
setelah itu mereka pun mengikuti raja grove, hingga sampai ke sebuah ruangan yang termasuk kecil di dalam istana,meskipun termasuk kecil tapi luasnya sama seperti ruang santai di villa mereka.
setelah masuk di sana mereka melihat bahwa ruangan itu adalah ruangan bekerja raja, Raja grove duduk di kursi dengan meja yang memiliki banyak dokumen yang menumpuk.
"kerja bagus kalian berhasil mengalahkan anakku dan menyelamatkan putriku!seperti perjanjian tadi kalian akan kuberi izin memasuki dungeon dan labirin,serta mendapatkan 10 gold per orang,ini hadiah khusus dariku!"kata raja dengan suara lembut.
"tapi membuat izin itu memerlukan banyak waktu,mungkin sekitar satu bulan maka semua kartu izin akan jadi."kata raja lalu menyuruh pelayan untuk memberikan 10 gold per orang.
"bermalam lah disini,besok kalian akan memulai misi yang sebenarnya."
"eh..?bermalam..?misi..?"
"apa maksudnya!bukankah kita boleh pulang setelah mengalahkan orang tadi!"teriak lamiel sambil menggebrak meja membuat banyak kertas beterbangan.
melihat itu grey menjadi marah dan dengan cepat sebuah pedang yang terbuat dari angin dengan beberapa beberapa kilatan petir muncul pada dekat leher lamiel,lamiel juga dengan cepat menghalau serangan itu dengan gelang gravitasinya yang tidak di hancurkan oleh lamiel.
pedang grey ditahan oleh gelang lamiel membuat bentak kertas dokumen terbang kemana mana tertiup angin,bahkan beberapa dokumen terpotong menjadi beberapa bagian akibat serangan grey.
"apa yang kau lakukan lakukan?"kata lamiel sambil melihat grey di atasnya.
mendengar perkataan lamiel grey hanya diam saja,ia terkejut dengan lamiel yang dapat menahan serangannya,apalagi dengan gelang lamiel yang terlihat kuat.
grey dengan cepat menghilangkan pedangnya lalu kembali ke belakang ayahnya dengan muka datar seperti tidak terjadi apa apa,melihat itu lamiel pun mengeluh pada raja.
"raja grove!apa-apaan anakmu itu!ia baru saja hampir membunuhku dengan pedangnya karena aku menggebrak meja!"teriak lamiel yang protes pada raja grove sambil menggebrak gebrak meja.
"tenanglah!bukankah kau masih hidup?"kata raja grove dengan santai menanggapi lamiel,ia menganggap lamiel masih sangat kecil,mungkin sekitar umur 5 tahun.
menyadari tatapan raja grove yang menganggap dirinya anak kecil lamiel hanya bisa menghela nafas dan kembali bertanya.
"jika besok adalah misi yang sebenarnya,kenapa kami harus melakukan itu,kami tidak memiliki kewajiban untuk itu."kata lamiel.
"kau ini masih kecil sudah pintar berbicara."kata raja grove dengan heran kepada lamiel,ia dari tadi tidak menunjukan hormat atau sopan santun,bahkan ia pintar berbicara,apa ia seorang reincarnator?
"kalian memang tidak memiliki kewajiban,tapi aku memiliki hadiah tersendiri untuk masalah ini."kata raja grove lalu bersandar pada kursi itu dan berputar menghadap kebelakang menghadap sebuah jendela dan melihat bagian luar.
"hadiah?memangnya apa hadiahnya?"
"hadiahnya adalah permintaan,kalian boleh meminta satu hal,asal tidak melebihi batas dan aku sanggup melakukannya maka akan ku turuti."kata raja grove yang melihat sebuah taman dari jendela.
__ADS_1
mendengar itu lamiel menjadi terdiam,ia berpikir sebentar dan berbalik meminta persetujuan teman temannya,mereka semua mengangguk dengan misi dan hadiahnya,bisa meminta sesuatu ke sebuah kerajaan besar pasti sangat banyak hal yang bisa dikabulkan.
"baiklah kami menerima misi ini,tapi aku punya pertanyaan."
"pertanyaan apa?"
"kenapa kau menjual putrimu ke kerajaan lust?"tanya lamiel membuat suasana menjadi hening.grove juga sedikit tercengang dangan pertanyaan itu.
raja grove sedikit termenung,
"baiklah,akan ku ceritakan."kata grove lalu berbalik dengan kursinya
"ayahanda!"teriak grey dengan terkejut
"tidak apa apa grey."kata grove menenangkan grey
"y-ya,baik ayahanda."
melihat grey sudah tenang grove pun mulai bercerita,sedangkan space disuruh keluar oleh pelayan,awalnya space menolak,tapi akibat aura dari raja dan grey membuat space Diam dan mengikuti pelayan.
