
keesokan harinya saat fajar lamiel dan lainnya sudah terbangun,sepertinya mereka tidak terlalu terbiasa untuk tidur di luar,bahkan lamiel pun tidak tidur dengan nyenyak.
mereka hanya saling sapa saat bertemu di lantai atas dengan kantung mata dan muka mengantuk,mereka keluar untuk mencari kamar mandi tapi tak menemukannya sama sekali jadi mereka bertanya pada resepsionis yang kebetulan lewat.
"kak bisa minta tolong?"tanya lamiel.
"tolong apa tuan muda?"kata resepsionis.
"dimana letak kamar mandi?"tanya lamiel.
mendengar itu wajah resepsionis itu menjadi suram,ia tersenyum masam dan bermata"maaf tuan muda tapi setiap kamar memiliki kamar mandinya agar mempermudah pelanggan."kata resepsionis itu.
"oh.begitu ya, terimakasih."kata lamiel lalu kembali ke kamar nya,dan yang lain pun ikut ke kamarnya masing masing.
setelah sampai kamar,lamiel pun mandi dan mengganti bajunya dengan baju hitam polos,karena lamiel tidak tahu harus melakukan apa ia pun bermeditasi mengumpulkan mana,berharap dapat menerobos.
setelah satu jam meditasi lamiel nampak lebih bugar, karena ia bisa mengisi kembali mana yang ia gunakan kemarin,setelah melakukan beberapa peregangan otot dan tulang lamiel pun berdiri dan berniat makan di lantai bawah.
setelah sampai bawah lamiel melihat di sana terlihat sepi,hanya ada beberapa orang termasuk Lenka dan Vione yang sedang mengobrol,jadi lamiel pun memesan tiga porsi makanan ke resepsionis yang sedang membaca buku,lalu kembali berjalan kearah Lenka dan Vione.
"selamat pagi kalian berdua."kata lamiel sambil mendekati mereka berdua.
"selamat pagi lamiel."kata Vione sedangkan Lenka tidak menjawab.
"lamiel jarang sekali melihat mu bangun sepagi ini."kata Lenka sambil melihat lamiel.
"ya begitulah,hari ini tidurku tidak nyenyak,ngomong ngomong apa yang kalian bicarakan?"tanya lamiel.
"tidak ada,hanya aku dan Vione kemarin malam sudah mendapatkan beberapa info dari pelanggan tentang kerajaan greeds,serta tentang putri Livia."kata Lenka sambil menopang dagunya.
"sepertinya menarik,bisa kau ceritakan?"
__ADS_1
"ya aku tak keberatan."kata Lenka lalu mulai menceritakan semua info yang ia dapat dari para pelanggan.
seperti yang di ketahui oleh Lenka,nama greeds itu berarti keserakahan,bahkan salah satu pangeran di kerajaan itu memiliki title 7 dosa besar keserakahan,sedangkan Livia adalah seorang putri cantik yang hampir berusia 15 tahun,menurut kabar putri Livia akan di kirim ke kerajaan lust untuk di jadikan seorang selir pangeran di sana.
"tapi sang putri menolak membuat ia harus di kurung sampai ada yang mau mengantarkannya ke kerajaan lust,dan hal ini lah yang membuat kerajaan greeds memberikan quest ini pada akademi,karena mereka hampir tidak bisa ikut dalam masalah internal kerajaan."kata Lenka di ikuti oleh anggukan Vione.
"sedangkan Vione apa yang kau dapat?"tanah lamiel.
"hampir sama seperti Lenka,tapi aku mendengar bahwa yang mengurung bukanlah raja tapi sang pangeran keserakahan,menurut rumor pangeran keserakahan menyukai putri Livia tapi mendengar bahwa putri Livia akan di jodohkan membuat pangeran itu mengurungnya."kata Vione.
"ooh,sepertinya menarik."kata lamiel,lalu para pelayan sudah datang sambil membawa makanannya.
"kita lanjutkan nanti setelah makan,kita akan bersiap siap dan membangunkan yang lainnya lalu kembali berangkat."kata lamiel.
