
"Triingg....... Triinggg...... Tringg...... " jam beker berbunyi.
Sedandang Brilian masih tertidur dikursi ruang tamu sambil memeluk gitar.
Ia lalu bangun menuju kearah jam beker itu berbunyi.
"Berisik... " ucap Brilian sambil berjalan dengan mata setengah tertutup.
"Triingg....... Triinggg...... Tringg...... Klek" suara mematikan jam beker.
"Hooooaaammm...... Bruk.... " Brilian melanjutkan tidur dikamar setelah semalam tertidur dikursi ruang tamu.
Dengan posisi tengkurap ia lalu menyalakan radio online yang tersambung dengan spiker aktif.
" Selamat pagi sahabat indie... masih bersama saya Vj Viona, menemani selasa pagi yang cerah ini..... selasa, selalu larut dalam rasa... haha " canda Vj Viona.
"Oiya, Radio suara indie lagi mau ada acara nih... Nanti sore distudio... Acara akustikan bareng....Siapa nih yang mau ikut bisa menghubungi nomer dibawah ini...
081xxxxx254... Ayo seru-seruan bareng kami,...Pendaftaran terbatas lho, hanya untuk 5 orang aja ya... Biar semangat ni saya putar lagu ...Selamat mendengarkan.... " seru* Vj Viona.
"Hah," Brilian langsung bangun.
Ia lalu menghubungi nomor Radio suara indie,karena pendaftaranya terbatas.
"Tut...Tut...tut.... " suara telephone,
"Hallo selamat pagi sahabat indie... dengan siapa dari mana... " jawaban dari Radio melalui telephone,
"Hallo selamat sore, eh pagi....saya Brilian dari Vusan ( nama kota )," jawab Brilian tergesah-gesah,
"Ya... hallo Brilian ada yang bisa kami banting... kami bantu maksudnya... haha " canda operator Radio,
"Saya mau daftar katanya nanti sore ada acara akustikan bareng diRadio suara indie apakah benar?" tanya Brilian penuh semangat,
"Ow... benar sekali, ada orang ke empat yang telah mendaftar....info berikutnya akan kami kirim lewat pesan ya... " jawab operator Radio,
"Baik terimakasih... " sahut Brilian,
"Sama-sama... " jawab operator Radio.
Waktu menunjukan jam 10:00 am, dengan cuaca cerah. Brilian lalu bergegas mandi, lalu memasak untuk sarapan,seperti biasa.
"Cari alasan apa ya nanti supaya bisa izin tidak masuk kerja, duh... "gumam Beilian dalam hati.
Brilian lalu menelfon pak Jonatan pemilik JT Guitar costum tempat ia bekerja,untuk izin tidak masuk kerja.
" Tut.... tut.... tut.... " suara telephone.
"Hallo,ada apa Brilian,?" tanya pak Jonatan melalui telephone.
"Gini pak, nanti sore saya ada acara keluarga ditempat paman saya pak, kalau saya izin dulu gimana ya pak,? saya ngabarin sekarang,ya....biar gk mendadak..." ujar Brilian cari alasan.
"Yaudah kalau memang ada acara ndak apa-apa izin, " jawab pak Jonatan,
"Baik pak, terimakasih ya pak Jonatan " ucap Beilian,
"Sama-sama," sahut pak Jonatan.
"Yes... diizinkan, nanti sore bisa ikut acara distudio radio suara indie ni,yuhu....!!"gumam Brilian dalam hati berbohong kepada pak Jonatan.
Brilian kemudian mengambil gitar akustiknya lalu memetiknya, sambil menunggu pesan dari radio suara indie untuk kabar berikutnya, berapa lagu yang dibawakan.
" Jreng.... Jreng.... Jreng... " suara gitar Brilian menyanyikan lagu ciptaanya sendiri dengan judul Kuda Besi Tua ".
Intro...
Jam tiga belas siang masih diperjalanan...
Asap hitam begitu pekatnya...
Deru mesin saling bersahutan...
Penggalan lirik lagu Kuda Besi Tua " .
"Drrr... Drrr.... Drrrrr.... " suara handphone bergetar tanda pesan masuk.
Brilian kemudian membuka handphone nya lalu membaca pesan dari radio suara indie, bahwa acara diadakan jam 16:00 pm jam empat sore. Dengan membawakan dua lagu babas, boleh karya sendiri maupun cover.
Brilian lalu memilih lagu yang akan dia nyanyikan nanti.
"Nyanyi lagu siapa ya, dua lagu, yang satu lagu sendiri. Ya...bisa buat promolah, hehe, yang satunya lagi lagu siapa ya... "gumam Brilian dalam hati.
Sambil memainkan gitar,Brilian sambil memilih lagu.
