
Keesokan paginya,Brilian mengirim pesan singkat kepada Sekar,menanyakan soal rekaman lagu.
"Selamat pagi Sekar," kata Brilian melalui pesan singkat.
"Pagi juga Brilian," balas Sekar.
"Lagi sibuk ya,? Oiya bagaimana rekamannya mau lanjut?" tanya Brilian.
"Owh...Ini masih dirumah nenek. Kalau besuk sabtu bagimana ya Brilian,?"ucap Sekar bertanya.
"Ya... Tidak apa besuk nanti tak coba bicara sama Yonzi. Sama nanti tak isi instrumen tambahanya ya Sekar, jadi besuk sabtu tinggal take vokal aja, soalnya paling lambat hari sabtu ngumpulin demo lagunya... "jelas Brilian.
"Iya sih... Bagimana ya, atau nanti malem bagaimana take vokalnya?"tanya Sekar.
"Kalau malem aku bisanya setelah pulang kerja jam 21:00 pm,emang kamu tidak dimarahin sama ortu kalau keluar malem?" tanya Brilian.
"Iya juga ya, atau gini, nanti biar saya dianter ketempat Yonzi sama kakak saya, terus setelah kamu pulang kerja mampir ketempat Yonzi nanti pulangnya aku kamu anterin gimana?? Soalnya motor cuma satu,dipakai kakak..."ungkap Sekar.
"Oke, gitu juga bagus. Nanti biar saya yang bicara sama Yonzi, nanti siang sebelum berangkat kerja mau mampir kesana," jelas Brilian.
"Oke deh kalau gitu... "jawab Sekar.
"Sip, ya udah,sampai jumpa nanti ya Sekar, daa... " kata Brilian melalui pesan singkat.
"Sampai jumpa Brilian... "balas Sekar.
Hari Jumat pagi yang cerah, seperti biasa runtinitas dirumah Brilian hanya seorang diri. Masak, mencuci baju, bersih-bersih rumah,merawat kucing, menanam pohon dan aktifitas lainnya. Brilian melihat kearah jam dinding, masih jam 07:00 am. Ia lalu memasak nasi menggunakan magic com untuk sarapan,sambil menunggu nasi matang,ia bergegas mandi.
Beberapa menit setelah selesai mandi, Brilian menengok tanaman yang ia tanam dibelakang rumah, berbagai macam tanaman sayur dan tanaman obat ia tanam disana, dihalaman belakang samping rumah. Yang tidak terlalu luas, sekitar lebar 1,5 meter, panjang 5 meter. Ada tanaman bayam, kenikir, sawi,tomat, lombok, terong, dan ada juga tanaman yodium, jahe, kunyit, kemangi, pandan dan lain-lain.
Jika hendak memasak sayur,biasanya Brilian memetik sendiri, bahan-bahan tambahan lainnya membeli dipasar atau warung penjual sayur-sayuran segar.
Ia lalu memetik beberapa sayur dari kebun kecilnya sambil mencabuti rumput-rumput liar disekeliling tanaman.
Beberapa jam kemudian. Brilian lalu melanjutkan menulis lagu yang beberapa waktu lalu sudah beberapa syair ia tulis.
Kadang membuat lagu butuh waktu berhari-hari,apa lagi kalau melengkapinya dengan melodi pada lagu tersebut, butuh waktu lebih, tergantung panjang lagu dan instrumennya. Karena ini hari jumat, bebrapa jam lagi waktunya ibadah sholat jumat dimasjid.
*********************************************
Empat jam kemudian, Brilian melihat kearah jam tangannya pukul 14:00 pm. Ia segera bergegas kerumah Yonzi yang sebelumnya sudah janjian.
"Brum... Brum... Brum......" suara kenalpot sepeda motor cb custom kesayangan Beilian.