"ya."
lalu mereka makan,setelah makan Lenka membereskan barang miliknya,sedangkan Vione membangunkan yang lainnya serta menyuruh mereka makan.
setelah menunggu selama setengah jam akhirnya mereka semua siap,mereka keluar dari penginapan itu saat pagi sekali bahkan matahari masih belum menampakkan diri,sekitar pukul 6.
mereka melewati banyak hutan dan kota,hampir tidak ada halangan bagi mereka,mereka juga tidak bosan karena pemandangan langit yang indah,apalagi itu masih pagi.
setelah terbang selama 2 jam tanpa henti mereka semua akhirnya sampai di gerbang ibukota kerajaan greeds.
kota yang sangat besar,hampir 10 kali lipat lebih besar dari pada kota yang mereka singgahi tadi,bahkan tembok yang memiliki tinggi setinggi 20 meter dengan sebuah meriam di atasnya dan para penjaga.
karena antrian yang panjang membuat mereka harus menunggu lama untuk masuk ke dalam ibukota kerajaan greeds itu,cukup lama.untuk sampai ke gerbang,jadi lamiel pun mengatakan untuk jangan menggunakan token emas yang diberikan oleh pak Dean,gunakan kartu siswa saja.
setelah menunjukan kartu siswa akademi white sky mereka pun masuk dengan mudah,setelah masuk mereka memutuskan untuk langsung pergi ke istana,karena lamiel tidak ingin membuang banyak waktu lagi,ia merasa malas untuk pergi jauh sekarang karena mood nya sedang buruk.
istana kerajaan greeds cukup jauh dari tempat lamiel sekarang,jadi membutuhkan lebih banyak waktu lagi bagi mereka untuk sampai,apalagi beberapa orang juga berhenti sebentar dan membeli makanan pedang perisai armor dan lain lain.
__ADS_1
tujuan mereka kini berubah menjadi berbelanja,bahkan lamiel pun sudah mendapatkan kembali moodnya dan mulai membeli banyak makanan kecil untuk di santapnya sendiri.
mereka terus berbelanja dan jalan jalan di ibukota sampai siang,sampai Lenka menyadari sesuatu yang salah,jadi ia pun memanggil semua nya.
"tunggu!bukankah kita disini ada misi untuk mengawal putri?kenapa malah menjadi berbelanja?"tanya Lenka membuat mereka semua sadar.
"oh benar juga!bagaimana bisa kita lupa dengan itu?"kata lamiel sambil memakan sebuah cumi bakat.
"lupakan itu,lebih baik kita segera ke istana,mungkin raja sudah menunggu kita."kata Laxus lalu pergi kearah istana diikuti yang lainnya.
istana kerajaan greeds sangat besar,hampir setara 2 bangunan di akademi white sky jadi mudah untuk menemukannya,setelah berjalan cukup jauh mereka pun dapat melihat gerbang istana.
saat akan kesana,sebuah kereta kuda dengan yang nampak sangat mewah berlari melewati penjaga gerbang tanpa di hentikan,karena terdapat lambang keluarga Duke di kereta kuda.
melihat itu lamiel dan lainnya pun ikut masuk,tapi saat akan mendekat ke gerbang para penjaga mengangkat tombak mereka kearah Laxus.
"berhenti!siapa kalian?apa urusan kalian datang kesini?"tanya penjaga itu dengan tegas.
"kami dari akademi white sky diberi misi untuk mengawal putri livia."kata Laxus sambil memberikan lencana emas yang diberikan Dean.
para penjaga yang melihat lencana itu pun menarik tombaknya dan menyuruh mereka menunggu,sedangkan salah satunya pergi untuk menghubungi raja.
setelah beberapa menit seorang pria tua dengan pakaian pelayan datang,ia memiliki tubuh besar dan terlihat kekar walaupun memakai pakaian pelayan.
"apakah kalian orang yang dikirim oleh akademi white sky untuk mengawal tuan putri?"kata pelayan itu dengan sopan.
"iya."jawab Laxus.
"bisakah anda memperlihatkan lencana emas itu pada saya?"kata pelayan itu.
"oh tentu saja."kata Laxus lalu memberikan lencana itu.
__ADS_1
"lencana ini asli,ayo ikuti aku,yang mulia sudah menunggu."kata pelayan itu lalu pergi lalu yang lainnya pun ikut berjalan di belakangnya.
bersambung……