Bocah Neraka

Bocah Neraka
Lenka 2


__ADS_3

"benar benar merepotkan."batin lamiel setelah mendengar peraturan peraturan yang dijelaskan oleh Dean.


sedangkan anak anak lain agak kecewa setelah mendengar perkataan dean mereka mengira akan ada sebuah pelajaran agar mereka tidak jenuh berlatih,tapi mereka kecewa setelah mendengar perkataan dean.


"hah guru Dean hanya mengatakan itu,lebih baik kita pulang dulu lamiel."kata Lenka.


"ya,lagi pula aku masih ngantuk."kata lamiel lalu berdiri.


"dia ini bukankah kemarin ia tidur dari siang."batin Lenka."ya sudah lah."


lalu Lenka pun menyusul lamiel dan semua anak anak mengikuti lamiel.


di tengah jalan Lenka ingin membeli makanan kecil untuk dirinya makan,lamiel juga membelinya,sedangkan anak anak lain disuruh pergi duluan.


saat Lenka akan membayar ia terkejut dengan poin miliknya.


"1000 poin."batin Lenka.


"apa memang akademi sebaik ini."batin Lenka sambil melihat gelang merah miliknya.


"lamiel bisa melihat gelang poin mu."kata Lenka.


"ini."kata lamiel sambil menyodorkan tangan kanannya.


di gelang merah milik lamiel juga terdapat poin 1000,hal itu membuat Lenka curiga,bahkan di kekaisaran 1 perunggu bisa di gunakan Lenka untuk makan selama 1 hari,tapi disini ia memiliki 1000 perunggu yang setara 10 koin emas.


mengesampingkan hal itu Lenka pun membayar beberapa toples kripik buah dan sebuah jajanan yang terbuat dari buah zifil berbentuk segitiga.


setelah membayar mereka membawa semua itu di dalam sebuah kranjang seukuran setengah badan lamiel.


"nak apa kau bisa membawa semuanya."tanya penjaga toko.


"tentu bisa paman."kata Lenka lalu mengangkat keranjang itu dengan santai membuat penjaga toko itu terkejut.


"dia ini masih kecil sudah kuat,apa yang terjadi bila ia sudah besar."kata penjaga toko itu sambil menggelangkan kepala.


sedangkan lamiel dan Lenka pergi ke gang sepi untuk memilah miliknya dan milik Lenka,lalu memasukannya ke cincin penyimpanan.


"ini yang terakhir."kata lamiel sambil menyimpan setoples glins.(makanan dari buah zifil)


"ayo kembali Leka."kata lamiel lalu meninggalkan Lenka.


"ya."kata Lenka sambil pergi dari sana.


mereka berjalan dengan hening entah karena apa Lenka yang biasanya berisik jadi pendiam saat di jalan,lamiel pun merasa ngantuk sebab ia lelah karena menerobos ke Liquid mana selama kurang dari satu hari,mentalnya agak tertekan.

__ADS_1


setelah sampai di vila Lenka mengumpulkan semua orang yang berada di vila ke ruang santai.


"ada apa memanggil kami Lenka."tanya grif yang tampak sangat ceria.


"aku ingin menyampaikan beberapa hal,pertama coba cek poin kalian."kata Lenka lalu mereka mengecek poin masing masing.


setelah mereka mengecek poin masing masing mereka terkejut karena jumlah poin yang mereka miliki.


"se-seribu poin."teriak mereka hampir bersamaan.


"seperti yang kalian lihat total poin yang di berikan adalah 1000 poin atau 10 emas,dan guru Dean berkata bahwa kita akan di beri itu setiap bulan."


"ya memangnya ada yang salah dengan itu."tanya vaws membuat mereka semua mengangguk.


"apa kalian bodoh,bagaimana mungkin akademi memberikan 10 gold secara percuma,bahkan 1 gold saja bisa membuat petani hidup enak selama setahun,dan kita di beri 10 tahun hidup enak oleh akademi,apa kalian tidak curiga akan sesuatu."kata Lenka menjelaskan dengan nada agak di tinggikan.


"kau memang benar."kata glone.


"jadi aku sarankan kalian menyimpan poin kalian sampai bulan depan,dan untuk pembuktian kita akan berangkat sekolah tiga hari sekali."kata lenka.


mendengar rencana Lenka semua murid tampak ragu tapi setelah memikirkannya baik baik mereka pun setuju melakukannya.


alasan utama mereka mau karena yang mengusulkan adalah Lenka orang yang menjinakkan mereka dengan singkat,jika saja yang mengusulkannya adalah lamiel mungkin ada beberapa yang tidak setuju.


