
Tidak lama setelah Sekar take vokal,terdengar suara seseorang mengetuk pintu rumah Yonzi
"Tok... Tok... Tok... Permisi.... "
"Ya... " Jawab Erdo sambil menengok siapa yang datang.
"Siapa Bro," tanya Yonzi.
"Owh... Sini bro masuk, " ucap Erdo mempersilahkan masuk.
"Brilian Bro," Jawab Erdo kepada Yonzi.
"Ow... Sini bro," panggil Yonzi.
"Baik..." sahut Brilian.
"Hola...Hmmm.... " sapa Sekar dengan senyum manisnya kearah Brilian.
"Hallo... Sekar," sapa Brilian sambil berjabat tangan.
"Gimana,lancar?" tambah Brilian bertanya.
"Ya... Ini tinggal review,moga-moga gak ada yang ngulang, hehe" jawab Brilian.
"Ow... Sip,kalau gitu," sambung Brilian sambil membuka dus kotak berisi makanan.
"Bawa apa bro? " tanya Erdo.
"Ow... Ini,terang bulan bro, yuk dimakan mumpung masih hangat, ayo Sekar, Yonzi,makan dulu," ajak Brilian.
"Oke deh... " jawab Sekar.
"Siap... Saya buatkan kopi ya bro," ucap Yonzi.
"Sebentar, ini kayak deja vu,kok kemarin pernah gini ya,iya gk sih? " tanya Brilian.
"Haha, iya bro,feeling mu bagus, aku sengaja memancing dengan kata buatkan kopi,soalnya aku sendiri ngerasa de ja vu, cuma bedanya kemarin roti bakar coklat kacang, sekarang terang bulan bro,hehe" jelas Yonzi berhasil memancing Brilian merasakan deja vu.
"Ah... Bisa aja bro, iya ni persisi seperti kemarin,kalau sekarang ditambah ada Sekar... Hehe" ungkap Brilian bercanda.
"Apa sih...Hmmm...." sahut Sekar tersenyum agak kebingungan.
"Ya... Nananina...." canda Brilian.
"Oke deh, tunggu bentar saya buatkan kopi dulu bro,biar deja vu nya kerasa, haha" canda Yonzi berjalan kearah dapur.
"Hehe... Ngikut aja bro, " jawab Sekar.
"Sekar kamu minum kopi juga?" tambah Brilian bertanya.
"Tidak kok, ni sudah air putih aja... " jawab Sekar lembut.
"Ow... Ok deh, yuk sambil dimakan terang bulannya, ayo bro," ajak Brilian lagi.
"Siap-siap... " jawab Erdo sadang menyalakan rokok.
"Oke Brilian," jawab Sekar.
Mereka lalu berbincang-bincang sambil menyantap terang bulan yang Brilian beli tadi di perjalanan dari tempat kerja. Yonzi lalu membawakan secangkir kopi panas untuk Brilian, Erdo dan Yonzi sendiri sudah dari tadi membuat kopinya,sedangkan Sekar tidak ngopi, cuma minum air putih.
"Ni bro kopinya... " ucap Yonzi.
"Duh.. Malah repot-repot ni bro.. " sahut Brilian.
"Nah itu kata-kata kemarin,semakain terasakan deja vu nya, haha" pancing Yonzi.
"Haha, iya bro,saya baru merasakan, " ujar Erdo.
"Hemp... Telat kamu bro, aku dah dari tadi deja vu nya, haha" canda Brilian.
"Eh, kamu kok ngerokok ada cewek disini ?" tegur Yonzi Kepada Erdo.
"Gak apa-apa kak... Gak apa-apa... " sahut Sekar.
"Hehe, maaf bro, lupa" jawab Erdo sambil mematikan rokok di asbak.
"Nggak apa-apa kak,ngerokok aja," tambah Sekar.
"Nggak kok,gak jadi. Eh Brilian kok kamu gak ngerokok? " tanya Erdo.
