Brilian

Brilian
Brilian Dan Sekar


__ADS_3

"Tok... Tok... Tok.... " suara seseorang mengetuk pintu rumah Brilian.


"Bro... " seseorang memanggil dari luar,


"Ya, sebentar," jawab Brilian yang sedang bermain gitar sambil mendengarkan Radio.


Kemudian Brilian membukakan pintu, ternyata yang datang Taka, dengan kondisi mabuk.


"Owh kamu coy, dari mana malem-malem gini,?" mari silahkan masuk,


"Oke bro.... terimakasih, heh heh heh" nafas Taka ngos-ngosan langsung tergletak di kursi sofa ruang tamu.


"Kenapa bro dari mana malem-malem gini, ini jam 22:30 pm lo bro," ujar Brilian.


"Owh... Tadi... Pulang kerja... Mampir dirumah temen....Disana minum habis 5 botol bro... Hadeh... " jawab Taka dengan nafas ngos-ngosan karena kebanyakan minum.


"Kamu sih... besuk lagi kalau minum dikit-dikit aja,... " ujar Brilian memberi nasehat.


"Iya bro... pengennya juga gitu... " jawab Taka.


"Ya udah makan dulu sana, tu masih ada nasi sama ayam,makan dulu sana," ujar Brilian,


"Siap.... bro, ayam??" tanya Taka,


"Iya tu di kandang, hahaha," canda Brilian,


"Haduh... Bro beneran aku laper... " ucap Taka melas,


"Iya itu ada nasi sama sayur kalau mau, kalau gk mau ya udah gak apa-apa," kata Brilian.


"Ya udah bro gak apa-apalah, mana??" tanya Taka,


"Tu dimeja dapur ambil aja sendiri seperti biasanya," ucap Brilian,


"Ok bro," jawab Taka.


Kemudian taka berjalan kearah dapur dengan sempoyongan,untuk mengambil makanan yang ada dimeja dapur,lalu makan dimeja tersebut.


Disamping itu Brilian melanjutkan bermain gitar,pindah di ruang tamu yang tadinya di kamar.


"Bro saya minta air minumnya ya,?" teriak Taka dari dapur,


"Ya itu ambil aja ada di dalam kulkas," jawab Brilian,


"Oke... " sahut Taka.


"Jreng... Jreng.... " suara gitar Brilian


Ia meghafal dan memainkan instrument untuk intro lagunya sendiri.


Setelah beberpa menit berlalu, Taka sudah selesai makan.


"Waduh bro kenyang, terimakasih ya, hehe, besuk lain kali saya traktir deh... " ucap Taka kepada Brilian sambil duduk dikursi sofa disampingnya.


"Santai aja coy, gimana masih pusing,?" tanya Brilian,


"Gak ni udah lumayan, tapi masih fly, haha" jawab Taka selengekan.


"Ngomong-ngomong gimana tadi acaranya lancar?" tanya Taka sambil menyalakan rokok.


"Lancar coy, oiya tadi ketemu sama Sekar coy," ujar Brilian,


"Sekar siapa??" tanya Taka sambil menghisap rokok,


Taka, selain karakternya yang kocak,selengean,dia juga seorang yang pelupa.


"Masak lupa, itu pas kita di Puncak Cangkir Kopi, kenalan disana mereka bertiga, terus sama Berto juga," jelas Brilian.


"Ow... yang waktu itu... terus sama 2 temennya juga, siapa lupa aku namanya... siapa...duh... lupa," ungkap Taka sambil mengingat-ingat nama.


"Renata sama Ajeng maksudnya?" ujar Brilian,


"Nah ya itu, cantik-cantik ya mereka, sayang gak punya nomer telephonenya.. hehe" ujar Taka.


"Terus kalau nomer Sekar punya gak kamu bro?" tambah Taka bertanya.


"Duh lupa gak minta tadi bro,padahal bocengan tadi," ungkap Brilian.


"Apa??? Boncengan??" tanya Taka heran sambil menoleh kearah Brilian.


"Iya, haha" jawab Brilian.


"Kok bisa gimana bro tadi ceritanya?" tanya Taka.


