
Setiap malam minggu, Brilian memang sering bergadang hingga larut malam. Sambil mengedit vidio yang mereka rekam tadi di dalam studio musik. Untuk selanjutnya dikirimkan ke Venoiz organizer. Venoiz adalah Eo yang mengadakan acara Battle String Rock fest.
"Wah sudah pukul 23:45 pm ni coy, pulang jam berapa kita," cetus Berto.
"Ah... Ngapain pulang. Mending kita pindah tempat nyari minum aja yo," ajak Taka mengajak membeli minuman keras.
"Waduh... besuk aja coy kalau minum... Lagi nggak enak badan ni," sahut Brilian mencari alasan.
"Nggak enak badan mulu kalau diajak minum. Ayolah... " desak Taka.
"Haha, dasar Taka," sambung Berto.
"Ah nggak asik ni.... " papar Taka.
"Gimana bro?" tanya Berto kepada Brilian.
"Gimana apanya..." sahut Brilian.
"Nah, aku punya ide. Di minum di tempat biasa aja coy," ungkap Taka.
Maksud Taka di samping rumah Brilian di lantai dua.
"Nggak bisa. Dah ni ngeditnya, tinggal kirim aja besuk, yuk pulang," ajak Brilian.
"Iya bro, besuk aja minumnya," tutur Berto kepada Taka.
"Iya... Iya. Coy aku tidur tempatmu ya," tanya Taka kepada Brilian.
"Siap," jawab Brilian sambil berjalan ke arah kasir kedai.
Setelah mereka menyelesaikan pembayaran. Lalu berjalan menuju parkiran hendak pulang.
"Brum... Brum... Brum..."
"Dren... Dren... Dren... "
"Trent teng teng teng teng..." suara knalpot Vespa Berto.
Mereka bertiga menuju ke rumah kira-kira sejauh 6 km. Taka berhenti di rumah Brilian,sedangkan Berto kembali ke rumahnya kira-kira 1 km dari rumah Brilian. Setelah sampai rumah, ternyata di perjalanan tadi Taka membeli minuman keras diam-diam,dengan alasan mengisi bahan bakar. Taka lalu naik ke lantai dua di atas ruko, meminum minuman keras tersebut.
"Ayo bro naik," ajak Taka berhenti di tangga.
"Iya coy sebentar," jawab Brilian mengunci sepeda motor.
Setelah naik, akhirnya Brilian pun ikut minum karena paksaan,sebenarnya sudah cukup lama ia berhenti minum. Saat minum beberapa angkatan. Tiba-tiba rasa ngantuk seketika hilang.
"Drrrr... Drrrr...." handphone Brilian berdering pertanda pesan masuk.
Satelah ia membukanya, ternyata pesan dari Sekar yang baru saja diterima pukul 00.25 am,hampir setengah satu.
"Brilian,sudah tidur belum...?" isi pesan singkat Sekar.
Brilian lalu membalas dengan cepat.
"Belum sayang, apa apa, kamu kok belum tidur?" balas Brilian.
"Ini tadi baru aja kebangun, perasaanku nggak enak," ungkap Sekar
"Oiya lagunya tadi bagus," tambah Sekar.
"Benarkah. Nggak enak kenapa? Jangan-jangan karena belum makan... " sambung Brilian.
"Nggak tau juga kenapa. Sudah kok,tadi sudah makan," jelas Sekar.
"Duh jangan-jangan Sekar tau kalau aku lagi minum," batin Brilian.
"Bro,di minum dulu ni giliranmu," ujar Taka.
Brilian lalu meneguk kelas kecil berisi cairan berwarna kuning keemasan tersebut,lalu menyalakan rokok.
"Cess... Buull.... "
"Kok nggak bales. Kamu lagi ngapa sih?" tanya Sekar.
"Maaf Sekar, tadi ketiduran, ni lagi mau tidur, hehe," balas Brilian berbohong.
"Owh... Ya udah, aku juga mau tidur. Daa... Brilian.... " pamit Sekar.
"Daa... Sekar," balas Brilian.
"Pesan dari siapa bro, serius amat... " tanya Taka.
"Dari... "
__ADS_1
"Pasti dari Sekar,haha" tebak Taka.
"Iya," sahut Brilian.
"Kok tiba-tiba sedih gitu napa, orang lagi minum kok sedih, haha, dah ambil gitar aja... Dan mulai memainkan...." canda Taka.
"Siapa yang sedih, biasa aja," jawab Brilian.
"Nah gitu dong... Dah sekarang gitaran aja," punkas Taka.
Brilian dan Taka lalu minum sambil bermain gitar. Habis sudah satu botol v*dka. Brilian lalu membaringkan badannya sambil melihat bintang-bintang yang bertebaran di langit. Ia masih kepikiran soal Sekar.