"E... Engak," jawab Brilian sambil melirik ke arah Sekar.
"Owh... Karena ada Sekar, biasanya ngerokok.. Haha," goda Erdo.
"Apa sih bro," jawab Brilian masih melirik Sekar.
"Owh.. Biasanya ngerokok,Brilian,ndak apa-apa ngerokok aja..." ucap Sekar memincing matanya menatap kearah Brilian.
"Nggak tu... Cuma kadang-kadang aja," jawab Brilian sambil memakan terang bulan.
"Yang bener bro....wah kalau kamu gak ngerokok gak jadi deja vu ni, haha," goda Erdo.
"Bro, sssttt.... Makan dulu, " sahut Yonzi sambil menyeruput kopi.
"Hehe," Erdo tertawa kecil melihat tingkah Brilian.
"Ya ampun... " ucap Yonzi.
Yonzi biasanya bercanda sama Brilian, setiap setelah menyeruput kopi biasanya mengucapkan kata "ya ampun... " dengan nada menikmati kopi yang mereka sruput.
"Disruput dulu bro kopinya," ucap Yonzi kepada Brilian yang salah tingkah.
"Ssssrrrppp,...Ya ampun.... " ucap Brilian dengan lugu.
"Hahahaha," tawa Yonzi dan Erdo terundang tawanya melihat tingkah Brilian.
"Hmmm.... Biasanya pada bercanda gini ya, seru jadinya," sahut Sekar sambil tersenyum.
"Iya ni...Maafkan mereka ya Sekar, haha," ujar Brilian.
"Ndak apa-apa kok...Santai.. " jawab Sekar.
__ADS_1
"Hehe. Eh gimana bro lagunya, cobalah di loudspeaker, pengen denger ni... " ucap Brilian bertanya kepada Yonzi.
"Siap... "jawab Yonzi sambil memutarkan lagu.
"Tapi jangan diketawain lo..." sambung Sekar.
"Gak lah.... " sahut Brilian.
Mereka lalu mendengarkan lagu yang baru saja di take vokal oleh Sekar. Lagu yang judul Dimensi Waktu dengan durasi kurang lebih 4 menit ciptaan Sekar ini, dengan petikan diawal lagu,lalu disambung dengan genjrengan akustik dibagian reef. Karena lagu ini baru direkam secara akustik, meski sebenarnya lagu ini sering dibawakan full band, bersama Renata, dan Ajeng,rekan ngband Sekar. Karena Renata dan Ajeng sedang sibuk, dan tidak bisa ikut rekanam, Sekar akhirnya merekam secara akustik. Dari situlah Sekar dan Brilian semakin akrab, sampai dikira pacar oleh beberapa teman-temannya.
"Uwe... Bagus..." puji Brilian sambil tepuk tangan setelah mendengar lagunya diplay.
"Makasih Brilian... " balas Sekar dengan senyum lesung di pipi-nya, dengan mata terpejam saat tersenyum.
"Sama-sama Sekar," ucap Brilain tidak berkedip melihat senyum menawan Sekar.
"Astaga... Kok tiba-tiba deg-degkan kenapa ni saat melihat senyumnya," gumam Brilian dalam hati.
"Ada yang perlu di take ulang gak ni...?" tanya Yonzi.
"Tidak kak," jawab Sekar.
"Oke, kalau gitu nanti saya tinggal mixing,besuk pagi saya kirim ya?" ungkap Yonzi.
"Baik kak," jawab Sekar.
"Bagaimana bro,fix ? " tambah Yonzi kepada Brilian.
"Fix you," jawab Yonzi bercanda.
"Haha..Sip," tegas Yonzi.
Tidak terasa malam semakin larut, waktu menunjukan pukul 21:45 pm. Sudah tidak ada yang perlu take ulang vokal maupun instrumen.
"Oiya, Brilian, sudah hampir jam sepuluh nih... " ujar Sekar sambil melihat jam di smartphonenya.
