
Minggu pagi pukul 07:00 am,setelah semalam bergadang bersama Taka dirumah, selepas mengantar Sekar pulang. Brilian lalu membuka pesan email di handphonenya, ada pesan masuk dari Yonzi,rupanya Yonzi sudah mengirimkan lagu milik Sekar,dan lagu milik Brilian yang ia record beberapa hari lalu. Brilian segera mengirimkan demo lagu tersebut,di Radio Suara Indie, karena paling lambat hari ini. Untuk selanjutnya menunggu kabar, apakah lolos seleksi atau tidak. Setelah itu Brilian memberi kabar Sekar, jika lagunya sudah dikirim kan juga.
"Pagi Sekar,..." sapa Brilian melalui pesan singkat.
"Pagi juga Brilian..." balas Sekar.
"Lagunya sudah saya kirim kan ya, tinggal nunggu lolos seleksi apa tidak, hehe,"ungkap Brilian.
"Owh.. Baik Brilian, terimakasih ya, semoga lolos, hmmm.... "balas Sekar.
"Iya. Btw lagi ngapa ni?" tanya Brilian melalui pesan singkat.
"Ni habis olahraga pagi,kamu sendiri lagi ngapa? " jawab Sekar.
"Wow... Aku baru bangun ni, hehe semalem habis nganter kamu pulang,di rumah masih bergadang sampai jam 02:00 am, hehe," ungkap Sekar.
"Owh... Aku cuci muka terus tidur semalam. Kenapa kok bergadang? " tanya Sekar.
"Tidak apa-apa,cuma ngobrol-ngobrol aja sama Taka. Dia suka mampir ke rumah kalau pulang kerja malem," jelas Brilian.
"Owh... Gitu ya," sahut Sekar.
"Iya, ya udah ya Sekar. Mau mandi dulu ni, sampai jumpa nanti, semoga lolos seleksi,daa...Sekar," ucap Brilian.
"Daa... Ya udah mandi dulu sana, bauk, hehe,sampai jumpa Brilian," balas Sekar melalui pesan singkat.
"Hehe, ok Sekar," sahut Brilian melalui pesan singkat.
Setelah rutinitas paginya selesai, Brilian lalu keluar sebentar ke tempat kerjanya, JT Guitar Costum, hendak membeli senar gitar untuk menganti senar gitarnya yang sudah cukup lama. Masih pukul 09:00 am Brilian diperjalanan menuju JT Guitar Costum,udara masih terasa sejuk, membelai ramput ikalnya yang tidak terlalu panjang. Dengan style ala anak band, jaket levis, calana levis kargo,dan sepatu casual classic. Setelah sampai ditempat JT Guitar Costum, Brilian memarkirkan sepeda motornya lalu masuk ke dalam toko,namun di dalam toko dia tidak melihat Troy, melainkan Pak Jonatan pemilik toko.
"Perimisi Pak Jonatan," sapa Brilian.
"Eh kamu,ada apa Brilian,?" tanya Pak Jonatan.
"Ini Pak mau membeli senar gitar. Kok yang jaga Pak Jonatan, kak Troy tidak masuk kenapa Pak?" jawab Brilian bertanya balik.
"Ow... Itu pilih aja yang kamu suka, tidak usah bayar khusus buat kamu Brilian," jelas Pak Jonatan.
"Si Troy itu tadi izin mendadak, jadi saya jaga sendiri tokonya," tambah Pak Jonatan menjelaskan.
"Yang Bener pak, kalau tidak bayar??" sahut Beilian.
"Tapi potong gaji.... Hehe," canda Pak Jonatan.
"Sama aja pak,tapi dapat potongankan Pak sama karyawan sendiri..." ujar Brilian.
"Iya santai aja," sahut Pak Jonatan.
"Ow... Kak Troy izin mendadak ya pak, ada apa ya, saya malah tidak tau kalau tidak kesini tadi," jelas Brilian.
"Kurang tau juga, coba kamu telfon atau kerumahnya," ujar Pak Jonatan.
"Ya nantilah Pak," jawab Brilian.
"Oiya Pak, hari ini jadwalku off lho Pak.... " tambah Brilian mengingatkan.
"Iya iya...Nanti shif 2 biar di jaga sama Pak Muklis," jelas Pak Jonatan.
"Ok Pak... Kirain lupa kalau hari ini aku off kerja," ujar Brilian sambil memilih senar gitar yang hendak dia beli.
