Brilian

Brilian
Aku Radio dan Gitar


__ADS_3

 


"Hai, perkenalkan, namaku Brilian, usiaku 18 tahun. Sehari-hari aku bekerja disebuah toko alat musik sekaligus menerima pembuatan guitar costum. Nama tokonya adalah "JT guitar costum.


 


Hari-hariku tidak lepas dari ngeband ngeband dan ngeband bareng temen-temen, awalnya saya diajak temen ke studio musik untuk ngeband, padahal waktu itu saya tidak bisa memainkan alat musik apa pun. Saya hanya melihat si Taka namanya, dia memegang gitar elektrik dan Berto pada drum.


Waktu itu saya iseng coba-coba megang gitar yang satunya, didalam setudio itu ada dua buah gitar elektrik. Asal ngenjerag aja, lalu sama Taka diajarin kunci-kunci dasar sambil mengarap sebuah lagu dari salah satu band.


Rasanya asik kalau bisa memainkan gitar dengan mahir, dari situ lah saya tertarik untuk bermain musik, gitar khususnya.


Seiring waktu berlalu, saya bekerja sambil sekolah, setelah lulus sekolah,saya tidak melanjutkan keperguruan tinggi karena biaya. Oiya, orang tuaku sudah lama bercerai, aku hanya hidup seorang diri dirumah sejak usia 18 tahun. Setelah sudah tidak sekolah lagi saya tetap bekerja sambil menabung untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk membeli sebuah gitar akustik.


Beberapa waktu kemudian setelah uang tabungan ku cukup, saya membeli ditoko tempat saya bekerja itu, ya dapet potongan hargalah sama karyawan sendiri.


Pemilik toko itu bernama pak Jonatan ,orangnya tegas tetapi humoris, "


"Pak jonatan" panggil Brilian


"Ya ada apa Brilian, " jawab Pak jonatan


"Saya mau beli gitar akustiknya satu ya pak, buat ngisi waktu didumah kalau pas lagi kosong," ujar Brilian.


"Emangnya kamu bisa main gitar, sejak kapan? " tanya Pak jonatan


"Ya latihanlah pak, lama-lama juga bisa hehe" jawab Brilian


"Itu pilih aja yang kamu suka,khusus buat mu gk usah bayar lah...gimana,,, " kata Pak jonatan


"Yang bener pak???? " sahut Brilian


"Tapi tidak gajian 2 bulan....haha, " canda Pak jonatan


"Yach.... kirain beneran Pak.... " Ucap Brilian dengan nada kecewa.


"Udah...khusus buatmu saya kasih separuh harga gimana... Mau gak? " kata pak Jonatan


"Ok ,siap pak," jawab Brilian bersemangat.


"Ya udah itu pilih aja yang kamu suka, ditest dulu suaranya," tambah pak Jonatan.


"Baik, terimakasih pak," ucap Brilian.


Brilian bekerja hanya beberapa jam jadi gajinya juga tidak terlalu besar, biasanya selepas sekolah kira-kira jam 15:30 pm sampai close jam 21:00 pm,sedangkan toko JT guitar costum buka jam 08:00 am/pagi.


Brilian kerja di toko alat musik itu bersama temannya, Troy namanya, setiap hari Troy masuk shif pagi karena dia sambil kuliah,lalu Brilian masuk shif sore,


Troy juga jago main gitar, usia Troy dan Brilian selisih 5 tahun,Troy usianya 23 tahun.


Disuatu minggu sore, karena toko tempat ia bekerja kebetulan tutup,Brilian main ketempat Troy,mereka bermain gitar bersama,


"Permainan gitarmu bagus bro, sudah ada peningkatan," puji Troy kpada Brilian.


"Ah gak juga, masih agak kaku memegang chordnya,gak seperti kak Troy sudah diluar kepala," sambung Brilian.


"Permisi, ini kak kopi nya," seorang perempuan seusia Brilian membawkan 2 cangkir kopi untuk Troy dan Brilian,

__ADS_1


"Ya,taruh dimeja situ ya dek, " kata Troy kepada adiknya


"Siapa itu kak,? lho kak Troy punya adik perempuan ya," tanya Brilian.


"iya ,eh dek sini sebentar, kenalin ini teman kakak bekerja namanya Brilian," kata Troy


"Baik kak, salam kenal ya kak Brilian, nama saya merlin..." ucap Merlin adik Troy


"i...i... iya Merlin, salam kenal juga," jawab Brilian.


Dari situlah Brilian tau kalau Troy mempunyai adik perempuan sebayanya, Brilian hanya bertemu Troy ditempat kerja.


Dari situ juga Brilian tau kalau ayah ibu Troy juga masih lengkap, tidak seperti Brilian yang bisa dibilang Broken Home.


"Alangkah bahagianya Troy,keluarganya masih lengkap, tidak sepertiku ," kata Beilian dalam hati.


