
"kegelapan,ini dimana."kata prifel dalam hati.
ia hanya melihat kegelapan.
tak lama kemudian ia melihat sebuah cahaya Cahya yang amat terang.
"cahaya,entah kenapa perasaan ini seperti deja vu."batin prifel.
setelah itu prifel pun merasa di tarik oleh sebuah tangan besar.
"eh,apa ini."
zzzungg!
mata prifel silau,ia tak bisa melihat dengan jelas jadi prifel menutup matanya.
"yang mulia bayi anda telah terlahir."sebuah suara wanita terdengar di telinga prifel.
"benarkah."sebuah suara berat terdengar lagi.
"iya,tapi ia tidak menangis."kata pelayan itu.
orang dengan suara berat tersebut shock karena mendengar perkataan pelayan itu.
"kematian bayi itu."kata pria paruh baya itu.
lalu pelayan itu menyerahkan prifel yang masih bayi ke tangan pria itu.
prifel yang merasa sedang di gendong oleh seorang pria paruh baya membuka matanya.
"oh anak ku."kata pria itu sambil menangis,tapi ia tidak sadar membuat prifel merasa aneh dan memukul pelan pipi pria itu.
merasakan pipinya sakit pria itu membuka matanya dan melihat bayi di dekapan ya sedang meninjunya.
pria itu kaget dan berteriak.
__ADS_1
"dia masih hidup."kata pria itu dengan senang dan berlari menuju seorang wanita terlihat lemas karena baru saja melahirkan.
"lihatlah,lica kita memiliki anak baru."kata pria paruh baya itu merasa bersemangat.
"kau benar leonas."kata lica dengan suara lemah.
"bisa aku melihat wajah anak ku."lanjut lica.
lalu pria tadi yang disebut leonas pun menyerahkan bayi itu dengan perlahan.
"bayi yang lucu,mulai sekarang namamu lamier.
LAMIEL NOBILIS
"nama yang bagus lica."kata leonas.
"tentu saja ini anak ku,mana mungkin aku menamainya secara acak."kata lica sambil membusungkan dadanya.
"iya,iya lica."kata leonas lalu memeluk istri nya itu.
setelah itu leonas pun tidur dengan istrinya dengan lamier di tengah tengahnya.
keesokan harinya.
setelah itu kabar mengenai kelahiran dari pangeran ke 3 dari kekaisaran Stardust pun menyebar,ada yang bilang ia tidak menangis saat dilahirkan,bahkan ada yang bilang pangeran tersebut memukul wajah ayahnya meski baru lahir,meskipun ada yang percaya dan ada yang percaya.
karena bila seorang bayi lahir dan tidak menangis maka bayi itu akan meninggal,karena hal tersebut sulit dipercaya bahwa ada bayi tidak menangis saat dilahirkan dan masih hidup,dan hal tersebut akan di rahasiakan mulai sekarang karena leonas sudah melarang seseorang membicarakannya,bila ada yang melanggar maka mereka akan di jatuhi hukuman mati beserta yang mendengarnya.
sedangkan saat ini lamier sedang di gendong oleh ibunya,mereka duduk di sofa yang sangat nyaman.
lica berusaha menidurkan lamier,dan lamier ia hanya berpura pura tidur untuk mengelabui ibunya.
setelah beberapa menit lica yang menganggap lamier sudah tidur pun menaruhnya di kamarnya,dan ditidurkan di ranjang bayi.
"tidur yang nyenyak ya,lami kecil."kata lica lalu menutup pintu kamar lamier.
__ADS_1
setelah pintu tertutup lamier pun bangun.
"karena sudah tidak ada orang apakah aku masih bisa menggunakan sihir."tanya lamier dalam hati,"lebih baik aku mencoba."lanjutnya.
lalu lamiel pun mencoba merapalkan sebuah sihir api tingkat rendah.
fire ball
sebuah lingkaran sihir kecil terbentuk di tangan lamier dan sebuah api pun muncul dari lingkaran sihir itu.
"tidak buruk,ternyata aku masih bisa menggunakan sihir meskipun dengan 1% kekuatan." kata lamier.
api dari lingkaran tersebut tampak tenang,beberapa saat kemudian api itu meluncur keatas dan menabrak atap istana.
bomm!
sebuah ledakan besar terjadi,dikamar lamier terlihat sebuah lubang besar di atap atap nya,dan beberapa reruntuhan kecil berada di dekatnya.
"uwaah,kuat sekali padahal ini hanya sihir tingkat rendah."batin lamier dengan wajah hitam.
tak lama kemudian banyak orang datang dengan ekspresi kaget.
tak lama seorang leonas datang,semua orang minggir dari jalannya,ia di Sertai oleh 2 wanita cantik kembar di belakangnya.
"lamiel."salah satu dari wanita di belakang leonas.
"apa kau baik baik saja lamier."tanya wanita itu.
karena panik lamier pun mengangguk.
"syukurlah kalau kau baik baik saja lamier."kata wanita itu lalu memeluk lamier dengan kuat sambil menangis.
"perasaan apa ini,seperti mengenal masa lalu,tapi yang mana."
bersambung……
__ADS_1