Bocah Neraka

Bocah Neraka
pertemuan


__ADS_3

setelah mengikuti pelayan itu,lamiel dan yang lainnya pun sampai di sebuah ruangan besar dan mewah,bahkan memiliki pintu emas dan banyak lukisan serta hiasan lainnya.


"silahkan duduk dimana saja,saya akan memanggil yang mulai."kata pelayan itu.


"baik, terima kasih."kata Laxus dengan sopan.


lalu pelayan itu keluar dari ruangan itu,di depan mereka terdapat banyak kursi dan sebuah meja panjang,seperti ruang makan ala kerajaan,tapi yang berbeda tidak ada makanan di sana.


lalu mereka semua duduk berdekatan,dan kebetulan lamiel dan Lenka berada paling ujung serta duduk berhadapan dekat dengan kursi di ujung,tak lama kemudian seorang pria tua datang,ia bersama dengan seorang pemuda dan pelayan yang mengantar mereka tadi.


"silahkan yang mulia."kata pelayan itu dengan membungkuk.


melihat pria itu Laxus dan yang lainnya pun ikut berdiri kecuali lamiel dan Lenka yang masih duduk,lalu Laxus dan yang lainnya pun membungkuk.


pemuda yang ikut bersama raja melihat lamiel dan Lenka tidak membungkuk saat menemui raja pun menjadi marah dan berteriak.


"hei kau!berani sekali tidak membungkuk saat menemui raja!cepat berlutut maka aku akan mengampunimu!"kata pemuda itu.


sedangkan lamiel dan Lenka yang mendengar itu merasa aneh.kenapa pemuda itu berteriak dan menyuruh mereka berlutut?bukankah itu aneh menurut lamiel,sedangkan Lenka tahu itu karena kesombongan pemuda itu.


melihat pemuda itu berteriak lamiel menjadi sadar dan berkata dengan lembut.


"hei kau tidak sopan,bahkan berani berteriak di depan raja,cepat meminta maaf kepada raja!"kata lamiel membuat wajah pemuda itu suram


itu bahkan membuat orang orang di sekitar menahan tawa akibat ulah pemuda itu,bahakan pelayan yang dibelakang raja menutup mulutnya dengan tangan,sudah alam ia tidak melihat seorang bangsawan di permalukan,apa lagi di depan raja.


"apa yang kau bilang!"teriak pemuda itu.


"sudah cukup space!"kata raja yang tadi diam.


"ba-baik raja."kata space lalu diam dan hanya bisa menahan kemarahannya.


raja pun berjalan diikuti oleh pelayan dan pemuda yang di panggil space menuju kursi di sebrang,space duduk di sebelah Lenka,sedangkan pelayan itu berdiri di samping raja.


tak lama kemudian seorang pemuda dengan wajah tampan dan rambut hijau datang ke ruangan itu,sang raja yang melihat pemuda itu pun menyuruhnya duduk.


"grey kesini duduk."kata raja.


"baik."kata pemuda yang di panggil grey lalu duduk di sebelah lamiel.


melihat grey lamiel menjadi tahu seberapa pendek ia saat ini,ia mungkin lebih pendek daripada dada grey di sampingnya."suatu saat aku pasti menjadi lebih tinggi dari kalian."batin lamiel.


setelah grey duduk,ruangan menjadi sunyi,tidak ada orang yang berbicara mereka menunggu sang raja untuk berbicara,bagaimana pun yaang ada di hadapan mereka adalah raja.


"sebelum berbicara mengenai putri saya,bisakah kalian memperkenalkan diri kalian,saya adalah grove greeds,pemuda di kiri saya bernama Frans Smith anak dari Duke Smith,sedangkan di kanan saya adalah grey pangeran ketiga."kata raja grove.


mendengar itu Laxus pun berbicara.


"saya laxsus lestropatra, di kiri Dan kanan saya adalah adik adik saya,Maxus dan Waxus."kata Laxus dengan sopan dan sambil menunjuk 2 saudaranya.


melihat Laxus yang lainnya pun ikut mengenalkan diri,setelah selesai pengenalan raja pun kembali membahas misi yang diberikan.

__ADS_1


"misi kalian hanya satu,yaitu mengantar putriku ke kerajaan lust."kata raja.


"tapi ada satu kendala yang membuat putri Livia tidak kesana sampai hari ini."


"apakah ada sesuatu yang membuat anda tidak bisa mengirimkannya yang mulia?"tanya Laxus dengan sopan.


"apakah kalian pernah mendengar rumor kalau putri Livia dikurung oleh seorang pangeran?"kata raja.


mendengar itu Laxus pun menggelengkan kepalanya.


"saya tidak pernah mendengarnya."kata Laxus,sedangkan lamiel Lenka dan Vione tidak ingin ikut campur,biarkan Laxus mengiris semuanya.


"jika tidak pernah mendengarnya maka itu lebih baik.tapi seperti yang ku katakan putri Livia sekarang sedang di kurung oleh pangeran itu."kata raja dengan mata tajam.


mendengar itu mereka semua merasa suasana menjadi semakin berat,bahkan lamiel juga merasa begitu.


"untuk membebaskan putri Livia,pangeran itu membuat sebuah syarat,yaitu mencarikan orang yang bisa mengalahkannya dengan usia 15 tahun kebawah."kata raja.


"meskipun aku sudah membatalkan perjodohan putri Livia,tapi pangeran itu masih memberikan syarat ini untuk membebaskan putri."kata raja dengan muka masam.