"Gaklah...Ini jadwalnya sudah saya tempel di sini kok," jelas Pak Jonatan sambil menunjuk kedinding tempat menempel jadwal karyawan.
"Owh... Siap Pak," sahut Brilian.
Setelah selesai membeli senar gitar satu set, Brilian lalu berpamitan sama Pak Jonatan. Ia lalu bergegas hendak pulang. Namun, diperjalanan ia kepikiran sama kak Troy, karena kebetulan satu jalur di perjalanan, Brilian memutuskan untuk mampir ke rumah kak Troy, karena saat hendak ditelfun, handphonenya ketinggalan dirumah.
"Brum.. Brum... Brum........ " Suara knalpot sepeda motor Brilian.
Setelah sampai di depan rumah kak Troy, Brilian memarkirkan sepeda motornya lalu turun. Selatah sampai di depan pintu,Ia lalu memanggil kak Troy.
"Tok... Tok... Tok... Permisi.... " panggil Brilian sambil mengetuk pintu.
"Ya....Sebentar... " sahut seseorang dari dalam rumah.
Lalu dibukakan pintu,dan ternyata Kak Troy ada dirumah.
"Owh... Kamu Bro, dari mana ni ? Mau masuk apa di teras rumah aja bro?" tanya Kak Troy.
"Ini dari tempat kerja kak, membeli senar gitar, kebetulan pas lewat sekalian mampir. Hehe, di teras aja lah kak sambil melihat-lihat tanaman bonsinya bagus-bagus," ujar Brilian.
"Oke bro... Owh itu, bonsai punya saya sama punya Merlin adik saya," jelas Kak Troy.
"Adik kak Troy juga suka bonsai ya,pantes ni ada tanaman bunga-bunganya juga," ungkap Brilian.
"Iya Bro,eh mau minum apa, kopi atau teh Bro? " tanya Kak Troy.
"Sudah kak... Tidak usah repot-repot serius tadi di rumah sudah bikin kopi," jelas Brilian.
"Yang bener ni..." sahut Kak Troy sambil masuk kedalam rumah hendak mengambil sesuatu.
Didepan teras rumah Kak Troy terdapat berbagai macam tanamam bonsai yang terrawat dan tertata rapi. Ada bonsai Bougenville,
Bonsai Azalea,
Bonsai Asam Belanda,
Bonsai Asam Jawa,
Bonsai Beringin,
Bonsai Kimeng,
Bonsai Cemara Udang dan beberapa jenis lainnya.
Tidak lama kemudian Kak Troy keluar dari rumah dengan membawa gitar dan minuman dingin dalam botol.
"Ni bro kalau mau gitaran.... " ujar Kak Troy.
"Uwe... Mantap ni," sahut Brilian sambil memegang gitar.
"Oiya kak Troy, kok izin off kerja kenapa kak? kata Pak Jonantan ada acara apa gitu, " tanya Brilian.
"Ow... Itu, nanti ada acara keluarga ni bro, nunggu ayah pulang dari luar kota, paling nanti siang sudah sampai sini, sekarang baru di perjalanan," jelas Kak Troy sambil duduk di sebelah Brilian.
"Owh.. Gitu kak," Sahut Brilian.
"Iya Bro," jawab Kak Troy.
"Kak... Permisi, ini tehnya ya kak," suara merdu sesorang berwajah manis.
"Iya dek... Terimakasih ya dek.. " ucap Kak Troy kepada Merlin adiknya.
"Eh.. Kak Brilian, kok lama tidak main kesini, lagi sibuk ya kak,?" tanya Merlin adik Troy.
"Owh... Saya, tidak kok, tidak sibuk, paling cuma sibuk kerja aja, hehe" jawab Brilian.
"Owh...gitu, ya udah di minum ya kak teh nya, " tambah Merlin.
"Iya Merlin, terimakasih..." sahut Brilian.
"Sama-sama Kak... " jawab Merlin.
Merlin lalu masuk ke dalam rumah, sedangkan Brilian dan Troy berbincang-bincang,membicarakan acara yang di adakan di Puncak Cangkir Kopi. Dan membicarakan soal acara keluarganya,rupanya Troy sekeluarga hendak pindah rumah ke rumah lama mereka yang berada di luar kota. Troy dan adiknya Merlin,juga akan melanjutkan kuliahnya disana.