"Jerng...Jreng jreng... Jreng.... " suara gitar akustik Brilian.
Setelah beberapa saat kemudian, Brilian ingat,lagu yang di tulis oleh sesorang temannya, dengan judul lagu Jubah Hitam.
Intro,
Jubah hitam perisai...
Tubuh layu...
Tongkat kayu rapuh...
Berkarat mata pedang...
Penggalan lirik lagu Jubah Hitam.
Tiga jam kemudian, jam menunjukan pukul 13:00 pm.
Setelah memilih lagu akhirnya Brilian berniat untuk membawakan 2 lagu, yang satu lagu karya sendiri dan yang satu lagu yang diciptakan bersama seorang temannya,dengan judul Jubah Hitam.
Ia meletakkan gitarnya, kemudian mengeluarkan motor kesayangannya, cb costum tahun 1970,lalu membersihkanya.
Di depan rumah Brilian ada teras di samping selatan teras ada kran air yang biasa ia gunakan untuk mencuci sepeda motornya disitu.
" Brum... Brum... Brum... Brum.... " suara knalpot motornya.
----------------------------🎸---------------------------------
Kini watku acara sudah hampir tiba, Brilian lalu mendengarkan radio.
"Hai selamat sore sahabat indie, seperti biasa ,setiap sore ada saya yang menemani kalian.... Vj Ria la la ho ho... Oiya, sudah jam setengh empat sore nih, nanti datang ya diacara akustikan bareng,lokasi studio,..., nanti ada penampilan dari Dio ( Black symphoni band) Onic ,Sekar ( The ne) , Brilian, dan Fire string (duo guitaris) ....Ditunggu kehadirannya ya sahabat indie dimana pun kalian berada... See you...." seru vj Ria lalahoho lalu memutar lagu.
"Hah,apa,ada Sekar juga,astaga....moga-moga tidak ingat, malu aku," gumam Brilian dalam hati.
Brilian pun bergegas berangkat menuju studio radio suara indie,jarak dari rumah Brilian kira-kira tiga setengah kilometer.
"Brum... Brum.... " suara knalpot sepeda motornya.
Setelah beberapa saat sampai di studio Radio Suara Indie, sebelum acara dimulai,para peserta yang hendak perform sebelumnya dijelaskan dan dibagi urut-urutannya.
"Ya sebelumnya selamat sore semuanya, perkenalkan nama saya Ronald dari io yang mengadakan acara ini. Pertama-tama sebelum kita mulai, saya mau berkenalan dulu ni dengan kalian, baik dimulai dari sebelah kanan, " tutur Ronald.
"Nama saya Dio, saya Onic, saya Sekar, saya Brilian, dan kami Yion dan Roger duo gitaris akustik ( fire string ) " jawab para peserta live perform.
"Oke, terimakasih sebelumnya,jadi sesuai urutan ya live perfomnya," ungkap Ronald.
"Baik," sahut mereka.
__ADS_1
Setelah mereka memperkenalkan diri dan menentukan urutannya, mereka kemudian bersiap dibelakang panggung yang tidak terlalu tinggi dan lebar. Karena lokainya agak didataran tinggi, jadi panggung menghadap keutara dengan melihat pemandangan kota dan sunset yang meski tidak terlalu tinggi tempatnya.
"Selamat sore sahabat indie...apa kabar kalian semua...." seru Mc diatas panggung.
"Baik...," sahut penonton yang lumayan banyak.
"Sip.... mari kita beri tepuk tangan yang meriah kepada talent pertama kita, kita sambut...Dio....silahkan naik ke atas panggung, " seru Mc acara.
"Yeeeeyyeeee.... " sorak penonton dan tepuk tanggan.
"Terimakasih semuanya," tutur Dio.
Dio lalu membawakan dua buah lagu cover dari Bon jovi dengan judul Bad Of Roses, dan lagu dari Dream Theather dengan judul Spirit Carris On.
Reff :
I wanna lay you down in a bed of roses
For tonight I sleep on a bed of nails
Oh, I wanna be just as close as the Holy Ghost is
And lay you down on a bed of roses....
Pengalan reff lirik lagu Bon Jovi berjudul Bad Of Roses.
Disamping itu Brilian grogi karena melihat penampilan pertama yang ia lihat luar biasa, dengan pilihan lagu yang ngehit.
"Duh... gimana ini.... " gumam brilian dalam hati sambil duduk dan agak gemetar gugup.
Tiba-tiba datang seorang wanita berdiri di hadapanya, mengenakan rok berwarna kuning di atas lutut,mengenakan baju lengan panjang ala anak band,dan memilik rambut panjang dengan poni diatas alis.
"Hey... " kaget wanita itu,
"Eh, hallo... " sapa Brilian gugup.
