Brilian

Brilian
Baku Hantam


__ADS_3

"Brilian, tadi kan saya sudah bilang, hubungan kita tidak bisa melebih dari persahabatan,...Okey, " jelas Sekar.


"Tapi... " Brilian hendak mengatakan sesuatu.


"Oiya, ternyata sudah jam 22:30 pm, pulang yuk,?" ajak Sekar.


"Lagi-lagi... Memotong pembicaraan," gumam Brilian dalam hati.


"Ya udah," jawab Brilian lemas.


"Kenapa,kok tiba-tiba gak semangat gitu,?" tanya Sekar.


"Gak apa-apa," jawab Brilian sambil jalan menuju parkiran motor.


"Ngambek ya,?" goda Sekar.


"Kalau iya kenapa? " Sahut Brilian.


"Bagus lah, ha ha ha," canda Sekar.


"Apa?? Hadeh... Ya udahlah..." ujar Brilian.


"Gak... Gak... Kenapa sih ngambek?" tanya Sekar.


"Kamu gak mau ngasih jawaban," ucap Brilian.


"Jawaban apa?" tanya Sekar.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di parkiran sepeda motor,lalu mereka berboncengan menuju rumah Sekar untuk mengantarnya pulang. Di perjalanan mereka sambil meneruskan obrolan mereka. Sekar tidak bisa menerima Brilian sebagai kekasihnya,karena ada alasan yang tidak bisa ia ungkapkan.


"Jadi begitu," ucap Brilian.


"Maaf ya Brilian," ucap Sekar mendekatkan wajahnya ke wajah Brilian.


"Deg,"


"Iya Sekar, tidak apa-apa," jawab Brilin sambil melirik ke arah Sekar.


"Oiya, jalannya kok sepi sih," ujar Sekar agak takut.


"Iya, tapi tidak apa-apa,banyak pemukiman kok disini," jelas Brilian.


"Kalau dingin pegangan aja sini," tambah Brilian.


"Gak apa-apa,?" tanya Sekar basa-basi.


"Halah... Biasanya juga pegang kan, hehe" canda Brilian.


"Apaan sih kamu, hiss.. " sambung Sekar sambil berpegangan memeluk Brilian dari belakang.


Bagian sebelah wajah Sekar,bsrsandar dipunggung Brilian. Karena sepeda motor Brilian cukup terawat, jadi terasa nyaman mengendarainya, meski sepeda motor jenis classic,namum komponen mesin bagian dalamnya,costum onderdil baru. Sekar sampai ketiduran,memjamkan mata sambil memeluk Brilian dari belakang, nampak seperti orang pacaran.


Beberapa menit kemudian,telah sampai di depan rumah Sekar. Brilian yang tau kalau Sekar sedang tertidur, lalu membangunkannya dengan perlahan.


"Sekar, kita sudah sampai," ucap Brilian menoleh ke arah Sekar sambil membangunkannya.


"Owh,iya,maaf sampai ketiduran," ucap Sekar sedikit kaget.


"Tidak apa-apa Sekar, dilanjut di rumah tidurnya, hehe," jawab Brilian.


"Iya Brilian,terimakasih ya, " ucap Sekar sambil bersalaman.


"Sampai jumpa Sekar... " ucap Brilian.


"Iya sampai jumpa Brilian.... Daa... " ucap Sekar melambaikan tangan.


"Brum... Brum...Brum.... " suara khas knalpot costum sepeda motor Brilian.


Di perjalanan,karena sudah hampir jam 11 malam,jalanan namapak sepi. Brilian mengendarai sepeda motornya tidak terlalu cepat karena dingin angin malam. Tiba-tiba dari arah belakang ada dua sepeda motor, yang kemudian memepet Brilian dan menghadangnya. Mereka berjumlah 3 orang, yang 1 berboncengan dan yang satunya lagi sendirian. Setelah helm full face mereka dibuka, ternyata dia adalah Dio dan kawan-kawannya yang tadi hampir berselisih di acara live perform.


"Hee!! Berhenti b*ngsat !!" ucap Dio dengan nada emosi.


