Bocah Neraka

Bocah Neraka
perkenalan


__ADS_3

setelah kejar kejaran lamiel dan Lenka para murid baru sudah sadar,sedangkan sekarang baju lamiel agak compang camping karena tebasan lenka,walau pun tidak sakit ia masih menyayangi tubuhnya.


mulai dari Vegas dan vigas lalu grilaze serta di susul beberapa anak satu persatu.


untuk menjelaskan keadaan Vegas dan vigas hanya pusing beserta grilaze dan orang yang tengkuknya di pukul oleh Lenka,sedangkan Vione ia tampak sangat shock,karena pedang kesayangannya patah oleh ranting Lenka,tapi lamiel pun memperbaiki pedang itu.


Laxus Maxus dan Waxus tampak agak shock karena senjata rahasianya di patahkan oleh Lenka,sedangkan 5 orang yang di pukul oleh Lenka masih pingsan,2 orang yang di pukul karena reflek dan 3 orang yang di pukul karena merepotkan,mereka seperti sedang koma.


sungguh pengalaman yang sangat buruk koma dan pingsan di hari pertama sekolah,bahkan mereka belum bersekolah.


"setelah ini kau harus memberikan ku sesuatu leka."kata lamiel dengan wajah mengancam.


"ba-baik."


lamiel terus melakukan penyembuhan sel dengan bola mana,bahkan ia sudah bisa membuat bola mana instan tanpa berfikir,ia sendiri juga terkejut karena pengalaman yang baru ia dapat saat menerobos ke liquid mana.


setelah menyembuhkan kelima orang itu lamiel membawa masuk semua anak kecil yang 2 atau 3 tahun lebih tua darinya itu ke dalam vila.


"mari masuk."kata lamiel.


"baik."kata Vione lalu masuk ke dalam vila di barengi oleh semua anak yang berada di halaman.


"semuanya mari duduk dulu biar Leka menjelaskan semua yang terjadi."kata lamiel yang duduk di sofa lembut itu.


tanpa jawaban mereka semua pun duduk,orang yang terluka sudah bugar kembali bahkan mereka merasa bertambah sedikit kuat berkat penyembuhan lamiel.


lalu Lenka pun menjelaskan niatannya,ia sebenarnya hanya ingin iseng tapi melihat kekuatan mereka yang kuat menurut umur,Lenka pun ingin bermain sebentar dengan mereka begitu penjelasan Lenka.


"bercanda,kau bilang bercanda setelah kau membuat kami koma di hari pertama sekolah."batin lima orang anak yang di buat koma oleh Lenka.


lalu Lenka pun meminta maaf kepada anak anak itu.


"maaf."kata Lenka sambil membungkuk,meskipun ada beberapa anak yang terpaksa memaafkan Lenka tapi mereka tetap memaafkan Lenka,karena ini adalah sebuah pelajaran hidup bagi mereka,terutama 5 orang anak yang sekarat,mereka masih ngeri dengan Lenka.


"baiklah kalian sudah berbaikan sekarang mari kita perkenalkan diri masing masing tanpa marga."kata lamiel.


"kenapa harus tanpa marga."tanya grilize.


"agar kasta kita disini sama,mungkin beberapa dari kalian adalah rakyat dan ada beberapa yang menjadi bangsawan,agar adil kita tidak boleh menyebutkan marga kita."kata lamiel.


"memangnya siapa yang membuat aturan itu."tanya Laxus.


"aku yang membuatnya,ada masalah."kata lamiel dengan suara dingin.


mendengar suara dingin itu dari mulut anak kecil membuat Laxus merinding dan menjawab"tidak."


"bagus,sekarang di mulai dari kau."kata lamiel menunjuk salah satu dari lima orang yang ia tolong.

__ADS_1


"saya lonely."kata seorang gadis kecil dengan rambut coklat.


"saya vaws." kata anak kecil dengan muka pucat yang agak seram.


"saya Rigel."kata anak dengan badan besar dengan rambut coklat.


"saya Anastasia."kata seorang gadis yang periang dengan rambut hitam panjang.


"saya glone."kata anak kecil dengan wajah yang berwibawa.


"saya grif."kata anak kecil dengan muka polos dan rambut biru.


"saya Vione."kata Vione.


"saya grilize."


"saya Vegas,ini adik saya vigas."kata Vegas sambil merangkul adiknya.


