat yang di sinari oleh cahaya rembulan,dan kota kota yang nampak hidup itu membuat lamiel merasa ingin menangis.


"tak ku sangka di dunia ini ada semacam keindahan seperti ini."gumam lamiel sambil memejamkan matanya.


"terima kasih,teas."


 


setelah itu lamiel mencoba mengunjungi salah satu bangunan di bawah gunung yang tampak menarik baginya,bangunan itu setinggi 40 meter dengan warna dinding hitam dan ukiran ukiran yang tampak aneh tapi menakjubkan itu.


lamiel pun terbang kesana dengan kecepatan penuh,bahkan awan awan pun terurai saat lamiel melesat,butuh waktu sekitar 10 menit bagi lami untuk kesana,karena benua tengah itu sangat luas dan karena kecepatan lamiel masih belum mencapai kecepatan suara.


kenapa lamiel bisa melihat bangunan itu walaupun jauh? karena ia menggunakan the eye hell saat berada di awan,ia juga menggunakan the eye hell karena reflek saat mencapai awan.


setelah sampai di atas bangunan itu lamiel pun mengunakan


the eye hell untuk melihat detail dari bangunan itu.


"bangunan utama akademi dark shadow."gumam lamiel melihat bangunan yang megah itu.

__ADS_1


lalu lamiel pun turun di depan bangunan megah itu,dan melihatnya dengan seksama.


"tak kusangka bangunannya akan semegah ini,padahal di pikiranku bangunan dark shadow akan seperti gubuk tua yang bisa hancur kapan saja,tapi tak kusangka akademi dark shadow akan sekaya ini,aku salah menilai,akademi terkuat nomor 2 memang hebat."kata lamiel melihat bangunan utama itu.


"karena aku sudah berada di sini,mari kita review bangunan utama ini."kata lamiel dengan muka bersemangat dan mata nya menjadi bintang.


lalu lamiel pun masuk seperti sedang masuk ke wahana bermain yang nampak seru,lamiel menjelajah semua koridor dan beberapa ruangan,ia juga menggunakan mana pencari untuk mencari makhluk hidup agar ia bisa menghindarinya.


"tapi bangunan ini tampak suram seperti di luar,tapi ukiran ukiran ini bukan main main."kata lamiel sambil meraba tembok tembok dengan gambar aneh.


"oh kau punya selera bagus bocah."sebuah suara kakek kakek terdengar di telinga lamiel.


ia pun menghadap ke belakang dan melihat seorang kakek dengan tubuh besar yang di tutupi oleh baju hitam dengan burung gagak di bahunya.


lamiel langsung menggunakan the eye hell untuk memeriksa identitas kakek itu.


"pemimpin akademi dark shadow,Jack Wilshere,jalan surga bintang 1 tingkat rendah."batin lamiel.


"oh tak kusangka pemimpin akademi akan langsung kesini benarkan Jack wilshere."kata lamiel sambil tersenyum.


melihat bocah Lima tahun di depannya tahu identitasnya itu pun Jack langsung mengeluarkan aura pembunuh miliknya.


sebuah aura hitam keluar dari tubuh Jack dan merembas kemana mana,sedangkan lamiel melihat aura membunuh keluar dari tubuh Jack pun dengan cepat mengeluarkan aura pembantaian miliknya.


whusssh!!


sebuah aura hitam pekat agak kemerahan keluar dari tubuh lamiel dan menghilangkan aura membunuh milik Jack.


sedangkan Jack merasakan sebuah aura yang sangat kuat bahkan ia tidak yakin bisa mengalahkan aura pembantaian milik lamiel dengan semua kekuatannya.


lalu aura itu pun mendekati Jack dengan lambat,sedangkan Jack sudah merasakan kengerian aura itu bahkan ia ingin berteriak bila ia bisa,sayangnya ia bahkan tidak bisa berbicara.


aura itu pun membungkus tubuh Jack,wajah Jack menjadi ketakutan,ia merasa bisa mati kapan saja bila bergerak.


saat seluruh tubuh Jack sudah terbalut kecuali kepalanya,gagak Di bahu Jack tiba tiba berbicara.


"hari ini aku hanya berkunjung,jadi lupakan kehadiranku saat ini."kata gagak itu dengan mata yang merah,dan tak lama kemudian gagak itu jatuh ketanah.


setelah mendengar kan hal itu Jack masih tidak bergerak,ia merasakan jeritan penderitaan keputusasaan dan kesakitan saat menyentuh aura itu,wajahnya seperti orang yang sedang melihat kehancuran dunia.


tak lama kemudian Jack sadar dari ketakutannya,ia merasa bahwa ia menjadi semakin lemah bahkan anak berusia lima tahun mengalahkannya dalam adu aura.


Jack pun melihat gagak kesayangan nya terbaring di lantai,ia mengambil tubuhnya dan memeriksa keadaan gagak itu.


"masih hidup."kata Jack setelah memeriksa kondisi gagak itu.


lalu Jack pun pergi dari sana dengan ekspresi kaget serta sedikit trauma,walaupun ia bisa membunuh tanpa segan tapi ia tidak pernah melihat pembunuh dan kekejaman neraka dan pembantaian lamiel.

__ADS_1


bersambung……


__ADS_2