"Oiya ni, mau pulang sekarang ya?" tanya Brilian.
"Nanti aja, kan malam minggu..." sahut Erdo.
"Iya... Kok buru-buru," sambung Yonzi.
"Hehe, besuk kapan-kapan lagi deh kak.. "jawab Sekar sambil memberi kode pada Brilian untuk berpamitan.
"Iya bro, nanti saya bisa kena marah sama ortunya Sekar... " ujar Brilian.
"Ow.. Gitu, okok... Hati-hati dijalan ya," ucap Yonzi dan Erdo.
"Siap bro,pamit dulu ya..." ucap Brilian.
"Iya kak, pamit dulu ya,.. " tambah Sekar.
"Ok... Hati-hati dijalan... "jawab Yonzi.
"Brum.. Brum... Brum...... " suara knalpot sepeda motor Brilian.
Mereka lalu pulang berboncengan, jalannan yang masih nampak ramai karena malam minggu. Ditengah perjalanan,mereka sambil berbincang-bincang, Brilian memperlambat laju kendaraannya.
"Sudah kenyang sih tadi makan terang bulan tadi. Kenapa, mangnya kamu masih lapar Brilian? tanya Sekar sambil wajahnya berdekatan dengan Brilian.
"E... Iya sih,masih agak lapar, hehe" jawab Brilian agak grogi.
Tiba-tiba secara sepontan, tangan Sekar berpegangan merangkul baju bagian perut Brilian, sambil berkata,
"Atau kita sekarang mampir makan dulu, saya traktir deh... Kemarin-kemarin kan kamu yang nraktir aku terus... "ungkap Sekar.
"Tidak usah.. ,saya bawa uang kok... "jelas Brilian menjawab dengan agap gugup,karena Sekar berpegangan semakin erat.
"Ta.. Tapi nanti kemaleman gak... Takutnya dimarahin sama Ortumu.. " tambah Brilian.
"Gak... Santai aja, Ortuku lagi keluar kota, tadi malam berangkat, ada acara dadakan dipekerjaannya. Saya cuma dirumah sama kak Geofani... " jelas Sekar.
"Ow.. Jadi gitu ya. Ya udah deh,lok gitu kita mampir makan dulu ya," ajak Brilian bersemangat.
Brilian lalu menuju kekedai di taman kota dekat gedung serbaguna,nama kedai itu adalah kedai Cahaya Senja. Kedai yang terletak disamping taman kota, nampak pemandang taman dengan pohon-pohon hias yang beraneka ragam, ditambah lighting yang ditata sedemikian rupa sehingga menambah kesan romantis.
Sesampainya di kedai yang mereka tuju. Mereka lalu berjalan menuju meja kursi yang kosong,lalu melihat-lihat daftar menu,tersedia aneka makannan ringan dan aneka minuman disana. Setelah beberapa menit membicarakan pesanan, akhirnya Brilian dan Sekar lalu memesan fried fries/kentang goreng,dan coklat panas 1 ,sama jus apel 1.
"Permisi... " panggil Brilian kepada waiter kedai.
"Ya,ada yang bisa saya bantu kak?" tanya waiter.
"Ini kak pesannan saya," jawab Brilian sambil memberikan kertas kecil beetuliskan pesanan.
"Baik kak, mohon ditunggu sebentar ya," kata waiter itu.
"Baik kak," jawab Brilian dan Sekar.
Sambil menunggu pesanan, Brilian dan Sekar bercerita tentang kekuarganya masing-masing. Dari situ Sekar tau tentang keluarga Brilian, begitu juga sebaliknya.
"Ow... Jadi begitu,Ortumu sudah lama cerai, maaf ya sebelumnya," tanya Sekar kepada Brilian.
"Iya, tidak apa-apa kok Sekar," jawab Brilian menunduk.
