
Pukul 15:20 pm, di tempat kerja Brilian, JT Guitar Costum. Rupanya sudah ada karyawan baru calon pengganti Troy. Ia sedang training kerja. Troy lalu mengenalkan karyawan baru itu kepada Brilian.
"Hallo Bro, oiya kenalin ni teman baru kita," sapa Troy kepada Brilian.
"Owh... Iya kak. Hai kak,nama saya Brilian, " sahut Brilian memperkenalkan diri.
"Hai juga kak, salam kenal, saya Erlina biasa di panggil Erlin," sambung Erlina memperkenalkan diri.
"Baik kak, salam kenal," jawab Brilian lalu berjalan ke arah loker menaruh tas srempangnya.
Erlin adalah karyawan baru calon pengganti Troy. Ia berasal dari Bali. Di kota Vusan sedang kuliah,namun beberapa tahun ke depan ia berencana kuliah sambil kerja, buat tambah-tambah uang saku. Erlin sendiri kuliah di salah satu kampus di Vusan mengambil jurusan Animasi atau Film Kartun. Erlin memiliki rambut sebahu dengan stye poni miring ke kanan. Kira-kira seusiaBrilian, 20 tahun, dengan tinggi kurang lebih 168 cm. Wajahnya cukup cantik,tidak kalah cantik dengan Sekar.
Karena waktu sudah menujukan pukul empat sore lebih, Troy lalu berpamitan kepada Brilian dan Erlin. Sedangkan Erlin, masih training sampai dengan close pukul 21:00 pm, karena Erlin tadi masuk pukul 13:00 pm atau jam satu siang. Kebetulan kuliahnya sedang libur beberapa waktu.
Brilian sambil mengajari Erlin cara menyambut calon pembeli,sampai rekap administrasi,yang beberapa tadi sudah diajarkan oleh Troy. Juga pengenalan nama-mana dan tipe atau jenis barang,seperti macam-macam jenis gitar elektrik sampai akustik. Yang bermerk mau pun costum, sampai harga-harga barang bekas mau pun baru. Di JT Guitar Costum selain melayani pembuatan gitar dan servis, juga menerima jual beli gitar second atau bekas.
"Oiya kak, kalau misal ada yang mau jual gitar gimana ya kak cara tawar menawar harga?" tanya Erlin kepada Brilin.
"Kalau itu sambil jalan aja, kalau sekiranya kamu belum sanggup. Kamu telfon aja Pak Muklis pakai telepohone toko... Nanti biar Pak Muklis yang melayani jual beli gitar... Oiya belum bertemu sama Pak Muklis ya?" terang Brilian bertanya.
"Belum kak... Siapa tu kak,Pak Mulis?" tanya Erlin.
"Muklis bukan Mulis ya, hehe ngajak bercanda ni," sahut Brilian.
"Hehe maaf kak, iya Pak Muklis maksudku," sambung Erlin.
"Pak Muklis itu karyawan sini juga, cuma dia bagian pembuatan gitar... Letaknya ada di ruang belakang toko ini, nanti saya kenalin deh.... " papar Brilian.
"Owh... Oke deh kak... Maklum anak baru," sambung Erlin.
"Iya nggak apa-apa," sahut Brilian.
Mereka kemudian melanjutkan berbicaraan mengenai S.O.P atau peraturan kerja yang ada di JT Guitar Costum. Di tengah-tengah obrolan mereka, kebetulan ada calon pembeli yang hendak melihat-lihat gitar. Brilian pun mempersilahkan masuk calon pembeli itu. Di situ Erlin memperhatikan sambil belajar, bagaimana melayani calon pembeli atau calon costumer yang hendak memesan gitar.
Akhirnya pembeli itu membeli satu buah gitar elektrik merk Gibson Les Paul Standard,dengan harga 20 juta. Harga yang cukup fantastis untuk para pecinta gitar, itu pun harga second, jika harga baru di atas 30 jutaan. Brilian lalu mengemas gitar tersebut kemudian membuatkan nota sebagai tanda bukti pembayaran.
"Terimakasih ya kak, kami tunggu kedatangannya kembali... " slogan setelah proses administrasi selesai.
"Sama-sama kak..." sahut pembeli itu lalu membuka pitu kaca JT Gutar Costum hendak keluar.
