
setelah Lenka sudah tidak muntah lagi lamiel pun menyuruh lenka menuntunnya ketempat baju yang biasa ia beli.
"tapi aku tidak pernah membeli baju."kata Lenka yang membuat lamiel terjatuh.
"lalu aku membeli baju itu dari mana."kata lamiel sambil bangun dari jatuhnya.
"aku di beri oleh tetangga,mereka sangat baik kepada ku,mereka bilang mereka berhutang Budi pada ayahku dan hal itu membuatku bisa hidup sampai sekarang.
"lagi pula kenapa kita harus membeli baju."tanya Lenka.
"kau ini,hah, lihatlah bajumu,apakah itu masih bisa di pakai."kata lamiel sambil menunjuk baju Lenka yang memiliki banyak sobekan di mana mana bahkan baju seorang pengemis lebih baik dari baju Lenka.
"kau benar,tapi permintaan ku bukan membeli baju."kata Lenka dengan nada mengancam.
"tenang kau akan ku belikan."kata lamiel.
"oke."kata Lenka sambil mengacungkan jempolnya.
setelah itu mereka berdua pun memutuskan untuk ke pasar untuk membeli baju.
di perjalanan lamiel menanyakan kenapa ia bisa sampai di sini,lalu Lenka menjawab.
"tentu karena berjalan,bukankah sedari tadi aku di samping mu."kata Lenka dengan ekspresi heran.
"bukan itu yang ku masud,yang ku maksud adalah apa alasan mu bisa sampai di dunia ini."kata lamiel dengan nada agak naik.
"karena wanita."kata Lenka dengan nada sedih.
"memangnya kau di apakan."tanya lamiel.
"ntah,sekarang waktunya mencari toko baju ayo."kata Lenka dengan nada bersemangat.
lamiel yang melihat itu pun merasa aneh,tapi ia tetap mengikuti Lenka mencari toko baju.
mereka berdua berjalan sambil melihat kanan kiri tanpa melihat ke depan membuat lamiel menabrak seseorang.
bruk!
lamiel menabrak seorang anak gemuk,anak itu berusia sekitar 7 tahun,ia mengenakan pakaian mahal yang terbuat dari sutra,serta dengan bentuk khas bangsawan.
setelah itu anak gemuk itu melihat keatas,ia melihat lamiel sedang menatapnya dengan wajah datar,melihat wajah datar orang yang ia tabrak,anak kecil itu marah dan berteriak.
__ADS_1
"dasar rakyat jelata,minggir aku mau lewat."kata anak gemuk itu.
lamiel yang masih menatap anak itu pun merasa agak jengkel,karena anak itulah yang telah menabrak nya lebih dulu.
"aku bilang minggir."kata anak itu yang masih duduk di tanah.
hampir semua perhatian orang di pasar mengarah ke lamiel dan anak gemuk itu.
karena kesal dengan tingkah bocah di depannya lamiel pun memukul wajahnya dan menghempaskan ya.
buk buk buk.
anak kecil itu menggelinding kebelakang karena pukulan dari lamiel.
setelah itu lamiel mendekati anak kecil itu,anak kecil itu pun langsung ketakutan, terlihat mukanya sudah memiliki lebam dan hidungnya mimisan.
"ja-jangan mendekat,kau tidak tau siapa aku,aku adalah anak dari Baron brins."kata anak itu mengancam.
sedangkan beberapa orang yang melihat itu pun langsung melaporkan penjaga yang sedang mencari lamiel.
mendengar ancaman dari anak kecil itu lamiel berhenti,anak gemuk itu pun menjadi sombong dan mengancam lamiel.
