Bocah Neraka

Bocah Neraka
terlalu berlebihan


__ADS_3

bom!


sebuah ledakan kecil terjadi membuat banyak debu di tengah tengah lamiel dan Lenka.


setelah ledakan kecil tadi puluhan bola api menghujani lamiel,lamiel yang merasakan bola api itu membuat perisai dari 5 bola mana miliknya.


tak sampai disitu lamiel pun menciptakan bola es dan berniat menembakan bola itu ke arah Lenka,sedangkan Lenka yang terus fokus menyerang pun tidak sadar bahwa sebuah bola es sedang menuju kearahnya.


ledakan terus terjadi di tempat lamiel,hal itu membuat Lenka lengah dan hanya menyerang.


sedangkan Lenka ia merasakan bahaya pun menghentikan serangannya dan melompat kebelakang untuk menghindar.


brezz!


tempat yang Lenka tempati tadi menjadi membeku,hal itu membuat Lenka bernafas lega karena masih bisa menghindar dari serangan lamiel.


"hebat juga kau bisa menghindar."kata lamiel yang berada dalam debu.


tubuhnya di selimuti pelindung yang sangat kuat,itu yang dipikirkan oleh Lenka.


"ini belum berakhir lamiel."kata Lenka lalu menciptakan beberapa tombak api dan melemparkannya ke lamiel.


Lenka mendekati lamiel berniat melawannya dengan menggunakan pedang,ia merasa melawan percuma melawan lamiel menggunakan sihir.


lenka membuat banyak sihir api untuk menciptakan banyak debu agar ia bisa mencari sebuah tongkat untuk menjadi sebuah pedang.


"apa yang kau cari Lenka."tanya lamiel.


"sepertinya bertarung menggunakan sihir akan percuma jadi aku berniat melawan mu menggunakan pedang."kata Lenka dengan jujur.


"jika itu mau mu."kata lamiel lalu ia menciptakan 2 pedang perak agak pendek,lebih mirip belati ketimbang pedang,lamiel pun melempar pedang itu sampai di depan Lenka.


Lenka kaget karena lamiel bisa menciptakan pedang dari bola di belakangnya,tapi Lenka tidak berpikir panjang dan mengambil pedang di tanah.


Lenka membuat kuda kuda,ia menatap ke depan dengan mata yang sangat fokus.


huff


asap keluar dari mulut Lenka,tak lama Lenka pun melesat kearah lamiel dan mengayunkan nya ke dada lamiel,lamiel yang menjadi hal itu pun langsung menangkis serangan lenka.


melihat serangan nya di tangkis,Lenka mundur beberapa langkah dan kembali melesat kearah lamiel,Lenka menebaskan pedangnya berkali kali kearah lamiel mengincar titik buta lamiel.


tapi lamiel selalu menangkisnya membuat Lenka menjadi agak marah.


sring!sring!sring!


dentaman besi terdengar dari lamiel dan Lenka mereka berdua bertarung sangat sengit padahal pertarungan itu berat sebelah,lamiel yang selalu menangkis membuat Lenka jengkel.


setelah beradu pedang cukup lama Lenka pun mundur dan membuat kuda kuda baru,Lenka menaruh pedang kecilnya itu di pinggang membuat gerakan seperti menariknya dari sarung pedang.


Lenka berlari menuju kearah lamiel dengan gerakan yang sangat cepat bahkan lamiel pun terpana melihat kecepatannya.


"pernapasan matahari, tebasan matahari."


Lenka menarik pedang di pinggangnya dan membuat tebasan horisontal ke arah dada lamiel,lamiel yang melihat itu pun langsung menangkisnya dengan pedang nya.


tapi bukanya menahan pedang itu,pedang yang di bawa lamiel malah terbagi menjadi dua,tebasan dari Lenka itu pun menebas dada lamiel.

__ADS_1


crush!


dada lamiel terbelah,lamiel yang melihat itu melompat kebelakang untuk menjaga jarak.


"sepertinya ini kemenangan ku."kata Lenka sambil melakukan gerakan menyarung kan pedang.


"apa benar begitu."kata lamiel.


lalu darah di dada lamiel pun berhenti bercucuran,perlahan kulit dan daging lamiel pun mulai beregenerasi,hal tersebut membuat Lenka terkejut.


"lamiel,kau itu sebenarnya makhluk apa."tanya Lenka lalu kembali membuat kuda kuda.


"kau ingin tahu siapa aku,maka kalahkan aku,akan diberitahu anggap saja bonus dari mengalahkan ku."kata lamiel lalu membuat pedang baru.


setelah itu Lenka pun melesat kencang,membuat angin di sekitarnya terhempas.


wushh!


Lenka dengan cepat berada di depan lamiel hendak memotong tangan kanan lamiel,lamiel pun tidak tinggal diam ia sekarang akan mulai menyerang Lenka.


lamiel melompat kebelakang untuk menghindari Lenka,lalu lamiel pun melesat maju ingin menebas Lenka,Lenka pun selalu menangkis serangan dari lamiel.


keduanya bertarung sangat sengit,pertarungan pedang itu membuat percikan,semakin lama pertarungan pedang yang digunakan oleh lamiel dan Lenka pun retak dan patah.


tapi itu tidak membuat keduanya mengehentikan nya.


keduanya pun menjadi adu tinju.


lamiel menyerang Lenka bertubi tubi,Lenka ingin menyerang balik,tapi ia takut terkena pukulan,sebab dari kecil ia selalu di bully oleh anak anak remaja membuat ia menjadi trauma terhadap pukulan apa lagi di wajah.