"Jadi begitu, terus kapan kak rencana pindahannya?" tanya Brilian.
"Ya waktu dekat-dekat ini, saya juga belum bicara sama Pak Jonantan,besuk kalau pas masuk kerja rencananya mau bilang, biar segara disiapkan penganti," jelas Kak Troy.
"Duh... Bakal rindu jamming bareng ni kak,kalau jadi pindahan. Iya kak,sebaiknya dibicarakan sama Pak Jonatan," tambah Brilian.
"Hehe, kan bisa video call kalau rindu,bisa jamming streaming," jelas Kak Troy.
"Ow... Iya ya kak," sahut Brilian.
Tidak terasa ditengah obrolan mereka, waktu menunjukan pukul 10:45 am. Beberapa saat kemudian, Brilian lalu berpamitan dengan Kak Troy. Setelah berpamitan, Ia lalu melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya. Diperjalan yang tidak terlalu panas, Brilian melaju di jalan yang tidak terlalu ramai, karena sudah memasuki jalan-jalan perkampungan dan persawahan-persawahan di pinggir kanan dan kiri jalan.
Kini Brilian sudah sampai rumah,ia lalu mengambil gitarnya dan menganti senar yang baru saja ia beli. Disaat ia sibuk memasang senar baru pada gitarnya, tiba-tiba handphonenya berdering.
"Drrr....... " suara handphone berdering.
Ia lalu membuka sandi handphone nya, setelah dibuka ternyata ada email masuk. Email dari Radio Suara Indie, memberi kabar bahwa Dirinya dan Sekar lolos seleksi,nanti sore bisa datang diacara 1 jam sebelum acara dimulai. Acara dimulai jam 16:00 pm/ jam empat sore sampai selesai.
"Yuhu... Ye.. Ye.. Yeah....!!!!" sorak Brilian melompat-lompat di sofa ruang tamu rumahnya.
"Bruuk...!!" suara gitar jatuh di lantai akibat Brilian melompat-lompat di sofa.
"Aduh... Gitarku..." ucap Brilian sambil meneliti gitarnya apakah ada yang lecet atau tidak.
"Aman-aman... "ujarnya mengelus dada.
__ADS_1
Dengan cepat Ia lalu menelfon Sekar, memberi kabar bahwa mereka berdua lolos seleksi,dan bisa ikut acara live perfom nanti sore.
"Tut... Tut... Tut... "
"Hallo Sekar," sapa Brilian melalui telephone.
"Ya, ada apa Brilian,?" tanya Sekar.
"Kita lolos seleksi sayang... Ye.. Ups" jelas Brilian keceplosan.
"Apa.. Brilian, coba ulangi agak tidak kedengaran ni... ?" tanya Sekar lagi.
"Kita lolos seleksi Sekar, nanti sore pukul 15:00 pm kita berkumpul di tempat acara, oke?" ungkap Brilian memberi tau.
"Owh.... Hore.... Sip, nanti aku jemput ya Brilian? " pinta Sekar manja.
"Siap... Nanti saya jemput deh... " sahut Brilian.
"Oke deh," ucap Sekar.
"Btw lagi ngapa ni? " tanya Brilian basa-basi.
"Ni habis makan siang sama kak Geofani, kamu sendiri lagi ngapa, dah makan belum?" tanya Sekar balik.
"Owh... Belum, bentar lagi, ni lagi nyervis gitar, hehe, " jawab Brilian.
"Owh.. Emangnya ada yang rusak?" tanya Sekar lagi.
"Gak ni, cuma mengganti senar aja,hehe" Jawab Brilian.
"Owh... Ya udah deh,jangan lupa makan, nanti maag lho.. " tambah Sekar mengingatkan.
"Oke deh... Terimakasih Sekar... " sambung Brilian.
"Terimakasih untuk apa,??" goda Sekar.
"Em.....Untuk.... Apa ya... Em.... " Brilian bingung.
"Sudah-sudah...Bercanda aja kok,iya-iya sama-sama....See you Brillian..."ucap Sekar.
"Oke Sekar, see you... "jawab Brilian sambil menutup telfonnya.
"Tut... Tut... Tut... "
Dua jam kemudian, waktu menunjukkan pukul 14:35 pm/jam setengah 3 sore. Brilian bersiap-siap untuk ke rumah Sekar, lalu menuju Puncak Cangkir Kopi tempat dimana acara akan diselenggarakan. Total jarak tempuh kira-kira 10 km meter jika digabung dari rumah Brilian ke rumah Sekar lalu ke Puncak Cangki Kopi.
