Brilian

Brilian
"The Ne"


__ADS_3

"Ayo langsung saja lagu ciptaan sendiri bro," ajak Berto sambil memukul drum.


 


"*T*rak duup. Tess...... " suara syimbal drum.


"Ok ayo Taka," ajak Brilian.


"Siap," jawab Taka.


Kemudian mereka memainkan lagu ciptaan Brilian, kini posisi Brilian memegang gitar dan vokal, Taka pada bass + backing vokal, Berto pada drum,meski tidak memiliki nama band, dengan gaya dan nuansa rock n roll lagu Brilian yang berjudul " The night wolf " mereka garap distudio itu. Nama studio musik itu adalah "86 musik studio".


*Jreng...suara gitar


" The night wolf***,..


*G**oes into hiding*,..


*T**he wolf is silent never sing*......."


Dup dup dup dup tak tak tezz....suara drum,


Penggalan lirik lagu Brilian The Night Wolf suara serak,dengan nuansa rock n roll.


Lanjut,lagu ke2, dengan judul Nyanyian ditengah hujan.


Intro, gitar.... disusul bass dan drum ala rock a billy.


*N**yanyian,..


Ditengah hujan,..


Disuatu malam,..


Menejalang pagi.


Mimpi,..


Didalam mimpi,..


Kau hadir,dan berbisik*, "


Penggalan lirik lagu Briilian dengan judul Nyanyian ditengah hujan.


Reff :


*M**erangkai kata, jadikan puisi,membuka kembali kisah lama yang ku rindukan, bersama kawan, dalam suatu masa yang tak akan terulang*...


Dengan irama rock a billy,lagu Nyanyian ditengah hujan ini diciptakan ketika hujan pada tengah malam, ia terbangun dari tidurnya,karena memimpikan seseorang yang sudah lama tidak ia jumpai, orang itu berbisik dalam mimpinya,hingga dia terbangun waktu itu tepat pukul 00:00 tengah malam,disertai hujan yang tidak terlalu deras pada malam itu.


"Bagus teman-teman,kita sudah mengarap 2 lagu dengan lancar," kata Brilian.


"Biar lebih semangat,bagai mana kalau kita nyanyi lagu yang temponya agak cepat,berani? " tantang Brilian.


"Ok, Berani !!" jawab Berto dan Taka.


"Baiklah... Lagu berikutnya Hujan seribu tomak," tegas Brilian.


Intro, gitar melody....


"Hujan,seribu tombak, diujung jurang, kematian.


Pasukan, berjubah baja ,menjadi debu, dan terbakar.


Perisai telah hancur tertelan asap hitam, Srigala bertaring baja, membelah api menerjang pluru.... " Pengalan lirik lagu Hujan seribu tombak.


Lagu tersebut mempunyai tempo yang agak cepat,dengan nuansa nada-nada perang ala film-film aksi,war. Lagu ini agak sulit,karena Berto dan Taka belum terlalu hafal. Harus berhenti dulu dibagian yang mereka tidak tau, lalu lanjut. Sampai lampu tanda waktu berakhir berkedip-kedip,menandakan sudah 1 jam mereka di dalam studio.


Mereka bertiga lalu keluar dari studio musik.


"Sudah coy, berapa ?" tanya Brilian kepada Sidik penjaga studio,


"Sebentar ya bro,saya cek dulu alat-alat didalam," jawab Sidik sambil masuk ke studio.


"Oke oke... " sahut Brilian.

__ADS_1


Tidak lama kemudian sidik telah selesai mengecak studio.


"Bagimana coy, aman ?" tanya Brilian,


"Aman bro, jadi semuanya 15 ribu," jawab Sidik.


"Siap.... ni ya bro uangnya pas," Brilian sambil membayar.


"Terimakasih bro," sahut Sidik.


"Sama-sama," ucap Brilian.


Jam menunjukan pukul 21:00 pm.


"Ayo,kemana bro kita sekarang?" tanya Berto,


"Ngopi-ngopi aja gimana? sambil akustikan.. " sambung Taka.


"Ok, ide bagus," tambah Brilian.


