
"sungguh teman yang baik,sangat baik."batin lamiel sampai urat muncul di kepalanya.
lalu lamiel pun memutuskan untuk melompat dari jendela dan menghampiri Lenka dan anak anak yang sedang berpesta.
bommm!
sebuah ledakan terjadi di dekat rumah.
melihat ledakan itu semua anak langsung bersiaga,tidak ada lagi canda tawa mereka,hanya sikap siap kecuali Lenka yang merasakan kehadiran lamiel.
"oh,lamiel ada ap-"kata kata Lenka terhenti saat melihat lamiel dengan cepat berada di depannya dengan mata merah.
kabut tebal belum tersingkir tapi lamiel telah berada di depan Lenka membuat Lenka kaget dan shock karena kecepatan lamiel.
bom!wungg!!
angin yang sangat kencang bertiup,membuat debu itu hilang bersamaan dengan sebuah ledakan kecil terjadi.
saat semua orang mencoba melihat sekeliling,mereka melihat Lenka dengan muka tegas dan berusaha agar tidak takut dan melihat lamiel yang sedang memandang Lenka dari bawah dengan mata merah menyalanya.
"a-apa maksud dari ini lamiel."tanya Lenka berusaha agar tidak takut.
"harusnya itu kata kata ku Lenka,apa yang kalian lakukan disini."tanya lamiel.
"te-twntu saja memanggang barbeque."kata Lenka dengan gugup.
"kenapa kau tidak mengajak ku."
mendengar pertanyaan lamiel Lenka tidak menjawab.
"bukankah besi ini dari ku,yang mencarikan kelinci juga aku,kenapa aku tidak di ajak."tanya lamiel mendesak Lenka.
mendengar desakan lamiel Lenka pun mengakuinya.
"sebenarnya mungkin anak anak lain masih kurang nyaman satu sama lain,agar 12 tahun kedepan lebih indah aku merencanakan perkenalan ulang yang lebih baik tanpa tekanan."kata Lenka.
"aku bertanya kenapa aku tidak di ajak bukan alasan kenapa kau menyelenggarakan entah apa itu namanya."
"jika aku mengajak mu mungkin suasana di sini akan canggung seperti di jalan."kata Lenka.
mendengar alasan Lenka lamiel pun mulai memakluminya,memang perasaan tidak bisa di paksakan,bila di paksakan hanya ada rasa canggung.
"kalau begitu bagaimana kalau kita buat pesta lagi."kata lamiel menyarankan.
"pesta apa itu."tanya Lenka.
"kita bisa mandi di sungai untuk menyegarkan tubuh,kalian juga bisa memanggang seperti tadi."kata lamiel.
mendengar saran lamiel semua laki laki mengangguk.
"tapi aku tidak bisa berenang."kata Leona.
"jika tidak bisa kalian dapat mandi di pinggir sungai,di sana pasti dangkal,atau kalian bisa memasak hal seperti tadi."kata lamiel.
"lalu kapan kita akan melakukan itu."tanya Lenka.
"tentu saja sekarang."jawab lamiel.
"tapikan kita baru beberapa hari di sini,mana mungkin kita bisa menemukan sungai di tempat seperti ini."kata Anastasia.
"kalau soal itu tenang saja."kata lamiel lalu menggunakan mana pencari.
setelah beberapa saat lamiel menemukan sebuah sumber air yang tidak terlalu jauh dari sini.
"ketemu."kata lamiel.
mendengar perkataan lamiel membuat mereka bingung.
"ikuti aku."kata lamiel sambil berjalan ke belanga vila.
"lamiel kita akan kemana."tanya Lenka.
"sudah lah ikuti saja."kata lamiel sambil menyingkirkan semak semak di depannya.
setelah berjalan agak lama mereka melihat sebuah danau besar,danau itu sangat indah dengan warna biru jernih serta terlihat sangat tenang itu membuat mereka semua terpana termasuk lamiel sendiri.
"cantiknya."gumam grilize.
"ya,kau benar danau ini sangat cantik."kata lamiel sambil memandang kebelakang.
"jadi tunggu apa lagi,ayo."kata lamiel lalu melompat ke danau.
byurr!
lamiel melompat kedalam danau serta di ikuti oleh Lenka Vegas vigas,trio xus,dan Rigel.
"hoi lamiel dimana tempat bakarannya,aku ingin segera memanggang barbeque."tanya Leona.
