Brilian

Brilian
Recording Solo Akustik ll


__ADS_3

Setelah beberapa menit diperjalanan akhirnya Brilian dan Sekar sampai ditempat Yonzi. Brilian mengenalkan Sekar pada Yonzi,lalu mereka bertiga ngobrol-ngobrol. Pertama membahas lagu yang hendak direkam Brilian,yang akan dia kirimkan di Radio suara indie untuk demo live perfome, hari minggu yang bertempat di Puncak Cangkir Kopi. Rupanya Sekar juga hendak merekam lagunya untuk demo juga sama seperti Brilian.


"Gimana Bro,sekarang lanjut rekaman lagu ku yang kemarin,?" tanya Brilian.


"Oke, siap," jawab Yonzi.


"Sekar,kamu setelah aku ya rekamannya," ucap Brilian,


"Owh... Santai aja, yang penting kamu selesai dulu, aku juga mau ngafalin lagunya dulu kok," umgkap Brilian.


"Oke Sekar," sahut Brilian.


Kemudian Brilian melanjutkan lagunya yang berjudul The Night Wolf, yang kemarin sudah sempat direkam.


Sekarang tinggal take melodi , vokal dan beberapa instrument-instrument gitar.


"Sudah di isi instrument ni bro sama Erdo kemarin, sekarang mau take apa dulu,vokal atau melodi,?" Tanya Yonzi.


"Enaknya apa dulu bro? " tanya Brilian.


"Apa aja bisa," jawab Yonzi sambil memutar lagunya.


"Ya udah melody dulu aja, setelah itu vokal," ujar Brilian,


"Oke..." jawab Yonzi.


Beberapa menit kemudian Brilian menyelesaikan take melody,lalu lanjut take vokal.


Setelah beberapa kali take vokal akhirnya Brilian selesai,disebelahnya Sekar memberi samangat kepada Brilian.


"Sip, tinggal aku mixing nanti sore bro ini," ungkap Yonzi,


"Siap," sahut Brilian.


"Sekarang teman saya Sekar ya bro yang rekaman," tambah Beilian.


"Coba aja,sudah siap lagunya,?" tanya Yonzi,


"Sudah kak," jawab Sekar.


"Oke, ayo kita mulai," tegas Yonzi,


"Baik, kak," Jawab Sekar.


Setelah persiapan,kemudian Sekar duduk dengan posisi mix ditodongkan didepan gitar akustik yang ia pegang, lalu mulai memetiknya. Lagu Sekar dengan judul Dimensi Waktu pun kemudian direkam.


Setelah selesai merekam gitar kini Sekar lanjut take vokal.


Reff :


Kau selalu...menemani... kesepianku, kesendirian,


Hingga sang waktu menyadarkan ku dari kelamnya,masa lalu...


Penggal lirik reff lagu milik Sekar dengan judul Dimensi Waktu.


"Yey... Bagus," puji Brilian bertepuk tangan.


"Terimakasih Brilian, tolong dibantu tambahin instrumentnya ya,?" pinta Sekar,


"Baik Sekar,saya tak dengar dulu ya lagunya," jelas Brilian,


"Okey deh,..." jawab Sekar.


Brilian lalu mendengarkan beberapa putaran lagu milik Sekar, lalu membantu mengisi lead melody.


Setelah beberapa kali mencoba akhirnya Brilian berhasil.


"Seperti ini bagaimana Sekar,?" tanya Brilian sambil memberikan earphone kepada Sekar.


"Coba saya dengar," jawab Sekar.


"Bagus nih," tambah Sekar.


"Sekarng instrument apa lagi, ada ide lain mungkin?" tanya Yonzi.


"Sudah, sementara begini cukup," jelas Sekae,


"Oke... Tinggal saya mixing ya nanti," tegas Yonzi,


"Oke... " jawab Brilian dan Sekar.


Tidak terasa waktu menunjukan pukul 10:30 am.


Mereka kemudian mengobrol-ngobrol soal acara besuk hari minggu diPuncak Cangkir Kopi,yang disponsori oleh Radio indie dan beberapa produk lain.


Cukup lama mereka berbincang-bincang, kemudian Sekar mengajak pulang, karena mau ada acara keluarga.


"Kalau begitu,kita pulang dulu yuk Brilian, nanti siang ada acara keluarga nih..." ungkap Sekar,


"Oke ayo," jawab Brilian.