Setelah semua perlengkapan siap, Brilian lalu bergegas menuju ke rumah Sekar. Kali ini style Brilian ala rock a billy, rambut klimis, celana street,jaket levi's putih, sepatu semi jungel,dengan sepeda motor cb costum classic tahun 1970.
"Brum... Brum... Brum... " suara khas knalpot costum sepeda motor Brilian.
Beberapa menit kemudian,Brilian sampai di depan rumah Sekar. Tidak lama kemudian Sekar keluar dari dalam rumahnya, mengenakan sweter wanita warna pink, celana levi's,dan sepatu casual wanita warna putih.
"Sudah siap,?" tanya Brilian kepada Sekar yang berdiri dihadapannya.
"Siap, hmmm... " dengan senyum khasnya,nampak lesung dipipinya yang menambah menawan senyumnya.
"Oke. Ayo kita berangkat," ajak Brilian sambil membelokkan sepeda motornya.
"Brum.. Brum... Brum.... "
Mereka berdua berboncengan menuju tempat acara di Puncak Cangkir Kopi. Pertama-tama, mereka harus melewati tanjakan yang lumayan tinggi,setelah melewati tanjakan itu, sudah tidak ada lagi tanjakan. Minggu sore yang cerah,udara sejuk pegunungan dan pemandangan yang memanjakan mata, rasanya semua penat dan lelah menghilang setelah melihat pemandangan dari atas bukit itu.
Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di lokasi.Terdengar suara sound system yang sedang di test oleh crew penyelenggara. Lalu berikutnya Brilian dan Sekar menuju ruang peserta untuk mendata diri dan absen. Seperti biasa sebelum acara dimulai,diadakan techical meeting khusus untuk mengatur jalannya acara. Total peserta yang mengikuti acara live Perfom ada 10 peserta, 5 dalam format band, yang 5 lagi dalam format solo, termasuk Sekar dan Brilian.
"Baik pertama-tama,perkenalkan nama saya Ronald dari io acara ini, mungkin sebelumnya ada yang pernah jumpa saya ya. Baiklah langsung saja, pertama-tama, silahkan memperkenalkan diri, nomor urut perfom sesuai pada Id Card yang kami berikannya," jelas Ronald.
"Baik !!" jawab Peserta live perfom.
Kemudian semua peserta memperkenalkan diri sesuai urutan, termasuk Brilian dan Sekar. Mereka berdua mendapat nomer urut, Brilian nomor urut ke 5,sedangkan Sekar memdapat nomor urut ke 6. Para peserta juga sudah pernah mereka jumpai sebelumnya, seperti Black Symphoni, kali ini mereka dalam format band, kalau beberapa waktu lalu hanya vokalisnya saja. Lalu ada Fire String, duo gitaris, dan ada beberapa yang belum pernah mereka berdua jumpai sebelumnya.
Berikut adalah daftar nama-nama peserta.
1.Dion (OneX)
2.Fire String (Duo gitaris)
3.Aprilia
4.Mr.Jack (Duo gitaris)
5.Brilian
6.Sekar (The ne)
8.Blue Sky
9.Amoeba
10.Magentha
Masing-masing membawakan 2 lagu bebas, batas waktu perform max 15 menit. Suasana semakin sore semakin ramai, ditambah pemandangan sunset yang nampak jelas dari atas Puncak Cangkir Kopi.
"Oiya Sekar, saya mau sholat Ashar dulu ya di mushola dekat situ," ungkap Brilian.
"Sliahkan Brilian," jawab Sekar mempersilahkan.
"Baik," sahut Sekar.
Brilian lalu berjalan menuju mushola hendak beribadah. Sedangkan Sekar sudah tadi siang ke Gereja. Waktu terus berlalu, tepat pukul 16:00 pm, Mc acara membuka acara, kali ini mc acaranya adalah penyiar Radio, Vj Viona dan Vj Ria lalahoho. Pertama-tama pembukaan dibuka oleh penampilan Dion. Dion akan membawakan 2 buah lagu.
"Baiklah... Sebelumnya mana suaranya... " seru Mc acara Vj Ria,
"Yeee.... Yeeee... Yeeeee.....!!! " sorak penonton yang lumayan banyak.
