Brilian

Brilian
Lukisan


__ADS_3

"Jadi gini, Saya... " Brilian hendak mengatakan sesuatu.


"Eh, di sebelah sana ada kedai kepala muda tu, yuk beli, haus ni.. " ujar Sekar memotong pembicaraan.


"Ak... "


"Ya udah yuk, tapi kakimu kan masih sakit, biar aku yang beli ke sana," ungkap Brilian.


"Oke deh... Terimakasih sebelumnya..." ucap Sekar.


"Sip, "


Brilian lalu berjalan menuju kedai penjual kelapa muda di tepi pantai,yang berjarak sekitar 10 meter ke arah utara,sedangkan Sekar duduk menunggu menghadap selatan menghadap pantai. Brilian berjalan sambil bergumam dalam hati.


"Sepertinya, memang tidak seharusnya aku menyatakan perasaanku kepada Sekar. Tapi, apa aku harus menyerah sampai di sini, " gumam Brilian dalam hati.


Setelah sampai di kedai,Brilian lalu membeli 2 kelapa muda utuh,seharga 10 k satu butirnya. Kelapa muda segar itu hanya dibuka kecil pada ujungnya,lalu dimasukan sedotan di dalamnya. Beberapa menit kemudian,Brilian berjalan ke arah Sekar dengan membawa 2 kelapa muda pada tangan kanan dan kirinya. Sekar nampak senang melihat Brilian membawakan kelapa muda untuknya. Mereka berdua lalu duduk bersebelahan sambil meminum kelapa muda tersebut.


"Hemm...Segar ya kelapa mudanya," ungkap Sekar.


"Iya," ucap Brilin.


"Oiya, btw tadi mau ngomong apa,Brilian?" tanya Sekar menoleh ke arah Brilian.


"Emb....Bukan apa-apa kok Sekar," jawab Brilian dengan nada lemas.


"Gitu ya, okey," sahut Sekar.


"Gimana kakinya sudah sembuh belum?" tanya Brilian mengalihkan pembicaraan.


"Emb... Sudah agak mendingan, terimakasih ya tadi..." ucap Sekar.


"Iya.. Sama-sama" sahut Brilian.


"Yuk,jalan-jalan kesana lagi," ajak Sekar.


"Ayok," jawab Brilian bersemangat.


"Tapi jalan-jalan aja ya, jangan lari-lari takut jatuh lagi... " gumam Sekar.


"Iya iya... " sahut Brilian.


Mereka lalu menaruh kelapa muda mereka, di joglo mini yang terbuat dari kayu tempat mereka duduk. Kemudian berjalan menyusuri tepi pantai,topi yang mereka kenakan melindungi dari terik matahari. Mereka berjalan diantara ombak tipis-tipis yang membelai kaki mereka. Brilian memberanikan diri untuk menggandeng tagan Sekar. Dengan perlahan ia menyentuh tangan kanan Sekar lalu perlahan menggenggam jari-jari lentiknya. Sekar pun hanya diam,dan membalas genggaman Brilian.


Jari-jarinya yang lentik nan lembut, menggenggam erat jari-jari Brilian. Mereka terus berjalan dengan bergandengan tangan, sampai di sebelah bukit karang yang menjorok ke laut disebelah timur, sedangkan saat mereka berfoto-foto tadi, di bukit karang sebelah barat. Sesampainya di sebelah bukit karang sebelah timur, mereka berteduh di pinggir bukit karang tersebut. Sejenak terdiam, menikmati pemandangan dan menghirup udara sejuk panti.


Mereka berdua masih tetap bergandengan tangan. Sesekali Brilian melirik ke arah Sekar. Sekar nampak sesekali memejamkan matanya sambil menghirup udara sugar yang berhembus membelai paras cantiknya. Brilian lalu memeluk tubuh indah Sekar hingga membuatnya kaget.


"Eh... Ada apa Brilian, kok tiba-tiba... " ucap Sekar kaget sambil membuka matanya.


"Sekar...." ucap Brilian dengan nada lirih.


"Kamu kenapa...Coba lihat aku," ucap Sekar sambil melepas pelukan Brilian.


"Coba,sekarang tatap wajahku,dan katakan apa yang ingin kamu katakan," Sekar sambil menatap mata Sekar mencoba membaca isi hati Brilian.


Brilian hanya diam. Mereka saling mengadu tatapan dengan serius. Lalu beberapa detik kemudian,Sekar berkata.


