Brilian

Brilian
Menulis Lagu


__ADS_3

"*Tuk tik tik tik tuk tik tik tik tuk*"....suara metronum.


 


Brilian menyelesaikan rekaman live akustik 1 lagu ciptaannya sendiri.


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.20.


"Bro, saya pamit dulu ya sudah hapir jam setengah empat ni... " kata Brilian.


"Loh mau kemana bro? " tanya Yonzi.


"Iya ni buru-buru amat," tambah Erdo.


"Biasa berangkat kerja bro, nggak enak nanti sama Pak Jonatan (pemilik toko) kalau sampai telat ,hehe " jawab Brilian,


"Owh... Oke oke,besuk kabar-kabar aja," kata Yonzi.


"Siap,"jawab Brilian.


"Duluan ya bro..." ucap Brilian kepada Erdo.


"Ok bro... " sahut Erdo.


Brilian lalu keluar dari rumah Yonzi menuju sededa motornya,


"Brum... Brum...Brum... Brum.... " suara knalpot sepeda motor Brilian.


Sepeda motor costum Cb klasik tahun 1970.


Dengan sepeda motor kesayanganya, Brilian memuju ketempat kerja dengan jarak sekitar 4 km dari rumah Yonzi.


Setelah sampai ditempat kerja JT Guitar Costum, Brilian memarkirkan sepeda motornya ditempat biasa.


"Hallo bro," sapa Troy.


"Hallo kak," jawab Brilian,


"Darimana nih,?" tanya Troy.


"Tadi dari tempat temen kak. Rekaman lagu..." jawab Brilian bersemangat.


" Wiih...hebat bener,rekaman...." ucap Troy,


"Hehe... Iya kak rencana mau ikutan live perdom dipuncak cangkir kopi, kak Troy gak ikutan?" tanya Brilian,


"Owh... acara musik indie itu ya," sahut Troy,


"Iya," jawab Beilian.


"Sebenernya sih mau ikut bro, lagi ada acara keluarga jadi nggak bisa ikutan... Si Dion dan Daus juga ngajak kemarin," jelas Troy,


"Gitu ya kak, kalau aku rencananya mau ikutan tapi solo akustik kak, si Berto sama Taka tidak bisa ikutan lagi sibuk kerja," sambung Brilian.


"Uuwe... Solo akustik, mantap...semoga lancar-lancar aja bro,aku duluan ya, mau ada acara keluarga ni, hehe," pamit Troy sambil mengambil tas gendong hendak pulang, berganti shif dengan Brilian.


"Baik kak, hati-hati dijalan...." ucap Brilian.


"Eh kak Troy,pak Jonatan kemana, kok nggak kelihatan?" tanya Brilian,


"Tadi baru ngantar pesanan bro kayaknya, tadi gak bilang kalau mau kemana," jawab Troy,


"Ow... ok ok kak, hati-hati dijalan," ucap Brilian lagi.


"Yoi bro," sahut Troy menuju kearah sepeda motornya.


Setelah mereka berganti shif, kini giliran Brilian yang menjaga toko,seperti biasa, di tempat kerja sambil menjaga toko,ia mendengarkan radio online sambil bermain gitar akustik.


"Selamat sore sahabat indie...Masih bersama saya Vj Ria la la ho ho...Menemani sore kalian,sore yang cerah ini sampai dengan nanti pukul 21:00 pm, silahkan request lagu kesayangan kalian dinomer 081*****265, boleh lagu manca maupun domestik... langsung saja lagu pertama dari Raekiez dengan judul Lingkaran Api...." seru Vj Ria la la ho ho sambil memutar lagu.


***


Hari sudah mulai gelap, didepan tempat Brilian bekerja adalah persimpangan jalan, terlihat jalanan yang ramai,nampak orang - orang sedang berjalan ditrotoar dan orang - orang mengendarai sepeda motor mau pun menaiki sepeda dijalanan depan JT Guitar Costum.


"Ting tung... permisi...." terdengar suara seseorang membunyikan pintu,


"Ya... " sahut Brilian sambil membukakan pintu kaca toko yang penuh stiker.


Nampak duanorang wanita seusia Brilian hendak melihat-lihat untuk membeli gitar.


"Silahkan...ada yang bisa saya bantu ?" Brilian mempersilahkan dengan kedua telapak tangan bertumpuk sambil sedikit membungkuk.


"Ini kak saya dan teman saya mau mencari gitar akustik Yamaha apakah ada?" tanya salah satu wanita itu.