__ADS_1


"Yaudah bro, kami pamit dulu ya, nanti kabar-kabar lagi kalau mau lanjut," tambah Brilian,


"Pamit dulu ya kak," ucap Sekar,


"Siap... Hati-hati dijalan ya," jawab Yonzi,


"Oke..." jawab Sekar dan Brilian.


"Brum... Brum... Brum........ " suara knalpot sepeda motor Brilian.


Mereka lalu berboncengan menuju kearah rumah Sekar untuk mengantarnya pulang.


"Btw, sekar acara keluarganya jam berapa?" tanya Brilian diperjalanan,


"Jam 13:00 pm/jam 1 siang sih acaranya... Ya biar gak mendadak aja," terang Sekar.


"Kalau gitu makan dulu yuk, mau gak?" ajak Brilian,


"Makan dimana,?" tanya Sekar,


"Makan bakso di Ds bakso, mau gak, mau ya?" pinta Brilian,


"Okey deh... " jawab Sekar.


Brilian lalu menuju ke DS Bakso, yang kebetulan satu jalur.


Setelah sampai sitempat yang mereka tuju, mereka lalu turun dari sepeda motor.


Brilian lalu memsan bakso.


"Mas bakso jumbo spesial 2 ya," kata Brilian kepada waiter Ds bakso,


"Baik kak," jawab waiter DS bakso.


"Saya yang bakso biasa aja deh Brilian.." jelas Sekar.


"Owh... Yang satu biasa mas, minumnya apa sekar?" tanya Brilian.


"Sama aja deh... " tambah Sekar.


"Oke, minumnya es buah 2 ya mas,"tutur Brilian.


"Baik mas, bakso jumbo 1,biasa 1,sama es buah 2 ya,?" jelas waiter DS bakso.


"Iya mas," jawab Brilian,


"Baik, mohon tunggu sebentar ya kak," ucap waiter tersebut.


Mereka berdua duduk bersebelahan tanpa berbicara apa pun.


Sampai kemudian Brilian membuka pembicaraan.


"Permisi kak, ini es buahnya, " seorang waiter datang mengantar es buah yang mereka pesan.


"Baik, terimakasih ya," sahut Brilian.


"Ini Sekar ayo diminum es buahnya," ajak Brilian,


"Okey... Wow...kelihatannya enak ni,baru kali ini aku makan disini, " ungkap Sekar.


"Masak sih," ujar Beilian,


"Iya beneran," tambah Sekar,


"Sama kalau gitu,hehe," canda Brilian.


"Hiss...Ikut-ikutan aja kau," sahut Sekar.


"Oiya Sekar, ngomong-ngomong kalau cowokmu tau kita berboncengan emangnya tidak marah,?" tanya Brilian.


"Ngomong apa sih kamu... " ujar Sekar,


"Eh... Beneran aku tanya serius.." jelas Brilian.


"Gimana ya...Emm.... Kasih tau gak ya... " canda Sekar,


"Kalau kamu bagaimana,cewekmu gak marah kalau kita boncengan,?" tanya Sekar balik.


"Emm.... ", Brilian lalu melamun sebentar mengingat sesuatu.


"Hello... Malah ngelamu, " kaget Sekar,


"Eh.. Maaf-maaf...,"ucap Brilian kaget,


"Kalau aku sih belum punya cewek,hehe," jawab Brilian.


"Yang bener... " ucap Sekar dengan nada mengoda.


Ditengah obrolan mereka, tiba-tiba waiter datang mengantarkan bakso pesanan mereka.


"Permisi kak, ini bakso pesanannya, " kata waiter sambil menaruh bakso diatas meja tepat didepan Brilian dan Sekar duduk.

__ADS_1


"Terimaksih ya kak," kata Sekar kepada waiter,


"Sama-sama kak, selamat menikmati," sahut waiter tersebut.


"Ayo Sekar kita makan dulu, " ajak Brilian,


"Okey," jawab Sekar.


Kemudian lalu makan tanpa melanjutkan perbincangan mereka.


Sampai mereka lupa dengan apa yang mereka obrolkan tadi.


Setelah selesai makan,lalu Brilian membayarnya. Mereka lanjut menuju kearah rumah Sekar.


Tidak lama setelah sampai didepan rumah Sekar,Sekar lalu turun dari sepeda motor Brilian.


