Bocah Neraka

Bocah Neraka
berangkat


__ADS_3

lamiel dan yang lainnya pergi ke kerajaan greeds dengan bantuan lamiel,mereka terbang menggunakan skil baru milik lamiel bernama fly.


saat lamiel sudah pergi,pak Dean juga pergi menuju aula misi untuk menghubungi kerajaan greeds bahwa mereka telah mengirimkan sekelompok murid.


sebenarnya Dean curiga dengan misi ini,bagaiman pun masih terlalu dini bagi mereka untuk pergi menjalani misi,namun saat mengingat semua kejeniusannya Dean pun menjadi yakin bahwa murid miliknya dapat menyelesaikan misi ini,bahkan bila mereka gagal itu tak masalah,karena mereka tidak akan sampai mati.


karena kekuatan dari gelang poin itu sebenarnya bisa di gunakan untuk menahan sebuah serangan dari mana king,tapi bukan tanpa resiko,setelah menggunakan gelang itu maka gelang itu akan memindahkan mereka ke akademi dan kehilangan semua poin yang mereka kumpulkan.


benda itu merupakan benda yang sangat berguna bagi para murid,karena mereka tidak akan mati dengan mudah saat menjalankan sebuah misi.


Dean menggunakan sebuah alat teleportasi untuk mengirimkan surat itu pada raja kerajaan greeds,setelah selesai Dean pergi dari aula misi dan kembali ke kediamannya.


sedangkan di kantor kepala sekolah ada ketua guru mils dan kepala sekolah sedang membicarakan sesuatu.


"apa anda yakin kepala sekolah?"Tanya mils sambil melihat kepala sekolah di depannya.


"ya,aku yakin,bagaimana pun aku merasa bahwa anak bernama lamiel ini bukan anak biasa,aku mencium bau pembantaian keluar dari tubuhnya,walau pun sedikit tapi itu sudah membuktikan bahwa anak ini adalah reincarnator!"kata kepala sekolah dengan muka yang serius.


"tapi bukankah terlalu cepat menyimpulkan itu?"tanya mils.


"mungkin memang terlalu cepat,tapi jika kita tidak bertindak cepat maka mereka akan menjadi lebih merepotkan."kata kepala sekolah lalu pergi dari kantor itu.


sedangkan mils seperti sedang berpikir.


"para reincarnator ya mang mereka bisa menjadi pedang bermata dua bagi siapapun,bahkan akademi blue sky tak akan mengambil para reincarnator,sepertinya aku membawa pembawa masalah kali ini."


……………………


beberapa jam telah berlalu setelah lamiel dan yang lainnya berangkat ke kerajaan greeds,hari sudah mulai gelap,jadi mereka memutuskan untuk ke kota terdekat.


kota brack,mereka beristirahat di sana selama semalam sebelum melanjutkan perjalanan,bagaimana pun melakukan perjalanan di malam hari merupakan hal yang sangat berbahaya,bahkan orang tingkat purification akan berpikir dua kali saat melakukan perjalanan jauh melewati hutan.


mereka bisa masuk ke dalam kota tanpa masalah berkat lencana emas dari akademi,karena lencana itu adalah lencana misi khusus akademi,jadi mereka bisa dengan mudah masuk.


setelah itu mereka mencari penginapan,suasana di antara mereka terlihat agak canggung dan kaku karena mereka melakukan misi tanpa mereka sadari,bahkan mental mereka belum cukup kuat untuk melakukan misi.


mereka pun menemukan penginapan yang terlihat sederhana,mereka pun masuk kedalam penginapan,berjalan melewati beberapa orang yang makan dan menuju ke resepsionis.


"kak kami mau memesan kamar."kata Laxus.


"mau berapa kamar?"kata wanita resepsionis itu.

__ADS_1


"1 kamar berapa untuk semalam?"


"7 perunggu beserta makan,jika tidak dengan makan hanya 5 perunggu."kata resepsionis itu dengan sopan,ia selalu bersikap sopan karena berada di kota perbatasan kerajaan greeds,ia tidak ingin mengambil resiko.


"kalau begitu kami ingin 8 kamar beserta makan."kata Laxus sambil mengambil mengeluarkan 56 perunggu dari cincin penyimpanannya.


melihat cincin penyimpanan dari tangan Laxus,mereka agak terkejut,karena hanya beberapa tuan muda dari keluarga kaya saja yang memiliki cincin penyimpanan,bahkan seorang anak Duke saja belum tentu memiliki nya.


sedangkan resepsionis itu agak terkejut sebelum kembali tenang."ini tuan muda kunci kamar tersebut,nomornya juga berada di kunci itu."kata resepsionis itu sambil memberikan 8 kunci.


