Bocah Neraka

Bocah Neraka
aku adalah manusia


__ADS_3

"sepertinya aku terlalu berlebihan."kata lamiel yang melihat Lenka pingsan.


setelah itu lamiel pun menggendong Lenka tersebut ke dekat jurang tempat mereka tadi berbicara.


lamiel meninggalkan tempat mereka bertarung tadi yang sudah banyak retakan dan kehancuran tanah di mana mana tapi lamiel membiarkan nya.


setelah sampai di sana lamiel pun membaringkan Lenka disana,ia mencoba menyembuhkan organ dalam lenka,dengan menggunakan bola mana.


lamiel dengan susah payah menyembuhkan organ dalam dari Lenka,serta skil Pasih Lenka membuat penyembuhan itu berlangsung agak cepat.


merasa Lenka sudah lebih baik,lamiel pun menghela nafas.


"huf,lain kali bila tidak ingin membunuh musuh aku tidak akan berlebihan."kata lamiel dengan muka suram.


lamiel pun kembali menatap hutan lebat serta pemandangan indah tersebut,ini merupakan salah satu hal menakjubkan bagi lamiel,ia sudah terlalu lama di neraka membuat dirinya tidak bisa melihat keindahan,bahkan hampir melupakan arti dari keindahan.


sambil memikirkan kedepannya ia juga ingin menikmati hal yang ia alami,angin yang berhembus terasa sejuk serta hangat karena cahaya matahari uang sudah berada di atas kepala.


lamiel menikmati itu sampai lupa waktu,beberapa saat kemudian Lenka terbangun dari pingsannya.


mata Lenka terbuka ia melihat lamiel di dekat dirinya sedang melihat pemandangan di depannya.


lamiel yang merasakan Lenka sudah sadar pun menoleh kesamping,dengan ekspresi lembut ia menanyakan keadaan Lenka.


"Lenka apa kau baik baik saja."kata lamiel sambil tersenyum tulus.


Lenka yang melihat itu merasa kaget,saat ia melihat senyum lamiel ia melihat 6 sayap putih di belakanganya dengan beberapa buku hitam yang rontok.


pemandangan itu membuat Lenka takjub,ia bahkan yakin kalau ada seorang perempuan disini perempuan itu akan langsung jatuh cinta kepada lamiel.

__ADS_1


Lenka bengong beberapa saat dan ia pun menjawab.


"y-ya,aku baik baik saja."kata Lenka yang masih agak bengong.


"kesini,ada yang harus ku bicarakan denganmu."kata lamiel menyuruh Lenka mendekat.


seperti kata lamiel Lenka pun mendekat dan duduk di samping lamiel.


"ada apa."kata Lenka yang berada di dekat lamiel.


"Lenka aku ingin menawarkan sesuatu kepada mu."kata lamiel.


"apa itu."


"apa kau mau pergi ke akademi white sky bersama ku."kata lamiel.


"eh."


"kau tau,aku 5 hari lagi akan di kirim kesana oleh ibuku,jika aku kesana sendirian pasti akan bosan,makanya aku mengajakmu."kata lamiel yang masih terus memandang hutan di depan.


"tunggu kenapa harus aku."tanya Lenka sekali lagi.


"karena mulai sekarang kau adalah bawahan ku."kata lamiel sambil menyeringai kearah Lenka.


"oi,tunggu kenapa aku harus menjadi bawahan mu."teriak Lenka.


"karena aku memenangkan pertarungan barusan,siapapun yang kalah harus menuruti 1 perkataan sang pemenang."kata lamiel dengan ekspresi konyol.


mendengar kata pertarungan wajah Lenka pun menjadi hitam,ia pun kembali mengingat pertempuran tadi,ia merasa tidak berdaya bahkan ia tumbang dengan satu pukulan dari lamiel.

__ADS_1


lalu Lenka pun menenangkan dirinya,setelah tenang ia pun bertanya.


"jika aku sudah menjadi bawahan mu kenapa kau masih mengajakku."tanya Lenka.


"meskipun kau bawahan ku,aku masih ingin menganggap mu sebagai teman,serta aku juga tidak bisa memaksakan kehendak ku,aku tidak lah egois."kata lamiel.


"lalu kenapa kau tidak memintaku menjadi temanmu."tanya Lenka dengan nada agak tinggi.


"jika kau menjadi teman ku maka ibuku tidak akan mau menyekolahkan mu bersama ku di akademi,sebaliknya bila kau menunjukkan bakat dan kekuatanmu serta aku menyebutmu sebagai bawahan ku untuk melindungi ku maka ibu pasti mau menyekolahkan mu bersama ku,setidaknya persentasi nya lebih besar."kata lamiel.


"ooh."


"kalau begitu apa boleh buat."kata Lenka lalu menidurkan tubuhnya di atas rumput.


"aku mau."kata Lenka sambil memandang langit biru dengan sedikit awan yang menutupinya.


"Hem,bagus."kata lamiel lalu ikut merebahkan dirinya menikmati angin yang terus berhembus.


suasana tampak hening,hanya ada suara angin yang berseru agak kencang,sampai Lenka membuka mulut.


"tapi ada satu pertanyaan yang dari tadi belum kau jawab."kata lenka.


"apa itu."sambung lamiel.


"kau ini sebenarnya makhluk apa."kata Lenka dengan ekspresi datar.


"kau ingin tahu aku itu makhluk apa."


"ya."

__ADS_1


"aku adalah manusia biasa."


__ADS_2