
"Kenapa..?" tanya Sekar saling beradu tatapan.
"Aku...Aku tidak ingin kau terluka Sekar," jawab Brilian masih memegang kedua telapakan tangan dan jari lentik Sekar.
"Terus... ? Aku kan sudah bilang,kalau aku tidak kenal mereka,cuma di ajak ngobrol aja," sambung Sekar.
"Embb.... " Brilian hendak mengatakan sesuatu namun tertahan.
"Ya sudah kalau tidak mau mengatakan, lupakan kejadian tadi, sekarang ayo kita pindah duduk dikedai itu," ajak Sekar sambil melepas genggaman tangan Brilian.
"Baik Sekar," jawab Brilian mengikuti langkah Sekar ke arah kedai.
Sekar lalu memesan makanan dan minuman di kedai yang tidak terlalu jauh dari panggung. Sedangkan Brilian duduk dikursi kedai dengan expresi bersalah. Setelah Sekar selesai memesan, ia lalu duduk menghampiri Brilian dan berkata.
"Kenapa, cemberut gitu?" tanya Sekar sambil meletakan gitar di sebelah tempat duduknya.
"Tidak apa-apa Sekar," Jawab Brilian memalingkan muka kearah lain.
"Hadap sini dong, coba, lihat lawan bicaramu," bentak Sekar.
"Iya," jawab Brilian sambil menatap wajah Sekar yang sedang bertopang dagu.
"Nah,gitu dong. Hahahahahah..... Kamu kalau lagi cemberut lucu ya," ungakap Sekar tertawa sambil melepas bertogang dagunya.
"Hmmm...Jadi, aku dimaafin ni soal tadi ?" tanya Brilian.
"Ya... Tapi kalau kamu ulangin lagi, aku tidak akan maafkan mu. Ingat, aku tidak suka dengan cowok, yang suka membuat onar, suka berkelahi, dan suka bikin masalah,okey !" jelas Sekar.
"Iya... Iya... Lagian mereka yang bikin masalah duluan," ujar Brilian mengelak.
"Kenapa, kamu cemburu ?" tanya Sekar.
"Deg,"
Brilian lalu terpaku mendengar pertanyaan Sekar. Brilian hendak menjawab,namun waiter kedai datang membawa makanan dan minuman yang mereka pesan.
"Permisi kak.... " ucap waiter kedai.
"Ya," jawab Sekar.
"Ini pesanannya... Selamat menikmati..." ucah waiter itu setelah meletakkan pesanan di atas meja di hadapan mereka yang duduk berhadapan.
"Yuk, kita makan dulu.. " ajak Sekar.
Mereka lalu menyantap hidangan yang mereka pesan. Namun, Brilian belum sempat menjawab pertanyaan Sekar tadi. Disamping itu acara live perform sebentar lagi di mulai. Mc acara nampak sedang membagikan hadiah,kepada para pemenang game tebak lagu. Tidak lama kemudian,Sekar dan Brilian pun sudah selesai menyantap makanan, namun masih duduk di kursi kedai sambil meminum jus.
"Oiya,Sekar,tadi sudah izin sama ortu,diizinin sampai jam berapa?" tanya Brilian.
"Sudah....Sampai acara selesai tidak apa-apa kok, lagian ortu masih diluar kota, belum pulang," jelas Sekar.
"Owh... Gitu ya, sekarang masih jam 20:05 pm," ucap Brilian sambil melihat jam tangannya.
"iya," sahut Sekar.
"Soal yang... Tadi.... " Brilian hendak mengatakan sesuatu,namun Sekar momotong pembicaraan.
"Eh, nonton di dekat panggung yuk, sudah mau mulai tu acarannya," ajar Sekar memotong pembicaraan.
"Haduh.... Baru mau tak sampaikan," gumam Brilian dalam hati.
"Iya ayo Sekar, biar saya bayar dulu pesanannya," ujar Brilian.
"Sudah aku saja," sahut Sekar,
"Aku saja," sahut Brilian,
"Aku.... " kata Sekar,
"Aku..... " sahut Brilian lagi.
Mereka berrebut hendak membayar pesanan. Akhirnya pesanan itu dibayar oleh Sekar, karena Sekar merasa kemarin-kemarin ditraktir terus oleh Brilian. Setelah selesai membayar,mereka lalu berjalan didekat panggung,kebetulan tempat duduk mereka tadi masih kosong,mereka lalu kembali ke tempat duduknya yang tadi, sambil melihat live perform dari Black Symphoni,yang salah satu personilnya tadi hampir ribut sama Brilian.
__ADS_1
"Baiklah semuanya, mari kita sambut Black Symphoni band... Beri tepuk tangan yang meriah... " seru Mc acara, Vj Ria dan Vj Viona.
"Yee..... Yeee.... Yeee.... " sorak tepuk tangan penonton.