"kalian tidak akan bisa memanggang tanpa daging,tunggu sebentar lagi."kata lamiel sambil berenang renang di tempat yang dalam.
"tunggu? untuk apa."kata Leona.
setelah berkata itu di tengah danau itu terdapat pusaran air yang sangat besar,bahkan Lenka hampir terserap dalam pusaran air itu.
"apa itu."kata glone.
sebuah monster reptil dengan leher panjang gigi tajam yang tampak seram dan badan yang sangat besar muncul dari dalam danau.
khaaaaa!
monster itu meraung dengan sangat keras,membuat danau menjadi terguncang, bahkan Lenka pun terhempas oleh raungan monster itu.
setelah air nampak mulai tenang monster yang meraung tadi menghilang.
melihat monster itu menghilang lamiel pun menggunakan the eye hell untuk mencari tahu keberadaan nya.
monster itu sedang berenang dengan cepat kearah Rigel,Rigel tidak sadar oleh keberadaan monster itu,karena gelombang kejut tadi masih membuatnya terpana.
__ADS_1
lamiel melihat itu pun dengan cepat menggunakan bola mana sebagai pijakan dan melompat dengan cepat keatas.
whuss!
lalu lamiel menggunakan bola mana lagi untuk pijakan di atas langit,kepalanya di bawah dan kakinya di atas memijak sebuah pijakan.
lalu lamiel pun menggunakan seluruh kekuatan kakinya untuk melesatkan tubuhnya kebawah tepat ke kepala monster itu.
whunkkk!
sebuah ledakan besar terjadi di dalam air,Rigel terhempas hingga sampai di pinggir danau,bahkan anak anak yang menceburkan dirinya pun ikut terhempas.
sedangkan di dalam danau,airnya tampak Lenka bisa melihat sebuah kubangan sangat besar tercipta di dalam danau itu.
dalam danau itu terdapat seonggok badan monster besar dengan leher panjang yang kepalanya hancur,sedangkan di dalam kepala yang hancur itu terdapat seorang anak kecil dengan rambut hitam berdiri,tubuhnya di penuhi darah hijau yang tampak menjijikan.
"haah."anak kecil itu menghela nafas.
melihat anak kecil itu Lenka berteriak.
"LAMIEL."teriak Lenka membuat anak anak lain menolah kearah lamiel.
ya anak kecil itu adalah kami yang sedang berdiri di dekat sebuah leher dan banyak potongan potongan daging serta otak yang berceceran di sekelilingnya.
semua orang disana bergetar,bahkan grif pun sampai mengompol karena melihat pemandangan menakjubkan serta menyeramkan.
dimana dalam sebuah danau yang sangat luas itu terdapat sebuah kubangan yang tidak memiliki air dengan anak kecil dan monster dengan kepala yang hancur.
lamiel melihat Lenka sedang di pinggiran pantai pun melompat kesana dengan membawa mayat monster itu.
"Yo Leka."kata lamiel.
"apa kalian baik baik saja,gelombang tadi cukup besar."kata lamiel dengan keras.
melihat lamiel yang ke atas semua anak anak itu pun satu per satu datang kearah lamiel.
"apa yang sebenarnya terjadi lamiel."tanya Laxus.
"tidak ada,aku hanya merasakan monster yang kuat jadi aku memancingnya kesini dengan kalian."kata lamiel tersenyum.
"kau memang kejam ya lamiel."kata Lenka.
"sudah sudah,lebih baik kita memakan daging monster ini."kata lamiel sambil mengangkat monster yang seukuran vila mereka sendiri.
"dia ini monster."batin mereka semua.
"memangnya ini enak."tanya Lenka sambil menyentuh tubuh hijau besar itu.
"entah,mungkin beberapa dari kalian tau nama monster ini."kata lamiel sambil melihat anak anak di depannya.
"sa-saya tahu nama monster itu."kata lonely sambil mengangkat tangan.
"apa namanya?"
"itu adalah monster tingkat 6 belut hijau raksasa,biasanya hidup di dalam danau dengan konsentrasi mana tinggi."kata lonely yang gugup.
"belut?."kata lamiel sambil melihat belut itu yang lebih mirip kura kura,dengan leher panjang empat sirip besar serta sebuah badan besar yang menyatukan tubuh lainnya.
"kesampingkan penampilan nya,mungkin ia memiliki rasa yang enak dan nikmat,mirip belut pada umumnya."kata lamiel ragu karena bentuknya.