"alasan aku mengirim Livia ke kerajaan lust karena sebuah perjanjian,aku akan menikahkan putri Livia dengan salah satu pangeran mahkota di sana agar bisa mendapatkan rumput darah Phoenix untuk menyembuhkan istri pertama ku atau ibu kandung Livia."
"tapi William tidak menyetujui nya,ia menyuruh ku menunggu selama 3 bulan maka ia pasti akan mendapatkan rumput itu,aku pun menunggu 3 bulan,saat ia kembali kekuatannya meningkat sangat cepat namun ia tidak mendapatkan rumput itu dan terpaksa aku mengirim putri Livia."
"tapi setelah kami mencari selama seminggu lebih putri Livia tidak di temukan,dan saat aku rapat dengan petinggi kerajaan William datang dan berkata ia tahu dimana putri Livia,saat kami menyuruhnya memberitahu ia menolak dan memberi syarat agar ia memberitahunya,yaitu ia harus dikalahkan oleh seorang pemuda dengan umur di bawah 15 tahun."
"mendengar itu aku pun memberi misi di beberapa akademi untuk mengawal putri Livia dengan hadiah yang sangat banyak,banyak akademi yang tertarik,tapi setelah mereka mengirim murid mereka semuanya di temukan tewas dan hanya terkirim mayat murid,awalnya mereka curiga bahwa yang melakukan itu adalah kerajaan greeds,tapi melihat bahwa luka dan merasa kerajaan greeds tidak memiliki keuntungan membuat kecurigaan mereka mereda."
"tapi setelah itu mereka berhenti mengirim murid mereka,bahkan beberapa akademi tidak menerima murid dari kerajaan greeds."
"dan sekarang sudah sekitar satu tahun sejak kejadian itu,sekarang William sudah kalah dari kalian,terutama kau."kata raja grove sambil menunjuk Lenka.
"aku?"
"ya,berkat dirimu William terpaksa memakai absorption dan membuat kekuatannya menurun drastis,aku berterima kasih padamu."kata raja grove sambil menundukkan sedikit kepalanya.
"baik sama Sama."kata Lenka juga sedikit membungkuk."
"itulah ceritanya,apakah kau sudah puas?"kata raja grove.
__ADS_1
"ya aku sudah puas."kata lamiel tersenyum kecut.
"kenapa ini seperti sebuah drama sinetron!apa hanya perasaan?
batin Lenka yang mendengar cerita raja,sedangkan yang lainnya merasa tersentuh,bahkan grif sedikit menangis.
"kenapa mereka semua menangis?memang ada yang menyedihkan dengan cerita itu?"batin Lenka melihat grif grilize dan milsia yang hampir menangis.
"apa hanya itu pertanyaan mu,jika ia maka biarkan dia mengantarkan kalian."kata grove sambil menunjuk pelayan setianya.
"baik yang mulai."kata mereka semua kecuali Lenka dan lamiel.
lalu pelayan itu mengantarkan mereka ke kamar mereka,setiap kamar memiliki luas yang sedikit lebih besar daripada ruangan kantor milik raja grove.
satu kamar satu orang membuat mereka nyaman,setelah itu mereka mandi di kamar itu,dan setelah mereka kembali berkumpul di depan istana berniat mencari makanan,dengan uang 10 gold yang di berikan oleh raja.
Lenka juga meminta cincin penyimpanan baru dari lamiel karena miliknya sebelumnya sudah di rusak oleh lamiel,setelah lamiel selesai membuat cincin penyimpanan mereka sampai di sebuah tempat makan yang besar.
mereka pun masuk dan memesan makanan,mereka memesan banyak makanan membuat meja mereka penuh dengan makanan,padahal meja itu lebih besar dari pada meja mereka di villa.
semua makanan itu di lahap mereka semua membuat banyak pelanggan lain yang tidak percaya.
"mereka memakan semua itu,apa mereka monster?"batin mereka.
setelah selesai makan mereka pun membayar,semua bayaran makanan di serahkan pada lamiel membuat dirinya protes.
"kenapa aku yang harus membayar!"teriak lamiel.
"bukankah kau tidak melakukan apa apa saat melawan William tadi?"kata Laxus.
"aku membantu Lenka saat William melawan cakram api,kalian kira siapa yang menciptakan cakram api itu!"
"bukankah itu sihir Lenka,bahkan ia juga membuat cakram api lagi setelah yang lama hancur."sahut Vione.
"kalian!!AAKH!!baik baik akan ku bayar!"kata lamiel lalu membayar semua makanan mereka.
setelah membayar lamiel tidak langsung pergi ke istana,ia masih jalan jalan sendirian di kota besar itu,sambil membeli banyak makanan kecil dan beberapa minuman.
setelah melihat semakin malam,lamiel pun kembali ke istana untuk tidur,penjaga yang melihat lamiel tidak mencegah lamiel karena tau siapa dia.
__ADS_1
lamiel menuju ke kamar dan tidur.
bersambung…