"Kenapa, nggak ingat ya sama aku? " tanya wanita itu membawa gitar yang masih di dalam wadahnya, ia lalu duduk disamping Brilian.
"Ka, kamu Sekar kan?" ujar Brilian.
"Yuup, kok cuma sendirian, dimana teman-temanmu,yang siapa itu namanya....? " tanya Sekar,
"Ow...si Taka dan Berto, mereka pada sibuk kerja, jadi nggak bisa ikutan," jawab Brilian.
"Ow... gitu, eh kmu yang kerja jaga toko diJT guitar bukan sih? " tanya Sekar penasaran.
"Iya,hehe" jawab Brilian lugu.
"Hiiss.... kenapa kemarin waktu saya beli gitar bersama temenku Gea,kamu nggak nyapa aku ?" tanya Sekar.
"Ya... saya mau nyapa tapi takut salah orang, jangan-jangan cuma mirip... Hehe " jawab Brilian,
"Emang wajahku pasaran ya, huu... dasar," ujar Sekar.
"Dasar bumi apa dasar laut...hehehe" canda Brilian gugupnya mulai hilang,
"Hah, apa ? " tanya Sekar.
"Nggak... nggak.... bercanda aja," sambung Brilian.
"Yeee.... " sahut Sekar.
Ditengah percakapan mereka, lagu kedua yang dibawakan Dio dari Dream theather dengan judul spirit carries on.
Move on, be brave...
Don't weep at my grave...
Because I am no longer here...
Your memory of me disappear....
penggalan lirik lagu Spirit Carries On.
"Beri tepuk tangan yang meriah untuk Dio....wow keren, ngomong-ngomong Dio ini vokalis Black Symphoni band ya,?" seru Mc bertanya kepada Dio.
"Iya, saya vokali dan gitaris, terimakasih semuanya," jawab Dio,
"Y**eeeaahh...... Yeeeyyyy.... " sorak penonton dan bertepuk tangan.
"Oke, berikutnya kita tampilkan... Onic.... ( penyanyi wanita solo akustik ) " seru Mc acara.
"Hey... semuanya... selamat sore.... " seru Onic.
"Sore..." sahut penonton.
"Baik, langsung saja,lagu pertama yang akan saya bawakan,lagu dengan bahasa jawa dengan judul Kembang Kenongo," seru Onic,
Intro, petikan gitar,
Padange sinar rembulan,...
Ono ing wengi iki...
Ngelingake awakku marang sliramu....
Penggalan lirik lagu Kembang Kenongo lagu ciptaan sendiri.
Disela-sele panampilan dari yang lainnya, Sekar dan Brilian berbincang-bincang.
"Eh ngomong-ngomong,lagu yang kamu bawakan lagunya siapa?" tanya Sekar kepada Brilian.
"Owh, bawain lagu sendiri,hehe " jawab Brilian.
"Bagus dong, udah punya berapa lagu?" tanya Sekar
"Ya... sekitar lima lebihlah,kalau kamu udah punya berapa lagu? Tanya Brilian balik,
"Hehe, baru 2 lagu," jawab Sekar.
"Ya...baguslah, nanti mau bawain lagu sendiri semua,?" tanya Brilian,
"Nggak...nanti yang satu cover lagunya Rihana," jelas Sekar.
Kemudian setelah lagu pertama selesai dibawakan Onic, lagu kedua masih berbahasa jawa,dengan aransmen pop akustik.
"Oke,kita lanjut lagu berikutnya dengan judul," Lintang-lintang Rembulan...." seru Onic,
"Yeeeeeeeyeeeee" seru penonton.
Intro, petikan gitar,
Yen awan tansah kelingan...
Yen wengi kegowo ngimpi....
Sliramu sing ngerindu ati....
Pengalan lirik lagu lintang-lintang lan rembulan.
"Setelah ini giliranku nih," ungkap Sekar sambil membuka kotak gitarnya.
__ADS_1
"Semangat ya," ujar Briilian memberi semangat.
"Terimakasih... kamu juga semangat ya... " jawab Sekar.
Tidak lama kemudian penampilan Onic sudah selesai.
"Terimakasih Onic atas partisipasinya...sampai juga dilain kesempatan... " ucap Mc acara.
" iya kak...Terimakasih semuanya, daa... " sapa Onic lalu turun dari panggung.
"Daaa... "
"Selanjutnya kita tampilkan Sekar..." seru mc,
"Hai... " ucap Sekar sambil melambaikan tangan,
"Eh ngomong-ngomong Sekar ini gitaris The ne ya?" tanya Mc,
"Iya kak,hmmm..." jawab Sekar.
"Oke deh, langsung saja kita tampilkan.... Sekar... " seru mc.