"Oiya bro, ngomong-ngomong sudah bisa main berapa lagu? Punya lagu sendiri gk?" tanya kak Troy.


"Ya baru bisa dikit kak, tidak punya e kak, emannya kak Troy punya lagu sendiri? Tanya balik Brilian,


"Punya dong... ya itu setiap saya ngeband selalu bawain lagu sendiri, rencananya sih dalam waktu dekat ini mau rekaman," jawab Troy.


"Wow rekaman, bagus itu kak, besuk kalu sudah jadi lagunya saya dikasih kaset lagunyanya ya kak," ujar Brilian.


"Pastilah... bro," jawab Troy


Sudah cukup lama mereka akustikan bareng sambil ngobrol-ngobrol, tidak lama kemudian Brilian pamit untuk pulang.


"Oiya kak, berhubung hari semakin sore saya pamit pulang dulu ya kak," kata Brilian


"Siap kak Troy, nitip pamit untuk ibu dan ayahmu ya kak Troy, sampai jumpa," ucap Brilian.


"Yoi bro," sahut Troy.


----------------------------------🎸-------------------------------


Setelah sampai dirumah, seperti biasa, dirumah Brilian selalu sepi tidak ada siapa-siapa ,paling suara Radio dan Gitar akustik yang selalu menghiburnya,sama kadang-kadang.... beberapa teman yang datang kerumah Brilian.


Taka misalnya, dia sering kerumah Brilian entah sekedar mampir atau pun jaming bareng, gitaran, dan kebiasan buruk mereka adalah minum-minuman keras.


"Bro ayo jaming ini aku membawa gitar, sama biasa.... " ujar Taka.


Yang dimaksud Taka "biasa" itu adalah minuman keras.


"Aduh... lagi males kalau minum bro lagi agak gk enak badan, kalau gitaran ayo!!" sambung Brilian mencari alasan supaya tidak minum alkohol.


Setelah cukup lama akustikan, Brilian dan Taka hendak kesetudio musik ngeband, mereka menghubungi Berto untuk diajak ngeband.


"Coy lagi dimana," kata Brilian lewat telephone.


"Lagi dirumah bro, gimana?" jawab Berto.


"Ayo coy ngeband, ditempat biasa,lagi sibuk gk? ini disini ada Taka juga," sambung Brilian.


"Siap bro, saya langsung meluncur kesetudio, ok " jawab Berto


"Ok coy " ucap Brilian

__ADS_1


"Tut.. tut.. tut... " suara mematikan smartphon.


Beberapa menit kemudian mereka sampai distudio,


"Mas, mau ngeband, ada yang kosong studionya?" tanya Brilian kepada penjaga studio.


"Kosong bro" jawab Sidik,nama penjaga studio


"Tunggu sebentar ya bro saya set dulu atat-alatnya,mau main berapa jam bro?" tanya sidik,


"Ok ok... satu jam aja coy lagi bokek ni..." jawab Taka dengan nada setengah mabuk,


"Ok..ok.. " jawab sidik sambil masuk kestudio mensetting alat terlebih dahulu.


Sidik juga jago bermain gitar, orangnya lugu juga ramah.


"Mana... Si sidik,kelamaan.... " ujar Taka agak mabuk


"Sabar coy," sambung Brilian


"Haha,habis berapa botol bro, kok gk ajak-ajak haha," canda Berto pada Taka,


"Gak... Gak minum apa-apa aku bro, sumprit," kata Taka mengode Brilian jika dia bohong.


"Hahaha halah... Yang bener," sahut Berto


"Bro, bro, bro, studionya sudah siap silahkan masuk," seru Sidik tiga kali mengucapkan kata bro.


"Ok coy terimakasih ya," jawab Brilian.


"Ayo teman-teman," tambahnya.


"Ok.... " jawab Berto dan Taka.


Sesampai didalam studio, seperti biasa pemanasan dulu, bebas siapa yang mau teriak-teriak nyanyi duluan atau punya usul ngarap lagu apa,


"Eo.... Eo..... Eo.... " suara Taka meniru vokalis band Queen.


"Aku mau nyanyi duluan, kamu pegang bas ya Brilian dan Berto biasa drum," kaya Taka


M**aklum Taka agak mabuk.


"Jreng... ehem ehem.. " suara gitar Taka dan tes mix.


"****Gu................ehem


Gu..... .......u...u.. u... u... u.....


Gu.............. "Gundul gundul pa cul cul, gemblelengan. Nyungi nyungi wakul kul, gemblelengan, wakul nglimpang segone dadi sak latar... Wakul nglimpang segone dadi sak latar*******.... "


Lagu daerah gundul-gundul pacul dibawakan veri rock.


"Heh heh heh" suara nafas Taka karena nyanyi sambil teriak-teriak,


"Ayo lagu apa lagi coy ,untuk pemanasan," kata Brilian


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2