"Owh...Elo rupanya, kenapa?" Jawab Brilian santai sambil turun dari sepeda motornya.


"Pake nanya, sialan!!" lontar Dio lalu mengarahkan pukulan kearah Brilian.


Brilian yang sudah siap,lalu menghindari pukulan Dio. Ia lalu membalas pukulannya dan mengenai wajah Dio. Dio pun mundur beberapa langkah karena pukulan Brilian. Dua temannya yang melihat itu,langsung datang ke arah Dio,hendak menyerang Brilian keroyokan.


"Heh. Kalau berani maju satu persatu, banc*i !!" ucap Brilian dengan nada marah.


"Brengs*k..!!!"


Dua teman Dio pun tidak menghiraukan kata Brilian, lalu memukuli Brilian bertubi-tubi. Sekali dua kali Brilian bisa menagkis serangan mereka, namun karena jumlah tidak seimbang,Brilian mundur beberapa langkah. Dio lalu maju dengan membawa kayu lalu memukulkan tepat diwajah Brilian, dan.


"BRUUKK...!!! " Brilian jatuh terhempas.

__ADS_1


Mereka bertiga lalu memukul, menginjak Brilian dengan bertubi-tubi. Brilian lalu punya celah untuk berdiri,dan membalas mereka dengan tendangan A T B, tendangan itu adalah tendangan waktu dulu ia pernah mengikuti bela diri. Serentak mereka mundur setelah mendapat tendangan dari Brilian, tendangan A mengenai perut Dio, tendangan T mengenai leher Roy, dan tendangan B, adalah tendangan balik yang mengenai perut Bram. Namun mereka bertiga tetap maju hendak menyerang Brilian lagi.


Tetapi usaha mereka gagal. Salah seorang pengendara berhenti dan melerai pertikaian mereka. Mereka bertiga lalu kabur setelah menghajar Brilian,sedangkan Brilian mengalami luka memar dan berdarah akibat pukulan kayu tadi.


"Kau tidak apa-apa nak?" tanya seorang pengedara yang kebetulan sedang melintas dan melerai mereka.


"Tidak apa-apa pak," ucap Brilian sambil menutup sebelah matanya dengan telapak tangannya.


"Sebaiknya segera diobati nak lukanya,apotik masih ada yang buka 24 jam," jelas seorang pengendara itu.


"Iya pak, terimakasih ya pak sudah menolong saya. Saya permisi dulu pak," ucap Brilian lalu mengendarai sepeda motor nya.


"Baik nak, hati-hati di jalan," pesan seorang pengendara tersebut.


"Baik pak," sahut Brilian.


Sesampainya di rumah, Brilian lalu membersihkan mukanya dan mengobatinya. Lalu setelah itu,ia mandi dengan air hangat supaya tubuhnya rilex. Setelah selesai Mandi, Brilian tidak bisa tidur dengan nyenyak karena luka mamar di beberapa bagian wajahnya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Senin, pukul 07:00 am. Brilian baru membuka matanya,kebiasaan buruknya sering bangun kesiangan. Ia lalu melihat wajahnya di cermin, alangkah terkejutnya ia melihat luka memar yang membengkak.


"Aduh.. Sialan, luka memarnya semakin parah," gumam Brilian di depan cermin.


Brilian lalu menutup lukanya dengan kapas dan plaster luka. Beberapa jam kemudian, saat ia berangkat bekerja,beberapa orang menayakan luka memar pada wajah Brilian, tepat di bawah mata. Seperti Troy, Pak Muklis, menanyakan luka memar tersebut. Namun Brilian menjawab, lukanya karena jatuh dari sepeda motor,dan mereka pun percaya.


"Oiya bro,ini gajimu,tadi Pak Jonatan nitipin ke saya," ujar Troy sambil memberikan amplop gaji.


"Owh... Iya Kak Troy, terimakasih ya," jawab Brilian.


"Sama-sama bro," sahut Troy.