Brilian lalu menceritakan pertemuannya dengan Sekar tadi,mereka sama-sama mengikuti acara live perform. Sampai Sekar tidak dijemput kakaknya, lalu makan di kedai Bukit Lintang. Kemudian berboncengan mengantarkan pulang ke rumah Sekar. Sampai lupa tidak minta nomer telephonenya.


"Jadi gitu... Waduh nyesel aku tadi tidak ikut," gerutu Taka.


"Salah sendiri kemarin tak aja gak mau,ya udah berangkat sendiri aja," ungkap Brilian.


"Kerja bro... masuk shif siang pulang jam 21:00 pm/jam sembilan malam.... " ujar Taka,


"Hemp... Aku aja izin kalau ada acara keluarga kok,biar bisa ikutan acara itu, haha" ungkap Brilian,


"Yang bener bro, terus yang jaga siapa tokonya?" tanya Taka,


"Pak Jonatan sendiri kayaknya..." jawab Brilian.


"Wah... Bisa dipecat kamu bro kalau ketahuan bohong," ujar Taka.


"Gaklah... Pak Jonantan mah orangnya santai,lagian kalau gak ikut acara itu ya gak bakal ketemu Sekar kan coy," jelas Brilian.


"Iya juga ya," ucap Taka sambil mematikan api rokoknya lalu mengambil yang baru menyalakan rokok lagi.


"Kamu gak ngerokok bro,?" tambah Taka bertanya.


"Lagi males coy, udah jarang ngerokok sekarang," jawab Brilian.


"Kenapa, gak boleh sama Sekar ya...Hayoo... " goda Taka bercanda.


"Uwe... Gaklah,gak ada hubungannya sama dia coy," jelas Brilian,


"Haha... ada juga gak apa-apa coy saya dukung," ucap Taka,


"Ahh... Ngomong apa sih coy," sahut Brilian sambil memetik gitarnya.


"Hahahaha" tawa Taka.


"Coba pinjem gitarnya bro, gitarku di rumah senarnya putus 2 *****," pinta Taka.


"Nih tapi jangan keras keras, udah jam 23:30 pm/ jam setengah dua belas malam," jelas Brilian,


"Gak santai aja cuma main petikan aja kok," terang Taka.


"Atau pindah luar diatas aja bro, tempat biasa... Sambil menyalakan api unggun kecil," ajak Brilian,


"Oke, bawa tikar sekalian bro," ujar Taka,

__ADS_1


"Siap... " sahut Brilian.


Kebetulan di rumah Brilian ada 2 lantai, tetapi lantai 2 belum di bangun dindingnya, jadi masih dag-dagkan/atap dari cor beton yang lantai bawahnya disewakan untuk ruko,karena terletak di pinggir jalan. Biasanya di atas ruko itu Brilian bermain gitar sama temen-temannya,kadang sambil bakar-bakar, jagung atau burung puyuh, dan minum alkohol.


Sampai di lantai 2 atas ruko tersebut ,Brilian lalu menyalakan api unggun kecil dan menyiapkan tikar untuk duduk.


"Ngomong-ngomong,Sekar orangnya gimana bro,kayak pendiam gitu ya," ujar Taka sambil duduk memetik gitar didekat api unggun.


"Gak juga, asik kok orangnya. Tadi sore kalau gak disamperin dulu aku juga agak grogi mau nyamperin, cantik juga bro dia," ungkap Brilian,


"Cie.... Tanda-tanda ni... " goda Taka bercanda.


"Tanda apa, ah jangan ada prasangka aneh-anehlah, eh rokokmu masih gak bro,?" ujar Brilian,


"Masih, bakar aja," jawab Taka sambil memberikan rokok.


"Katanya gak ngerokok...?" tambah Taka bertanya.


"Ngrokok... cuma tak kurangin bro udah gak kayak dulu lagi,paling sehari cuma satu atau dua batang aja," ungkap Brilian.


"Baguslah kalau gitu,kalau aku belum bisa. Eh gimana tadi Sekar... " tanya Taka.


"Ah udahlah coy gak usah dibahas," jawab Brilian berbaring di atas tikar sambil melihat bintang-bintang dan menghisap rokok.


"Halah... gak apa-apa... Jangan dipendam sendiri... Haha," goda Taka bercanda.


Ditengah obrolan mereka tiba-tiba handphone Brilian berbunyi.