Lenka pun hanya bertahan,merasa tidak kuat menahan serangan dari lamiel Lenka pun melompat kebelakang hendak menjaga jarak.


tak sampai situ lamiel terus mengejar Lenka dan meninjunya dengan kuat.


bam!bam!bam!


Lebak terus terlempar,wajahnya terdapat banyak lebam dan hidungnya mengeluarkan banyak darah.


merasa ia sudah terbiasa dengan wajah yang di pukuli Lenka pun membalas pukulan dari lamiel.


saat ia di pukul oleh lamiel Lenka melihat dunia melambat,ia sangat fokus mencoba menghindar dari pukulan lamiel.


tepat sebelum lamiel memukul wajah Lenka lagi,wajah Lenka sudah menghindar kesamping,lamiel kaget karena Lenka bisa menghindar dari serangannya.


dan


bam!


sebuah pukulan menghantam wajah lamiel,lamiel pun terhempas kebelakang,tapi ia menghentikan tubuhnya di udara dan membuat pijakan dan kembali meluncur ke arah Lenka.


Lenka melihat lamiel dengan cepat meluncur kearahnya pun kembali fokus,seperti sebelumnya waktu kembali melambat,membuat Lenka bisa menghindari serangan dari lamiel,serta ia juga memukul wajah lamiel.


tapi suatu hal tak terduga sebelum pukulannya mengenai wajah lamiel sebuah tangan menghentikan pukulannya dan wajahnya pun merasakan sebuah pukulan yang sangat keras.


tapi tidak seperti tadi Lenka saat ini tidak terpental,karena pukulan lamiel melemah sebab ia hanya mengayunkannya.


Lenka masih sangat fokus,membuat lamiel merasa aneh,ia mundur beberapa lompatan.

__ADS_1


membuat jarak yang sangat jauh antara mereka berdua.


tanpa aba aba mereka berdua pun melesat secara bersamaan,dan pukulan mereka mengenai tangan yang sedang melakukan adu tinju.


lamiel dengan tangan kirinya dan Lenka dengan tangan kanannya.


kedua pukulan itu nampak seimbang,berkat skil pasif body counter milik Lenka ia dapat bertahan dari serangan lamiel dan membuat tubuhnya semakin kuat.


sedang kan lamiel menggunakan tangan kirinya sebab di tangan kanannya terdapat cincin penyimpanan yang menyimpan semua uangnya.


karena kedua pukulan itu seimbang Lenka pun mencoba memukul lamiel dengan kedua tangannya,sedangkan lamiel ia menahan semua pukulan Lenka dengan telapak tangan miliknya.


bam!bam?bam!


suara ledakan terjadi saat kedua anak kecil itu bertarung,lamiel merasa tidak kuat hanya menahan pukulan Lenka pun melompat kebelakang sambil bersalto beberapa kali.


membuat jarak antara kedua anak kecil itu menjadi agak jauh,lamiel pun meraih cincin yang berada di jari telunjuknya,lamiel membuang cincin itu ke samping dan melesat kearah Lenka.


Lenka pun juga melesat kearah lamiel,mereka sekali lagi beradu tinju,lenka kalah saat beradu kali ini,membuat ia terpental beberapa meter,Lenka dengan cepat berdiri dan ia pun menjadi fokus kembali.


sebuah pukulan dengan cepat berada di depan lenka tapi Lenka pun dengan cepat menghindarinya dan memukul wajah lamiel.


lamiel yang wajahnya di pukul pun mengayunkan tangannya ke arah kepala Lenka,tapi Lenka kali ini menghindarinya.


melihat Lenka menghindari serangannya lamiel nampak terkejut,tapi keterkejutannya terhenti saat ia mendapatkan pukulan beruntun dari Lenka.


lamiel yang tidak siap itu pun harus mendapatkan pukulan beruntun itu.


bam!bam!bam!bam!


Lenka memukul lamiel tanpa henti,dan lamiel hanya menerima semua pukulan Lenka.


setelah beberapa saat pukulan Lenka berhenti,melihat pukulan Lenka sudah berhenti lamiel pun berkata.


"apa sudah selesai Lenka."kata lamiel.


melihat Lenka tampak baik baik saja bahkan setelah menerima semua pukulannya Lenka tampak shock.


"kau ini sebenarnya makhluk apa lamiel."tanya Lenka sambil terengah engah.


"jika kau ingin tahu Maka menyerahlah aku akan memberi tahu mu."kata lamiel.


"mana mungkin aku menyerah."kata Lenka lalu kembali menyerang lamiel.


lamiel yang melihat bahwa Lenka masih bertekad menang pun merasa iba.


"tapi sayang sekali Lenka,aku lah yang akan menang."kata lamiel yang sudah berada di samping Lenka.


lamiel pun dengan semau kekuatannya ia mengepalkan tangannya menciptakan gelombang kejut,dan memukul perut Lenka dengan sangat keras.


bomb!


sebuah gelombang kejut tercipta dari pukulan itu menembus tubuh Lenka dan dan menghancurkan tanah di belakangnya sepanjang 10 meter.


"akh."Lenka mengeluarkan seteguk darah,organ dalamnya terguncang membuat dirinya tak sadarkan diri.


bruk!

__ADS_1


tubuh Lenka terjatuh,mulutnya mengeluarkan banyak darah membuat lamiel merasa kasihan.


"ya ampun,sepertinya aku terlalu berlebihan."


__ADS_2