__ADS_1


"Ow... Itu ada disebelah kanan, kalau yang disebelah kiri gitar elektrik, silahkan bisa dilihat-lihat dulu kak, bisa dicoba juga suaranya bagus-bagus kok," ujar Brilian.


"Oke kak," jawab wanita itu.


"Silahkan... " sahut Brilian mempersilahkan.


Wanita itu memiliki rambut panjang berwarna hitam dengan poni di atas alis, dan yang satunya memiliki rambut pendek sepundak dengan sedikit warna merah muda dibeberapa helai rambutnya,style-style ala anak band.


"Seperti pernah ketemu sebelumnya, siapa ya...apa dia yang di Puncak Cangkir Kopi beberapa waktu lalu,atau... cuma mirip aja," gumam Brilian dalam hati.


Brilian sendiri tidak berani menanyakan siapa nama mereka karena profesional kerja, takut jika menggangu kenyamanan pelangan,kecuali kalau memang sudah kenal diluar kerja.


Sambil menunggu dua orang wanita itu memilih gitar, Brilian mengecilkan suara musik yang dia putar, sambil mendengar mereka berbincang - bincang, demi kenyamanan pelangan juga.


"Ini bagaimana sis menurutmu,?" tanya salah seorang wanita kepada temannya,


"Boleh juga sis, tapi ukuran tabungnya agak kebesaran, ada yang lebih kecilan dikit nggak...? " sambung teman wanitanya.


"Gitu ya, bagaimana kalau yang pink ini sis?" tanyanya lagi.


"Masak pink,apa tidak terlalu nyetar sis,lagi pula ini bukan merek yang kamu cari," jelas temannya.


"Oiya...Kak ini mereknya apa kok gak ada tulisan merknya?" tanya salah satu calon pembeli.


"Aduh... gak nyebut nama cuma panggil sis doang mana bisa tau nama kalau pernah bertemu sebelumnya," gumam Brilian dalam hati.


"Kak... hello.... kak," panggil wanita berambut pendek itu.


"Ya... Owh... gimana kak? maaf-maaf ,hehe," jawab Brilian kaget.


"Astaga masnya malah ngalamun... haha," kata wanita berambut poni.


"Hehe maaf kak, gimana-gimana?" tanya Brilian.


"Ini kok nggak ada tulisannya merk apa ya kak?" tanya wanita berrambut pendek.


"Owh... yang itu gitar costum kak, yang sebelah situ costum semua, yang agak ke timur itu gitar merk Y*maha semua kak," terang Brilian.


"Owh... gitu ya," ucap wanita berambut pendek.


"Tu kan,iya kan sis, gimana kalau ini aja sis warnanya natural," ujar wanita berambut poni memilihkan gitar untuk temannya.


"Coba, suaranya bagus gak sis... " tanyanya,


"Bagus ini sis," kata wanita itu.


"Ya udah itu aja sis," jawab temannya.


"Oke sis," sahut wanita berrambut pendek.


"Kak saya ambil yang ini ya? " kata wanita itu sambil membawa gitar akustik kearah Brilian,


"Siap kak,saya pack dulu ya kak," sambung Brilian,


"Okey " jawabnya.


Akhirnya salah satu dari dua wanita itu membeli gitar akustik dengan harga tertera Rp.1,7 juta gitar akustik dengan warna natural merk Y*maha.


"Ini kak gitarnya, harganya Rp.1,7 juta ya kak, dengan atas nama siapa kak? " ucap Beilian sambil menuliskan dinota.


"Okey, dengan Gea kak," kata wanita berambut pendek itu,


"Baik kak, " jawab Brilian.


Wanita berambut pendek itu bernama Gea, sedangkan yang berambut panjang dengan poni Brilian belum mengetahui namanya, dia sangka yang berambut panjang itu adalah Sekar yang waktu itu pernah berjumpa dengan dirinya, Taka, dan Berto di Puncak Cangkir Kopi beberapa waktu yang lalu, wajahnya mirip.


"Kita mau lihat-lihat gitar elektrik disini dulu boleh gak kak...? " tanya salah satu dari wanita itu,


"Boleh banget kak,silahkan...." jawab Brilian.


Lalu Gea dan temannya melihat-lihat gitar elektrik disebelah kiri gitar akustik, berbagai macam gitar ada diJT Guitar Costum, mulai dari yang pabrikan sampai yang costum, tipe gitarnya pun bervariasi.


Disamping itu sambil menunggu mereka melihat-lihat gitar, Brilian memetik gitar akustik sambil duduk disebelah meja kasir.