"benar,aku adalah Liz brins,anak Baron brins bila kau mau bersujud dan meminta maaf maka aku dengan senang hati mengangkat mu menjadi bawahan ku."kata anak gemuk itu.
sedangkan lamiel yang mendengar ancaman dari anak di depannya pun menganggap ia sudah gila,tapi tak lama kemudian seorang prajurit datang dan berlutut di depan lamiel.
hak itu membuat lamiel terkejut,karena ia pernah melihat prajurit itu,prajurit itu adalah prajurit yang melindungi rumahnya jadi lamiel agak terkejut melihatnya disini.
"hormat kepada pangeran lamiel."kata prajurit itu.
para warga yang melihat itu pun heran,tapi beberapa orang juga berlutut membuat orang orang juga berlutut,bahkan Lenka pun ikut berlutut agar ia tidak mencolok.
Liz pun bingung dengan situasinya,ia hanya melihat orang orang berlutut kepada orang yang telah ia ancam,dan orang yang ancam juga di panggil pangeran membuat Liz menjadi panik.
sekarang di dalam pasar tersebut hanya ada dua orang berdiri yaitu lamiel dan Liz,lamiel tahu bahwa dirinya telah di ketahui oleh penjaga,tapi Liz ia masih bingung bahkan ia sangat linglung.
melihat orang orang berlutut lamiel pun berkata.
"berdiri."kata lamiel.
lalu semua orang pun berdiri,kecuali prajurit itu.
__ADS_1
"pangeran lamiel,saya ditugaskan oleh kapten untuk membawa anda kembali,mohon untuk tidak memberontak."kata prajurit itu.
"hah,baiklah aku akan menyerah,tapi bawa dia juga bersama ku."kata lamiel sambil menunjuk Lenka.
"aku."kata Lenka sambil menunjuk dirinya sendiri.
"iya."kata lamiel dengan datar.
"baiklah pangeran."kata prajurit itu lalu menggendong Lenka dan lamiel lalu pergi dari sana.
sedangkan di pasar tadi Liz yang masih tidak tahu apa yang terjadi di lempari tomat oleh salah satu pedagang.
"dasar sampah."kata seseorang.
"dasar memang keluarga brins memang tidak bisa di andalkan."kata seseorang lagi.
"berani mengancam pangeran,memang hal bodoh."kata ornag orang yang berbisik tapi itu terdengar jelas di telinga Liz.
cemoohan demi cemoohan di lontarkan oleh semua orang,melihat orang orang mengejeknya membuat Liz marah ia dengan lantang mengatakan.
"aku adalah Liz brins anak seorang Baron kalian berani mengejekku."teriak liz tapi teriakannya tidak di dengar oleh orang di sekitarnya hanya ada cemoohan yang ia dengar.
"hentikan,hentikan,tolong hentikan itu."terima Liz.
tapi bukanya berhenti ia malah di lempari oleh sampah dan buah buah busuk yang berada di tempat sampah.
Liz pun hanya bisa menunduk dan menyembunyikan kepalnya sambil menangis tubuhnya di penuhi oleh buah buahan busuk membuat dirinya semakin putus asa.
bahkan tidak ada hujan, hanya ada langit yang cerah membuat ia merasa dunia tidak adil untuk pertama kalinya.
sedangkan lamiel sekarang sudah berada di halaman istana,ia di temani dengan Lenka dan gust seorang kapten prajurit disini.
"yang mulia ratu pangeran lamiel sudah di temukan."kata gust dengan sebuah alat aneh beras di depan mulutnya.
beberapa saat kemudian ratu lica pun datang dengan wajah yang tampak bahagia.
"oh lamiel dari mana saja dirimu nak apa kamu mau ku pukul."kata lica sambil mengepalkan tinjunya dan tersenyum.
"ti-tidak ibunda."kata lamiel dengan muka ketakutan.
"oh,jadi kamu tidak mau tapi tidak apa apa aku tidak akan menyakitimu l-a-m-i-e-l."kata ratu lica dengan senyum bertambah lebar.
__ADS_1
"sepertinya aku akan bernasib buruk kali ini."batin lamiel.
"mengapa tadi aku menyerahkan diri."