"Kenpa ya tadi dia bilang kalau kebangun karena perasaan tidak enak. Apa mungkin dia kerasa kalau aku lagi minum. Aku juga sudah janji untuk tidak minum lagi. Ah... Nggak mungkinlah,kalau dia tau aku lagi mabok," gumam Brilian.
Di samping itu, Taka memetik senar-senar gitar bernyanyi dengan kondisi setengah kopling, atau mabok. Pertama-tama nyanyi lagu rock, lalu slow rock, tidak lama kemudian lagu pop, setelah itu petikan yang tidak ada liriknya, atau instrumental. Sampai pada akhirnya ia tertidur sambil memegang gitar. Memang kebiasan.
"Kok berhenti coy nyanyinya?" tanya Brilian.
Namun Taka tidak menjawab.
"Coy... " panggil Brilian.
"Ya... Ngorok.... Dasar," gumam Brilian.
Waktu menunjukkan pukul 02:00 am. Tidak lama kemudian,Brilian pun ketiduran dengan kondisi agak mabok. Sampai terlelap sampai pagi.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*🎸\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Keesokan paginya, Brilian bagun kesiangan,begitu juga dengan Taka. Mereka lalu bangun, menyelesaikan rutinitas paginya. Meski efek sisa-sisa mabok semalam masih terasa. Seperti biasa,Brilian dan Taka sarapan sambil mendengarkan radio. Di radio favorit Brilian,terdengar Vj radio mengumumkan peserta acara Battle String Rock Fest yang lolos seleksi dari demo yang mereka kirimkan.
"Hai... Semuanya... Masih bersama Vj Viona
...Vj kesayangan kalian... Oiya aku punya info menarik ni. Enam hari lagi acara Battle String Rock Fest ya. Saya kasih tau ni... Siapa aja yang bakal ikutan dan sudah lolos seleksi.... Yuk simak," seru Vj Viona.
"Ada dari Edelweiss ( band ),The ne... "
"Wah bandnya Sekar," cetus Brilian.
"Kita lolos nggak bro?" tanya Taka.
"Bentar... Dengerin sampai selesai," pungkas Brilian.
"Magentha, Black Symphoni, Fire String, Amoeba, Blue Sky, Black Rose, Aprilia ( solo ),Onic, Mr. Jack, Marshmello, Cendol, dawet... "
"Wah ngaco ni Vj nya... Masak cendol dawet," gerutu Brilian.
"Hahaha... Bercanda ya,yang cendol dawet tadi minuman ya, bukan band. Oiya ada lagi ni, Clovuz.... " seru Vj Viona.
"Yeah... " sorak Brilian.
"Yuhu...." seru Taka sambil melompat-lompat di kursi sofa.
"Praaang...." suara piring pecah.
"Ups,pecah," gerutu Taka.
"Hah. Haduh... Udah nggak apa-apa coy, bersihkan aja. Yang penting kita lolos...." jelas Brilian sambil berjalan ke arah dapur.
"Oke bro, maaf ya piringmu pecah lagi," pungkas Taka.
Saking bersemangatnya Taka tidak sengaja menyentuh piring saat melompat-lompat hingga jatuh kelantai dan pecah. Tidak lama kemudian,Taka berpamitan pulang hendak bersiap-siap berangkat bekerja.
"Bro, pulang dulu ya. Nanti malam kita latihan lagi," pamit Taka.
"Siap coy, hati-hati di jalan ya," pungkas Brilian.
"Dren... Dren... Dren.... " suara knalpot sepeda motor Taka.
Brilian lalu masuk ke dalam rumah, duduk di ruang tamu sambil mendengarkan radio. Dengan ke adaan yang masih sedikit fly karena sia-sia alkohol semalam. Ia duduk mendengarkan musik hingga ketiduran.
Saat bangun, ia melihat jam ternyata sudah pukul 15:15 am. Segera ia mandi hendak berangkat bekerja. Setelah semuanya siap,ia lalu bergegas menuju tempat kerjanya. Hari ini Brilian memiliki teman baru di tempat kerja. Karena Troy sudah pindahan ke luar kota satu keluarga. Sesampainya di tempat kerja. Tepat pukul setengah empat sore, Erlin karyawan baru sudah menunggu Brilian hendak bergantian shif.
"Hai kak Brilian," sapa Erlina.
"Hai Erlin," sahut Brilian sambil berjalan menuju loker.
"Gimana, sudah bisa kan menerima costumer?" tanya Brilian.
"Ya... Sudah bisa sih kak, hehe," jawab Erlin.
"Oiya kak, aku pamit dulu ya kak," pamit Erlin.