"um."kata lonely sambil mengangguk.
lalu lamiel pun menciptakan tempat memanggang dan menciptakan rempah rempah.
"semuanya bersiap,para wanita buat lah bumbu,yang laki laki kita potong daging belut ini,ayo kita bekerja keras."kata lamiel bersemangat.
"yaa."
lalu mereka pun melakukan tugasnya masing masing,semuanya tampak menikmatinya dan mungkin akan ada beberapa perselisihan kecil,meskipun mereka masih anak anak tapi pemikiran mereka telah di paksa menjadi dewasa.
lamiel yang melihat keceriaan mereka seperti melupakan kejadian menyeramkan tadi pun tersenyum,ia merasa tidak ingin kehilangan momen momen ini.
"ada apa lamiel."tanya Lenka.
"tidak apa apa, hanya aku merasa ingin selalu seperti ini."kata lamiel.
"aku tidak mengerti apa maksud mu."kata Lenka.
"kau tidak perlu mengerti,bahkan aku sendiri tidak begitu mengerti hal ini,aku hanya menjawab hal yang sedang ku pikirkan."kata lamiel lalu ikut memandu mereka untuk memotong tubuh besar itu.
"dia memang susah di mengerti."
setelah lamiel dan yang lainnya membersihkan daging monster itu dari darah dan jeroannya bersamaan dengan semua bumbu sudah jadi,membuat bumbu yang sangat banyak memerlukan banyak waktu,karena banyaknya daging membuat mereka harus bekerja keras membuat bumbu.
setelah semua daging bersih lamiel menyuruh mereka memotong daging menjadi kecil kecil.
"kak lamiel kenapa kau menyuruh kami,bukankah kau bisa melakukannya sendiri."tanya grif.
"ini agar kalian tidak manja,tunggu kenapa kau memanggilku kak."tanya lamiel
"di kampung halaman ku jika kau menghormati seseorang kau harus memanggilnya kakak."kata grif dengan muka polos.
"kampung macam apa itu."kata lamiel.
"kak kau bisa mampir bila kau mau."kata grif.
"hah terserah,cepatlah potong daging daging itu."kata lamiel.
"baik."
lalu mereka semua pun memotong daging itu,membuat pekerjaan menjadi cepat.
setelah semua daging di potong mereka pun menusuki daging dengan tusukan besi.
setelah semua nya di tusuki mereka memanggang daging itu.
semuanya tampak meriah,bahkan milsia yang sangat terisolasi pun ikut tersenyum,ia merasa bersyukur karena memiliki teman yang baik dan lucu.
__ADS_1
"bagai mana aku bisa sedih bila temanku pelawak semua."
melihat semua itu lamiel merasa ada yang kurang.
"oh iya Leka berada di mana."batin lamiel.
lalu ia pun menggunakan mana nya untuk menemukan lenka.
"di sedang apa."batin lami merasakan hawa Lenka.
lalu lamiel pun menghampiri Lenka yang berada di tengah hutan bertarung dengan puluhan serigala angin.
di belakangnya terdapat beberapa mayat serigala angin yang mati dengan kepala terpenggal.
dengan pedang yang di berikan lamiel Lenka maju menerjang semua serigala itu.
"AAAAAAAAAAAAA."
lenka menerjang dan menebas kepala serigala itu satu satu,5,6,7,8 satu persatu serigala terpenggal oleh Lenka,tak mau tinggal diam para serigala juga menerjang Lenka saat ia menyerang, membuat beberapa luka pada tubuhnya.
melihat ia terluka Lenka pun semakin merasa lemah,Lenka meraung dan kembali melesat dengan kecepatan luar biasa,seperti sebuah kilat yang melesat melewati semua serigala serigala itu.
kekuatan Lenka meluap luap membuat dirinya naik tingkat saat sedang bertarung,tapi bukannya berhenti untuk menyetabilkan pondasi tubuh Lenka malah semakin menyerang membabi buta,matanya menjadi berwarna putih bersih.
"anak itu,memang sangat hebat sungguh benar benar bakat putih selalu membuatku terpesona."gumam lamiel melihat Lenka yang terus bertarung dengan puluhan serigala angin itu.
bahkan hutan yang lebat tadi sudah menjadi sebuah dataran yang tak memiliki tumbuhan lagi.