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 20:30 pm. Setengah jam lagi toko tutup. Brilain dan Erlin kembali melanjutkan obrolan mereka. Dari situ Brilian tau bahwa Erlin anak kos. Kos yang tidak jauh dari tempat ia bekerja,yang berjarak sekitar 5 km ke arah utara di dareah Sabiz ( nama dareah ). Sedangkan Brilian ke arah timur di daerah Rebily ( nama dareah ).
"Oiya kak,nanti minta tolong bisa ndak kak?" tanya Erlin.
"Tolong apa?" sambung Brilian.
"Gini, kan sepeda motor saya baru masuk bengkel. Tadi ke sini naik ojek... Nah kalau kak Brilian tidak keberatan,minta tolong antar ke kos bisa ndak kak... Tapi kalau tidak bisa ya ndak apa-apa kok.... " bujuk Erilin.
"Duh, nanti kalau sampai ketahuan Sekar, bisa gawat ni. Tapi malam-malam gini biasanya Sekar di rumah,duh...Gimana ya, kasian juga kalau tidak di tolong.... " gumam Brilian dalam hati.
"Kak, kok diem, ndak mau ya?" tanya Erlin.
"Owh. Itu, tenang aja nanti tak antar deh... " jawab Brilian.
"Oke deh kak... Hehe," sahut Erlin.
__ADS_1
Tidak lama kemudian,mereka beres-beres, mambersihkan toko sebelum pulang. Setelah selesai, Brilian terlebih dahulu mengenalkan Erlin kepada Pak Muklis di ruang belakan toko ruang pembuatan gitar.
Setelah penganalan dan sedikit basa-basi,ia lalu berpamitan. Kemudian berjalan menuju parkiran sepeda motor hendak mengantarkan Erlin ke kosannya. Di sana nampak Erlin yang berdiri di pinggir jalan depan toko menunggu Brilian mengambil sepeda motor.
"Brum... Brum... Brum... "
"Ayok naik," ajak Brilian.
"Baik kak," jawab Erlin.
Mereka lalu berboncengan pergi ka arah utara di daerah Sabiz dimana di sana tempat Erlin kos. Setelah sampai di depan kos khusus untuk wanita tersebut, Brilian lalu langsung berpamitan pulang.
"Terimakasih ya kak, hati-hati di jalan...." ucap Erlin.
"Iya sama-sama,sampai jumpa Erlin, daa..." pamit Brilian.
"Daa kak.... " sahut Erlin.
"Brum... Brum... Brum... "
Brilian lalu membelokan sepeda motornya hendak menuju rumah. Di perjalanan ia sambil melihat-lihat pemandangan perkotaan yang nampak masih ramai. Terdapat beberapa tempat hiburan malam yang ia lewati. Seperti cafe,tempat karaoke,juga kedai kopi yang menjadi trend tempat berkumpul anak-anak muda.
Sesampainya di rumah,seperti biasa ia kemudian mandi dengan air hangat. Lalu makan malam, lalu kegiatan mlamnya di rumah,bermain gitar,memilih dan menghafal lagu yang hendak ia garap bersama teman-temannya di studio musik. Karena besuk malam adalah jadwal latihan.
Tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba Taka datang ke rumah Brilian sekitar pukul 22:30 pm. Lagi-lagi dalam ke adaan mabok. Tapi kali ini Taka membawa makanan yang yang ia beli sepulang kerja.
"Dren... Dren... Dren... " suara knalpot sepeda motor Taka berhenti teras depan rumah Brilian.
Brilian lalu membukakan pintu dan menyuruhnya masuk. Dalam keadaan mabok, ia langsung membaringkan badannya di ruang tamu sambil berkata.
"Makanan apa, lagi-lagi kebanyakan mabok, dasar," sahut Brilian memberi teguran.
"Tu buka aja..." sambung Taka dengan nada mabok.
Kemudian Brilian membuka kotak putih yang di bawa Taka. Ternyata martabak telor.
"Wah... Enak ni, nyuri dimana coy,haha" canda Brilian basa-basi.
"Udah sikat aja pakai tanya segala...nyuri nyuri lagi, tadi di warung pas penjualnya pergi tak bawa kabur aja tu martabak,haha" jelas Taka.
"Hah. Yang bener? Anjiir.... " gerutu Brilian.
"Nggak... Nggak.... Saya beli dari warung Pak Somat tadi," ungkap Taka.
"Owh...Pantesan enak," ujar Brilian sambil memakan martabak telor tersebut.
"Udah sikat aja... " sahut Taka sambil menyalakan rokok.