"Yeeeeyeeee...... " sorek penonton.
"Terimakasih, langsung saja lagu cover dari Rihana dengan judul California King Bed," seru Sekar sambil memetik gitarnya.
Sekar membawakan lagu cover dari Rihana dan lagu sendiri dengan judul Dimensi Waktu".
Disamping itu Brilian menyaksikan penampilan Sekar yang memukau, dengan sikapnya yang anggun, dia mampu menjiwai setiap lagu-lagu yang ia bawakan dengan santai.
"Aku tidak boleh kalah, tidak boleh grogi, kau bisa Brilian," gumam Brilian dalam hati menyemangati diri sendiri.
15 menit kemudian, Sekar sudah selesai membawakan dua buah lagu dengan lancar,
kini giliran Brilian.
"Sekarang giliran mu boy, hmm..." ucap Sekar pada Brilian saat berpapasan turun dari panggung.
"Ok," jawab Brilian singkat.
"Beri tepuk tangan yang meriah untuk Sekar...." seru Mc,
"**Yeeeeeeyeeeeeeee.....!!!!" sorak penonton dan tepuk tangan.
"Sekarang kita sambut...Brilian.... " seru Mc acara.
"Terimakasih...Hallo semua selamat sore..." sapa Brilian.
"Sore...yeeeeah...." sorak penonton.
"Baiklah,langsung saja sebuah lagu dari saya dengan judul Kuda Besi Tua,"seru Brilian.
Brilian membawakan dua buah lagu sendiri dengan judul Kuda Besi Tua dan Jubah Hitam.
Tepat didepan panggung nambak Sekar menyaksikan penampilan Brilian dan bersorak memberi semangat,antusias penonton juga sangat baik.
Kupacu kuda besi tua ini...
Menyusuri jalan berliku...
Perjalanan panjang yang harus kutempuh...
Hingga senja sejenak berhenti....
Penggalan lirik lagu Kuda Besi Tua.
Setelah satu lagu selesai Brilian bawakan, kini ia melanjutkan membawakan lagu keduanya dengan judul Jubah Hitam.
Reff,
Hempasan angin abadikan...
Yang rapuh dan mati....
Menangis sesal tak berarti...
Semua telah terjadi...
Hilang semua mimpi....
Menjadi menara debu....
Pengalan lirik lagu berjudul Jubah Hitam.
Beberapa saat kemudian Brilian menyelesaikan lagu kedua dengan lancar, berikutnya adalah penampilan duo gitaris Fire String.
Mereka biasa membawakan instrumen-instrumen gitar dengan aransmennya, fire string membawakan instrumen Pirate Of Caribbean dan lagu dari Metalica versi instrumen akustik sebagai penutup.
Brilian lalu turun dari panggung, ia berjalan ke arah depan panggung,tiba-tiba dari belakang Sekar muncul.
"Hey..!" kaget Sekar kepada Brilian,
"Owh.. Ya," jawab Brilian kaget
"Hehe kaget ya,wah... penampilanmu tadi keren, " puji Sekar.
"Terimakasih... Penampilanmu tadi juga bagus," ujar Brilian.
"Duduk di sana aja yuk, sambil minum-minum jus atau kopi, " ajak Brilian mengajak Sekar.
"Nggak mau ah, aku mau disini aja nonton fire sting perform," jawab Sekar,
"Ya... nonton sambil duduk disana ada meja kursi, ya udah kalau nggk mau," ucap Brilian sambil berjalan kearah sebuah warung dekat panggung.
Brilian kemudian memesan jus alpokat, ketika hendak mau duduk,Sekar sudah duduk duluan dikursi.
"Katanya tadi tidak mau...." ujar Brilian.
"Hehe... bercanda aja, minumanya ada apa aja tu?" tanya Sekar,
"Banyak, ini dipilih aja," jawab Brilian sambil memberikan daftar menu.
"Mau pesen apa sekalian aku pesenin," tambah Brilian.
"Jus mangga aja deh, ada nggak ?" tanya Sekar.
"Ada, sebentar ya," sahut Brilian.
"Buk...Tambah jus mangga satu ya," ujar Brilian memesankan minuman,
"Ya," jawab ibu-ibu penjual jus.
"Dikasih garam dikit ya bu," canda Brilian.
"Hah, apa katamu?" tanya Sekar.
"Hahaha nggak-nggak... bercanda," ucap Brilian.
"Yeee..." sahut Sekar.
Mereka berbincang-bincang sambil melihat live perform dan menikmati jus, ditambah lagi pemandangan sunset yang nampak bagus dari tempat mereka duduk.
__ADS_1
"A**staga... momentnya romantis sekali, sayang sekali dia agak cuek dengan situasi," gumam Brilian dalam hati.
Bersambung.....