"Hey, maaf nunggu lama ya," ucap Brilian menyapa Sekar yang duduk menghadap panggung.
"Enggak kok... Sudah selesai," ucap Sekar.
"Sudah. Udah dari tadi acaranya dimulai,?" tanya Sekar.
"Belum baru aja dimulai," ungkap Sekar.
Mereka berdua lalu duduk bersebelahan menghadap panggung,dengan membawa gitar yang masih berada di dalam wadahnya.
"Terimakasih, sebelumnya mungkin ada yang belum kenal ya dengan saya,perkenalkan nama saya Vj Ria,yang akan menjadi Mc acara ini, nanti saya akan ditemani oleh Vj Viona juga lho... " seru Vj Ria memperkenalkan diri.
"Lagsung saja yuk kita sambun Dion... beri tepuk tangan yang meriah... " seru Vj Ria.
"Yeee..... Yeee...!!!" sorak penonton bertepuk tangan.
"Hallo selamat sore semua... " sapa Dion.
Dion adalah rekan Troy ngeband, karena Troy dan Daus tidak bisa ikut acara, Dion mengikuti acara sendiri, nama band Dion,Troy dan Daus adalah OneX.
"Sore....!!!" sahut penonton menjawab sapa Dion.
"Langsung saja, sebuah lagu yang akan saya bawakan, lagu cover dari The S.I.G.I.T dengan judul Conundrum," seru Dion lalu memetik gitarnya.
Intro :
I went down at the banyan trees
I would never agrees
Declarants of your unprovement
(Ride a white swan)
I read all the history books
I don't know if I should
Keep believes in your exponents
(Ride the tide now)
Penggalan lirik lagu The S.I.G.I.T Conundrum. Setelah selesai lagu pertama,Dion lalu melanjutkan lagu ke 2,masih lagu milik The S.I.G.I.T dengan judul Live in new york.
Suasana semakin meriah, hari semakin gelap, matahari parlahan mulai tenggelam. Beberapa menit kemudian Dion menyelesaikan lagu ke 2 nya. Mc acara langsung naik keatas panggung,memberi pujian kepada Dion. Begitu juga apresiasi penonton yang memberi tepuk tangan dengan meriah.
"Baiklah... Kita sambut penampilan beritutnya,dari,Fire String....beri tepuk tangan yang meriah... " seru Mc acara, Vj Ria.
"Yeee.... Yeeee..... Yeee...... " sorak penonton bertepuk tangan.
"Terimakasih semuanya...." ucap Yion dan Roger personil Fire String.
Seperti biasa, mereka membawakan instrumen kolaborasi dengan 2 gitar akustik. Kini merek membawakan instrument milik Yngwie Malmsteen dengan judul Far beyond the sun. Dan instrumen ke 2 mereka,membawakan milik Steve Vai dengan judul Love of God.
Yion dan Roger membawakan instrumen-instrumen tersebut dengan penuh penjiwaan. Setelah beberapa menit berlalu, penampilan mereka pun selesai. Waktu hampir mendekati Maghrib,Mc acara lalu menghentikan acara sebentar, dan akan melanjutkan setelah pukul 19:00 pm/setelah Isyak. Terdengar suara tepuk tangan meriah dari penonton.
"Yee....yeee... yeee.... " sorak Sekar memberi tepuk tangan.
"Bagus ya penampilanya, Brilian?" tambah Sekar bertanya.
__ADS_1
"Iya Sekar, mereka memang luar biasa, jadi grogi nih, hehe" ujar Brilian.
"Kenpa grogi... Harus semangat dong.. " ucap Sekar memberi semangat.
"Hehe, iya Sekar. Oiya, saya mau ibadah dulu ya Sekar,aku nitip gitar disini tidak apa-apa?" ujar Brilian bertanya.
"Tidak apa-apa... Silahkan... " jawab Sekar.
"Baik, terimakasih ya Sekar," sahut Brilian.
"Iya... Sama-sama... "ucap Sekar.
Brilian lalu berjalan menuju mushola yang tadi ia sholat Ashar disana. Terlihat antrian orang-orang mengambil air wundhu hendak sholat maghrib. Di Puncak Cangkir Kopi semakin malam semakin ramai, karena setiap minggu/ahad ada acara live perfom, yang tiket masuknya sangat terjangkau.