"Oke, hati-hati di jalan ya," sahut Brilian.
__ADS_1
"Baik kak," jawab Erlin.
Seperti biasa, di tempat kerja Brilian selalu memutar lagu saat keadaan toko masih sepi. Namun tidak lama kemudian Erlin kembali masuk ke dalam toko.
"Kak," panggil Erlin.
"Loh, ada apa?" tanya Brilian.
"Gini kak, sepeda motorku mesinnya tidak mau nyala ni... Kemerin habis dari bengkel sih,tapi nggak tau kok belum bisa nyala.... "jelas.
"Ni aku bawa korek," canda Brilian.
"Hah?" Erlin kaget.
"Nggak-nggak... Bercanda, mana coba aku lihat," sahut Brilian.
"Hiiss... Kak Brilian," gerutu Erlin manja.
Brilian lalu menuju parkiran hendak melihat sepeda motor Erlin yang rusak. Saat Brilian mencoba menyalakannya, benar sepeda motor matic Erin memang rusak.
"Gimana ini kak...." gerutu Erlin melas.
"Apa dikembalikan ke belakang lagi aja," sahut Brilian.
"Terus saya pulangnya gimana kak... " tanya Erlin.
"Iya ya, duh, gimana ya," batin Brilian.
"Atau pinjam sepeda motormu gimana kak?" pinta Erlin.
"Emb... Emang kamu bisa pakai motor yang ada kopingnya?" tanya Brilian.
"Bisa aja kak,kalau di izinkan," jawab Erlin.
"Ya udah pakai aja, sepeda motormu saya titipkan di bengkel depan situ ya," tambah Brilian.
"Iya kak, terimakasih ya sebelumnya, duh ngerepotin jadinya," papar Erlin.
"Nggak apa-apa santai aja," punkas Brilian.
Brilian lalu meminjamkan sepeda motornya kepada Erlin. Sedangkan sepeda motor matic Erlin dititipkan di bengkel depan JT Guitar Costum.
"Brum... Brum... Brum.... " suara knalpot sepeda motor Brilian yang dikendarai Erlin.
Brilian lalu kembali ke toko.
*****
Empat jam kemudian. Waktu hampir menunjukan pukul sembilan malam, artinya toko tempat Brilian bekerja hampir tutup. Terdengar suara sepeda motornya di parkiran samping toko. Rupanya Erlin kembali ke toko. Alangkah terkejutnya Brilian melihat Erlin mengenakan pakaian yang cukup sex*y malam-malam gini.
"Wow. Apa-apaan ini," gumam Brilian dalam hati.
"Hai kak, maaf lama," sapa Erlin sambil memberikan kontak sepeda motor.
"Tidak apa-apa kok, santai aja," sahut Brilian hendak menutup toko.
"Oiya kak,kok bengkelnya tutup ya?" tanya Erlin.
"Owh... Itu, iya tutup jam delapan tadi tutupnya," jawab Brilian.
"Duh... Gimana dong... Aku Pulangnya....Hiks," gerutu Erlin.
"Duh. Gawat ni. Tapi kasian kalau tidak di tolong," batin Brilian.
"Gimana ya.... " gumam Brilian.
"Atau minta tolong anter saya lagi mau nggak kak? Tapi nggak sampai kos... " pinta Erlin.
"Owh. Emang antar sampai mana? Saya antar sampai kos nggak apa-apa kok," ujar Brilian.
"Nggak usah kak. Aku ada janjian soalnya," jelas Erlin.
Setelah beberapa saar percakapan mereka,Erlin minta diantar di depan sebuah tempat hiburan malam Happy Room karaoke. Setelah sampai di tempat tujuan, Erlin berpesan kepada Brilian supaya menjaga rahasia, bahwa kadang-kadang sampingannya Erlin adalah seorang p*mandu k*raoke.
"Beneran ni sampai sini?" tanya Brilian.
"Iya kak. Terimakasih ya kak, ngerepotin terus aku," jawab Erlin.
"Nggak kok. Iya sama-sama, dah dulu ya," pamit Brilian.
"Iya kak... " sahut Erlin.
"Brum... Brum... Brum...."
__ADS_1
Brilian lalu membelokkan sepeda motornya menuju studio musik, yang berjarak kira-kira 5 km dari Happy room menuju 86 musik studio. Di jalan sambil melihat ponselnya, ternyata Taka dan Berto sudah menunggu di 86 musik studio. Kira-kira 8 menit perjalanan, Brilian telah sampai di lokasi. Mereka langsung masuk ke studio yang sudah mereka pesan sebelumnyan. Seperti biasa, di dalam studio musik, mereka pemanasan terlebih dahulu dengan mengarap lagu-lagu dari band-band favorit mereka.
Bersambung.....