Dijalan dengan cuaca yang sedikit panas, namun semilir angin persawahan dijalan yang biasa ia lewati selalu terasa sejuk. Pohon-pohon rindang dipinggir jalan,membuat jalanan menjadi teduh. Banyak kendaraan lain yang melintas, seperti truk, bus, mobil dan kendaraan roda dua namun tidak terlalu ramai seperti dikota yang tidak lepas dari kemacetan. Seperti jalan yang ia lewati jika hendak berangkat kerja, kebetulan melewati jalan perkotaan jadi sering kali terjebak macet.
Setelah sampai dirumah Yonzi, rupanya Yonzi sudah mempersiapkan alat-alat rekamnya.
"Hallo bro, sudah tak siapin alat-alatnya, tinggal gas... "ungkap Yonzi.
"Wah... Siap... " jawab Yonzi.
"Dimana temenmu yang kemarin bro?" tanya Yonzi menanyakan Sekar.
"Oiya, Sekar hari ini baru ada acara keluarga bro. Jadi lanjutnya nanti malem, gimana kamu bisa gak? Misal bisa nanti dia mau kesini diantar kakaknya, terus pulangnya saya antar," jelas Yonzi.
"Ow... Gitu ya, kayaknya bisa sih coba nanti saya kabarin lagi bro," ucap Yonzi.
"Ok bro, soalnya paling lambat hari sabtu ngumpulin demo lagunya, takutnya kalau tidak selesai mixingnya. Oiya kalau laguku sudah selesai ya Bro,?" tanya Brilian.
"Ok siap, sudah selesai bro, " jawab Yonzi.
"Sip," sahut Brilian.
Mereka lalu melanjutkan take gitar untuk lagu Sekar. Instrumen-instrumen tambahan seperti petikan gitar, melodi, atau nada-nada harmoni untuk menambah nuansa didalam sebuah lagu.
"Kira-kira beginilah bro instrumen tambahanya," jelas Brilian setelah take gitar.
"Oke, biar nanti saya review," jawab Yonzi.
"Oiya, nanti kalau temenmu mau take vokal,sekitar jam 19:30 pm ya bro, nanti sore saya mau ada acara diluar soalnya," ungkap Yonzi.
"Ow.. Oke bro, nanti saya sampaikan," sahut Brilian.
"Yoi, satu setengah jam cukuplah ya take vokalnya," jelas Yonzi,
"Mudah-mudahan cukup bro," sahut Yonzi.
Setelah agak lama ngobrol sambil take gitar, Brilian kemudia pamit hendak berangkat kerja karena sudah hampir jam setengah empat sore.
"Brum... Brum.. Brum..... " suara knalpot sepeda motor Brilian.
Sore yang cukup ramai, diperjalanan menuju tempat kerja. Dijalan kebetulan berjumpa dengan Berto teman biasa ngeband bareng.
"Hei bro," sapa Berto berjejer naik sepeda motor.
"Kamu coy, dari mana mau kemana ni, tumben," ujar Brilian.
"Mau berangkat kerja ni, masuk shif sore,kamu sendiri mau kemana bro,mau berangkat kerja juga?" tebak Berto.
"Iya coy," jawab Brilian.
"Kapan ni ngeband bareng lagi?" tanya Berto.
"Kapan aja bro, atur waktu aja,ayo siap," jawab Brilian.
"Oke deh... Jadwal dikerjaan lagi padat bro akhir-akhir ini, sampai tidak punya waktu luang, haha" ungkap Berto.
"Sama coy aku juga," sahut Brilian.
__ADS_1
"Btw, gimana rekaman lagunya,lancar?" tanya Berto,
"Ya... Lancar bro kurang finising aja," jawab Brilian.
Karena kesibukan masing-masing, mereka jarang sekali ngeband bareng. Berto bekerja diagen air minum yang jam kerjanya lumayan banyak. Berto memiliki karakter yang humoris,jago bermain drum, badannya besar dan gemuk, diantara Brilian dan Taka,Berto lah yang paling gemuk.