"Terimakasih ya Brilian," ucap Sekar,


"Sama-sama Sekar," sahut Brilian,


"Mampir dulu yuk," ajak Sekar,


"Besuk aja deh... Saya tak pulang dulu,nitip pamit sama Ayah Ibumu ya Sekar, " tambah Brilian,


"Okey Brilian....kalau gitu, hati-hati dijalan ya," ucap Sekar,


"Oke, sampai jumpa Sekar," ucap Brilian,


"Sampai jumpa... " sahut Sekar.


Brilian lalu membelokan sebeda motornya menuju kerumah, waktu menunjukan pukul 12:30 pm, cuaca yang sedikit mendung disiang hari,dan jalan yang tidak terlalu ramai, Brilian mengendarai sepeda motor kesayangannya sambil memikirkan sesuatu.


Tidak lama kemudian, Brilian sampai dirumah, tidak lupa iya mengambil air wundhu lalu sholat Dzuhur.


Setelah selesai sholat,Brilian lalu berbaring ditempat tidurnya sampai ketiduran.


 \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*🎸\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Waktu menunjukan pukul 15:00 pm.


"Trrriiiiiinnnnggggg............." alaram berbunyi.


Brillian lalu bangun dari tidurnya, bergegas mandi. Setelah selesai mandi,ia lalu sholat Azar terlebih dahulu,setelah itu makan.


Setelah selesai makan, Brilian lalu menghidupkan mesin motornya.


Ia hendak berangkat kerja pukul 15:30 sampai diJT Gutar Costum.


Dengan mengenakan celana levis panjang,sepatu,tas srempan, dan kemeja berwaena biru dongker, Brilian siap berangkat bekerja.


"Brum... Brum....Brum.... " suara kenalpot motor.


Sore itu nampak kilauan emas dihamapran persawahan luas, burung-burung putih terbang menuju matahari terbenam. Brilian memperlambat laju sepeda motornya, sambil melihat pemandangan persawahan yang sejuk angin sore itu. Ia melewati sebuah sekolahan Smp tapak tilas sekolah Brilian dulu. Dia ingat,sering berkelahi, bolos sekolah, dihukum guru, sampai tertangkap basah bersembunyi karena tidak mengikuti upacara. Dalam hati, haru bercampur lucu pada masa itu, kenakalan masa-masa Smp.


Beberapa meter lagi Brilian sampai ditempat kerja.


Setelah sampai,seperti biasa, ia memarkirkan sepeda motornya lalu masuk ketoko jt Guitar Costum untuk berganti shif dengan Troy rekan kerja Brilian.


"Hallo Bro, " sapa khas kak Troy,


"Hallo kak Troy," jawab Brilian.


"Tumben ni rapi," ujar kak Troy sambil siap-siap pulang.


"Iya ni habis kondangan," jawab Brilian berbohong.


"Ow... Kondangan dimana,? " tanya kak Troy.


"Hehe, gk kak bercanda," canda Brilian.


"Haha bisa aja kamu," sahut kak Troy,


"Oya saya duluan ya bro, " tambah kak Troy,


"Iya kak hati-hati dijalan," ucap Brilian,


"Yoi bro, " jawab kak Troy.


"Oiya, kapan-kapan main kerumah, kita jaming bareng lagi. Ditanyain adikku Merlin kamu, kok gak pernah kelihatan dimana tanyanya," jelas kak Troy.


"Ya besuk kak, pasti saya main kerumah, salam ya kak buat adik kak Troy, hehe," ungkap Brilian.


"Oke oke...Sampai jumpa bro... " ucap kak Troy.


"Sampai jumpa kak, " balas Brilian.


Setelah Troy pulang,kini giliran Brilian jaga shif 2 sampai toko close sekitar jam 21:00 pm. Seperti biasa, kalau pas toko sepi Ia suka memutar lagu-lagu yang bisa dibilang rock, rock n' roll, blues, jazz, alternatif rock, rock a billy dan lain-lain. Tapi kalau pas ada calon pembeli datang,ia mengantinya dengan musik instrumental seperti,piano,biola atau petikan gitar,biar suasananya santai.


Suasana petang didepan JT Guitar Costum,dipersimbangan jalan yang ramai orang-orang dengan kesibukan-kesibukan masing-masing. Petikan gitar yang ia mainkan mengikuti alunan musik yang ia putar.


Disisi lain, Sekar sedang diperjalanan menggunakan mobil,bersama keluarganya,Ayah,Ibu,dan Geofani kakaknya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2