"Yeee.... " seru Sekar berdiri bertepuk tangan.
Brilian hanya diam saja dan memandang Sekar yang nampak ceria sambil bertepuk tangan.
"Eh, kenapa diam saja, ayo beri tepuk tangan," ajak Sekar kepada Brilian.
"Gak, males," jawab Brilian cuek sambil memalingkan muka.
"Tu kan... Mulai lagi...Hisss.... " ucap Sekar sedikit kesal.
Brilian cuma diam dan mengarahkan pandangannya ke arah lain.
"Selamat malam semua....!! " sapa Dio vokalis Black Symphoni.
"Malam....!!!!!" sahut penonton.
"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih, bagaimana,masih semangat....!!! seru Dio.
Pandangan Dio pun tepat ke arah Brilian, lalu Dio mengacungkan jari teng*h dari atas panggung ke arah Brilian. Brilian pun lalu berdiri dari tempat duduknya,lalu membalas mengacaukan jari teng*hnya ke arah Dio sambil mengatakan F*ck. Sekar yang melihat itu,langsung memegang tangan Brilian hendak menurunkan dan mengajaknya duduk, di tarik oleh sekar jaket levi's Brilian, lalu mereka duduk.
"Sudah !! Sudah !! Brilian,dengarnya jangan bikin masalah, mengerti !!" bentak Sekar.
"Dia yang memulai," Brilian balas bentak Sekar.
Disamping itu,Dio dan kawan-kawan membawakan instrumen cipataan mereka sendiri, dengan judul Mustang. Ditengah mereka membawakan lagu, Sekar dan Brilian sedang berseteru.
"Owh... Gitu, oke, fine," ucap Sekar lalu membalikan badan.
"Bukan begitu Sekar, maksudku... " Brilian berusaha menjelaskan.
"Maksudmu apa?? Mancing keributan? Ha?" bentak Sekar.
"Tolong dengar....Tadi kan dia yang memulai, aku cuma diem, kamu tau sendiri kan,.." Brilian mencoba menjelaskan.
"Iya, tapi kenapa kamu ladenin, memang kamu merasa,kamu yang dia maksud,?" tanya Sekar marah.
"Hemb, terus? " tanya Sekar.
"Aku sayang kamu Sekar," ucap Brilian pelan.
"Apa,? Tidak kedengaran?" tanya Sekar sambil mendekatkan telinganya.
"Aku sayang kamu,mau kah kau menjadi pacarku ?" bisik Brilian di telinga Sekar.
"Deg,"
Sekar lalu diam sejenak mendengar ucapan Brilian. Dia lalu membalikan badanya dan menatap ke arah Brilian. Kemudian memegang pipi Brilian dengan kedua tangannya dan berkata.
"Brilian. Dengar ya, aku juga sayang...Sama kamu. Tapi,saya rasa kita belum bisa menjalin hubungan melebihi persahabatan. Maaf...Banget, mungkin... Suatu saat tadir berkata lain, okey?" ungkap Sekar dengan nada lembut.
Brilian cuma diam, kedua pipinya masih sentuh oleh Sekar dengan kedua tanganya,dan diusap lembut dibawah mata Brilian. Tiba-tiba Brilian meneteskan air mata dan tersenyum,sambil berkata.
"Terimakasih ya, Sekar," ucap Brilian haru,sambil memegang kedua tangan Sekar lalu menurukannya.
"Terimakasih untuk apa...?" tanya Sekar haru.
"Sudah memberi ku jawaban," jawab Brilian meneteskan air mata.
"Kenapa nangis, malu ntar dilihat banyak orang lho. Kamu kok cengeng sih," ucap Sekar sambil mengusap air mata Brilian.
Brilian cuma diam dan menunduk.
"Ya Tuhan, kenapa sampai seperti ini, apakah dulu kedua orang tua ku merasakan seperti yang ku rasakan, apa aku sedang jatuh cinta, Ya Tuhan, " gumam Brilian dalam hati,ingat kepada kedua orang tuanya yang sudah lama bercerai.
"Sudah-sudah sini..." ucap Sekar lalu memeluknya dengan erat tubuh Brilian yang menakan jaket levi's .
"Aku tidak tau, apa yang ada didalam hatimu, tapi aku bisa merasakan, aku sayang kamu Brilian, aku selalu ada untukmu, kapan pun kau butuh teman, aku akan selalu menemanimu," ungkap Sekar,lalu meneteskan air mata di belakang punggung Brilian.
__ADS_1
"Janji,.." ucap Brilian,melepaskan pelukan lalu menunjukan jari kelingkingnya sebagai tanda janji.
"Janji," Sekar lalu menyatukan jari kelingkingnya dan jari kelingking Brilian.