"Cess... Buull...."
Mereka berdua lalu ngobrol-ngobrol soal acara yang besuk akan mereka ikuti.
"Oiya, terus besok harus membuat demo vidio coy?" tanya Taka.
"Iya. Besok ambil gambarnya pas latihan di studio musik aja,ijin sama pemiliknya," terang Brilian.
__ADS_1
"Siap. Terus berapa lagu, lagunya yang apa?" tanya Taka.
"Bagaimana kalau Hujan Seribu Tombak sama Kuda Besi Tua,lagu baruku," papar Brilian.
"Waduh... Harus hafalin dulu ni lagu barunya. Coba gimana sih lagunya?" tanya Taka lagi.
Brilian lalu memetik gitarnya dan menyanyikan lagu baru tersebut. Taka pun mendengarkan dengan saksama. Sedikit demi sedikit ia mulai mengerti. Brilian juga mengirimkan audio lagu barunya yang sudah ia rekam dengan ponsel.
"Jadi besuk malam kita latihan dua lagu, sama beberapa lagu lainnya untuk cadangan, oke?" tanya Brilian.
"Oke," jawab Taka.
Berikut beberapa lagu Brilian,
-The Night Wolf
-Rain Song
-Hujan Seribu tombak
-Di Bawah Nuansa Purnama
-Kuda Besi Tua
-Bulan Dan Serigala
-Jubah Hitam
-Sinar Bulan
Tiga lagu dari bawah, ia ciptakan bersama seorang temannya bernama Vaugan dan Yusa. beberapa menit di tengah obrolan mereka,ternyata Taka sudah mendengkur,tidur di sofa dengan santainya. Mungkin efek alkohol.
"Dasar, ngajak ngobrol malah di tinggal tidur,baru mau tak ajak bahas nama band," gumam Brilian.
Brilian sendiri juga sebenarnya sudah cukup mengantuk. Ia terlebih dahulu memasukan sepeda motor Taka ke dalam rumah, lalu mengunci pintu, cuci muka lalu tidur di kamar. Sedangkan Taka tidur di sofa ruang tamu dengan kondisi mabok.
********************🎸**********************
Keesokan harinya,pukul 04:15. Taka yang masih tidur mendengkur, Brilian seperti biasa jogging. Akhir-akhir ini Brilian rajin bangun pagi, padahal kebiasaan ini sudah lama ia tinggalkan sejak lulus sekolah sma. Ia punya ke inginan untuk masuk kuliah tahun depan jika uang tabungannya sudah terkumpul. Brilian sendiri jarang berkomunikasi dengan Ayah atau Ibunya,semenjak mereka bercerai. Ayahnya yang bekerja di luar kota, dan Ibunya di luar negeri.
Kali ini Brilian jogging di pinggir jalan dekat rumahnya. Karena di pinggir jalan masih terdapat beberapa ladang persawah,kualitas udara pun masih sangat sejuk, bagus untuk kesehatan paru-paru, apa lagi ia sudah jarang sekali merokok. Pagi itu cuaca nampak cerah,tidak ketinggalan sunrise menyapa dari ufuk timur. Sinar sunrise mengandung vitamin D, cahayanya seolah menembus pori-pori dan terasa hangat sampai ke tulang.
Sekitar tiga puluh menit jogging, keringat mambasahi kaos olahraga nike lengan lanjang dan celana pendek training berwarna hitam yang ia kenakan. Sesampainya di rumah, ia istirahat sebentar menunggu keringat hilang lalu mandi. Sedangkan Taka masih tidur dengan nyenyaknya.
"Coy, bangun, berangkat kerja nggak,udah jam sepuluh ni," goda Brilian.
"Apa jam sepuluh !!" sahut Taka kaget.
"Haha nggak masih jam tujuh. Berangkat kerja jam berapa?" tanya Brilian.
"Owh bikin kaget saja. Berangkat jam 09:00 am nanti," jelas Taka kembali kembali memejamkan mata.
Sebelum mandi, Brilian memasak nasi terlebih dahulu. Juga memetik beberapa sayur yang ia tanam di kebun kecil di samping belakang rumahnya. Bahan-bahan tambahanya ia mambelinya di pasar. Sudah cukup lama Brilian menerapkan hidup sehat. Dari berhenti merokok sampai makan makanan sehat. Semenjak ia sembuh dari sakit beberapa waktu lalu.
Bersambung....
__ADS_1