"Drrrr........ " handphone berdering,


"Siapa bro,?" tanya Taka,


"Tidak tau ni nomor baru,malem-malem gini males ngangkat, " jawab Brilian,


"Sini biar saya angkat,kalau gak mau, " pinta Taka sambil memberikan gitar hendak mengangkat telephone.


"Nih angkat aja," ucap Brilian memberikan handphonenya kepada Taka.


"Hallo... " sapa Taka melalui telephone,


"Hallo... Apakah benar ini dengan Brilian?" terdengar suara nyaring seorang perempuan.


"Ya... Ini dengan siapa ya,?" tanya Taka,


"Ini saya Sekar, belum tidur ya?" tanya Sekar,


"Siapa bro??" tanya Brilian berbisik,


"Sekar," jawab Taka,


"Sini-sini bro saya yang bicara," pinta Brilian sambil meletakan gitar dan rokoknya.


"Eeit. Bentar," hadang Taka.


"Owh... Sekar...belum ni, kamu kok juga belum bobok... Lagi ngapa sayangku...??" goda Taka bercanda.


"*****....Sembarangan..!!,sini handphonya, cepetan!! " pinta Brilian,


"Apa???" tanya Sekar melalui telephone.


"Hahahaha" tawa Taka.


"Hallo hallo Sekar, ini aku Brilian,tadi temenku Taka yang ngangkat,maaf ya," terang Brilian,


"Owh... si Taka, dasar... " ucap Sekar,


"Gak boleh ya?? Ya udah aku tutup nih telfonnya... " ujar Sekar,


"Jangan... Boleh kok,hehe,btw kok tau nomorku dari mana,?" tanya Brilian,


"Tadi saya nyuruh temanku si Gea yang kemarin beli gitar di tempatmu itu lo, minta sama Pak Jonatan,minta nomermu," jelas Sekar.


"Owh...Pak Jonatan ya yang ngasih," ucap Brilian.


"Iya. Btw kapan nih bisa bantu aransemen laguku... Pengen rekaman solo akustik nih... " ungkap Sekar.


"Besuk gimana, kebetululan besuk saya mau ke tempat temen mau lanjut rekaman juga, gimana mau gak?" tanya Brilian,


"Okey, besuk jam berapa,? aku mumpung lagi libur kuliah nih," tanya Sekar.


"Besuk kalau pagi bagaimana?, soalnya saya siangnya berangkat kerja..." ungkap Brilian.


"Okey deh, besuk kabarin lagi ya, ini nomor aku disave ya..daa sampai jumpa besuk... " ucap Sekar,


"Okey.. Sekar,sampai jumpa.... " sahut Brilian


"Tut... Tut...tut... " suara tanda telephone berakhir.


"Yes... " ucap Brilian dalam hati sambil senyum-senyum,


"Kenapa senyum-senyum sendiri... Ada yang lagi jatuh cinta nih...haha" ucap Taka.


"Apa...? Ah bisa aja kau ini," gumam Brilian.


"Cuma diajak nemenin mau rekaman besuk, sama aransemen lagunya, kamu mau ikut, ikut aja besuk pagi kerumah Yonzi," ajak Brilian.


"Duh... Besuk pagi saya masuk kerja full... Berangkat jam 9 pagi sampai jam 9 malem.... Hiks," ungkap Taka melas.


"Owh....gitu, ya udah sekarang tidur dulu aja, gak usah pulang tidur sini aja udah jam 12 malem ni," jelas Brilian.


"Okey... Tidur diatas ruko sini aja ya," ujar Taka,


"Iya tidur aja dulu aku belum ngantuk," ungkap Brilian.


"Okok... " sahut Taka.


Tidak lama kemudian,saking ngantuknya Taka pun tetidur dengan posisi terlentang sambil memgang gitar,sedangkan Brilian masih menyalakan api unggun kecil. Sementara itu Brilian menghubungi Yonzin dengan mengirimkan pesan melalui handphone, untuk melanjutkan rekaman yang sudah iya rekam kerangka lagunya kemarin hari senin bersama Erdo.


"Hallo Yonzi, besuk kamis pagi jadi ya lanjut rekaman lagunya yang mau tak pakai buat demo lagu.. " pesan Brilian melalui pesan singkat handphone.


