Bocah Neraka

Bocah Neraka
tantangan


__ADS_3

"dia kuat."batin Vegas lalu berhenti.


"siapa kau."tanya Vegas.


"sebelum bertanya nama orang perkenalkan nama mu dulu."kata Lenka.


mendengar itu Vegas masih diam sampai vigas datang.


"-hoi ada apa Ve-."kata kata vigas terhenti saat melihat Lenka ia juga merasakan hawa ngeri dari kekuatan Lenka.


"namaku adalah Vegas ornawist murid baru."kata Vegas dengan muka tegas dan memperkenalkan diri ala Bangsawan.


melihat kakaknya memperkenalkan diri vigas juga memperkenalkan diri.


"vigas ornawist."


"oh,jadi kalian yang di maksud si Mils itu."kata Lenka dengan muka datar.


"kalian murid baru kan jika ingin membuka pintu ini dan masuk kedalam vila coba kalahkan aku dulu."kata Lenka.


Lenka awalnya berniat menyapa murid baru,tapi tujuannya berubah setelah tau kekuatan dari anak anak di depannya,ia pun mencoba membully mereka agar tidak sombong serta agar mereka patuh,walaupun Lenka dulu sombong karena kekuatannya tapi karena lamiel muncul membuat ia tidak berani sombong lagi.


meskipun agak ragu tapi Vegas tetap menerima tantangan dari Lenka.


ia memasang kuda kuda bertarung tangan kosong,sedangkan Lenka ia berdiri di depan pintu dan dengan ranting yang ia pungut.


meskipun Vegas agak terkejut karena Lenka menggunakan ranting tapi keterkejutannya menghilang setelah melihat Lenka melapisi ranting itu dengan mana.


whus!!


Vegas melaju dengan kencang kearah Lenka,Vegas berniat langsung melumpuhkan Lenka,tapi Lenka yang melihat itu pun dengan cepat menghindar dan memukul tengkuk kepala Vegas.


duk!


sebuah pukulan agak keras terdengar,Vegas pingsan di tempat.


vigas melihat kakaknya pingsan oleh anak kecil yang lebih muda darinya itu pun langsung menyerang Lenka,tapi seperti kakaknya vigas pun dibuat pingsan oleh Lenka.


"ya ampun,apa aku berlebihan menaruh mana di ranting ini."kata Lenka lalu menyingkirkan badan Vegas dan vigas.


tak lama kemudian anak kecil yang bersama Vegas dan vigas pun datang ke vila.


mereka melihat Lenka sedang bersandar di pintu masuk yang di tutup oleh Lenka.


"siapa kau."kata seorang gadis kecil dengan rambut hijau dan mata hijau.


"sebelum bertanya nama orang perkenalkan nama mu dulu."kata Lenka.


"aku adalah grelize Clarke,siapa kau."kata gadis kecil itu dengan nada tegas dan seperti marah.


"aku Lenka,aku adalah orang yang menjaga pintu ini,jika kalian ingin membuka pintu ini maka kalian harus mengalahkan ku dulu."kata Lenka.


"aturannya."kata seorang gadis kecil berambut merah dengan pedang di pinggangnya.


"tidak ada saling bunuh,kalian bisa menyerang bersamaan atau satu satu,aku siap melayani kalian."kata Lenka lalu mengambil ranting baru.


melihat Lenka menggunakan ranting gadis kecil berambut merah itu marah dan berteriak.


"kau mengejek kita,bertarung menggunakan ranting kecil seperti itu."kata gadis kecil itu

__ADS_1


"jika kau merasa terhina maka berduel lah dengan ku."kata Lenka.


"baik aku terima duel dengan mu."kata gadis kecil itu lalu mengambil pedang yang di pinggangnya.


"gadis kecil sebutkan namamu."kata Lenka sambil melapisi ranting itu dengan mana.


melihat Lenka dapat memanipulasi mana gadis itu terkejut tapi masih memberi tahu namanya.


"aku Vione Rosenthal."kata Vione lalu melesat kearah Lenka.


"oh,nama yang bagus." kata Lenka lalu ikut melesat.


whouuss!!


crankk


Vione pedang Vione dan ranting Lenka berhadapan.


crak!crak!crankk!


pedang Vione patah,dan Lenka dengan cepat memukul tengkuk Vione,membuat Vione pingsan.


melihat itu grilize langsung menggunakan sihir tanaman miliknya.


tanaman itu melilit tangan dan kaki Lenka,lalu dengan cepat tiga anak kecil menyerang Lenka,tapi Lenka tidak tinggal diam ia menghancurkan tanaman itu lalu bergerak cepat memukul ketiga anak kecil yang menyerangnya.


buk!buk!buk!


ketiga anak itu terlempar dengan luka yang agak dalam.


melihat kejadian itu kesembilan anak lainnya pun mencoba menyerang Lenka,mereka menyerang secara sendiri sendiri,karena mereka belum saling kenal tapi mereka tahu apa yang mereka kuasai,dan mereka menyerang secara teratur membuat Lenka agak kesal.


"tch."


Lenka pun menggunakan sihir apinya untuk membakar tanaman itu dan dan melompat kebelakang,tapi ada 2 orang di belakangnya membuat Lenka agak kaget dan dengan reflek memukul perut mereka.