"Yaudah bro kalau gitu saya belok sini ya,semangat terus bro," seru Berto,
"Dim.. Dim... " suara klakson sepeda motor Berto.
"Siap coy,hati-hati dijalan," jawab Berto,
"Dim... " suara klakson sepeda motor Brilian.
Tidak lama kemudian Brilian juga sudah sampai ditempat kerja. Seperti biasa ia memarkirkan sepeda motornya lalu masuk kedalam toko tepat pukul 15:30 pm.
"Hai kak Troy," sapa Brilian.
"Eh kamu bro," jawab kak Troy agak kaget.
"Serius amat, lagi nulis apa kak?" tanya Brilian.
"Owh... Ini lagi nulis rekapan bulanan,3 hari lagi kan kita gajian," jelas kak Troy didepan laptop.
"Sudah jam setengah empat ya bro?" tambah kak Troy bertanya.
"Iya ni kak,kak Troy gak pulang?" jawab Brilian sambil meletakkan tas srempangnya.
"Pulang dong... Ini tolong dilanjut ya bro rekapannya, sedapatnya saja," jelas kak Troy.
"Siap... Kak, nanti saya lanjut," jawab Brilian.
Tidak lama kemudian kak Troy beranjak pulang,giliran Brilian yang menjaga toko.
Disamping itu, Sekar masih ditempat neneknya,bermalam di tempat neneknya semalam. Ia duduk bersama Geofani kakaknya didepan rumah neneknya yang terdapat taman kecil disana. Sekar bercerita kepada kakaknya kalau nanti malam dia mau rekaman lagu, dan minta tolong untuk diantarkan nanti malam.
"Drrr..... " handphone Sekar berdering tanda pesan masuk.
Setelah dibuka, ternyata pesan singkat itu dari Brilian. Ia mengabari kepada Sekar bahwa take vokal ditempat Yonzi pukul 19:30 pm/jam setengah 8 malam. Sekar pun membalas pesan itu.
"Eh... Lagi pada ngapain ni, enak bener sore-sore duduk-duduk di taman..."ujar Ayah Sekar manyapa Sekar dan Geofani.
"Hehe.. Iya ni yah," jawab Goefani.
"Emmb... Yah yah,jam berapa kita pulang?" tanya Sekar dengan nada manja.
"Sebentar lagi...Sabar ya," jelas Ayah Sekar.
"Jam berapa Yah...??" tanya Sekar manja.
"Mungkin 30 menit lagi Sekar, kenapa kok kelihatanya terburu-buru,?" tanya Ayah Sekar.
"Sekar mau rakaman lagu yah," tambah Geofani memberi tau Ayahnya.
"Iih... Kak.. "ucap Sekar,
"Apa, anak Ayah mau rekaman lagu? Emangnya punya lagu?" tanya Ayah Sekar.
"Hehe... Punya dong yah... "jawab Sekar malu-malu.
"Mirip ibumu kamu Sekar, waktu masih muda ibumu juga bermain band sama teman-temannya seperti kamu," ungkap Ayah Sekar.
"Iyakah yah? Kok ibu tidak pernah cerita yah?" tanya Sekar.
"Ibumu memang suka begitu, suka menyimpan rahasia," jelas Ayahnya.
"Pantesan suara ibu kalau nyanyi bagus yah," ungkap Sekar.
"Main gitarnya juga keren,ibu,"tambah Geofani.
"Ya begitulah ibumu, ayah juga bisa main gitar,dikit-dikit, hehe," terang ayah mereka.
Setelah beberapa menit mengobrol,terdengar Ibu memanggil kami dari luar rumah nenek.
"Yah... Anak-anak,sini..."panggil Ibunda Sekar dan Geofani.
"Ya Mam.. Kami kesitu," jawab Sekar,
"Ayo yah, kak," ajak Sekar.
"Ayok... " jawab Kakak Sekar dan Ayahnya.