Waktu menunjukan jam 00:30 am, belum ada balasan dari Yonzi. Brilian pun sampai ketiduran disebelah Taka yang sudah tidur pulas dari tadi. Tidur diluar rumah di atas ruko tempat biasa Brilian dan temen-temennya berkumpul memang dingin, tetapi karena menyalakan api unggun jadi tidak terasa dingin.


*********** 06:30 am


 "Drrrrr.... " handphone Brilian berdering menandakan pesan masuk.


Brilian lalu bangun dari tidurnya,melihat ada 2 pesan masuk, pesan pertama ia buka balasan dari Yonzi.


"Ok bro... Sory tadi malam sudah tidur, nanti pagi jam berapa mau recodingnya?" tanya Yonzi melalui pesan singkat.


"Sekitar jam 08:00 am/delapan pagi bagai mana bro?" jawab Brilian bertanya balik.


"Oke,siap..." jawab Yonzi melalui pesan singkat.


Kemudian Brilian membuka pesan yang satunya, ternyata pesan dari Sekar,dengan cepat Brilian lalu bangun kemudian duduk dan membaca pesannya.


"Selamat pagi Brilian.....Bangun-bangun..." kata Sekar melalui pesan singkat yang dikirim pukul 05:15 am.

__ADS_1


"Pagi jugu Sekar...Maaf baru bangun ni.." balasan pesan singkat Brilian terkirim pukul 06:40 am.


"Nanti jadi kan??, Oiya tapi aku tidak ada sepeda motor nih... gimana?" tanya Sekar membalas pesan singkat Brilian.


"Jadi Sekar, nanti pukul sekitar pukul 08:00 am kita berangkat ya, tidak apa-apa nanti saya jemput," ungkap Brilian melalui pesan singkat,


"Baik... Ya udah sekarang mandi dulu terus jangan lupa sarapan dulu gih.. " balasan pesan Sekar,


"Oke Sekar... Kamu juga ya... " balasan pesan Brilian.


Sementara itu Taka masih tertidur disamping gitar,lalu Brilian membangunkannya.


"Coy, coy bangun... Sudah pagi nih... " kata Brilian membangunkan Taka,


"Iya... Iya sebentar lagi... " jawab Taka dengan mata terpejam.


"Saya mau turun nih, mau mandi dulu," ungkap Brilian mau turun dari lantai 2.


"Ya sana turun aja," jawab Taka setengah tidur.


"Okok...awas nanti kamu terlambat masuk kerja lho," jawab Brilian.


"Oiya... Jam berapa sekarang???" tanya Taka kaget sambil bangun.


"Masih jam 07:00 am..." jawab Brilian,


"Owh... Ya,aku berangkat jam 09:00 am kok, nanti tak mandi di tempatmu tak langsung berangkat kerja dari sini aja ya bro," ujar Taka lalu melanjutkan tidurnya.


"Oke.. " jawab Brilian sambil turun hendak mandi dan memasak nasi.


Tidak lama kemudian setelah Brilian selasai mandi, nasi yang ia masak mengunakan magic com juga sudah matang. Brilian lalu mengeluarkan sepeda motornya hendak pergi ke warung rames membeli lauk dan sayur.


Setelah dari warung rames karena jaraknya tidak terlalu jauh, paling cuma 100 meter dari rumah Brilian.


Sesampainya dirumah, terdengar Taka sedang mandi dan nyanyi-nyanyi didalam kamar mandi.


"Hoy... Kalau mandi ya mandi dilarang berisik!!" teriak Brilian dari luar kamar mandi hendak berjalan mengambil nasi untuk sarapan.


"Hahahaha...Sory bro" jawab Taka selengekan tetap bernyanyi sambil mandi.


Lalu Taka menyiapkan 2 piring nasi hangat yang baru saja diambilnya dari dalam magic com. Sambil menunggu Taka selesai mandi, ia menyiapkan lauk dan sayurnya untuk sarapan bareng. Tidak lupa setiap pagi Brilian menyalakan radio online melalui handphone yang dihubungkan ke sepiker aktifnya.


"Wah... Mantap ni... " kata Taka berjalan dari kamar mandi selesai mandi.