Kemampuan Brilian bermain gitar berkembang cepat, karena setiap hari tidak lepas dari gitar, entah ditempat kerja maupun di rumah.


"Sudah ni kak kita melihat-lihat gitarnya,lain kali kita kesini lagi deh... " kata Gea,


"Baik kak, ini gitarnya sama notanya," ucap Brilian sambil memberikan gitar.


"Terimakasih kak, ini ya kak uangnya," kata Gea,


"Iya kak,sama-sama... hmm.... " sambung Brilian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sampai jumpa kak," kata Gea sambil berjalan keluar membuka pintu kaca toko.


"Ya...sampai jumpa,ditunggu kedatangannya kembali...." sahut Brilian.


"Sis sepertinya aku pernah ketemu sama orang itu deh," kata wanita berambut poni itu.


"Orang yang mana sis?" tanya Gea.


"Itu yang jaga toko..." katanya berbisik kepada Gea.


"Ah masak sih, kenapa nggak disapa tadi sis kalau kenal," ujar Gea.


"Ya... aku ragu-ragu, ah sudahlah sis nanti dia kalau dengar malah nggak enak aku, ayo buruan sis," ajak wanita dengan poni itu hendak mengendarai sepeda motor matic.


"Bagaimana kalau tak tanyain sis, siapa namanya ??," kata Gea,


"Iya deh... kalau begitu ayo...." jawab Gea.


Brilian lalu menutup kembali pintu kaca toko yang penuh stiker itu, biasanya pelangan - pelangan yang mempunyai band atau solo karir,menempel stiker di pintu itu.


Di dalam toko itu, dinding sebelah kanan berwaena coklat dengan motif kayu,dan di sebelah kiri dengan cat berwarna hitam dof.


Tidak terasa waktu menunjukan pukul 20:00 pm, satu jam lagi toko tutup. Tiba-tiba handphone Brilian berbunyi tanda ada panggilan masuk.


"Hallo dengan JT guitar costum ada yang bisa saya bantu,?" ucap Brilian mengangkat telephone di tempat kerja.


"Ini aku bro Yonzi," kata Yonzi.


"Ow... oke bro, gimana? sudah jadi handphonenya?" tanya Brilian.


"Sudah bro," jawab Yonzi.


"Besuk kamis ya bro kita lanjut, untuk waktunya nyusul besuk kabar-kabar lagi,ok," tambah Yonzi,


"Siap bro..." jawab Brilian.


" Ngomong-ngomong masih kerja ni bro?" tanya Yonzi.


"Masih ni bro, pulang jam 21:00 pm," jawab Brilian,


"Oke bro, lanjut...dah dulu ya," ucap Yonzi.


"Siap bro... " sahut Brilian.


Waktu hampir jam 21:00 pm, Brilian bersiap-siap untuk pulang, tetapi sebelumnya ia merapikan dan membersihkan tempat ia bekerja dulu sebelum pulang.


Terdengar suara mobil parkir di parkiran depan toko, nampaknya mobil Pak Jonatan.


"Dah siap-siap mau pulang...?" tanya pak Jonatan setelah turun dari mobil.


"Iya pak," jawab Brilian.


"Dari mana pak?" tanya Brilian.


"Ini tadi habis mengirim barang pesanan, jalannya lumayan macet tadi," jawab pak Jonatan,


"Owh... ngirim barang," sahut Brilian.


Waktu menunjukan pukul 21:00 pm, waktunya Brilian pulang,setelah selasai merapikan dan membersihkan tempat ia bekerja, sedangkan pak Jonantan berada didalam toko.


"Permisi pak Jonantan," panggil Brilian,


"Ya... Ada apa Brilian, " jawab Pak Jonantan.


"Pak saya pulang dulu ya,kuncinya saya letakkan dimeja kasir," kata Brilian,


"Owh... baiklah, hati-hati dijalan ya," ucap Pak Jonatan.


"Baik pak " sahut Brilian.


" Brum... Brum... Brum... Brum.... " suara khas knalpot sepeda motor Brilian.


-------------------------------🎸-----------------------------


Setelah sampai dirumah, Brilian lalu mandi,beberapa menit kemudian setelah selesai mandi,


tidak lupa makan,dari siang tadi belum sempat makan.


Setelah selesai makan, Brilian lalu mengambil gitar akustiknya dan memetiknya.


Sambil memetik gitar,dia juga menulis sepenggal demi sepenggal lirik,yang kemudian menjadi sebuah lagu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2