Setelah sampai,kami pamit dulu sama nenek dan paman yang tinggal bersama nenek. Waktu menunjukkan pukul 17:00 pm,selanjutnya Sekar dan keluarganya pulang menuju rumah dengan mengendarai mobil. Diperjalanan Sekar ngobrol-ngobrol sama Kakak,Ayah dan Ibunya, kalau besuk minggu ia hendak mengikuti acara live perfom diPuncak Cangkir Kopi. Tapi,sebelumnya harus mengirimkan demo lagu dulu untuk diseleksi,jika masuk seleksi berarti jadi ikut, tapi kalau tidak lolos seleksi ya tidak jadi ikut acara. Acaraanya diadakan minggu sore,sampai malam.
"Jadi begitu, inget pesen Ibu ya,Sekar. kamu harus pinter-pinter jaga diri, lihat tu Kakakmu, pacarnya pernah tak marahin, sekarang tidak lagi berani kerumah lagi," ungkap Ibunya memberi nasehat.
"Hah... Iya kak,?? Hmm..." tanya Sekar kepada Kakaknya.
"Yee.. Bukan pacar ya Mam... Si Rangga itu teman, bukan pacar... Hiss Mama suka mengada-ada," ucap Geofani.
"Owh... Temen.. Kiraiin pacar..." canda Ibunya bercanda.
"Bisa aja kamu Mam..." sambung Ayahnya sambil tertawa kecil.
"Coba sekarang Ayah tanya Sekar,kalau si Brilian itu teman atau pacar? Hayo jujur.. " tanya Ayahnya melirik dari spion mobil sambil menyetir.
"Pacar yah.. Haha," Sahut Geofani kakak Sekar.
"Hiis...Kakak apaan sih, bukan yah... Cuma teman..." jawab Sekar dengan nada manja.
__ADS_1
"Ya...Mama percaya,tapi harus tetep inget terus pesan mama ya sayang..,"
"Tu... Bukan cuma Sekar,tapi Geofani juga.. "tambah Ayahnya.
"Iya...Mam... Iya...Yah... " jawab Sekar dan Geofani.
Hari sudah mulai gelap, diperjalanan pulang Sekar dan keluarganya,mereka kembali melewati jalan didepan JT Gitar Costum. Sekar hanya melihat dari balik kaca mobil, kali ini tidak membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya, takut dituduh yang gak-gak sama Ayah dan Ibunya. Nampak Brilian sedang melayani pembeli yang hendak membeli gitar.
"Owh... Itu yang namanya Brilian... " ungkap Ibu Sekar melihat dari balik kaca mobil.
"Kalian udah kenal lama,?" tambah Ibunya bertanya.
"Ya... Belum terlalu lama sih Mam, tapi dia baik kok," jelas Sekar.
"Iya ibu paham... Ibu mengkhawatir kamu sayang. Coba tanya kakakmu dulu,waktu kamu dulu masih tinggal ditempat nenek," ungkap Ibu Sekar.
Ibunda Sekar dulu pernah memarahi Rangga teman Geofani,karena mengantar pulang terlalu malam. Sampai Rangga tidak berani kerumah Geofani. Dulu waktu Geofani masih sma,Sekar masih smp dan tinggal ditempat nenek. Tidak lama kemudian, mobil Sekar dan keluarganya sudah sampai didepan rumahnya.
"Kita sudah sampai... " seru Ayah mereka.
"Yuk sayang kita turun... "ajak ibundanya.
"Baik...Mam.. "jawab Sekar dan Geofani.
Sampai didalam rumah,mereka lalu beristirahat. Sekar menyiapkan air hangat untuk mandi. Sambil mengobrol sama kakaknya,minta diantar ketempat Yonzi nanti,sekalian kakaknya mau ketempat teman kukiahnya. Geofani kakak sekar pun menjawab iya, nanti setelah istirahat dan mandi. Kemudian Sekar menuju kamar mandi hendak mandi.
Didepan ruang tamu nampak Ayah mereka sedang menonton tv sambil duduk disofa depan tv. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, rambutnya yang masih basah ia berkata.