"Ngopi dimana ?" tanya Berto,


"Ayo ikut aku," ajak Taka.


"Siap," sahut Brilian.


Mereka lalu berangkat ketempat ngopi, tempat yang belum pernah mereka datangi kecuali Taka. Taka berboncengan dengan Brilian dengan speda motor, sdangkan Berto sendirian naik speda motor juga.


Setelah mereka sampai ditempat yang mereka tuju, ternyata Taka mengajak kepuncak bukit,kedai P**uncak Cankir Kopi** namanya. Yang dijadikan tempat melihat sunset waktu sore hari, dan tempat ngopi atau sekedar melepas penat dimalam hari. Tempanya sejuk, melihat pemandangan kota, disana juga ada live musik setiap hari sabtu dan minggu.


Kebetulan mereka datang hari minggu,ya masih kebagian benerapa performa dari para musisi-musisi,band atau pun solo.


Disana mereka bertiga memesan meja dan kopi,sambil berbincang-bincang.


Mereka bertiga memang sering ngeband bareng, tetapi ambisi mendirikan sebuah band sepertinya kurang,karena kegemaran yang sama,mereka sering kumpul bareng. Bermusik tidak harus membentuk sebuah band. Ditengah obrolan mereka, ngobrol macem-macem bersendagurau sampai mengajak kenalan cewek-cewek yang kebetulan juga lagi ngopi-ngopi sambil wifi an didekat meja mereka.


"Ehem ehem,hai kak, boleh kenalan gk ni... ?" goda Taka


"Apa sih kak," jawab cewek itu berjumlah 3 juga ,


"Yee.... sok tau " jawab salah satu cewek itu.


"Terus siapa kalau bukan Erlin ?" tanya Taka pura-pura sok tau.


"Nama saya Sekar kak, ini temen-teman saya namanya Renata dan Ajeng,ada yang bisa kami bantu? " jawab Sekar sambil mengetik sesuatu dilaptopnya


"Hehe, aduh.. serius amat ni jawabnya. Bantu apa ya, kenalan dulu aja deh.... " canda Taka.


"Nah... gitukan enak nyebutin nama,hahai, kenalin nama saya Taka," tambah Taka memperkenalkan diri.


"Hiss... modus ni, tadi sok tau tebak-tebak nama, huuu... " lontar Renata.


Sementara Renata menjawab pertanyaan Taka, Sekar dan Ajeng sibuk dengan laptopnya,seperti sedang mengerjakan sesuatu.


"Hehe... Ya pakai trik lah,biar kalian mau nyebutin nama," canda Taka.


"Coy coy sudah coy aduh....,apa-apaan kau ini," bisik Brilian dengan nada nervous.


"Ssstt... biarin," jawab Taka berbisik.


"Hahaha,lanjut bro lanjut bro," tambah Berto.


"Eh kak, btw mau gak tak kenalin,teman-temen ku ini... cakep-cakep lho...hahaha " canda Taka


"***** coy udah... wah pulang ni," kata Brilian nervous.


"Apaan sih kak, eh kok bawa gitar emangnya dari ngamen dimana aja ?" hahaha canda Renata.


"Jangan gitu lah Renata... " tegur Sekar.


"Maaf ya kak temen-temenku suka ngawur kalau ngomong," ujar Sekar memintakan maaf kepada Taka dan teman-temannya.


"Hehe tidak apa-apa santai saja," jawab Taka


Sekar mempunyai karakter yang dewasa diantara dua temannya, Renata dan Ajeng. Renata sendiri karekternya humoris suka ngawur kalau ngomong,tetapi setia kawan. Sedangkan Ajeng, orangnya pendiam, pemalu, tetapi paling berani jika dirinya atau teman-temannya dalam bahaya. Mereka juga suka ngeband seperti Brilian,Taka, dan Berto.

__ADS_1


" Suka main band juga ya kak?" tanya Sekar.


"Iya dong...." jawab Taka


"Kalau kakak-kakak ini lagi pada ngapain, kayaknya sibuk banget dengan laptopnya," tambah Taka.