"permisi yang mulia,kalau perjalanan putri Livia tidak jadi lalu boleh kami langsung pulang setelah ini?"kata lamiel sambil mengangkat tangan.


mendengar kata kata lamiel wajah mereka semua terlihat jelek,bahkan Lenka tidak percaya atas apa yang di katakan lamiel.


"tentu,kalian boleh pulang setelah melawan pangeran itu."kata raja sambil menahan amarah,lalu pergi.


"ikuti aku,selama kalian menang maka aku akan mengampunimu."kata raja lalu kembali berbalik dan pergi.


buk!buk!buk!buk!buk!


kepala lamiel di pukuli oleh mereka semua,kecuali space dan grey yang sudah keluar.


"lamiel..!apa yang kau pikirkan!kau sudah membuat marah raja!"kata Lenka sambil memegang kerah lamiel.


"terus?"


........


keadaan menjadi hening sejenak,lalu Lenka pun melepaskan kerah lamiel,lamiel pun menata kembali kerahnya dan pergi meninggalkan mereka.


mereka masih diam seperti patung,entah mereka kaget atau tidak mereka tidak tahu.


"sudahlah,lamiel memang suka membuat orang lain kaget dengan tindakannya,percaya saja padanya."kata Lenka lalu ikut pergi.


melihat Lenka pergi mereka pun pergi mengikuti Lenka,bagaimanapun lamiel memang selalu sembrono,tapi setidaknya mereka percaya pada kekuatan lamiel.


setelah berjalan beberapa saat mereka telah menyusul lamiel dan rombongan raja,setelah berjalan lagi mereka telah sampai di sebuah ruangan luas,mungkin setara seperempat bangunan asli istana.


di ruangan itu hanya ada seorang pemuda sedang berlatih pedang,hanya ada lantai datar yang terlihat sangat kuat.


"William berhenti berlatih,ayah membawa penantang baru!"teriak raja dengan keras.

__ADS_1


mendengar teriakan raja pemuda yang berlatih pedang pun berlari kearah raja,setelah sampai ia pun berlutut.


"William menghadap yang mulia!"kata William dengan sopan,ia memiliki wajah tampan dan mata biru yang serasi dengan rambut pirang yang pendek.


"bangunlah!"


"baik ayahanda."kata William lalu berdiri.


"mereka adalah penantang kali ini."kata raja sambil memperlihatkan lamiel dan yang lainnya,bahkan raja juga menunjuk space,ia juga akan menantang William.


melihat mereka semua William pun menghampiri mereka,dengan tatapan tajam ia menganalisa mereka semua.


"ayahanda tolong buatkan ring,saya ingin melawan dia."kata William sambil menunjuk Lenka.


Lenka yang di tunjuk William pun merasa heran."kenapa aku yang terlihat lemah ini harus melawan mu?"batin Lenka.


"apa kau yakin?ia terlihat lemah!"kata raja,tapi itu tidak membuat Lenka marah,karena ia memang merasa lebih lemah dari pada raja ataupun William.


"tidak,dia tidak lemah,menurut mataku ia memiliki banyak pertarungan hidup dan mati."kata William dengan tatapan tajam membuat Lenka merinding.


"baiklah."kata raja lalu menghentakkan kakinya,perlahan tanah pun muncul di ruangan luas itu membentuk sebuah ring dengan area yang sangat luas.


melihat ring sudah jadi William pun melompat ke ring dengan tinggi 5 meter itu,sedangkan Lenka ia hanya berdiri di tempat.


"apa yang kau lakukan cepat kemari!"kata William dengan dingin pada Lenka.


mendengar itu Lenka hanya bisa menghela nafas,lalu berjalan ke pelayan di belakang raja.


"pak pelayan,bisa aku mendapatkan pedang?"kata Lenka.


"oh baiklah. tunggu sebentar."kata pelayan itu lalu pergi.


"apa yang kau lakukan Lenka bukankah kau bisa mengalahkannya dengan tangan kosong?apa kau butuh ranting aku bisa membuatkan mu."kata lamiel yang tiba tiba berada di sebelah Lenka sambil menciptakan sebuah ranting.


"mana mungkin aku bisa mengalahkannya tanpa senjata,ia sudah di tingkat purification soul tingkat 4 mana mungkin aku bisa mengalahkannya."kata Lenka dengan suara kecil.


"eeeh,bohong,atau kau mau kubuatkan pedang?"kata lamiel.


"tidak perlu."


"aku ingin mengetahui batas diriku."lanjutnya


lalu pelayan pun datang dengan sebuah pedang yang nampak bagus,memiliki panjang selengan Lenka membuat Lenka nyaman dengan pedang itu.


setelah itu Lenka melompat dari bawah keatas,saat sampai atas ia melihat William yang sudah siap dengan sebuah kuda kuda kuat.


melihat itu Lenka memejamkan matanya,merilekskan tubuh saraf serta otot ototnya, bernafas dengan teratur menajamkan refleksnya.


lalu raja pun terbang di ikuti oleh terbangnya space dan grey yang di terbangkan oleh pelayan,tidak lupa dengan lamiel dan yang lainnya yang di terbangkan oleh pelayan agar bisa melihat pertarungan William dan Lenka.


lalu raja pun mendekat berada diantara lamiel dan Lenka lalu berteriak."pertarungan dimulai!"

__ADS_1


bersambung……


__ADS_2