Mereka lalu berbincang-bincang soal Troy yang tidak lama lagi hendak pindah rumah,dan sudah menyampaikannya kepada Pak Jonatan pemilih JT Guitar Costum,untuk segera mencari pengganti Troy. Brilian juga bercerita kalau semalam di acara live perform di Puncak Cangkir Kopi, ia berjumpa dengan rekan ngeband Troy bernama Dion (OneX). Troy pun sudah mengetahui itu, karena sebelumnya dia di ajak oleh Dion, namun karena ada acara keluarga yang cukup penting, Troy menolak ajakan Dion. Setelah cukup lama mereka ngobrol,Troy lalu pamit hendak pulang.


Waktu menunjukkan pukul 16:00 pm. Seperti biasa,karena keadaan toko masih sepi, Brilian memutar musik sambil mengikuti irama musiknya dengan gitar akustik. Tidak lama di tengah Brilian sedang memainkan gitarnya, tiba-tiba handphonenya berdering.


"Drrrr..... " suara handphone Brilian berdering tanda ada telfun masuk.


"Hallo Brilian. Selamat sore," melalui telephone.


"Sore juga Sekar, tumben, ada apa ni?" tanya Brilian.


"Gak apa-apa... Lagi kerja ya?" tanya Sekar.


"Iya ni,kamu sendiri lagi ngapa Sekar?"tanya balik Brilian.


"Eh tapi... Ada sih,tapi..." Brilian cemas kalau luka memarnya ketahuan kalau habis berkelahi semalam.


"Tapi kenapa Brilian, ada kan di tempat mu bekerja?" tanya Sekar memastikan.


"Owh,ada kok,Sekar," jawab Brilian cemas.


"Okey, see u Brilian,daa..." ucap Sekar l.


"Daa... Sekar," balas Brilian.


"Tut.. Tut.. Tut.. " suara menutup telephone.


Brilian gelisah kalau Sekar sampai tau jika semalam ia berkelahi di jalan. Ia ingat,jika Sekar tidak suka sama cowok yang suka bikin onar dan suka berkelahi. Disamping itu, hari semakin gelap, malam telah menyelimuti kota. Seperti biasa,pertigaan jalan di depan JT Guitar Costum selalu ramai. Beberapa saat kemudian,terdengar suara sepeda motor matic terparkir di samping sebelah toko. Nampak 2 orang wanita masuk dan membuka pintu kaca toko,ternyata mereka adalah Sekar dan sahabatnya Gea.


"Hey... Brilian... " sapa Sekar nampak ceria dengan senyum khasnya.


"Hay Sekar," jawab Brilian dengan luka memar yang di tutup kapas dan plester luka.


"Loh, kamu kenapa??" tanya Sekar heran.


"Sis, kamu milih strep gitarnya aja dulu, saya tak disini sebentar," tambah Sekar menyuruh Gea.


"Okey sis," jawab Gea.


"Emb... Itu kemarin malem pulang dari tempatmu, aku jatuh dari motor," jelas Brilian.


"Hah. Jatuh di mana? Bohong ya.... " tanya Sekar.


"Gak, jatuh di dekat rumah," jawab Brilian.


"Awas ya kalau bohong,..." desak Sekar.


Brilian cuma diam dan nampak gelisah.


"Jujur aja,aku gak apa-apa kalau kamu jujur? " Tanya Sekar.


"Iya, aku jujur," ucap Brilian.


"Kamu tu,kelihatan kalau bohong, coba lihat mataku," desak Sekar.

__ADS_1


Karena Sekar kuliah di jurusan psikologi,jadi ia mengerti membaca logat dan gerak-gerik Brilian. Kemudian Brilian menatap mata Sekar,Sekar lalu tersenyum. Brilian selalu lemah jika melihat mata dan senyum Sekar, karena dia menyimpan perasaan kepada Sekar.


"Saya tanya Sekali lagi, kamu bohong kan? " desak Sekar.


"Tidak Sekar," jawab Brilian yang duduk berhadapan di depan meja kasir.


"Bener.... Awas ya... " desak Sekar lagi sambil tersenyum.


Kemudian Brilian tidak bisa menahan tawanya karena terus didesak pertanyaan oleh Sekar.