"Sudah yang sabar ya, jangan sedih,kan ada aku di sini... Hmmm... " ucap Sekar menghibur Brilian yang nampak sedih karena mambahas soal keluarganya.
"Terimakasih ya Sekar," sahut Brilian sambil menatap tatapan mata Sekar.
"Maaf ya kalau pertanyaanku membuatmu sedih,sudah sekarang lupain itu, kita bahas yang lain, ok," ucap Sekar memberi semangat.
"Iya Sekar,.." jawab Brilian menatap mata Sekar dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan nangis dong... Kamu kan cowok, harus tegar. Oiya, btw, besuk di kirim via apa ya lagunya?" tanya Sekar mengalihkan pembicaraan.
"Gaklah... Siapa yang nangis," jawab Brilian menegakkan punggungnya.
"Hmmb.. Via email Sekar, lagu yang dari Yonzi kan? Yang dikirim keradio juga via email kok," jelas Brilian.
"Ow... Gitu ya.. Ok deh.. " sahut Sekar.
"Permisi kak... Pesananya sudah siap... " kata waiter membawa pesanan.
"Baik kak, terimakasih... " ucap Sekar.
__ADS_1
"Selmat menikmati... " ucap waiter.
Mereka berdua lalu menikmati makanan yang mereka pesan fried fries 1 porsi untuk berdua, coklat panas untuk Brilian, dan jus apel untuk Sekar. Semenjak Sekar tau kalau keluarga Brilian broken home, Brilian agak cangung berbicara kepada Sekar kalau Sekar yang tidak membuka pembicaraan duluan.
"Kok cuma diem,? Ngomong dong.." ucap Brilian sambil memakan fried fries dan minum jus.
"Iya Sekar,hehe" jawab Brilian dengan nada cangung.
"Sudah...Yang tadi tidak usah di ingat, oke" ungkap Sekar,
"Gak kok..." sahut Brilian.
"Sebenernya... Saya khawatir,kalau kamu tidak mau berteman dengan ku Sekar... " ungkap Brilian dengan nada melas.
"Apa... Hahahaha, gaklah... Jangan berfikiran yang aneh-aneh,oke?" jelas Sekar.
"Dengar," ucap Sekar sambil menumpuk tangan kanan Sekar diatas tangan kanan Brilian.
"Yang namanya teman itu, tidak pandang bulu,siapa pun,jika itu baik kepada kita, kenapa tidak. Lagi pula punya banyak teman kan bagus, iya gak?" ungkap Sekar.
"Iya,Sekar," jawab Brilian sambil membalik telapak tangannya lalu menggenggam jari-jari lentik Sekar.
Mereka lalu saling bertatapan dan saling melempar senyum. Senyum haru Brilian dibalas senyum bahagia Sekar. Mereka saling bertatapan saling membaca isi hati melalui tatapan mata. Sampai akhirnya Sekar melepas genggaman tangannya karena hendak mengangkat telefon.
"Drrr.... " suara handphone Sekar Berdering.
"Hallo... " ucap Sekar melalui telefon.
"Hallo dek, lagi dimana?" tanya Geofani kakak Sekar melalui telefon.
"Ow... Ini kak, baru dikedai Cahaya Senja, kakak lagi dimana?" tanya Sekar.
"Ini lagi mau pulang baru selesai ngerjain tugas, kamu udah selsai rekamannya? Saya jemput gak ni? " tanya kakak Sekar.
"Ow... Udah kak, tidak usah kak, ini saya sama Brilian kok kak," jelas Sekar sambil melirik kearah Brilian.
"Cie... Pacaran ya... Mentang-mentang Malam minggu...." goda kakaknya.
"Gak.... Apa sih kak, ini tadi mampir makan bentar.. " jelas Sekar tersipu.
"Yaudah dah... Maaf ni ganggu,nanti pulangnya jangan malem-malem ya, aku mau pulang dulu dek... " ucap Geofani.
"Baik kak, hati-hati di jalan ya kak..."ucap Sekar.