"akh."


melihat kedua anak kecil itu terbang Lenka pun sadar dan menangkap mereka,lalu membaringkannya,dan Lenka pun kembali ke tempat ia bertarung.


Lenka dengan cepat melumpuhkan grilize karena ia paling menggangu pergerakannya.


"akh"


tersisa 5 orang dari murid baru,1 gadis dengan rambut perak,1 gadis dengan rambut warna merah,dan 3 anak laki laki dengan muka mirip dan rambut pirang.


melihat kelima anak itu Lenka terkejut karena mereka telah berada di mana core puncak,Lenka pun tersenyum melihat kelima anak itu.


"tinggal kalian,sebenarnya aku ingin mengakhiri ini,lamiel pun sedang menerobos,aku hanya sedikit bisa menggunakan sihir penyembuh,tapi melihat kekuatan kalian,aku akan bermain main terlebih dahulu."kata lenka hendak memprovokasi kelima anak itu.


melihat kelima anak itu di provokasi lamiel yang berdiri di pintu pun menghela nafas.


"haah,si Leka itu."kata lamiel yang sudah berada di depan pintu.


awalnya ia sudah menerobos ia ingin melanjutkannya hingga tingkat 5,tapi ia mendengar keributan diluar membuat ia memutuskan keluar dari vila.


"benar benar merepotkan."kata lamiel lalu mengumpulkan anak anak yang pingsan untuk di obati olehnya.


sedangkan kelima anak itu masih diam,sampai seorang anak kecil membuka mulutnya.

__ADS_1


"sebenarnya untuk apa kau melakukan ini."kata anak laki laki yang di tengah.


"jika kau ingin tau maka kalahkan aku dulu."kata Lenka lalu mengambil ranting baru lagi.


"bersiap lah Maxus Waxus,kita gunakan formasi itu.


"baik kak laxus"kata Maxus dan Waxus secara bersamaan.


lalu ketiga anak kecil itu mengeluarkan pedang sihir.


Lenka yang melihat pedang sihir itu pun tetap tenang,bahkan senyumannya tambah lebar.


lalu Laxus pun melesat dengan kecepatan penuh,tapi masih lambat menurut Lenka.


mereka bertiga melesat secara bersamaan,dengan formasi yang mereka miliki,tapi Lenka hanya menghindar dan menghindar membuat Maxus dan Waxus kesal,tapi Laxus masih tenang,karena itu bukan serangan utamanya.


setelah terus menghindar dan mengelak,Lenka merasa ada yang ganjil,ia mulai merasa bahwa yang mereka bertiga incar bukan Lenka tapi sesuatu yang lain.


Lenka mulai memindai dengan cermat keadaan sekitarnya.


"oh,jadi begitu."kata Lenka,lalu mulai merubah arah menghindarinya.


setelah beberapa menit ketiga anak itu pun berhenti dan berbaris,di depan ketiga anak itu sebuah lingkaran sihir dengan warna oranye muncul.


ketiga anak itu mengucapkan mantra secara bersamaan,lalu sebuah naga timur petir muncul dari lingkaran sihir itu,naga itu memiliki panjang 15 meter dan tampak menyeramkan.


meskipun melihat naga itu Lenka masih tersenyum mengejek,bahkan ingin tertawa,saat naga timur itu meluncur ke langit naga petir itu langsung hancur dan hilang.


ketiga anak itu tampak terkejut,karena teknik rahasia keluarga mereka gagal,bahkan ia tidak pernah melihat teknik tingkat 6 itu gagal.


melihat ketiga anak kecil itu putus asa,Lenka entah harus tertawa atau menyesal,tapi ia tetap berjalan kearah ketiga anak kecil itu,Lenka ingin membuatnya pingsan tapi sebuah suara membuat ia membatalkan niatnya.


"oi Leka,bila kau membuat ia pingsan juga maka urus mayatnya juga."teriak lamiel.


mendengar suara lamiel Lenka pun berbalik dan menyapa lamiel


"ooooii,lamiel apa kau sudah menerobos."kata Lenka.


"kau kemari dulu bawa kelima anak itu kemari."kata lamiel


"yaa."


lalu Lenka pun membawa kelima anak itu,meskipun lenka harus menggendong ketiga bersaudara itu.


setelah sampai di sana Lenka pun mendapatkan tatapan tajam dari lamiel.


"oi Leka,setelah ini kau harus menjelaskan semuanya."kata lamiel sambil mencengkram bahu lenka.


"iya iy--aaaaa,sakit sakit lamiel hentikan kau menghancurkan tukang bahu ku, sakit."


krakk


"aaaaaaaaaaaaaa."teriak Leka karena bahunya yang di retakan oleh lamiel.


"lamiel,dasar sial*n,bedeb*h,b*ngsat,kenapa kau,ah, dasar sial*n."kata Leka sambil mengejar lamiel.


"maaf,maaf,tak kusangka fisik ku juga meningkat,kukira dengan kekuatan segitu kau tidak akan apa apa."kata lamiel sambil di kejar Lenka.


"dasar lamiel p*rsetan."

__ADS_1


bersambung……


__ADS_2