"Nah... tu, ketahuan deh kalau bohong," ucap Sekar.


"Ya,tapi kamu tidak marah kan Sekar,?" tanya Brilian.


"Gak...Coba cerita kan gimana kejadiannya? " tanya Sekar balik.


Brilian lalu menceritakan kalau dirinya di keroyok oleh Dio dan 2 orang temannya selepas mengantar dirinya pulang. Sekar yang mendengar itu,lalu mengerti keadaan Brilian. Sekar juga meminta maaf,gara-gara mengantarnya pulang, Brilian jadi terlibat perkelahian di jalan.


"Syukurlah, kalau kamu tidak marah padaku Sekar," ucap Brilian.


"Iya Saya tidak marah, cuma tidak suka aja," ungkap Sekar.


"Ya udah,saya mau nyamperin Gea dulu, membantu milih strap gitarnya," tambah Sekar.


"Iya Sekar, maaf kan saya," ucap Brilian.


"Kamu gak salah, aku yang seharusnya minta maaf," jelas Sekar.


Sekar lalu berjalan ke arah Gea yang sedang memilih strap gitar.


"Gimana sis, dapat belum?" tanya Sekar.


"Sudah ni sis," jawab Gea.


"Itu siapa sis, kok kamu kenal, cowok mu ya?" tanya Gea cowok yang di maksud adalah Brilian.


"Eh ngawur,bukan,cuma teman aja," jawab Sekar.


"Ow... Teman," sahut Sekar.


"Ya udah yuk sis, keburu malem," ajak Sekar.


"Yuk," jawab Gea.


Mereka berdua lalu membayar strap gitar seharga 80 K, strap warna pink dengan motif bubble. Brilian lalu memberikan strap gitar dalam wadah dan nota pembayaran kepada Gea sahabat Sekar.


"Terimakasih ya kak," ucap Gea.


"Sama-sama kak,ditunggu kembali kedatangannya,.." ucap Brilian.


"Oiya,kenalin ini teman saya namanya Gea," ucap Sekar.


"Hai kak,salam kenal nama saya Brilian," jawab Brilian.


"Salam kenal juga kak, saya Gea," sambung Gea.


"Daa... Brilian,duluan ya... " pamit Sekar.


"Daa... Sekar," sahut Brilian.


"Oiya Sekar,ada yang mau saya bicarakan,nanti saya telfun ya,?" ucap Brilian di pintu depan kaca JT Guitar Costum.


"Iya,nanti telfun aja," jawab Sekar.


"Cie cie.... " goda Gea.


"Apaan sih sis,yuk," ajak Sekar berboncengan dengan Gea.


Brilian lalu kembali masuk ke dalam toko. Ia bahagia karena bisa jujur kepada Sekar, dan Sekar bisa mengerti. Dua jam kemudian,waktu menunjukan pukul 20:45 pm. Brilian melayani pembeli terakhir sebelum toko tutup,ada seorang pembeli yang sedang memilih-milih gitar. Setelah barang didapat,transaksi pembelian selesai,Brilian lalu menutup toko tempat ia bekerja.


Setelah semuanya beres, ia lalu menghubungi Sekar karena dia sudah berjanji tadi. Didalam percakapan teleponnya, Brilian mengajak Sekar untuk mengajak jalan-jalan,karena ia pernah berjanji,jika sudah gajian,ia berjanji mentraktir dan mengajak jalan-jalan Sekar.


"Jadi ceritanya kamu gajian ni...?" tanya Sekar melalui telephone.


"Iya, hehe, rencananya mau nepatin janji," ungkap Brilian.


"Boleh deh, tapi jalan-jalan dimana dulu,?" tanya Sekar.


"Emb... Enaknya ke mana ya?" tanya Brilian balik.


"Terserah deh, yang pasti tempatnya asik,hehe" ucap Sekar.


"Ok, besuk aku deh... Dimana tempatnya. Ya udah,selamat malam Sekar, see u... "pamit Brilian melalui telephone.


"Okey,malem,see u Brilian.. " balas Sekar.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2