"Ok dek... Kamu juga, daa.... " balas Geofani.
"Daa... Kak... " sahut Sekar.
"Tut... Tut... Tut... "
"Kak Geofani ya Sekar? " tanya Brilian.
"Iya," jawab Sekar sambil memasukan handphone kedalam tas kecil yang ia bawa.
"Ow... Marah-marah ya,? " tanya Brilian.
"Gak... Cuma pesen aja pulangnya jangan malem-malem. Oiya sampai mana tadi?" ungkap Sekar bertanya.
"Emmb.. " Brilian bingung menjawab, karena tadi pas menggenggam tangan Sekar dan saling bertatapan.
"Ya udah kita bahas yang lain aja," sahut Sekar.
"Yahh... " gumam Brilian dalam hati.
"Iya deh..." jawab Brilian.
Lalu mereka membicarakan untuk acara besuk sore, live perfom dipuncak Cangkir Kopi yang di adakan oleh Radio Suara Indie, dan sponsor-sponsor lainnya. Jika mereka lolos seleksi.
"Misal kita tidak lolos, atau salah satu dari kita tidak lolos bagaimana Brilian? " tanya Sekar.
"Ya... Tidak apa-apa sih,besuk ikut acara yang akan datang... Hehe, " jawab Brilian.
"Iya juga ya, hmmm...." sahut Sekar.
Malam semakin larut,suasana di kedai semakin sepi, satu persatu pengunjung pergi satu persatu. Namun suasana semakin romantis dan semakin tenang. Brilian lalu meletakkan kedua tangannya diatas meja sambil memegang gelas coklat panas lalu meminumnya. Sekar pun begitu, ia meletakkan kedua tangannya diatas meja sambil meminum jus aple.
"Eh, " ucap merka bareng.
"Loh kok bareng, " ucap mereka bareng lagi.
"Hiis.... " ucap Sekar.
"Hehe, udah kamu duluan,mau ngomong apa Sekar? " tanya Brilian.
"Kamu aja dulu, tadi mau ngomong apa... Cowok kan duluan? " jawab Sekar.
"Apa ya tadi lupa....Hehe," canda Brilian.
"Hiis...." Sekar lalu mencubit kecil tangan kanan Brilian.
"Ya udahlah kalau gak mau ngomong,hemh," ucap Sekar memalingkan muka.
"Iya iya... Aku tadi mau ngomong, kalau kamu cantik," ucap Brilian berbisik ketelinga Sekar.
"Apa..?? Makasih Brilian... Hmmmm.... " jawab Sekar tersenyum genit dengan lesung di pipi-nya yang membuat senyumnya semakin manis.
"Iya,kamu cantik Sekar, aku menyukaimu," ucap Brilian polos.
"Iya... Aku juga menyukai pertemanan kok... Btw udah jam berapa ni?" tanya Sekar, seakan-akan mengalihkan pembicaraan.
"Aduh... Badanku gemetar... " gumam Brilian dalam hati.
"Ow...iya. Sudah jam sebalas lebih lima menit ni Sekar, mau pulang sekarang?" tanya Brilian.
"Ya udah yuk," Sahut Sekar sambil berdiri.
Mereka lalu membayar makanan yang mereka pesan, lalu menuju ke sepada motor hendak mengantar Sekar pulang. Dalam hati Brilian bingung ,bahagia, campur takut,karena ia hendak mengungkapkan perasaannya kepada Sekar, namun Sekar tidak terlalu menghiraukan itu,Sekar hanya mengangap seperti obrolan biasa. Usia mereka juga sebaya, sama-sama 20 tahun.
Bersambung.....
Note :
"Deja vu, dari bahasa Prancis, secara harfiah "pernah dilihat". Adalah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami, sudah pernah dialami sebelumnya. Deja vu adalah suatu perasaan telah mengetahui, dan deja vecu adalah sebuah perasaan mengingat kembali."
__ADS_1