
Raga Anggara adalah seorang CEO yang terkenal dingin dan sadis terhadap para bawahannya. Tidak jarang ia akan menendang mereka dari perusahaan meski kesalahannya kecil sekalipun.
Pernah CEO berusia sembilan belas tahun itu membuat seorang wanita sampai menangis tersedu-sedu. Usianya sudah tua dan melakukan kesalahan dengan menumpahkan kopi hingga mengenai sepatu mahal Raga.
"Jangan, Tuan..." Begitulah permohonan wanita tua itu. Tapi Raga sama sekali tidak menggubrisnya. Dia tetap dengan keputusannya untuk memecatnya.
Wanita tua itu bahkan sampai bersujud-sujud agar hati Raga luluh. "Kalau aku dipecat, bagaimana aku akan menghidupi keluargaku, Tuan... Kumohon jangan pecat aku."
"Kemasi barang-barangmu," ujar Raga dengan dingin, sama sekali tak menaruh rasa kasihan sedikitpun.
Orang-orang banyak yang bertanya terbuat dari apa hati seorang Raga. Bagaimana bisa Raga tega memecat wanita yang sudah tua, dan menjadi satu-satunya tulang punggung keluarganya. Benar-benar keterlaluan terhadap rakyat jelata yang hanya digaji kecil.
"Bukan terbuat dari apa, tapi dia itu tidak punya hati," cibir salah satu bawahan Raga bernama Sani kepada junior barunya yang berkacamata. Gadis jelek yang diterima bekerja di Anggara Group karena kejeniusannya.
"Sadis, ya, Senior."
"Begitulah..."
__ADS_1
Namun di balik sadisnya itu Raga diberkahi wajah yang amat rupawan. Tinggi badannya sangat ideal, sekitar seratus delapan puluh delapan senti. Matanya biru seperti indahnya lautan. Siapapun yang memandangnya mustahil tidak terlena.
Kini Raga sedang menyesap kopi yang dengan sangat cekatan disediakan oleh sekretaris pribadinya, Angel Sandrinova. Wanita berkulit putih mulus dengan kaki jenjang yang menawan.
Angel semata-mata di sini hanyalah barang mainan Raga di saat jenuh ataupun bosan. Bukan sekretaris pribadi yang mengurusi keperluan penting Raga, melainkan nafsu belaka. Kadang Angel diperintah untuk menjadi patung selama sejam. Tidak boleh bergerak. Kalau melanggar Angel akan memakan nasi yang sudah basi. Hingga Angel gagal dan... Wanita itu bahkan sampai menangis saat diperlakukan hina bagai binatang oleh Raga.
Biarpun Angel sampai menangis begitu, ia tetap saja bertahan karena rasa cintanya pada Raga.
"Haha," Raga tertawa di dalam hati. Gadis yang kelewat bodoh.
Belum sempat Angel menjawab, Raga menyiram mukanya dengan kopi itu.
"Keluar! Kau kupecat!" bentak Raga.
Hati Angel langsung hancur berkeping-keping. "J-jangan, Tuan. Jangan, kumohon jangan pecat aku..."
Angel mulai merengek-rengek bahkan ia merangkak ke samping Raga yang sedang duduk. Raga memutar kursinya ke samping lalu memegang dagu Angel dengan kasar.
__ADS_1
"Harus kuakui, kau sangatlah cantik, Angel. Tapi entah kenapa aku tidak tertarik padamu. Bukanlah tujuanku sejak pertama. Semua orang yang ada di sini bahkan tahu statusmu yang tidak berharga."
Angel menangis seraya menggeleng-geleng. Ia tak mengerti dengan omongan Raga soal tujuannya. Angel hanya tidak mau dipecat.
"Aku rela melakukan apa saja, Raga! Kumohon!"
Raga mendadak murka. "Apa kau tidak dengar?! Kau bukanlah tujuan utama yang akan kujadikan budak!"
Selanjutnya Raga menekan kuat bagian saraf di pundak Angel hingga gadis itu pingsan. Tidak selang beberapa lama, pengawal suruhan Raga muncul. Dua orang berpakaian hitam.
"Buang dia ke tong sampah," perintah Raga. "Dan nanti malam aku mau gadis itu ada di villa-ku. Budak yang sudah kubeli seharga seratus juta dolar."
Raga tersenyum miring. Tidak sabar akan menikmati tubuh gadis itu untuk pertama kali sepanjang hidupnya. Di temani deburan ombak yang indah...
***
__ADS_1