Satu jam kemudian,acara sudah hampir dimulai, waktu menunjukkan pukul 19:10 pm. Mc acara naik keatas panggung,kali ini Mc acranya Vj Ria di temani Vj Viona. Acara semakin seru, Mc juga mengadakan game-game ringan dengan hadiah doorprize dari pihak penyelenggara. Game pertama adalah game tebak lagu, dan game-game ringan lainnya, antusias penonton sangat baik.
"Oke, kita lanjutkan acara kita selanjutnya,yuk kita sambut Aprilia..." seru Mc acara, Vj Ria dan Vj Viona.
Aprilia lalu naik ke atas panggung,menyapa penonton dan mengucapkan terimakasih atas sambutannya. Kemudian aprilia memetik gitarnya, membawakan sebuah lagu cover dari Avril Lavigne dengan judul I will be. Dan lagu ke 2 lagu dari Ruth Sahanaya dengan judul Astaga.
Lirik lagu,
******Astaga,
Apa yang sedang terjadi,
Astaga,
Hendak kemana semua ini,
Bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli,
Mudah putus asa dan kehilangan arah,
Lalalalala wowowowo....
Begitu banyak rintangan,
Yang harus kau hadapi,
Tapi mengap kau diam saja,
Tak berdaya,
Dibelia usia,
Dimasa-masa paling indah,
Kau tampak wo tak berdaya,
Sementara yang lainnya,
Hidup seenaknya,
Seakan waktu tak kan pernah,
Ada akhirnya,
Hanya mengejar,
Kepentingan diri sendiri,
Lalu cuek akan derita sekitarnya****....
Penggalan lagu Ruth Sahanaya penyanyi legendaris indonesia,dengan judul Astaga.
Sorak-soria penonton pun sangat antusias, di atas puncak bukit dan semilir angin malam, ditambah pemandangan kerlap-kerlip lampu kota. Beberapa menit berlalu, Aprilia pun sudah selesai lalu turun dari panggung,disusul penampilan dari Mr.Jack. Mr.Jack adalah duo gitaris yang membawakan lagu berbahasa jepang, lagu dari Asia Kung-Fu Generation dengan judul Standar. Dan lagu ke 2 cover milik No Regret Life dengan judul Nakushita Kotoba.
"Duh setelah ini giliranku ni... " gumam Brilian.
"Semangat ya Brilian, ada aku disini. Hmm.. " ucap Sekar memberi semangat dan memberi senyum menawannya.
"Aku lemas jika menatap senyummu Sekar," gumam Brilian dalam hati.
"Owh... Iya Sekar, terimakasih ya, kamu juga semangt lho... " tambah Brilian.
Berapa menit setelah penampilan Mr.Jack, Mc acara memanggil Brilian untuk naik ke atas panggung. Brilian lalu naik ke atas panggung,mengucapkan terimakasih atas sambutanya, dan menyapa penonton. Kebetulan langit nampak sedikit mendung, namun tidak membuat penonton meninggalkan lokasi acara. Brilian lalu memetik gitarnya, ia membawakan lagu barunya dengan judul Dibawah Nuansa Purnama.
Intro :
******Akan ku tunggu purnama,
Kan ku rengkuh cantiknya,
Sejuta kata sejuta cerita,
Hidupkan kembali jiwa yang redup,
Terbitlah damai dari ujung gelap,
Merah merona tenggelam bersama senja,
Aku yang terbuai di dalam ilusi,
Adakah secercah cahaya untukku****...
Penggalan lirik lagu baru Brilian dengan judul Dibawah Nuansa Purnama.
Lanjut lagu yang ke 2,masih lagu Brilian sendiri dengan judul Nyanyian Ditengah Hujan, dibawakan dalam versi lirik dalam bahasa inggris,judulnya menjadi Rain Song. Saat Brilian menyanyikan lagu itu, kebetulan gerimis tipis-tipis menyirami tempat pertunjukan,namun hanya sebentar lalu reda. Antusias penonton pun sangat baik, sorak dan tepuk tangan dengan begitu ramainya. Gerimis tipis pun reda, Brilian lalu turun dari panggung.
"Yeeeee...... yeeee...... " sorak-soria penonton.
Saat hendak berjalan ke arah Sekar, tempat mereka berdua duduk,Brilian melihat Sekar nampak sedang ngobrol dengan 3 pria. Dia adalah Dio, Roy,dan Bram. Mereka bertiga adalah personil Black Symphoni band. Brilian yang melihat itu,ia lalu duduk di samping Sekar lalu berkata.