"saya Laxus."


"saya Maxus."


"saya Waxus."kata tiga bersaudara itu memperkenalkan diri.


"tunggu kembar tiga,bahkan disini sudah ada kembar."batin lamiel.


"saya milsia."kata gadis dengan rambut perak yang tampak indah


melihat gadis dengan rambut perak nyaris putih itu membuat lamiel merasa ada yang aneh,lamiel pun bertanya.


"milsia,apa kau cucunya Mils."tanya lamiel sambil menyebut nama kakek Mils.


mendengar nama kakeknya di bawa milsia kaget,karena ia sudah menyembunyikan identitasnya dengan baik,agar tidak di beda beda kan oleh guru atau tidak mendapatkan teman.


tapi anak laki laki di depannya langsung membongkar identitasnya dalam sekali lihat.


tanpa sadar tangan milsia sudah ada es tajam yang siap menusuk lamiel.


crankk!!


sebuah pedang menghalangi es tajam itu yang hendak menusuk lamiel.


"Leka kau harusnya tau bahwa serangan itu tidak akan bisa melukaiku."kata lamiel.


"iya aku tau,tapi yang penting aku sudah membalas Budi atas yang kau lakukan tadi."kata Lenka dengan muka konyol.


mendengar kata balas Budi lamiel pun ingat bahwa ia baru saja membantu Lenka menyembuhkan 5 orang yang akan jadi mayat,dan saat ini Lenka sedang membalas Budi.

__ADS_1


"tentu ini tidak dihitung."teriak lamiel.


"bodo amat,yang penting aku sudah mem balas Budi."kata Lenka lalu menghancurkan es itu lalu kembali duduk di tempatnya.


"orang itu,lain kali akan ku kerjai dia."batin lamiel.


sedangkan milsia kaget melihat es nya di tangkis oleh pedang dan bahkan orang yang menangkisnya pun masih bisa bercanda.


entah kenapa ia merasa marah dan menyimpan dendam pada Lenka.


"dilihat dari tingkahku tadi sepertinya kau benar benar cucu Mils."kata lamiel dengan tenang.


"iya,lalu kenapa."tanya milsia


"tidak kenapa kenapa aku hanya menebak karena penasaran."kata lamiel membuat milsia ingin menangis.


"memangnya kenapa kau harus menyembunyikan identitas mu."tanya lamiel.


"itu bukan urusanmu."kata milsia sambil mengeluarkan air mata.


"memang wanita itu aneh."batin lamiel.


mengabaikan milsia lamiel pun menyuruh ke empat belas anak itu untuk memilih kamar mereka,kecuali kamar yang sudah ada namanya,itu milik lamiel dan Lenka.


setelah mengatur barang barang mereka,mereka pun memutuskan untuk mencari makanan,karena harus mendengarkan pidato dari guru serta bertarung dengan Lenka membuat mereka sangat lapar.


dan sebagai permintaan maaf Lenka pun akan mentraktir mereka semua,bahkan mendengar kata traktir Leona yang Dian pun meneteskan air liurnya.


lamiel pun ikut dalam makan besar itu hanya milsia yang tidak ikut,ia menjadi aneh karena identitasnya di bongkar sungguh aneh.


lalu mereka semua pun datang beramai ramai ke kedai yang tadi pagi di datangi oleh Lenka.


"disini tempatnya,silahkan makan sepuasnya."kata Lenka lalu masuk kedalam kedai.


di dalam kedai agak sepi hanya ada beberapa pelanggan yang berada di sana, karena belum jam makan siang membuat kedai itu sepi.


lalu mereka semua duduk di kursi bundar itu satu meja berisi 5 sampai 6 orang membuat mereka memonopoli meja di tengah.


tak lama kemudian para pelayan membawakan daftar menu,dan mereka pun mulai memesan.


setelah memesan mereka memakan semua makanan itu,bahkan Leona yang tampak pendiam menjadi banyak bicara saat makan.


sedangkan lamiel ia mencoba minuman terbaik di kedai itu.


semua terus makan hingga semuanya kenyang.


saat Lenka melihat harga yang di berikan kepadanya,mukanya suram dan pucat karena harga yang di bayar miliknya setara dengan semua uang yang ia punya bahkan setelah di beri lamiel uang nya tidak tersisa sedikitpun.

__ADS_1


bersambung…


__ADS_2