"Apakah kau benar-benar mencintaiku, benar-benar menyayangiku??" tanya Sekar menatap mata Brilian.


Brilian hanya diam sambil menganggukkan kepalanya.


"Kenapa diam?" tanya Sekar lagi.


"Iya Sekar aku sangat mencintaimu," sahut Brilian cepat sambil memeluk Sekar lagi.


"Eh... Sebentar, kamu tau gak, kenapa aku selalu mengingatkanmu,lihatlah lawan bicaramu," tegas Sekar.


Brilian lalu melepaskan pelukannya,lalu menatap mata Sekar dengan air mata yang tertahan di matanya.


"Loh... Nangis lagi... Jangan cengeng dong jadi cowok," ucap Sekar sambil memegang kedua pipi Brilian didekat luka memar di sebelah pipi kanannya.


Brilian hanya diam menunduk menahan air matanya yang hendak menetes, dan melipat bibirnya kedalam. Sekar yang memegang pipinya dengan kedua tangannya, lalu mengarahkan wajah Brilian ke arah wajahnya.


"Ya ampun... " mata Sekar berkaca-kaca melihat wajah Brilian,ia merasakan tatapan Brilian memendam sesuatu.


Sekar lalu memeluk Brilian untuk pertama kalinya, tubuh Brilian lalu lemas dipelukan Sekar. Aroma wangi tubuh Sekar, membuat Brilian tak berdaya dibuatnya. Sekar lalu berkata.


"Aku ingin,mendengar sekali lagi Brilian, apa kau benar-benar mencintaiku??" tanya Sekar masih berpelukan.

__ADS_1


"Iya,aku sangat mencintaimu,Sekar. Maaf,jika kau tak bisa menerimanya, setidaknya aku sudah berusaha jujur padamu, maafkan aku" ungkap Brilian menghela nafas.


"Fiuh... "


Sekar lalu diam dan memeluk Brilian semakin erat,lalu berkata.


"Brilian...Dengar ya sayang, coba, kamu ingatkan kita beda... " ucap Sekar.


"Stop,jangan katakan itu Sekar," sahut Brilian memotong pembicaraan sambil melepas pelukan.


Brilian lalu bergantian menyentuh kedua pipi Sekar yang merona tersebut. Mereka berdua lalu menekuk lutut menyentuh pasir putih di tepi pantai itu,Brilian lalu berkata.


"Aku,mencintaimu tanpa alasan apa pun. Tetapi jika kau menolakku karena kita berbeda keyakinan, aku tidak akan memaksamu,Sekar," ungkap Brilian menetap mata Sekar.


Sekar hanya diam,mereka saling menatap satu sama lain. Lalu Brilian mendekatkan wajahnya pada wajah Sekar. Sekar lalu memejamkan mata. Brilian lalu mencium kening Sekar untuk pertama kalinya lalu berkata.


"Aku mencintaimu," ucap Brilian setelah mencium kening Sekar.


Sekar lalu membuka matanya. Ia beranggapan, jika ciuman di kening adalah ciuman yang tulus, tetapi ciuman di bibir untuk pertama kali, adalah ciuman nafsu. Ia merasa Brilian benar-benar mencintainya. Tetapi ia ragu, karena keyakinan mereka berbeda. Meski Brilian sudah mengatakan hal tersebut.


"Sekar, apa kau marah padaku? Maafkan aku... " ucap Brilian bertanya.


"Tidak, kau tidak perlu minta maaf, Tuhan yang mempertemukan kita, aku berharap, semoga kelak Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk kita," ungkap Sekar sambil menusap pipi Brilian.


"Jadi, apakah kau menerimaku??" tanya Brilian.


Sekar mengangguk pelan.


"Yee..... Hore..... "sorak Brilian lalu berdiri dan melompat penuh semangat.


"Tapi...." imbuh Sekar.


"Tapi apa Sekar ???" Brilian kembali ke posisi semula, dengan menekul lutut menyentuh pasir putih pantai dan berhadapan dengan Sekar dengan posisi yang sama.


"Tapi..... Kamu jangan cengeng,....Hiss... " ucap Sekar sambil berdiri lalu mencubit hidung Brilian,Sekar lalu berlari kecil.


"Aduh... Awas ya.... " Brilian lalu berdiri dan mengejar Sekar.