Mereka saling berjanji diantara penonton yang berdiri disekitar mereka berdua. Mereka duduk di tempat duduk yang terbuat dari kayu, disusun terasering melingkar menghadap ke arah panggung, yang lantai panggung terbuat dari kayu juga yang disusun rapi. Kemudian musik berhenti, lalu Dio dan kawan-kawan membawakan lagu cover dari Bon Jovi dengan judul Bad of Rose. Suasana berubah menjadi haru,setelah tadi mereka membawakan instrumen mereka dengan judul Mustang. Ditengah mereka membawakan lagu kedua, Brilian dan Sekar masih tetap duduk Berhadapan.
"Sekar, apa pun yang terjadi,aku akan selalu mengingat janjimu, meskipun sampai kita tua,?" ungkap Brilian dengan nada lugu.
"Hiiss...Apaan sih... " sahut Brilian sambil memcubit pipi Brilian.
"Aduh... Sakit tau," ujar Brilian sambil mengusap-usap pipinya yang merah bekas cubitan Sekar.
"Hahaha.. Kamu lucu kalau cemberut. Dah yuk berdiri, lagu favoritku ni," ajak Sekar mengandeng Brilian.
Brilian lalu berdiri sambil tangan yang satunya mengusap bekas air matanya. Mereka berdua lalu mengikuti bernyanyi bersama.
Lirik lagu,
Reff :
I wanna lay you down in a bed of roses,
Aku ingin membaringkanmu di ranjang mawar.
For tonight I sleep on a bed of nails,
Untuk malam ini aku tidur di atas paku.
Oh, I wanna be just as close as the Holy Ghost is,
Oh, saya ingin sedekat Roh Kudus.
And lay you down on a bed of roses,
Dan membaringkanmu di tempat tidur mawar.
Pemggalan reff lagu Bon Jovi dengan judul Bad Of Rose.
Sambil ikut menyanyikan lagu itu, Sekar sambil mengandeng tangan Brilian,begitu juga Brilian memegang erat genggaman Sekar. Brilian bahagia melihat senyum Sekar, mareka menatap kearah panggung,namun Brilian suka sesekali melirik ke arah Sekar,yang sedang ikut bernyanyi dan hanyut dalam lagu yang sedang berlangsung.
Beberapa menit berlalu,penampilan Black Symphoni telah usai. Lanjut perform berikutnya dari Blue Sky. Blue Sky adalah band rock ska, dengan formasi personil 4 orang, dan semuanya wanita. Mereka membawakan lagu dari Tipe-x dengan judul Kamu Gak Sendirian. Lagu yang hits sekitar tahun 2012 ini, dibawakan oleh mereka dengan aransemen ciri khas mereka. Kemudian lagu kedua Blue Sky membawakan lagu dari Souljah,dengan judul Tak Selalu.
"Asik ya lagunya,Brilian?" tanya Sekar sambil ikut bernyanyi.
"Iya Sekar," jawab Brilian.
Setelah beberapa menit berlalu,lanjut perform dari Amoeba band. Amoeba adalah band bergnere alternatif rock, mereka membawakan lagu cover dadi Muse, dengan judul Hyteria dan Resistantc. Dan band terakhir, Magentha. Membawakan dua lagu dari Shaggydog dengan judul Di sayidan. Kemudian lagu terakhirnya, dari album terbaru Dream Theater dengan judul Ravenskill. Band dengan jumlah personil 3 orang ini, membawakan lagu dengan aransemen ciri khas Magentha. Setelah beberapa menit berlalu, Mc acara lalu menutup acara,membagikan hadiah yang tadi belum selesai diundi.
Setelah acara berakhiri, tepat pukul 22:15 pm. Para penonton mulai membubarkan diri, namun masih banyak juga yang tetap masih di lokasi, di Puncak Cangkir Kopi. Seperti Brilian dan Sekar,mereka masih di lokasi, melihat pemandangan kota sambil menikmati kopi yang menghangatkan tubuh mereka.
"Sekar," panggil Brilian.
"Ya... Ada apa Brilian," jawab Sekar.
"Saya mau tanya," ujarnya basa-basi.
"Tanya apa?" ucap Sekar bertanya balik.
"Nama panjang kamu,Sekar siapa sih ?" tanya Brilian.
"Kenapa emangnya?" tanya Sekar balik.
"Tidak apa-apa sih," jawab Brilian.
"Namaku Sekar Grestiana Putri,kenapa?" Sambung Sekar.
"Owh....Cantik sekali namanya kayak orangnya... Hehehe" canda Brilian.
"Hiisss... Apaan sih... " ucap Sekar sambil mendorong Brilian.
"Sekar Grestiana Putri, saya mau tanya, kenapa kamu tidak mau menjadi pacar saya??" tanya Brilian sambil menatap mata Sekar.
__ADS_1
"Deg,"
Bersambung....