"Siapa mereka,?" tanya Brilian kepada Sekar pandangan matanya menghadap kearah panggung.
"Hey santai bro, ni cewek lo ya? " tanya Dio kepada Brilian.
"Kak apaan sih," ujar Sekar.
"Kalau iya kenapa? masalah ??" sahut Brilian lalu menatap ke arah Dio.
"Sudah-sudah.... Diem, kalian pada kenapa sih," ujar Sekar diantara mereka.
"Owh... Santai aja dong. Mau jadi jagoan kamu? " tanya Dio sambil mendekatkan wajahnya kearah Brilian.
"Kalau iya kenapa, anda pikir saya takut dengan anda, haa!!" jawab Brilian sambil berdiri.
"Sudah-sudah.... Kak tolong menjauh," ucap Sekar melerai mereka sambil menahan Brilian dengan membelakanginya.
"Awas lo,..." ancam Dio sambil mengacungkan jari teng*h lalu pergi bersama 2 temannya.
"Apa !!" sahut Brilian sambil mengacungkan jari teng*h kearah Dio.
"Brilian, hiss..Apaan sih kamu, jangan bikin masalah kenapa?? mereka tu cuma ngobrol biasa aja, lagian aku tidak kenal, kenapa kamu sewot,ha?" bentak Sekar.
"Mereka yang bikin masalah," jawab Brilian sambil duduk sambil pandanganya ke arah lain.
"Kamu sedang saya ajak bicara, perhatikan lawan bicara mu, hiss," bentak Sekar lagi.
Brilian lalu menatap mata Sekar dengan amarah yang mulai mereda.
"Dengar, aku tidak suka, sama cowok,yang suka bikin onar, suka berkelahi, mengerti !!!" jelas Sekar.
Tapi Brilian cuma diem dan tidak menjawab perkataan Sekar.
"Awas nanti kalau sampai kamu bertengkar dengan mereka," ancam Sekar sambil berjalan kearah panggung hendak perfom.
Kemudian terdengar Mc acara memanggil Sekar untuk naik ke atas panggung. Sekar lalu naik dan menyapa penonton. Dia membawakan lagu pertama,cover milik Rachel Platten dengan judul Better Place. Suasana haru terasa saat Sekar menyanyikan lagu tersebut. Dan lagu ke 2,lagu Sekar sendiri dengan judul Dimensi Waktu. Sekitar 10 menit Sekar membawakan lagu itu. Tidak terasa waktu menunjukan pukul 21:00 pm. Mc acara Break sebentar dengan mengisi acara dengan game-game ringan, sebelum nanti menyambut penampilan dari Black Symphoni dan yang lainnya.
"Okey... Sekarang saatnya kita lanjutkan game tebak lagu yang tadi ya, siapa bisa jawab,angkat tangan lalu naik ke atas panggung ya... " seru Mc acara,Vj Ria dan Vj Viona.
Disamping itu, setelah Sekar selsai perform, ia kembali ketempat duduknya tadi disebelah Brilian. Namun mereka hanya diam dan tidak mengatakan apa pun. Sampai akhirnya Brilian membuka pembicaraan.
"Sekar," panggil Brilian sambil menoleh ke arah Sekar.
"Apa," jawab Sekar dengan nada marah pandangannya lurus kedepan kearah panggung.
"Maaf ya soal tadi," ucap Brilian minta maaf.
"Hemb," jawab Sekar cuek.
"Aku tadi... Cuma..."
"Cuma apa?" tanya Sekar sambil menoleh kearah Brilian dengan tangan sedekap.
"Aku cuma tidak ingin kamu kenapa-kenapa kalau sampai ada orang yang tidak dikenali punya niat buruk padamu Sekar... " jelas Brilian sambil memegang kedua telapak tangan Sekar.
"Terus... Apa lagi?" tanya Sekar menatap Brilian.
Brilian hendak mengatakan sesuatu tetapi tertahan, karena Sekar menatapnya dengan pandangan serius. Lalu mereka saling menatap mata,Brilian yang masih memegang kedua telapak tangan Sekar dan jari-jari lentiknya. Nampaknya Sekar sedang membaca isi hati Brilian,begitu juga Brilian, sedang membaca isi hati Sekar melalui tatapan mata.
Bersambung.....
__ADS_1