"Ow... ini baru upload lagu kita diradio, ini tadi kita habis perform disini lho, tadi sekitar jam 21:00 pm ya temen-temen? kebetulan dapet audionya juga, ya... sekalian kami upload. Kalian gak lihat kami perform ? " Ungkap Sekar.


" Yuup,.. Kemana aja kalian,huuu.. " tambah Renata.


"Hah....... apa, jadi kalian anak band ya??" tanya Taka heran.


"Bukan, anak ayah bunda !! Hahaha," jawab Renata.


"Hmmm..." Ajeng tersenyum melihat Renata bercandain Taka dan teman-temanya.


"Iya... maksudku kalian pemain band juga? " ujar Taka.


"Kami tadi jam segitu baru distudio musik ngeband juga, iya kan teman-teman " tambah Taka.


"Tul.... " sahut Berto


"Astaga... apa-apaan kau ini coy," bisik Brilian kepada Taka dan Berto.


"Owh.... Jadi ceritanya kalian grup band juga? Apa nama bandnya?" tanya Renata,


"Apa ya, kami belum punya nama band ya teman-teman? " jawab Taka kebingungan.


"Lum, lum da, haha," canda Berto.


"Emangnya nama band kalian apa?" tanya Taka penasaran,


"Ada dech..... hmmmm.... " jawab Renata.


"Gitu ya ... wah gk seru ni," sahut Taka.


"Lha kalian juga gk mau nyebutin nama band kalian kok, aku juga gk mau nyebutin... Haha," goda Renata,


"Serius kak, kita belum ada nama band, beneran,kita ngeband cuma buat ngisi waktu, kalau gk percaya tanya aja temenku ini namanya Berto dan yang ini namanya Brilian, inilah yang suka membuat lagu ya Brilian itu," kata Taka sambil menunjuk ke arah Brilian.


"Uweh, tunggu dulu....Rusuh ni anak. Gak kak, Taka suka ngawur kalau ngomong, serius kita belum punya nama band, kalau boleh tau nama band kakak-kakak apa ya ? kebetulan saya pendengar setia radio, siapa tau kalau pas ada acara diradio yang saya dengar,saya bisa reques lagu dari band kakak-kakak ini.. ," jelas Brilian.


"Biar saya yg jawab," ucap Sekar.


"Nana band kami The Ne ,Ne kepanjangan dari Nebula, dengan personil saya Sekar pada gitar,Renata bass + vokal,dan Ajeng pada drum. Kalau mau reques lagu kami setiap sabtu sore diradio suara indie,oke,hmmmm" jawab Sekar sambil melempar senyum.


"Baik Sekar, salam kenal ya," ucap Brilian.


"Cie cie cieh........ tadi malu-malu sekarang sok akrab, dasar temenku emang suka gitu kak, hahahaha " canda Taka


"Hahahhahahahaha ,bisa aja kamu. Dasar, " sahut Sekar,


"Duh duh duh... cocok ya mereka, ya gak sis?" tanya Renata kepada Ajeng mengoda Brilian dan Sekar.


"Heh,apa sih kalian, saya kan cuma njawab partanyaanya aja...ya kan" kata Sekar bertanya kepada Brilian


"Iya kak, jangan gitu lah... " jawab Brilian keringetan.


"Hahaha,,, sudah-sudah..., sekarang gini aja berhubung waktu sudah malem, bagaimana kalau kita pamit dulu, tapi sebelumnya boleh gak saya minta nomer hp kalian... Hehe," rayu Taka.


"Yee..... modus, folow aja disoamed The ne , disitu ada, oke," jawab Renata sambil bergegas mau pulang


"Ayo teman-teman," ajak Renata kepada Sekar dan Ajeng,


"Yuk..... Mari... , daa... Sampai jumpa lagi ya," ucap Renata dan kawan-kawan.


"Daa..... " sahut Taka kecewa,


"Sialan... gak dapet nomernya ***... " kata Taka kesal


"Sudah-sudah ayo kita pulang, tadikan sudah dijawab," ajak Brilian.


"Haha, ayo bro " sahut Berto


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2