"iya."kata mereka kecuali lamiel.


"eh,latihan apa yang kau rencanakan lenka."tanya lamiel membuat anak anak itu sadar akan hal tersebut.


"eeeehh,latihan."teriak mereka semua.


"ya,fondasi kalian masih sangat lemah,bila kita tidak mempunyai poin lagi kita hanya bisa berharap pada terobosan untuk mendapatkan poin,bila fondasi kalian sangat lemah jangankan menerobos naik tingkat saja akan susah."kata Lenka menjelaskan panjang lebar.


mendengar penjelasan Lenka semua anak anak itu pun menyadari kelemahan mereka lamiel juga nampak setuju tapi perkataan Lenka membuat ia tidak menerima latihan itu.


"lamiel sebagai pelatih mohon kerja samanya untuk seminggu kedepan."kata Lenka sambil membungkukkan badannya.


lalu para murid lain pun juga mengikuti Lenka dan membungkukkan badan mereka dan berkata.


"mohon bantuannya untuk seminggu kedepan."teriak mereka secara bersama membuat lamiel menjadi bingung.


"tu-tunggu siapa yang ingin menjadi pelatih untuk kalian."kata lamiel sambil berdiri dari tidurannya.


"tentu saja kamu lamiel."kata Lenka sambil menyeringai ke arah lamiel


"bocah ini."

__ADS_1


"baiklah bila kalian ingin disiksa,aku akan mengabulkannya."kata lamiel sambil menyeringai.


melihat seringaian lamiel mereka semua menjadi ketakutan seperti melihat seorang iblis yang menakutkan,anak anak itu pun menjadi ragu tapi mereka sudah setuju,tapi Lenka berbeda ia nampak tidak sabar untuk di latih oleh lamiel.


"sebagai pelatih kalian hari ini akan libur terlebih dahulu, kalian bebas hari ini,besok adalah dan seterusnya adalah hari hari neraka jadi bersenang senang lah selagi bisa,pergilah."kata lamiel sambil mengayunkan tangannya.


mendengar perkataan terakhir lamiel mereka semua merinding tapi masih menjawab.


"baik."kata mereka semua lalu pergi kecuali Lenka yang berjalan mendekati lamiel.


"bagaimana lamiel,apa kau senang."kata Lenka.


"senang matamu,kau harusnya tidak melibatkan ku dalam rencana konyol mu itu."kata lamiel lalu kembali tiduran di sofa nya.


"eh apa salahnya,sesekali kau harus bisa mengatur orang,bukankah kau pangeran."kata Lenka sambil menyikut lamiel.


"kau mungkin benar tapi aku masih berumur lima tahun,setidaknya biarkan aku bebas disini setelah di kurung di kota membosankan itu."


"anak berumur lima tahun tidak akan bisa mengeluarkan seringaian yang menyeramkan seperti itu,bahkan grilize hampir menangis melihat seringaian mu itu."kata Lenka.


"bukankah kau tadi juga menyeringai."


"seringaian ku tidak seseram itu."


"omong kosong."


"terserah kau miel kecil."kata Lenka lalu ikut tiduran bareng lamiel.


"ternyata sangat empuk."kata Lenka merasakan sofa itu.


"tentu saja ini buatan ku sendiri."


"pantas."kata Lenka sambil tersenyum pahit.


-.-


"kau tau Leka,dari pada kau mencemaskan hal hal yang tidak perlu,lebih baik kau menikmati hal ini terlebih dahulu."kata lamiel memulai pembicaraan.


"kau sudah tau kan lami aku memiliki masa lalu yang buruk,aku sangat mempercayai seorang wanita tapi wanita itu malah menyiksaku dan membunuhku serta menghancurkan perusahaan keluargaku,hal tersebut membuat ku tidak bisa percaya kepada siapapun lagi,bila ada orang yang mengajak atau menawarkan sesuatu pada ku itu pasti memiliki maksud yang merugikan ku,bahkan aku masih belum mempercayaimu."


"aku dulu mau menerima tantangan mu karena kau menyebutkan nama asli ku,membuat diriku kaget dan dengan cepat menerima tantangan mu."


"aku juga ada satu pertanyaan,sebenarnya apa tujuanmu."


bersambung……

__ADS_1


__ADS_2