Saat hampir dekat, Brilian lalu mendekap tubuh indah Sekar dari belakang. Sekar yang memgenakan celana hot pants warna putih, dan kaos ketat warna merah mudah, nampak sexy apa lagi mereka berdua basah karena terjatuh terkena air laut tadi. Setelah Brilian mendekap Sekar, mereka lalu jatuh bersama. Dengan posisi Sekar menindih Brilian, Sekar berbaring di atas tubuh Brilian. Nampak tawa lepas dari wajah Sekar. Kemudian Sekar menoleh ke arah belakang, lalu Brilian menyambutnya dengan ciuman ke arah pipi Sekar. Namun Sekar sedikit mengelak dan bangun.


"Yuk bangun," ucap Sekar mengulurkan tangannya ke arah Brilian.


"Eit..," kata Sekar sambil mengerak-gerakan jarinya ke kanan dan ke kiri.


"Iya iya... Maaf," ucap Brilain sambil menunduk sebentar lalu berkata,


"Sayang,ini adalah hari paling bahagia dalam hidupku, mau kah kau berjanji padaku untuk tidak akan melupakan hari ini, apa pun yang terjadi, apa pun," ungkap Brilian sambil jari kelingkingnya maju untuk berjanji.


"Iya sayang," jawab Sekar sambil menyatukan jari kelingkingnya sebagai tanda berjanji.


"Terimakasih....Sekar...." ucap Brilian sambil melepas cengkrama jari kelingkingnya lalu memeluk tubuh Sekar yang basah.


"Hmmmm..... " Sekar tersenyum haru dipelukan Brilian.


"Oiya, yuk kita makan dulu," ajak Brilia.


"Yuk... "jawab Sekar.


"Tapi ganti pakaian kering dulu... Masak basah kuyup gini, hehe," ujar Brilian sambil merangkul Sekar.


"Iya, hmmm.... " jawab Sekar.


Mereka lalu berjalan ke ruang ganti masing-masing terlebih dahulu de dengan jarak kira-kira 20 meter. Berjalan dari pinggir bukit karang yang teduh itu. Setelah selesai berganti pakaian, mereka lanjut menuju kedai makanan yang berada tak jauh dari tempat mereka berganti pakaian,berjarak sekitar 8 meter. Jam menunjukan pukul 11:15 am, dengan cuaca yang cerah. Setelah sampai kedai, mereka kemudian melihat menu yang tersedia di kedai tersebut. Tersedia aneka sea food dan aneka minuman jus di sana. Mereka lalu memesan makanan dan minuman favorit mereka.


Nampaknya di kedai itu ada gitar akustik yang tergantung di dinding. Brilian lalu izin kepada pemilik kedai untuk meminjam gitar tersebut. Pemilik kedai pun mempersilahkan. Sambil menunggu pesanan, Brilian dan Sekar bermain gitar. Brilian yang memetik gitar, sedangkan Sekar yang menyanyikannya. Di tengah mereka sedang asik bermain gitar. Tiba-tiba ada soseorang membagikan pamflet. Isi di dalam pamflet tersebut adalah acara musik Battle String Rock Fest. Battle String Rock Fest adalah acara musik tahunan yang di adakan 5 tahun sekali oleh Venoiz. Venoiz sendiri adalah EO/event organizer besar yang sering terlibat dalam konser-konser musik.


"Wow acara bagus ni," seru Brilian sambil melihat tulisan di dalam pamflet.


"Coba lihat," pinta Sekar.


Brilian lalu memberikan pamflet itu kepada Sekar.


"Ow...Ini, kamu mau ikut?" tanya Sekar.


"Ya... Pengennya sih ikut,mau menghubungi teman-teman dulu. Kalau kamu mau ikut gak Sekar? " tanya Brilian balik.


"Emb... Belum tau juga sih, belum tanya kabar Renata dan Ajeng, mereka masih sibuk atau tidak, " jelas Sekar.


"Sama aku juga gitu," Sahut Brilian.

__ADS_1


"Tapi di panflet boleh juga lho ikutan solo,iya kan?" tambah Brilian Bertanya.


"Iya juga sih," jawab Brilian.


Acara di adakan 2 minggu lagi. Battel String Rock Fest adalah ajang bergengsi bagi para musisi, band maupun solo. Ada acara live perform, dan ada juga duel gitar atau adu bermain melody di atas panggung. Acara yang di adakan 5 sekali ini,selalu mengundang antusias musisi maupun penonton dari berbagai penjuru. Namun syarat untuk mengikuti acara bergengsi tersebut, pertama-tama harus mengirimkan demo dalam format vidio. Boleh vidio perform, atau tunjuk skill, masimal durasi 8 menit. Nanti akan di seleksi oleh pihak penyelenggara,selanjutnya akan dihubungi.