"Sudah selseai coy,ayo sarapan bareng mumpung masih hangat,ni ayamnya sudah saya masak," ajak Brilian bercanda.


"Oke... Siap...Hmmm..." ujar Taka sambil mencium aroma ayam rendang.


Mereka lalu sarapan bareng, Taka memang sering tidur di rumah Brilian, sudah dianggap seperti rumah sendiri. Karena sebenernya mereka teman dari kecil, cuma tempat tinggal mereka beda daerah, jaraknya sekitar 2 km lah dari rumah Brilian kerumah Taka.


Disela-sela mereka sarapan sambil mendengarkan radio,juga sambil berbincang-bincang.


"Eh bro gimana,jadi sama Sekar?" tanya Taka.


"Iya nanti setelah ini mau kerumahnya aku," jawab Brilian,


"Owh... Jadi kalian pacaran,???" goda Taka bercanda,


"Uhuk uhuk," Brilian tersedak lalu mengambil minum,


"Ah sampai tersedak, gak ya ngawur aja kalau ngomong, cuma temenan... " jawab Brilian.


"Hahaha...Owh... Masih temenan... Jadi sebentar lagi... " goda Taka bercanda,


"Bisa aja kamu coy, " Jawab Taka.


"Gak apa-apa... Sikat aja... " ujar Taka,


"Apa sih, " sahut Brilian.


Beberapa menit kemudian mereka selesai sarapan.


Waktu menunjukan pukul 07:20 am.


"Bro ini saya sekarang mau kerumah Sekar, kamu mau di sini atau mau pulang dulu, nanti dicari lho sama ortumu, " kata Brilian.


"Owh...gak aku dah izin kok,ok ini saya mau ke tempat temen dulu,lalu berangkat kerja Semoga sukses ya bro,haha" ucap Taka,


"Siap... Kamu juga ya," sahut Brilian.


Mereka lalu meninggalkan rumah Brilian,tidak lupa Brilian mengunci pintu. Taka pergi ke arah barat dengan sepeda motornya, sedangkan Brilian ke arah timur menuju kearah rumah Sekar hendak menghampirinya dengan sepeda motor kesayanganya,cb costum, kira-kira jaraknya 4 km dari rumah Brilian.


Diperjalanan yang tidak terlalu ramai, kira-kira 10 menit Brilian sampai dirumah Sekar.


Setelah sampai, Brilian lalu menghubunginya memberi tahu bahwa dia sudah sampai.


"Sekar, saya sudah sampai didepan rumahmu nih," kata Brilian melalui pesan singkat.


"Oke, sebentar ya," balasan pesan singkat Sekar.


"Baik," jawab Brilian.


Tak lama kemudian terlihat Sekar keluar dari dalam rumahnya,dengan mengenakan rok diatas lutut, dan baju kuning polos lengan panjang,dan aroma wangi yang khas, Sekar lalu berjalan kearah Brilian.


"Maaf ya menunggu lama," ucap Sekar,


"Tidak, tidak lama kok,Sekar tidak bawa gitar??" tanya Brilian,


"Emangnya mau bawa?, kalau iya tak ngambil dulu... " jawab Sekar


"Ya kalau tidak repot, hehe" ucap Brilian,


"Okey," sahut Sekar.


Sekar lalu mengambil gitar dari dalam rumah. Tidak lama kemudian Sekar keluar dari rumah sambil mengendong gitar akustiknya.


"Sini aku bawain aja gitatnya?" pinta Brilian,


"Sudah aku bawa aja, bisa kok, udah biasa bawa gitar gini," ungkap Sekar,


"Yakin.. " ucap Brilian,


"Yakinlah... " jawab Sekar,


"Ya... Senyum dulu dong... " goda Brilian bercanda,


"Hmmmm.... " senyum Sekar sambil menatap Brilian.


"Astaga cantiknya... Matanya indah sekali....." ungkap Brilian dalam hati.


"Ya udah yuk berangkat," ajak Brilian,


"Ayuk.. " jawab Sekar sambil membonceng sepeda motor Brilian.


"Brum... Brum... Brum................ " suara knalpot sepeda motor Brilian.


Diperjalanan menuju rumah Yonzi yang kira-kira berjarak 8 km dari rumah Sekar, mereka sambil mengobrol-ngobrol,dan semakin akrab.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2