"baik."kata Laxus lalu membagikan kunci itu ke beberapa orang.


"kalian putuskan sendiri ingin selamat dengan siapa,paling tidak 1 kamar dua orang."Laxus.


"ya."


lalu Laxus pun mendatangi resepsionis itu lagi dan bertanya."kak bisakah kita mendapatkan makanan sekarang?"


"oh bisa tuan muda,mau dimakan di kamar atau di sini?"tanya resepsionis itu.


Laxus berpikir sebentar dan berkata."disini."


lalu Laxus mengajak semuanya ke kursi yang kosong untuk makan,keadaan sekitar terlihat sudah kembali normal jadi mereka bisa dengan mudah menemukan kursi kosong.


"lamiel biasakan kita tau kenapa kita langsung berangkat,bukankah kita bisa berangkat besok?"tanya Laxus.


"tidak apa apa,aku hanya merasa aneh bila kita berada di sana terlalu lama,lagi pula semakin cepat semakin baik bukan?"kata lamiel sambil meletakkan kakinya di atas meja.


"ya itu memang benar sih."kata Laxus sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"lagipula itu tidak penting, bukankah misi ini terlihat mudah,hanya mengawal seorang putri sampai ke kerajaan lust,lalu pulang,meskipun akan memakan banyak waktu tapi ini bukankah lebih baik!?"


"kalian bisa mencari pengalaman bertarung,lalu bisa melihat bagaimana keindahan kekejaman serta ketidakadilan dunia."kata lamiel.


"lamiel kau berkata seperti sudah pernah malalui itu."kata Lenka."memangnya kau pernah melalui itu?"tanya Lenka.


"tidak."


"..."


jawaban singkat lamiel membuat mereka diam,

__ADS_1


"kalian kenapa?"tanya lamiel yang merasakan mereka tiba tiba diam.


"tidak apa apa."kata mereka serempak.


"tuan permisi pesanan anda sudah sampai."suara seorang perempuan membuat mereka melihat kearah suara itu.


"oh terima kasih."kata lamiel lalu menurunkan kakinya.


setelah itu para pelayan membawakan nampan berisi nasi sayur dan beberapa potongan ayam.


"oh nasi,sudah lama aku tidak memakannya."batin Lenka melihat nasi.


"saya permisi tuan."kata perempuan itu sambil di ikuti pelayan yang lain.


"jangan banyak bicara setelah makan tidur,besok kita tidak akan beristirahat sampai kerajaan greeds."kata lamiel lalu menyantap makanan di depannya.


"ya."mereka hanya bisa diam dengan tingkah lamiel.


setelah mereka menyelesaikan makanan,mereka pun masuk ke kamar masing masing,karena Laxus Maxus dan Waxus berada dalam satu kamar lamiel pun tidur sendiri,sedangkan Lenka ia memesan kamar sendiri agar bisa tidur sendirian,ia tidak ingin tidur dengan lamiel.


setelah sampai di kamar lamiel pun duduk di sofa,ia menatap semua cincin di tangannya,diam tanpa bersuara hanya menatap semua cincin itu,ia melepas cincin penyimpanannya.


lalu tiba tiba lamiel meremas tangannya dengan kuat,bahkan membuat angin berhembus kencang.


crack! crack!crack!


semua cincin di tangan kanannya mulai retak dan pecah lalu hancur,setelah menghancurkan cincin itu terlihat tangan lamiel mengeluarkan asap tipis.


lalu lamiel pun melakukan hal yang sama di tangan kirinya,seperti tadi angin kencang berhembus karena remasan tangan lamiel dan cincin cincin di tangan nya mulai retak dan pecah.


melihat hal itu lamiel pun kembali mencoba nya di gelang gravitasinya,lamiel mulai meremasnya sangat kuat,bahkan wajah lamiel sampai terlihat merah,tapi percuma gelang itu tidak hancur bahkan tidak retak sedikitpun.


"sial,sepertinya memang benar gelang gravitasi ini dapat menahan serangan tingkat mana king,bahkan aku tak mampu menghancurkannya,berbeda dengan cincin yang rapuh ternya gelang ini sangat kokoh."kata lamiel sambil terengah engah.


"jika seperti ini maka aku bisa menghancurkan cincin milik Lenka!tapi mungkin semua jari nya akan patah?"kata lamiel sambil memiringkan kepalanya.


"sudahlah,bila jarinya patah tinggal sembuhkan saja,toh ia sudah terbiasa dengan rasa sakit."kata lamiel lalu mulai berbaring di kasurnya.


"lebih baik tidur aku sudah lelah karena menggunakan fly seharian."kata lamiel lalu mulai tidur.


bersambung…

__ADS_1


__ADS_2