Tidak lama kemudian,waiter kedai datang membawa pesanan makanan dan minuman yang mereka pesan. Mereka lalu menyantap hidangan sea food dan minuman jus yang segar. Sambil melihat pemandangan pantai,dan semilir angin yang membelai lembut. Kebetulan di samping mereka makan, nampak seorang yang melukis di pinggir pantai tadi,juga duduk di kursi sebelah mereka. Saat Brilian melihat lukisan yang kebetulan ditaruh di samping ia duduk, alangkah terkejutnya ia melihat dirinya dan Sekar ikut terlukis di dalam lukisan indah tersebut. Nampak ia sedang berlari-lari bersama Sekar di pinggir pantai.


"Sekar, coba lihat ini," bisik Brilian sambil menunjuk ke arah lukisan.


"Hah. Itu kan," Sekar terkejut sambil melihat lukisan itu.


"Iya, itu kita,tadi saat lari-larian," bisik Brilian menjelaskan gambar yang ada di lukisan tersebut.


"Kok bisa sih, hebat banget yang melukisnya," ungkap Sekar heran.


"Iya, bagaimana kalau saya beli lukisan ini. Kira-kira mahal gak ya harganya,hehe" bisik Brilian kepada Sekar.


"Coba tanya aja sama bapak itu," jelas Sekar sambil menunjuk pelukis pria paruh baya yang duduk di belakang Sekar.


"Baiklah," sahut Brilin.


Brilian lalu bertanya pada pelukis tersebut.


"Permisi pak,pak boleh lihat-lihat lukisaanya," ujar Brilian basa-basi.


"Ya,owh...Boleh nak, silahkan," jawab pelukis itu.


Brilian lalu melihat-lihat beberapa lukisan, terutama lukisan yang hendak ia beli. Lukisan pantai berbahan kanvas berukuran 60 x 120 cm.


"Berapa pak harganya untuk lukisan ini?" tanya Brilian sambil menunjuk lukisan yang hendak ia beli.


"Owh... Itu, biasanya saya menjualnya 400 K nak. Kalau kamu suka, saya kasih potongan harga deh... " jawab pelukis pria paruh baya itu.


"Yang bener pak,jadi berapa pak harganya?" tanya Brilian.


Brilian tidak menanyakan bahwa dirinya dan Sekar masuk dalam lukisan tersebut, Brilian tau kalau pelukis itu secara spontan menggoreskan cat pada kanvas tersebut.


"200 K aja lah nak,spesial buat kamu," jelas pelukis itu.


"Baik pak," Brilian lalu mengambil uang dari dalam dompetnya, lalu membayarkannya.


"Sebentar, saya pack dulu ya nak," ujar pelukais itu.


Pelukis itu lalu membungkus lukisan yang Brilian beli,di dalam wadah kertas berwarna coklat, yang memang sudah disediakan oleh pelukis itu.


"Ini nak lukisanya. Terimakasih banyak ya nak," ucap pelukis itu sambil membungkukkan punggungnya sedikit.


"Iya pak,sama-sama," ucap Brilian.


Brilian lalu membawa lukisan yang telah dibungkus rapi kembali duduk di sebelah Sekar. Mereka lalu melanjutkan menyantap makanannya. Sesekali Sekar bercanda hendak menyuapi Brilian.


"Brilian,haa.." pinta Sekar sambil mengarahkan sendok berisi makanan ke arah Brilian.


Brilian lalu membuka mulutnya, namun makanan itu dimakan sendiri oleh Sekar.


"Haap," Sekar melahap makan di sendok tersebut.


"Hadeh... Kirain beneran," gumam Brilian sedikit kesal.


"Hmmm.... " Sekar melempar senyum khas ke arah Brilian.


"Oiya nanti lukisan ini dipajang di kamarmu ya Sekar?" tanya Brilian.


"Di kamarmu aja deh... " jawab Sekar.


"Kenapa gak di kamarmu aja," ungkap Brilian sambil memunduk.


"Loh, maunya gimana?" tanya Sekar.


"Dipajang di kamarmu aja ya... " sambung Brilian.


"Iya deh... "sahut Sekar.


"Yuhu... Yeeyy," sorak Brilian.


"Tapi... " sahut Sekar.


"Tapi apa...?" tanya Brilian.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2