Lenka terus mengamuk sampai di dalam dirinya terjadi sebuah ledakan kecil.
bom!!
ia telah naik tingkat menjadi mana soul tingkat 2,tak sampai situ ledakan terjadi lagi hingga tiga kali membuat Lenka naik 4 tingkat dalam sekali terobosan.
"anak ini benar benar gila,ia naik 4 tingkat dalam sekali terobos,bahkan aku sendiri tidak mampu melakukannya."gumam lamiel.
saat Lenka menerobos ke mana soul tingkat lima di dalam tubuhnya terdapat sebuah ruangan gelap dengan beberapa lava merah di sekitarnya,di tengah terdapat dua pedang besar yang memiliki bilah pendek.
di gagang pedang itu terdapat rantai yang menyambungkan kedua pedang itu.
tiba tiba pedang itu bergetar,dan mengeluarkan cahaya merah gelap,lalu pedang itu terbang dan bergerak kearah pintu yang sangat kokoh berusaha menghancurkannya.
tapi percuma pedang itu tidak mampu menghancurkan segel di pintu itu membuat pedang itu kembali ke tempatnya.
sedangkan di luar Lenka sedang mengamuk dengan semua kekuatannya,lamiel melihat itu pun melesat dan menghentikan pergerakan Lenka.
lamiel mencekik leher Lenka dan menabrakan kepalanya di batu besar.
bomm!!
batu besar itu hancur dan kepala Lenka ditahan lamiel di tanah.
"Lenka sadarlah."kata lamiel mencoba menyadarkan Lenka.
karena kesadaran Lenka sudah hilang membuat Lenka pingsan tidak akan berguna,jadi lamiel pun mencoba menyadarkannya.
lamiel terus meneriaki Lenka,membuat tindakan Lenka agak tenang tapi masih terus memberontak membuat lamiel harus mengeluarkan beberapa kekuatannya.
tanah di bawah kepala Lenka retak,kepalanya berdarah dan tulang kepala Lenka retak.
melihat Lenka malah semakin memberontak lamiel pun mencoba membangunkan jiwa Lenka dengan energi hitam pekat miliknya.
"Lenka sadarlah,Lenka Lenka len-"
"ichizaya-san."seorang gadis cantik dengan rambut pirang dan mata merah memanggil nama lama Lenka.
mendengar perkataan orang tadi Lenka langsung sadar dari pingsannya.
wajah Lenka kaget melihat lamiel sedang mencekiknya dan menahan pergerakan nya.
"ap-apa yang kau lakukan lamiel."kata Lenka.
melihat Lenka sudah sadar lamiel menghela nafas.
"huf."Hela lamiel lalu melepaskan cekikannya.
melihat lamiel melepaskannya Lenka pun bangkit dan melihat lamiel yang sedang terengah engah.
"lamiel sebenarnya apa ya-."kata kata Lenka terhenti saat melihat ratusan serigala angin sedang menatap mereka dengan tatapan haus darah dan kemarahan.
"lamiel sebenarnya apa yang terjadi."kata lenka dengan muka serius.
"apa yang terjadi?omong kosong apa itu,kau hampir menghancurkan seperempat hutan dan kau bilang yang terjadi."teriak lamiel membuat Lenka pun menjadi bingung.
"seperempat?apa maksudmu."kata Lenka.
"ah nanti ku jelaskan sekarang kita harus kabur dari sini."kata lamiel sambil menatap para serigala itu.
"bukankah kita bisa menghabisi mereka semua."kata Lenka.
"kau ingin menghancurkan habitat yang telah mereka buat selama puluhan tahun,bung dimana sisi kehewananmu."kata lamiel.
"mana mungkin aku memiliki sisi kehewanan aku ini manusia,tapi kau benar aku tidak mungkin menghancurkan habitat mereka."kata Lenka.
mendengar itu lamiel pun langsung menggenggam tangan Lenka.
"apa yang ka-"kata kata Lebak terhenti saat lamiel melempar dirinya ke langit.
"si s*alan itu."batin Lenka yang berada di langit.
lalu lamiel pun melompat ke langit menyusul Lenka.
"Yo Lenka,apa kau baik baik saja."tanya lamiel.
"Baik baik saja dari mana,aku akan mati bila jatuh dari sini."kata Lenka.
"ha,aku tidak mendengar perkataanmu,bisa di ulangi."kata lamiel sambil menutup telinganya.
__ADS_1
"laamiieell!!!!"
bersambung……