"Yah.... " panggil Sekar sambil duduk disofa disamping Ayahnya.
"Kenapa...Ada apa Sekar?" tanya Ayahnya.
"Emmb... Begini yah, kan sepeda motor cuma ada 1. Bagaimana kalau beli 1 lagi Yah,kan bisa buat gantian, hehe," ungkap Sekar dengan nada manja.
"Iya besuk....Sabar ya nak," jawab Ayahnya.
"Beneran ya Yah... " sambung Sekar manja.
"Iya... Iya... Semantara gantian dulu sama kakakmu," jelas Ayahnya.
"Baik Yah... " ucap Sekar sambil berjalan kearah kamarnya..
Sekar lalu bersiap-siap,dan mengajak kakaknya untuk diantar ditempat Yonzi untuk meneruskan rekaman lagu.
"Kak... Sudah siap,.." tanya Sekar dari luar kamar kakaknya.
"Iya sebentar... " jawab kakak Sekar yang baru selesai mandi lagi berganti pakaian.
Setelah beberapa menit menunggu,akhirnya kakak Sekar sudah siap. Mereka lalu berdua lalu pamit sama Ayah dan Ibunya. Setelah diizin kan,mereka lalu berboncengan dengan sepeda motor maticnya menuju tempat Yonzi, dan kakak Sekar hendak ke tempat teman kuliahnya hendak mengerjakan tugas.
Sekitar 8 km jarak rumah Sekar ketempat Yonzi. Setelah sampai didepan rumah Yonzi, kakak Sekar lalu pamit. Dirumah Yonzi nampak ada beberapa orang didalam. Sekar pun ragu untuk masuk dan memanggil Yonzi. Kemudian Sekar menelfon Brilian, untuk mengatakan kepada Yonzi kalau dirinya sudah sampai.
"Drrr.... " handphone Brilian berdering.
"Hallo,gimana Sekar?" tanya Brilian melalui telephone.
"Hallo Brilian. Ini saya sudah sampai didepan rumah Yonzi. Tapi didalam rumahnya seperti ada beberapa orang temanya aku malu, coba deh kamu telfun Yonzi... " pinta Sekar melalui telephone.
"Masuk aja gak apa-apa,sebentar saya sambungkan kepada Yonzi," jawab Brilian.
"Iya deh.. " sahut Sekar.
Brilian kemudian menyambungkan telephonenya kepada Yonzi. Yonzi lalu mengangkatnya,ia lalu keluar dan menyapa Sekar untuk mengajaknya masuk ke home studio yang biasa mereka untuk rekaman.
Sekar lalu menutup telfunnya,lalu masuk ke home studio milik Yonzi. Didalam ternyata ada Erdo.
"Hallo kak," sapa Sekar malu-malu.
"Hallo juga kak,temenya Brilian ya?" tanya Erdo.
"Iya kak, kakak juga," tanya Sekar balik.
"Iya,saya Erdo. Namamu Sekar ya?" tanya Erdo.
"Iya kak,kok tau?" tanya Sekar basa-basi.
"Kemarin Brilian cerita...hehe," jelas Erdo.
"Owh... Gitu ya," sahut Sekar.
"Oiya,mau take vokal sekarang atau mau pemanasan dulu ni? " tanya Yonzi didepan layar monitor komputernya.
"Coba langsung gak apa-apa kak," jawab Sekar.
"Oke..." sahut Yonzi.
Sekar lalu bersiap untuk take vokal, berdiri didepan mix,memasang earphone,lalu setelah Instrumen lagunya diputar ia menyanyikan lirik lagunya.
"Disini... Ditempat ini... Diruang yang sudah berganti...
Kisah... Ini dimulai... Dan kini terbayang jelas....
Reef:
*Kau selalu...menemani kesepianku...
Kesendirianku... "
Penggalan lirik lagu Sekar berjudul Dimensi waktu*.
__ADS_1
Besambung....